Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
bersama setiap saat bukan berarti saling memiliki


__ADS_3

"mempertahan kan nyatanya lebih sulit,dari pada hanya sekedar mencari,dan menemukan."


🌼🌼🌼


pukul 03:15 dini hari,ayah Nisa kembali ke rumah. kepala nya terasa pusing, selain tak bisa begadang,ia juga gampang sekali terkena kembung bagian perut nya, saat kedinginan terlalu lama.ayah Nisa memutus kan untuk kembali ke rumah, setelah beberapa kali menahan rasa kantuk,yang akhirnya membuat kepala nya terasa sakit.


sesampainya dirumah,tampak sangat sepi,lampu juga di matikan."kemana Nisa?,apakah anak itu tidur di rumah nak Ibra?,ah rasa nya tak mungkin.tapi kalau dia tidur di rumah,pasti lampu dimana-mana akan menyala semua"pikir ayah Nisa dalam hati. saat melewati ruang tamu,ayah Nisa menghidup kan kamu nya"ceklek",dan setelah sampai di ruang tv,ia juga menghidupkan lampu "ceklek",dan terlihat lah Nisa,dan Ibra, yang tampak tertidur di lantai beralaskan ambal sofa. terlihat keduanya tertidur saling membelakangi, Nisa menggunakan selimut pink nya,sedangkan Ibra meringkuk seperti kedinginan."hum anak ini,selimut di pakai sendiri,calon suaminya malah di biar kan kedinginan begini",gimana ayah Nisa pelan,sambil menggelengkan kepala nya. memasuki kamar nya,dan mengambil selimut,kemudian ia tutupi tubuh Ibra, yang tengah meringkuk.


"aku sudah memberi nya selimut ayah,tapi dia tak mau. entah kapan, dia justru memberikan selimut ini pada ku"ucap Nisa sambil menguap,dan membuka selimutnya.


"loh kamu kenapa malah bangun,ini masih jam tiga"ucap ayah Nisa.


"ayah sih,lampu nya di hidup kan, ayah kan tahu, kalau Nisa gak bisa tidur terang benderang.ayah pulang sendiri?,atau sama ibu?"tanya Nisa yang masih mengumpulkan nyawa nya.


"ayah sendiri,ayah tidak tahan.kepala ayah pusing,sepertinya masuk angin"ucap nya sambil memijit kecil leher nya.


"ayah sih,Nisa ajak pulang gak denger,sini deh Nisa kerokin,sebelum terlambat,nanti malah jadi sakit beneran,"ucap Nisa bangkit dari tidur nya,dan mencari di mana alat yang biasa ibu nya gunakan untuk mengerik. setelah ketemu,Nisa segera mengerok leher,dan punggung ayah nya,serta memberikan minyak angin pada perut ayahnya,setelah itu ia juga membuatkan teh hangat,yang sudah ia campur dengan obat herbal Antangin,ke dalam teh ayah nya."di minum dulu yah,setelah itu baru istirahat,mudah-mudahan besok pagi udah seger lagi"ucap Nisa kemudian.


"iya,makasih ya ndok"jawab ayah Nisa kemudian masuk kekamar.


*****


Ibra yang mendengar percakapan, mencoba membuka mata nya yang masih terasa mengantuk. dan merasa sedikit terkejut, karena tubuh nya berselimut."sayang......"panggil nya,dengan mata masih sedikit terpejam meraba Nisa yang tak ada di sampingnya.


"iyaaa mas, masih jam tiga lewat mas,tidur lah lagi,"ucap Nisa yang telah selesai mengurus ayah nya.


"bicara dengan siapa sayang?"tanya Ibra, masih tak sadar, bahwa ayah Nisa sudah pulang.


"dengan ayah,tidak enak badan kata nya,"jawab Nisa sambil duduk di samping Ibra,dan mengangkat kepala Ibra untuk tidur di pangkuan nya. Ibra yang baru saja sadar,segera mengangkat tubuh nya,dan bersandar pada sofa.


"ayah sudah pulang?"ulang nya lagi.


"iya mas,sekarang sudah istirahat,sudah ku buatkan teh juga"jawab Nisa.


"sudah lama ya? kok mas gak tahu,"tanya Ibra lagi.


"em lumayan sih,ayah juga sempat menyelimuti tubuh mas yang kedinginan,"jawab Nisa lagi.


"oh jadi ini milik ayah,"ucap Ibra lagi,kemudian menekan ponsel nya melihat jam.

__ADS_1


"oh iya,itu ponsel mas baru?"tanya Nisa baru menyadari nya.


"ah iya,akhir-akhir ini terus merindukan mu,"jawab Ibra sedikit berbisik ke telinga Nisa.


"Ais,mulai kamu mas,"ucap Nisa sebal.


"mas pulang dulu ya,kan ayah sudah pulang"ucap Ibra kemudian.


"ah iya,tutup lagi nanti ya pintu nya,gak usah di kunci deh,siapa tahu sebentar lagi ibu pulang"celoteh Nisa lagi.


Ibra bangkit,kemudian berjalan dan meninggal kan rumah Nisa,dan kembali kerumah nya,sesampai nya dirumah,Ibra segera mengganti pakaian nya,dan melanjutkan tidur nya.


****


Fara terbangun dari tidur nya,melirik jam sudah pukul lima pagi,segera ia masuk ke kamar mandi,setelah nyawa nya terkumpul,dia segera beraktifitas di dapur,sebab pagi ini dia akan di jemput oleh Ferdi. semalam Ferdi sudah mengirim chat pada nya,"Ra ,besok pagi aku jemput,jam tujuh !"tulis Ferdi dalam chat nya, Fara tidak membalas nya.setelah selesai dengan aktifitas nya,segera Fara membersihkan tubuhnya, dan segera bersiap.tak lama kemudian,terdengar suara sepeda motor dari luar,segera Fara membuka pintu."hai pagi,"ucap Ferdi.


"pagi,sarapan dulu yuk,"ajak Fara.


"wah boleh,"jawab Ferdi,segera duduk di meja makan,dan setelah selesai, kedua nya berangkat ke kampus bersama.


namun saat tiba di kampus,Fara seperti pernah melihat mobil yang terparkir di pinggir jalan,"seperti pernah melihat mobil ini,tapi dimana ya?"batin Fara.


Fara segera berjalan,ia ingin membeli beberapa alat tulisnya, yang mulai menghilang dengan sendiri-sendiri dari dalam tas nya. namun saat tengah berjalan tangan nya di tarik,dan memaksa nya masuk kedalam mobil."ahhh lepas,sakit! kak Ken , kenapa ada di sini?"tanya Fara terkejut,dan baru menyadari bahwa mobil yang baru saja ia lihat, adalah milik kakak nya.


"menunggu mu,lama sekali"ucap Ken sambil memandang wajah adik nya,yang kini sudah dewasa,dan tampak kurus,pasti karena banyak yang ia pikir kan."kak Ken mau apa?sssshhh..."desis Fara saat memeriksa pergelangan tangan nya, yang tadi di tarik paksa oleh Ken sangat kencang.


"maaf, apakah terlalu sakit? kakak gak sengaja"ucap nya sambil menarik tangan Fara dan memeriksa nya, kemudian, ia mencari sesuatu dalam mobil nya,setelah itu mengoles kan pada pergelangan Fara.


"sudah kak,ini tak apa,hanya sedikit sakit, nanti juga hilang.jadi ada apa kakak sampai menemui ku kemari?"tanya Fara.


"merindukan mu,apa lagi"jawab nya,membuat Fara terkejut.


"sejak kapan kakak perduli pada ku?Sampai merindukan ku juga? kakak tidak sedang kebentur sesuatu kan saat kesini ?"ucap Fara terheran.


"tidak,mulai hari ini kau harus tinggal kan rumah yang kau sewa itu,dan tinggal dengan kakak,tak ada penolakan!"ucap nya datar.


"apa?,tapi kak,aku sudah membayar nya dengan full satu tahun, kan sayang"ucap Fara lagi.


"akan ku ganti,berapa jam hari ini? akan ku tunggu di sini sampai kau pulang,"ucap nya lagi.

__ADS_1


"hanya dua jam,tapi aku sudah berjanji akan pergi dengan Ferdi kak"ucap Fara lagi.


"tak ada penolakan!" ucap Ken lagi dengan nada lebih meninggi,dan menatap Fara dengan intens. membuat Fara bergidik,tak pernah ia melihat kakak nya seperti ini.


"ya baik lah,aku keluar dulu,sebentar lagi jam masuk"ucap Fara segera keluar dari mobil itu, dan terus berpikir, ada apa dengan kakak nya itu. selama ini memang kakaknya tinggal di luar kota,mengurus bisnis ayahnya,sedangkan ayahnya bekerja di perusahaan yang lebih dekat dengan rumah nya. namun,ia tak pernah melihat kakak nya seperti itu, biasanya kakak nya sedikit sekali berbicara pada nya,ia mengingat apa yang salah pada diri nya.dan ya ia teringat, mungkin karena dia datang kerumah, yang hanya kakak, dan ayahnya, yang tahu. dan mengomel dengan panjang kali lebar waktu itu, apakah kakak nya mengajak nya untuk tinggal di rumah itu? itu adalah rumah ke hancuran keluarga nya, tidak-tidak,dia tak ingin ke rumah itu. itu hanya mengingatkan nya terhadap rasa kekecewaannya,ah ya "ibu" Fara segera teringat ibu nya, "apakah ibu baik-baik saja?"ia ingin segera menghubungi ibu nya,namun kelas akan segera di mulai. Fara berjalan dengan cepat,dan tak ingin segera mengakhiri jam pelajaran hari ini,dan segera menghubungi ibu nya.


"kenapa lama sekali?,beli apa ?"tanya Ferdi, dan baru saja Fara menyadari."em tidak jadi,tiba-tiba perut ku seperti kembung tadi,jadi aku ke toilet sebentar tadi"jawab Fara berbohong.


"aku tak mengerti ini benar atau salah,namun saat melihat mu bersama orang lain,aku tak tahan"


ucap Ken dari dalam mobil yang menatap punggung Fara dari kejauhan.


*****


setelah kelas selesai,Fara segera berlari keluar kelas dan menghubungi ibu nya.membuat Ferdi terheran,"mengapa Fara berlari,ada apa?"batin nya bertanya.


setelah beberapa saat akhirnya panggilannya tersambung,"iya sayang ada apa?tidak kuliah?"tanya ibu nya dari kejauhan.


"ah tidak ada Bu,hanya merindukan ibu.ibubsehat kan?"tanya Fara.


"iya,ibu sehat.tadi kemarin kakak ku berbicara pada ibu,kata nya Fara tinggal dengan kakak saja,rumah kakak mu tidak terlalu jauh dari kampus mu kata nya, dia khawatir kalau kamu tinggal sendirian"ucap ibu nya,"ah ibu sudah tahu,kemarin?apakah kakak kemarin mengunjungi ibu?"batin Fara.


"ah iya ibu,tadi kakak sudah mengatakan nya pada ku,tapi Fara tak ingin tinggal bersama kakak Bu"ucap Fara kemudian.


"sudah jangan menolak nya,maksud kakak mu itu baik,ibu juga setuju dengan nya,siapa yang bisa menjamin keamanan mu nanti kalau sendiri an"jawab ibu nya lagi.


"ah ya baiklah Bu, ya sudah dulu ya Bu, Fara mau pulang dulu"ucap Fara ,sebelum mematikan ponsel nya.dan berjalan dengan malas.


"ada apa? apa semua baik-baik saja?"tanya Ferdi yang sejak tadi menunggu Fara.


"ah ya ampun,kamu mengejutkan ku. ah ya,baru saja ibu menelpon meminta ku,untuk tinggal bersama kak Ken,padahal aku sama sekali tidak berminat"ucap Fara melemas.


"oh ya,memang nya kakak mu bekerja di sini ya?"tanya Ferdi lagi.


"tidak sih,tapi tak terlalu jauh dari sini,oh iya maaf ya,seperti nya kita batal pergi hari ini,kak Ken sudah menunggu di depan,bisa di makan bulat-bulat nanti aku kalau lambat, sekali lagi maaf ya"ucap nya dengan nada menyesal.


"oh iya, tak apa lain waktu kita bisa pergi bersama"jawab Ferdi dengan senyum terpaksa.


kemudian Fara berlalu meninggalkan kan Ferdi,yang masih termangu di tempat.

__ADS_1


"sebenar nya,aku ini memiliki tempat di hati mu tidak Fara? kenapa semakin lama semakin sulit,kamu begitu berarti untuk ku,namun apakah aku juga berarti untuk mu? atau hanya sekedar pengisi di waktu luang mu?"batin Ferdi memandangi tubuh Fara yang mulai menjauh.


__ADS_2