
"waktu terus berjalan,mencoba meninggalkan kehampaan.tuhan mohon kali ini saja,aku ingin memeluknya sekali lagi."
...🌻🌻🌻...
...pagi yang cerah, setelah hampir semalam an dilanda hujan dan gerimis....
"ayah,sebenarnya ada apa dengan pak lek itu? horor bener?"tanya Nisa bergidik.
"tak tahu,katanya kemarin itu sudah hampir magrib,biasanya pak lek sudah pulang dari ladang. tapi entah mengapa,pak lek merasa enggan sekali untuk pulang dan melanjutkan kegiatannya,padahal sudah jelas jelas magrib lah."jawab ayah sambil menyeruput kopi panasnya.
"sekarang gimana keadaannya?Nisa pengen jenguk tapi merinding,gak berani deh,nanti kalau pas Nisa kesana pas kambuh lagi ih serem!"ucap Nisa lagi.
"sudah di tolong ustad sih semalam, tapi jangan di tinggal sendiri dulu katanya,dan sekarang masih linglung juga,jadi ayah sama ibu rencana kesana lagi nanti malam,kasian bulek kalau gak ada yang nemenin kasian."ucap ayah lagi.
"lah yang kasian sama Nisa siapa?kalau Nisa ikut nanti cuma tolah toleh macam kipas."ucap Nisa sambil memanyunkan bibirnya.
"ya kalau gak mau ikut,berarti dirumah sendirian"ucap ayah santai.
"dih ayah kok gitu sih",ucap Nisa lagi memelas.
"Ibra pulang jam berapa tadi pagi?"tanya ayah.
"sebelum subuh,Nisa saja masih mengantuk"jawab Nisa.
"oh iya Nisa lupa kan"ucap Nisa lagi sambil berjalan ke arah dapur.
"ibu ini mas Ibra Lo semalam beli sate,tapi gak kemakan,mau Nisa masuk kan kulkas mati listriknya,jadi Nisa taruh di rak"ucap Nisa,sambil memberi tahu ibunya, yang sedang sibuk entah membuat apa di dapur.
"iya ibu sudah lihat,sudah malah sudah tidak ada,sudah ibu panas i tadi dan sudah di makan habis ayahmu"ucap ibu.
"hah, masa ?, terus itu yang di piring apa dong,SE ingat Nisa semalam piring itu yang Nisa gunakan untuk alas"ucap Nisa lagi heran.
__ADS_1
"cek saja sendiri,itu hanya sebuah piring,tanpa isi"ucap ibu Nisa.
dan benar saja ternyata piringnya sudah kosong."ya sudah berati tidak jadi mubazir"batin Nisa.
"nanti ibu mau ke majelis taklim kamu mau ikut gak?"tanya ibu.
"enggak deh Bu,dari kemarin perut Nisa gak enak,ternyata benar saja Nisa lagi dapat bulan nan,gak nyaman kalau duduk terlalu lama"jawabnya.
"ya sudah,nanti ibu langsung mampir ke tempat bulek, nanti kamu menyusul saja sama ayah"
"Nisa dirumah saja lah Bu, ibu kan tahu, kalau hari ke satu sampai tiga hari Nisa bakal lagi deres deres nya"
"ya sudah terserah mu saja"
beberapa saat kemudian,Nisa sedang asik menonton Drakor kesukaannya,dan panggilan vidio muncul di layar nya "bima biang kerok"
reflek saja malah Ter angkat oleh nya,
"kebiasaan,salam dulu baru mengoceh!" Nisa mematikan kameranya.
"kenapa malah di matikan,aku kan ingin melihat wajahmu,aku rindu,mana dari semalam tak ada kabar"omelnya lagi.
"sebentar sebentar,kau ini sedang memarahi ku? berlebihan sekali,aku biasanya sebulan,bahkan lebih,tidak pernah kau respon B aja, tidak mengomel macam emak emak ke hilang an harga diskon"omel Nisa kembali.
"katakan, kemana saja semalam?"tanya nya lagi.
"apa masalah mu?segala hal yang ku lakukan harus membuat laporan begitu?" ucap Nisa lagi.
"aih, baik lah tidak tidak,mood ku hancur saja, seja semalam kau mengacuhkan ku"ucapnya akhirnya.
"loh loh,memangnya apa salah ku?tidak membalas pesanmu?atau bagian mana yang membuat ke hilang an mood yang tidak penting itu?"tanya Nisa lagi mulai sebal.
__ADS_1
"sejak semalam kau memang mengabaikan ku,sama sekali tidak membalas chat dari ku,padahal aku menunggu sampai tertidur,dan setelah aku bangun belum juga kau balas,dan sampai sekarang saat aku menelpon mu"ucapnya lagi.
Nisa menarik nafasnya dalam dalam,lama kelamaan dia merasa lelah menghadapinya,yang sampai saat ini bahkan tidak pernah menyadari kesalahannya.
"kau tahu,berapa lama pernah aku menunggu?berapa lama pernah aku menanti hanya sebuah kata hai,atau semacamnya dari seseorang.berapa lama aku menahan sakitnya,tak pernah di hiraukan,saat hatiku benar benar berharap kebaikan kasihnya? berapa lama aku berharap,bahwa kesetiaan ku akan memberi ku banyak cinta,kasih, dan sayang,dari dirinya yang hampir setiap detiknya ku rindukan.berapa lama aku menanti,menunggu nya mengakhiri nya dengan orang lain,yang lebih menarik,cantik,dan mungkin lebih sempurna,dari diriku yang sama sekali bukan apa apa ini.kau tahu berapa lama aku harus terpuruk, dengan segala drama yang ingin segera ku akhiri.namun hati ku memilih diam menepi, dan bertahan dengan kesunyian yang tiada henti.kau tahu berapa lama aku menahan perih?,sakitnya tidak di hargai,bahkan tidak di anggap sama sekali,oleh dia pemilik seluruh hatimu, yang dengan senang hati memberinya cinta, namun dengan sengaja membalas dengan kesakitan yang tak terkira,kau tahu bagaimana sesaknya nafasmu,saat mencoba menahan amarahmu,karena kasihmu memandu kasih dengan cinta yang lain? kau tahu tidak?bagaimana menyebalkan nya,mencoba membuang rasa yang sebenarnya tak ingin kau jadikan kenangan.kau tahu tidak?mengapa seseorang rela,bahkan dengan senang hati menyayangi walau dia tak pernah sedikit pun memberinya,meski hanya se buah kata "hai atau semacamnya".
kau tahu tidak? bahwa ada seseorang yang pernah melakukan semua itu,hanya demi rasanya terbalaskan dan demi rasa cinta dan kasihnya itu.percaya lah,aku pernah sebodoh itu!"ucap Nisa dengan setengah menahan sesak di dadanya.
sebelum kemudian dia mematikan panggilan nya.
dada nya terasa sesak sekali,sudut matanya sudah mulai ber air. kemudian dengan kasar,dia mengusap ya dengan jarinya.ia merasa marah dan juga kesal.mengapa bima tak juga tahu diri,tak juga menyadari,dan selalu saja seperti ini.bima benar benar mengganggu nya,saat mood sedang tidak baik lantaran sedang bulan nan,justru di tambah dengan bima yang menyebalkan.tidak tahan akhirnya dia menangis,dia menangisi kebodohannya sendiri,mengapa dia begitu perduli.berharap dengan merelakan bima secara berlahan,namun kenyataan nya bima memang tidak pernah bisa di percaya. lagi lagi dia membuat nya merasa sakit.tiba tiba saja ponsel berdering lagi l"my dream"
dengan sesenggukan dia menjawab"i-ya mas,assalamualaikum"
"waalaikumsalam,kenapa?"tanya Ibra mendengar suara Nisa.
"Hem tidak apa apa mas"jawab nya mencoba mengatur nafasnya.
"tidak apa apa bagaimana,jelas jelas kamu menangis,apa terjadi sesuatu?"tanya nya lagi.
"mas,Nisa sudah bilang tidak apa apa kan!"Jawa. Nisa lagi.
"baiklah"Ibra paham Nisa tidak ingin berdebat,namun dia penasaran ada apa dengannya.bahkan Nisa tidak bertanya mengapa dia menelpon nya,menandakan dia sedang tidak fokus saat ini.
"ya sudah, hanya ingin bilang nanti malam mas akan kesitu"ucapnya sebelum mengakhiri panggilannya.
Ibra tahu,saat ini Nisa sedang tidak bisa di ganggu,meski hanya sekedar mengobrol saja.kecuali di tatapnya secara langsung.
"kenapa dia?apakah perasaanya sedang kacau?tapi karena apa?
apakah karena bima itu?
__ADS_1
Ais rasanya ingin segera kesana saat ini juga"batin Ibra.