Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
produk lokal


__ADS_3

"ketika ada banyak hal yang harus ku lakukan di bumi ini, namun aku masih terjebak disini, karena mengagumimu."


🌼🌼🌼


"di suatu hari tanpa sengaja kita bertemu, aku yang pernah terluka, kembali mengenal cinta. hati ini kembali temukan senyum yang hilang, semua itu karena dia ...


oh tuhan kucinta dia, ku sayang dia, ku rindu dia, inginkan dia...."


Nisa tengah menyapu lantai, sambil mendengarkan musik di radio milik ayahnya. namun tiba-tiba saja musik nya mati, dan berganti dengan musik dangdut membuatnya menoleh seketika. "begadang jangan begadang, kalau tiada artinya, begadang boleh saja kalau ada perlunya "


"ayah................ kenapa di ganti sih?" teriak Nisa.


"kamu ini denger in lagu apa, kok cuma suara gitar saja yang terdengar."tanya ayah malah menikmati secangkir kopi nya.


"itu nama nya lagi pop ayah, mana jaman sekarang denger in lagu dangdut ayah is.."kesal Nisa.


"kata siapa gak jaman, kalau gak jaman Indosiar gak bakal bikin kompetisi tiap tahun kan malah SE Asia lagi." jawab ayah melanjutkan menyeruput kopinya.


"maksud Nisa, anak muda sekarang itu jarang ayah denger in lagu lagu dangdut, lagu dangdut itu biasanya juga kalangan tua tua, ayah itu contohnya"ucap Nisa Lagi.


"nah itu kamu harus tahu, musik dangdut itu bukan kampungan, yang bikin kamu malu kalau mendengarkan. budayakan mencintai produk lokal, jangan lagu-lagu barat aja ya kamu denger, masih mending kalau paham artinya, kalau enggak apa gak malu kalau ada yang tanya?" tanya ayah lagi sambil pasang muka meledeknya.


"Yee ayah, lagian siapa yang seneng lagi-lagu barat, Nisa cuma sesekali aja dengerin, itupun cuma beberapa aja, lagian Nisa cari dulu artinya tauk, sebelum Nisa dengerin lagunya" jawab Nisa membela diri.


"hmmm Nisa tahu nih, ngomongin produk lokal. Nisa paham nih arah pembicaraan ayah" ucap Nisa sambil pasang wajah curiga pada ayahnya.


"ayah betul kan, mencintai produk lokal itu bagus."jawab ayah sambil nyengir kuda nya keluar.


"ah males deh ayah inget ya ayah bagus itu belum tentu baik. tapi kalau baik sudah pasti bagus." jawab Nisa sok bijak.


"dan jawabannya, produk lokal." sambung ayah lagi sambil tertawa, dan berjalan mengeraskan volume radionya.


"ayaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh" teriak Nisa merasa kesal pada ayahnya.


ibu Nisa yang sedang memberi sarapan bebek bebek kesayangannya,berlari dari halaman belakang rumah. karena seperti mendengar Nisa berteriak "Nisa ada apa ndok kok teriak? " tanya nya panik.

__ADS_1


"ayah Bu, bikin Nisa kesal saja!" jawab Nisa melanjutkan menyapunya.


"Oalah, ibuk pikir tadi ada apa. suaramu kedengaran sampai kemana mana Lo ndok" tambah ibu Nisa.


"habisnya ayah, pagi pagi udah bikin Nisa sebel." jawab Nisa.


melihat istri dan anaknya, ayah Nisa dengan sengaja kembali melewati Nisa dan ibunya sambil menenteng burung beo kesayangannya keluar rumah. "produk lokal produk lokal" ledek ayah Nisa.


"ibuuuuuuu .. lihat ayah" adu Nisa pada ibunya.


dan burung beo kesayangan ayah Nisa secara tiba-tiba bersuara"produk lokal produk lokal" sontak saja membuat ayah Nisa tertawa terbahak bahak dibuatnya.


ibu Nisa yang tak paham dengan percakapan anak dan suaminya, hanya menatap keduanya dengan bingung "terserah kalian saja! ibu belum selesai memberi makan bebek-bebek ibu di belakang" ucapnya ,sambil berlalu menuju halaman belakang rumah.


"iiiihhhh ayah bikin Nisa gak mood nih." ucap Nisa sambil duduk di kursi teras tak melanjutkan menyapunya.


"eh eh, anak gadis kalau menyapunya tidak bersih, nanti suaminya berewokan loh oh iya kalau produk lokal itukan kebanyakan berewok yaa hmmm lebih macho kan ?" goda ayah nya lagi.


"aaaaayaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh terusin aja terus, Nisa dengerin nih " jawab Nisa kesal akhirnya.


Cuaca di pagi hari tadi sangat cerah , matahari bersinar terang namun seketika cuaca tiba-tiba berubah. langit tampak mendung, awan hitam mengumpul angin yang tadinya terasa sejuk Sepoi-Sepoi, berubah menjadi angin kencang yang mampu membangkitkan bulu bergidik. karena kencangnya, beberapa sampah daun dan plastik bisa terbang memutar seketika.


ayah Nisa yang pagi tadi pergi ke ladang pun nampak sudah pulang, terlihat dari kejauhan " walah cuacanya bikin merinding sekali ini ayah mu sudah pulang belum ndok?" tanya ibu Nisa keluar dari dalam rumah.


"itu sepertinya ayah buk ,sudah tampak dari kejauhan." jawab Nisa sambil melihat ayahnya.


"kok cuaca tiba-tiba berubah begini, mana tadi ibuk bikin ikan asin pasti belum kering" oceh ibu Nisa lagi.


"ya sudah tinggal di angkat saja to buk, besok kalau ada panas lagi kan bisa di jemur lagi." jawab Nisa.


"maksud ibuk, kalau cuaca panas sampai sore kan lumayan bisa kering gitu loh ndok" tambah nya lagi.


"ya terus mau bagaimana lagi, emangnya Nisa dewa Surya bisa bikin bumi panas seketika?" jawab Nisa sambil berlalu, membuka kan pintu belakang rumahnya, karena ayahnya sudah tiba disusul ibu Nisa yang mengangkat jemuran ikan asin nya.


"loh ayah sudah basah semua?" tanya Nisa.

__ADS_1


"iya ndok, di ladang malah sudah hujan deras, makanya ayah langsung pulang disini malah masih mendung saja." jawab ayah.


"di ladang sudah hujan deras to kok ayah basah semua?" tanya ibu Nisa lagi.


"iyaa buk makanya ayah sudah pulang" jawab ayah.


"ambilkan ayah mu handuk ndok nanti basah basah masuk rumah!" ucap ibu Nisa.


"iyaaa buuk ini Nisa juga mau ambil."jawab Nisa sambil berlalu.


secara tiba-tiba petir seperti menyambar sesuatu dan suaranya menggelegar. "duuuuuaaaaaaarrrrrrrrr"


"astagfirullah, siang siang bolong begini kok Yo ada petir " ucap ibu Nisa sambil berlari, membawa ikan asinnya masuk kedalam rumah.


"ndok mana handuknya, lama sekali ayah sudah kedinginan ini" seru ayah Nisa sambil memanaskan tangan nya di atas kompor.


"ayah handuk ayah dimana kenapa gak ada?" tanya Nisa kemudian.


"oh iya ibu lupa, tadi ibu jemur di samping rumah " jawab ibu Nisa sambil berlalu mengambilkan handuk ayah.


"pantas saja , Nisa cari-cari tidak ada" ucap Nisa sambil memasak air untuk membuat teh atau kopi panas.


"maaf ibu lupa. ini handuknya lekas mandi sana " perintah ibu Nisa.


"ibu mu ini belum punya cucu saja ,sudah pelupa ndok-ndok" ucap ayah sambil berjalan ke kamar mandi.


"memang nya harus punya cucu dulu baru boleh lupa? kayak ayah gak pernah kelupaan saja" jawab ibu membela diri.


"ikan asin ibu jangan di letak kan disitu dong buuk, nanti malah di makan kucing" ucap Nisa sambil menunjuk ikan asin ibunya yang di letak kan di atas meja.


"lalu di taruh dimana ya?" ucap ibu Nisa sambil melihat lihat sekeliling.


"sini biar Nisa masuk kan saja kedalam kulkas " ucap Nisa kemudian.


"emangnya gak bau nanti?" tanya nya lagi

__ADS_1


"di masuk kan dulu kedalam toples dong Bukk, biar gak bau kan besok di jemur lagi" ucap Nisa kemudian sambil berjalan mengambil toples di tak piring.


__ADS_2