Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
Dengar lara ku


__ADS_3

"aku sudah lelah,tak ingin lagi mencari,tolong tetap tinggal disini,bersama ku.menemani setiap lembar kisahku"


🍀🍀🍀


"kemari lah,"ucap Ibra menarik Nisa kedalam dekapan nya.


"maaf ya,menangis lah,tapi berjanji lah ini yang pertama dan yang terakhir hum"ucap Ibra mencoba menenangkan,membiarkan Nisa menangis dalam dekap nya,dan mengusap lembut punggung nya."


setelah beberapa saat,Nisa menarik tubuhnya dari Ibra,dan memilih bersandar pada Ibra.


"mas,"


"Hem,"


"sebenernya,aku tadi sakit perut,bukan menangisi si biang kerok bima"ucap Nisa sambil meremas perut nya sesekali.


"oh ya?memang nya sesakit itu ya?"tanya Ibra penasaran.


"dan pinggang bagian belakang sini,rasanya juga mau patah"ucap Nisa sambil menunjukan kepada Ibra.


"oh astaga,aku baru tahu,coba sini biar mas bantu pijit"ucap Ibra sambil mendorong tubuh Nisa sedikit berbalik.


"biasanya memang begini?"tanya Ibra lagi.


"iya mas,biasanya ibu yang pijat nisa"ucap Nisa sambil berdesis sedikit merasa sakit.


"sampai kapan ini?"tanya Ibra lagi.


"biasanya hanya sampai tiga hari,tapi hari pertama selalu parah,kadang sampai gak bisa kemana mana,hari kedua, ke tiga, masih bisa di tahan,setelah nya gak lagi"jawab Nisa sambil memegang kepala kursi.


"bisa separah ini sih,minum obat gak?"tanya Ibra lagi.


"biasanya minum sih,tapi kebetulan lagi habis kemarin mau beli tutup,katanya lagi ke mana gitu entah"jawab Nisa.


"mana obat nya?sini biar mas cari!"ucap Ibra lagi.


"gak usah lah,mas temenin Nisa aja sudah jadilah"ucap Nisa sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi.


"tapi kamu kesakitan loh"ucap Ibra lagi.


"santai aja mas,udah biasa.sudah terlatih luar dalam nih"ucap Nisa sambil tersenyum menunjuk ke dada nya.

__ADS_1


"hum bilang nya udah terlatih, tapi masih nangis bikin orang panik aja"jawab Ibra lagi.


"menangis itu manusiawi mas,makasih sudah panik"ucap Nisa lagi.


"iya deh iya,terserah saja."ucap Ibra tersenyum mengacak rambut Nisa


"mas,aku sudah jelek,kusam,begini malah tambah di acak acak ini rambut fix kek gembel ini"ucap Nisa lagi.


"gak papa,tetep sayang"ucap Ibra menarik Nisa lagi kedalam pelukan nya.


"Cup"


"Cup"


"Cup"


Ibra mencium ujung kepala Nisa beberapa kali,


"masih sakit?"tanya nya lagi.


"masih"jawab Nisa.


"jadi nanti gimana tidurnya?gak bisa tidur dong kalau sakitnya gak hilang hilang,sudah lah biar mas beli obat nya sebentar"ucap Ibra,melepas pelukannya,namun Nisa enggan.


"tentang bima,yang bisa buat kamu menangis".ucap Ibra.


"mas tadi sudah baca kan chat nya?"tanya Nisa lagi.


"iya,lalu?"tanya Ibra lagi.


"sebenarnya,dia masih gak siap aku milih mas,dia minta waktu sebulan.dan dalam sebulan ini kami berkomunikasi seperti biasa,namun setelah sebulan dia berjanji tidak akan mengganggu ku lagi.mungkin menurut mas,gak masuk akal,dan gak bisa di terima,tapi karena aku punya hati dan perasaan,aku juga sudah pernah merasakan sakitnya segala hal tentang kehilangan,dengan ini berharap,walau kami yang sudah lama bersama meski pada akhirnya tidak bersama,setidaknya kami menyimpan kenangan terbaik.tidak saling mendendam satu sama lain,suatu saat, saat kami kembali di pertemukan,bisa saling menyapa, tanpa merasa saling terluka.mas tahu kan kesakitan dikhianati tidak akan pernah ada obatnya,walau tidak bisa hilang,setidaknya dengan adanya ini,sedikit mengurangi rasa perihnya,aku dan dia,meski kini tak lagi bersama,bukan berarti bisa membuat rasa yang pernah ada diantara kami hilang begitu saja kan? meski belum sepenuhnya hilang,setidaknya aku sudah berusaha melupakan, dan mencoba menerima mas sebagai bagian dari hari ku saat ini.jujur saja,sebenarnya semua ini terkesan mendadak untuk ku,semua pasangan pasti selalu mempunyai impian bersama kan?,aku adalah pengagum mu dari dahulu,bahkan saat aku masih kecil,aku hanya tahu bahwa kau sangat tampan, dan baik hati,aku selalu salah tingkah saat hanya melihatmu tersenyum.tapi aku tidak pernah berfikir akan menjadi bagian dari hidupmu mas,iya aku bahagia,tapi tentang rasaku yang telah lalu, aku butuh waktu,membiarkan nya mengikis seiring berjalannya waktu,"ucap Nisa dengan pelan,dan menatap arah lain.


"hei,mas tidak ada masalah sama sekali,Nisa mau berteman dengan siapa saja silahkan,tidak ada larangan,ataupun melarang."ucap Ibra,meraih tangan Nisa,mengecupnya,menarik Nisa untuk menghadap dirinya,menghapus air matanya,sebelum akhirnya membawa Nisa kembali ke pelukan nya.


"makasih ya,mas selalu ngerti apapun yang Nisa ingin,mungkin di masa lalu aku pernah berbuat kebaikan yang tak ternilai,sehingga saat ini aku bisa merasa sangat beruntung,bisa merasakan di sayangi oleh mu mas,bisa mengerti tanpa aku menjelaskan,bisa memberi meski tanpa kuminta.aku benar benar merasa beruntung,sungguh mas,aku bahagia,terimakasih,meski sempat hari hari ku terasa perih,hilang kepercayaan pada diri sendiri,tak lagi mempercayai,tapi setelah bersama mu,aku menyadari,sesuatu yang mustahil bisa saja terjadi,saat kita merasa yakin dan percaya,bahwa cinta yang tepat,akan hadir di saat yang tepat,sekali lagi terimakasih mas,sudah menyambut ku,dan menerima ku dalam hidupmu,"ucap Nisa lagi lagi ingin menangis,entah mengapa akhir akhir ini Nisa sangat cengeng,dan dia tak suka dirinya saat ini.


"apa pun untuk mu sayang,selagi bisa ku lakukan akan ku usahakan.tidak perlu berterimakasih,kamu yang sudah membuat ku jatuh cinta berkali kali.sebelumnya tak pernah kurasakan hal semacam ini, hanya hubungan yang saling menguntungkan itu saja,namun tak pernah aku merasa takut kehilangan,bahkan hampir merasa rindu pada mu setiap hari,percaya tidak,aku sendiri merasa geli pada diriku sendiri,kenapa aku bisa merasa segila ini hanya mendengar mu menangis,membuat ku merasa tidak tenang,kadang kadang ,aku berfikir bahwa ini seperti tidak ada dalam sejarah hidupku.namun saat ini kenyataannya adalah aku benar benar telah jatuh hati padamu,entah sejak kapan,dan seperti tanpa alasan,aku tak suka melihat mu terluka,apa lagi karena orang lain,sebab kini,aku merasa tak tenang juga,ketika kamu tersakiti. aku benar benar telah jatuh cinta,lagi, lagi, dan lagi,atau mungkin setiap hari,dengan mu,orang yang sama yang selalu membuatku merasa,"ucap Ibra dengan penuh kasih sayang,dan setelah ini dia benar benar tak ingin merasa kehilangan.


Nisa kembali meremas perutnya,dan meringis sesekali,"sssssshhhhh "desis nya menggigit bibir nya menahan sakit.


"Ibra menarik tengkuk Nisa,******* bibir Nisa segera,menyesapnya,merasakan manisnya,beberapa saat membuat Nisa terbuai kali ini,Nisa memejamkan matanya,kali ini ia menikmatinya meski tak menolak,Nisa juga tidak membalasnya."sudah ku katakan,jangan mengigit bibir mu seperti itu sayang,aku tidak tahan melihatnya"bisik Ibra di telinga Nisa,setelah ia melepas pangutan nya.

__ADS_1


blusss.....


tiba tiba saja,seperti ada angin yang membuat Nisa merasa bergidik.


"mas,jangan dong,bibir ku memang tidak berdarah,tapi bisa membengkak kalau kau lakukan seperti tadi"protes Nisa sambil memeriksa bibirnya.


"baiklah, maaf ya mas tidak sengaja"ucap Ibra lagi.


"mas"


"hum,apa?"


"jangan pergi ya,"ucap Nisa memohon.


"bicara apa?mas tidak akan kemana mana,di sini selamnya"ucap bima menunjuk bagian dada Nisa.


"janji ya?"ucap Nisa lagi.


"iya sayang janji,"ucap Ibra lagi,dan mengeratkan pelukan nya,kemudian beberapa kali mengecup puncak kepala Nisa.


"akhir akhir ini aku merasa cengeng sekali"ucap Nisa.


"biasanya aku tidak bisa menangis dihadapan orang lain,tapi di hadapan mu mengapa aku lagi lagi menangis,aku jadi pilek nih,gara gara menangis saja sejak kemarin."ucap Nisa lagi menyeka air matanya.


"sudah sudah,setelah ini harus happy ending ya?okey?"ucap Ibra lagi.dan hanya di balas anggukan oleh nisa.ibra melihat jam sudah jam sepuluh malam.


"mas pulang ya,sudah jam sepuluh nih"


"tunggu ayah dulu mas,Nisa gak mau sendirian"


"ya sudah baik lah,sekarang istirahat mas temenin disini"


"mas"


"iya,sayang"


"mau sekali lagi"ucap Nisa menahan bibirnya yang hampir menertawakan dirinya.


"apa"tanya Ibra bingung


"em tidak tidak,"jawab Nisa menahan malu,dan berbalik "astaga Nisa,urat malu mu benar benar sudah putus"batin Nisa. Ibra menerka seperti paham maksud Nisa,menarik Nisa sekali lagi dan segera mendekat kan bibir nya,Nisa terkejut "mau ini?"tanya Ibra sebelum melanjutkan,Nisa benar benar ingin berganti wajah saat ini juga,Nisa memejamkan matanya, dan menggigit bibir nya menahan malu karena ulahnya sendiri.ibra segera *******, menyesap, dan kembali merasakan manis nya bibir nisa. menekan kembali tengkuk Nisa agar semakin mendekat, hingga dapat Ibra rasakan sesuatu milik Nisa menempel pada dada bidang nya. membuat nya menyesap lebih dalam lagi, dan keduanya benar benar merasa terbuai. Nisa membalas sesapan Ibra keduanya saling menyesap. "emmmmmmmmmmmhhhh massshh" suara erangan Nisa membuat Ibra semakin ingin melakukan hal yang lebih. "lep passsss maaassshh,aku gak bisa nafas"ucap Nisa tertahan.

__ADS_1


akhirnya, Ibra melepas bibir Nisa dan menyatukan wajahnya hingga dahi mereka beradu. kemudian mengambil nafas dalam dalam"maaf sayang,mas harus segera pulang,jika tidak mas bisa memakan mu saat ini juga."ucap Ibra dan Nisa mengangguk.wajahnya memerah"aku benar benar memalukan"batin Nisa mengutuk dirinya sendiri sambi mengantar Ibra keluar rumah."kalau nanti masih belum bisa tidur,telpon mas saja"ucap Ibra lagi.


"iya mas" jawab Nisa, dan membiarkan Ibra benar benar pergi dari hadapannya.


__ADS_2