
"Akan ada saat dimana kamu menyadari bahwa, setiap detak jantung dan hembus nafas mu adalah melodi indah. yang mampu membuat dia, dengan sendirinya mencintaimu tanpa perduli siapa dirimu"
🌻🌻🌻
entah sedang bahagia,atau sekedar tertawa, atau sedang merana, tak tahu pasti, yang pasti, itu adalah suara dari beberapa tikus, yang sedang asik berlari kesana kemari.
menghampiri beberapa sisa makanan di dapur sepertinya. karena semalam tak sempat merapikan,dikarenakan lampu padam terlalu lama.
Nisa melirik jam di ponselnya, menunjukan pukul dua dini hari.
ia terbangun, karena terganggu dengan hadirnya cuitan beberapa tikus yang asik berlari.
ia bangun dari ranjangnya,dan duduk bersandar pada ranjangnya. kemudian, setelah nyawanya terasa sudah mengumpul,ia berjalan sambil mengikat rambut panjangnya.
ia mencoba menghidupkan lampu "cetak" dan hidup terang lah seluruh ruangan itu.
Nisa berjalan ke arah dapur, dan benar saja, sisa sisa makanan itu tentu saja yang membuat tikus tikus itu bahagia.
Nisa mengemasi sisa sisa makanan itu, ia masukan kedalam kantong plastik besar, dan mengumpulkannya menjadi satu, kemudian ia mengumpulkan beberapa piring dan beberapa perabotan yang kotor lainnya.
biasanya, tak pernah sampai seperti ini, "mungkin ibu sudah terlalu letih" batin Nisa.
biasanya,ibu Husna tak akan betah dengan kotoran, apapun keadaan nya ia tak akan bisa berpaling kemanapun, jika kotoran belum menghilang dari pandangannya.
ia akan membersihkan terlebih dahulu, kemudian setelahnya baru ia akan berlalu.
setelah selesai, Nisa memasukan seluruh perabotan yang kotor dan di jadikan satu ,lalu ia sisihkan.
besok baru ia akan mencucinya, yang penting sisa sisa makanan tadi sudah ia jadikan satu, sehingga tak akan ada lagi yang mengganggu tidur malamnya.
selepas itu, Nisa bergegas mencuci tangannya dan melanjutkan tidurnya.
acara Nisa dan Ibra berjalan dengan lancar, meski ada sedikit drama.
iya hari yang cerah dan sangat panas, namun siapa sangka setelah selesai adzan isya, hujan turun dengan derasnya. membuat Nisa menjadi khawatir tentunya, namun ternyata, rombongan Ibra tetap datang,meski harus berjalan kaki sampai kerumah Nisa.
dan mulai saat ini,Nisa sudah resmi menjadi tunangan Ibra, pria yang sebenarnya selalu ia kagumi sedari dahulu.
__ADS_1
ternyata benar,"Allah tidak akan mengambil sesuatu dari hambanya,kecuali menggantinya dengan yang lebih baik"
sedangkan mici,yang tadinya ingin menginap, ia urungkan. karena paginya, ia harus pergi pagi pagi untuk kembali ke kota melanjutkan pendidikannya.
jadi, ia tak bisa menemani Nisa di hari spesial nya, Nisa tak mengapa, ia memahami betul, bagaimana keadaan sahabatnya itu.
subuh telah tiba, dan Bu Husna dan pak Hasan telah terbangun.
"siapa yang membereskan dapur ? ayah?"tanya Bu Husna pada ayah nisa.
"tidak, ibu tahu itu tidak mungkin kan?"jawab ayah nisa sambil mengganti Chanel tv nya.
"lalu siapa ? sudah rapi masih ada beberapa perabot yang kotor sih"ucap Bu Husna.
"Nisa mungkin Bu,"jawab ayah.
"Nisa kan sudah tertidur lebih dulu yah."jawab Bu Husna lagi.
"siapa tahu dia ketempelan jin rajin Bu, jadi malam malam dia terbangun beberes"jawab ayah Nisa asal.
"kalau betul begitu,semoga sering sering saja jin itu menempel padanya."jawab Bu Husna sambil berlalu.
"lah kan gak papa to,kalau memang ketempelan nya bikin rajin begini, kan ibu jadi ringan "jawab ibu sambil cengengesan.
"eh em eh em ,ada yang bahagia nih, kalau anak nya ketempelan jin" tiba tiba saut Nisa keluar dari kamarnya sambil menguap.
"beneran kamu ndo,yang beres beres?"tanya Bu Husna.
"sepertinya naluri istri nya sudah keluar Bu semenjak setelah beberapa jam berlalu Bu"jawab aya Nisa mulai menggoda Nisa.
"tuh kan, ayah mulai lagi deh.is bikes deh!" jawab Nisa malah, sambil berjalan menuju kamar mandi.
"sepertinya mulai sekarang kamu harus berlatih, supaya nanti tidak kaget lagi ."jawab ibu Nisa kemudian.
"berlatih apa sih Bu,?"jawab Nisa sambil berlalu,karena akan sholat subuh.ayah dan ibunya sudah berjamaah sebelum ia terbangun.
"ia ndok,kamu kan anak ayah satu satunya, jangan malu malu in dong,nanti sudah punya suami bangunnya masih harus di bangunin."tambah ayah lagi.
__ADS_1
"iya terserah kalian saja!"jawab Nisa acuh masih setengah mengantuk.
selepas sholat subuh, Nisa bergegas mencuci semua kotoran yang telah ia kumpulkan semalam. dan ibu Nisa memasak untuk sarapan, dan ayah Nisa sudah asik menimang burung kesayangannya di teras.
matahari sudah mulai datang, Nisa selesai mengerjakan pekerjaannya.dan ibunya sudah pergi entah kemana pagi pagi begini, sedangkan ayah Nisa sudah selesai sarapan, dan sudah menaiki motor grandong nya. sepertinya ayah Nisa pergi ke kebun untuk memanen getah karet,karena masih pagi pagi sekali sudah berangkat.
ayah Nisa dulunya seorang pekerja keras, dan memiliki mesin penggiling padi yang cukup ramai.karena ramah, orang orang sangat senang dan nyaman ketika memberikan kepercayaan panen padi ayah Nisa.
namun kini, ayah Nisa sudah mulai menua.dan fisiknya sudah tidak sekuat dulu lagi dan untungnya,sudah memiliki beberapa kebun karet, sehingga tak terlalu berat, dan tak perlu bekerja pada orang lain, hanya sekedar untuk menghidupi anak dan istrinya.
dan ayah Nisa merasa bahagia, karena kini putri kecil semata wayangnya, telah dipersunting oleh pria yang baik menurutnya.
"hai nis, aku udah sampai nih"tulis mici pada pesannya.
Nisa pun segera membalasnya.
"allhamdulillah" balasnya.
"untung jalannya gak licin, ternyata semalam itu hujan lokal, hanya beberapa tempat saja yang hujan"ucap mici.
"oh ya , masa sih? "tanya Nisa.
"iya Abang ku semalam pulang dari rumah teman nya saja bilang kalau hanya beberapa titik saja yang hujan"jawab mici lagi.
"pantas saja, ayah dan ibu pagi pagi tadi sudah pergi semua. katanya jalan nya kering semua malah berdebu" jawab Nisa lagi.
"tanda nya berkah itu nis buat kamu,atau jangan jangan hanya di rumahmu saja yang hujan hahaha" jawab mici lagi
"sembarangan, di tempat mas Ibra juga hujan kok"jawab Nisa lagi.
"iya itu maksud ku, hanya di tempat kalian berdua yang hujan hahaha" balas mici lagi.
"terserah lu deh, yang penting lu bahagia" jawab Nisa lagi.
Nisa meletak kan ponsel nya didekat tv setelah membalas chat mici.
ayah dan ibunya terlihat sedang asik berbincang di teras bersama beberapa tetangga.
__ADS_1
Nisa melanjutkan menonton serial favoritnya.
namun tiba tiba teringat sesuatu,dan kemudian bangkit menuju kamarnya mengambil pena dan juga buku panjang. Nisa melupakan sesuatu, ia harus membuat absen untuk anak anak di TPA tempatnya membantu mengajar. setelah selesai mengerjakan nisa memasuk kannya kedalam tasnya. agar tidak terlupa.