
"seharusnya ku pastikan terlebih dulu, sebelum hatiku berlabuh. apakah nahkoda telah siap, namun ini bukan tentang berlayar."
🌻🌻🌻
Kabut selimuti pagi udara terasa segar namun sedikit membuat bulu bergidik.
matahari mulai meninggi membuat kabut sedikit demi sedikit berlalu pergi tanpa diminta.
suara kicau burung tak terdengar lagi, berganti dengan deru suara pengendara motor dan mobil kian kesana kemari.
kabut yang hilang, berganti dengan hembusan debu tebal yang terbawa arah angin yang berhembus.
waktu berlalu begitu saja, seperti tanpa tema Nisa membiarkan hidupnya mengalir begitu saja, bukan tanpa tujuan. sebab, ia sudah merasa pasrah saja, dia hanya tak ingin melukai dan dilukai. sederhana saja, ia hanya ingin dicintai Selama sisa hidupnya. tanpa membenci, memaki, bahkan melukai orang lain. sepertinya ia harus belajar bersabar lagi, sebab ia harus berteman baik dengan kejenuhan. ia tak ingin ada penolakan keluar dari dalam dirinya. sebisa mungkin ia memaksakan dirinya untuk selalu siap apapun nanti yang harus dihadapinya.
kadang-kadang hidup memang tak memberi kita kesempatan untuk memilih kan? jadi kita harus memilih sendiri cara menikmatinya, seperti secangkir kopi misalnya, bisa langsung kita minum, atau mau di celup secuil roti manis terlebih dahulu, atau mau ditemani dengan sepotong pisang goreng mungkin, atau apa lagi ?.
__ADS_1
bukan tak ingin bertema, alangkah indah nan bahagia ketika kita bisa menjalani kehidupan yang sesuai dengan konsep yang kita inginkan . namun, kembali lagi manusia hanya bisa berencana. itulah sebabnya Nisa tak ingin terlalu berdrama. Ia hanya ingin berusaha menikmati apa saja bagian dalam hidupnya. karena sudah tak ingin lagi kecewa.
Hubungan nya semakin membaik, sejak malam itu. ketika Nisa menelpon nya dengan sengaja namun tak berani berbicara.
karena setelahnya, ternyata ponselnya mati pada layar nya. sehingga tak bisa mencari kontak orang lain. dan beruntungnya, panggilan terakhirnya nomor ponsel Nisa, sehingga hanya Nisa lah yang selalu di hubungi ya.
Nisa kembali merasa sedikit teringat beberapa cuplikan memo tentang kisahnya, bersama kekasihnya dahulu.
tentang mereka yang akan menghabiskan baterai ponsel karena menelepon terlalu lama, bahkan terasa panas ketika di tersentuh.
bahkan karena asiknya mengobrol terkadang hingga lupa waktu tengah malam kadang juga seharian.
akan tetapi, bedanya kali ini hubungan ini hanya sebatas teman saja karena tak ada ikatan apapun.
lagi pula Nisa belum ingin kembali menjalin hubungan dengan siapapun, ia ingin menikmati momen kesendirian nya kali ini .
__ADS_1
meskipun terkadang ia merasa kesepian namun, coba ia tepis kan sebab ia tak ingin menjadi wanita yang berlarut-larut dalam hal percintaan.
Nisa selalu percaya "yang terbaik akan datang di saat waktu yang tepat"
dan entah kapan itu ia tak ingin terburu-buru . bukan tak ingin berkasih. namun untuk apa jika hati belum menerima, ingin mengubur luka lama sedalam-dalam nya, tak ingin terbuka lagi,tak ingin sakit lagi,dan tak ingin terjadi lagi. sudah sepatutnya Nisa berpikir lebih jernih karena segala hal sudah pasti memili massa nya masing-masing. ia hanya bisa berharap, hatinya kembali berdesir,bukan karena terluka namun sebab ia menemukan cintanya.
sebetulnya,tak ada yang tak mungkin ketika ada usaha yang di iringi doa sebab yang kuasa selalu ada.terkadang, diri kita sendiri yang enggan dan merasa tak pantas untuk sesuatu yang menurutnya berharga.
seseorang bisa saja bukan siapa-siapa, namun bisa jadi dia orang terspesial di hidup mu bukan?
itulah sebabnya, terkadang kita hanya diminta untuk menerima saja sulit, padahal bisa jadi itu yang terbaik untuk diri kita.
kita tak akan tahu jika tak mencobanya bukan?
jalani segalanya, selagi tidak berdosa dan merugikan orang lain. biarlah terjadi tanpa tema tak mengapa asal bahagia.
__ADS_1