Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
kita perlu bicara


__ADS_3

"aku tidak paham dengan rasa ku sendiri namun aku merasa nyaman, jangan hanya diam tolong coba sekali ini saja bersama ku sekali lagi."


💮💮💮💮


Fara meletakan ponselnya ke belakang tanpa mematikan ponselnya, dan melihat ke arah Ken yang terlihat datar sekali pandangan nya.


"ada apa kak? maaf ya semalam Fara mengganggu."ucapnya.


"tidak papa, kau membuat ku takut sekaligus terkejut, kenapa pindah? katanya tidak bisa tidur di sini dan ini masih malam."ucapnya lagi.


"kakak malah tidur di sofa, aku jadi tidak enak jadi aku kembali ke kamar."ucapnya lagi.


"ya sudah kalau begitu tidur lagi, aku temani dan sebenar nya isi kamar kita itu sama tidak ada yang beda, ayo kita tidur lagi!"ucap nya sambil merebahkan dirinya keranjang membuat Fara tidak bergeming sesaat, kemudian ia berjalan ke arah Ken dan mematikan telepon nya yang sedang tersambung dengan Nisa.


"kenapa lagi?"tanya Ken.


"tidak ada kak."jawabnya kemudian menyusul Ken yang sudah lebih dulu berada di ranjang nya.


"apa kepala nya terasa pusing? aku melihatmu seperti orang bingung saja. jika memang ada yang menggangu mu katakan saja aku akan mendengar nya. jangan seperti ini aku malah jadi merasa khawatir dan tidak tenang."ucap Ken yang tengah mengamati Fara yang tampak terlihat gugup saat ini.


"iya-iya."ucapnya kemudian segera merebahkan tubuhnya dan menghadap Ken saat ini, beberapa detik kemudian keduanya saling pandang. "kenapa? baru menyadari kalau kakak mu ini memang tampan kan?"ucap Ken berusaha membuang rasa gugup nya.

__ADS_1


"ye .... percaya diri sekali."ucap Fara, kemudian berbalik "ayo tidur kak besok aku harus berangkat pagi-pagi sekali."ucap nya, dan memejamkan kedua matanya.


"baik lah."ucapnya kemudian memeluk Fara, membuat Fara terkejut sesaat, namun sedetik kemudian ia berusaha biasa saja. tak lama kemudian kedua nya kembali terlelap bersama.


****


Nisa yang kini telah terbangun karena ulah Fara dan juga mendengar percakapan nya dengan seorang pria membuatnya penasaran dengan setengah mati, dan sialnya Fara mematikan panggilannya.


"hummmmmm kenapa sayang? ini masih malam ada sesuatu?"tanya Ibra yang melihat Nisa duduk di tepi ranjangnya.


"tidak mas, tadi Fara menelpon ku pikir penting karena ini masih malam eh rupanya dia sedang mengigau seperti nya, bisa-bisa nya dia menelpon dalam ke adaan tidur, membuatku terkejut saja."ucapnya sambil kembali memeluk Ibra yang tadi sempat terbangun, namun kini sudah kembali tertidur."dih sudah tidur lagi berasa ngomong sendiri dari tadi." ucap Nisa yang baru menyadari.


****


Setelah selesai dengan segala aktivitasnya Fara menoleh pada jam dinding, dan teringat jam itu yang membuat nya semalam menelpon Nisa. di tarik nya kursi yang berada di sebelah pintu kemudian ia berniat menaiki kursi itu dan melepas jam itu karena jam itu benar-benar menggangu dirinya. namun saat ia tepat berdiri dengan tegak dan bersiap meraih jam dinding itu secara tiba-tiba Ken keluar dari kamar Fara dengan masih mengusap sesekali membuat Fara terkejut setengah mati, begitu pun Ken yang sedang menikmati menguap nya terkejut melihat Fara yang tengah oleh berada di ketinggian.


"astaga Fara kamu ngapain sih masih pagi loh udah aneh-aneh aja?"oceh nya sambil berlari memegang i kursi itu kemudian menurunkan Fara dari atas kursi tersebut.


"hei lagian kak Ken ngapain tiba-tiba muncul? harus nya tunggu aku selesai Menganti jam sialan itu kan gak jadi deh."ucapnya kesal kemudian Fara berlalu begitu saja tanpa membenarkan kembali posisi kursi yang tadi di tariknya malah dengan santai ia mengambil ranselnya dan kemudian keluar dari rumah nya.


sedangkan Ken yang belum sepenuhnya sadar hanya plonga-plongo saja."hah apa kata nya? jam sialan? dan dia mau kemana?" Ken hanya menggelengkan kepalanya dan segera memasuki kamar nya untuk bersiap-siap ke kantor nya.

__ADS_1


Fara sudah berangkat dari pagi karena dia berencana mampir ketempat Ferdi yang beberapa hari ini hubungan keduanya tampak tidak baik-baik saja. ia ingin meminta maaf secara langsung ia sangat tidak nyaman dengan perlakuan Ferdi kepadanya belakangan ini.


ia juga sudah membawa sarapan untuk mereka makan bersama di rumah Ferdi dan tak lupa Ken juga sudah ia siapkan beserta air hangat dan juga kotak bekal nya di meja makan, namun tadi ia lupa tidak memberitahunya karena telah di buat kesal lebih dulu olehnya dan yang jelas ia ingin menghindar karena jelas saja ia tadi nampak gugup dan panik saat dengan sengaja Ken menurunkan nya dari atas kursi.


"Ais aku kan tidak punya kontak kak Ken."ucapnya.


Setelah beberapa saat ia telah sampai di depan rumah Ferdi yang terlihat masih sepi dengan cepat ia melangkahkan kaki nya dan mengetuk pintu itu dan tak ada jawaban. namun ibu pemilik rumah itu yang berada di tempat di sebelah nya menyahut."ini kunci serep nya MB sepertinya Ferdi belum bangun karena semalam sedang demam."ucapnya sambil menyerahkan kunci itu,dan langsung di sambut oleh nya. "terimakasih Bu"ucapnya.


Fara segera memasuki rumah itu setelah mendapat kan kunci itu dan segera menuju kamar Ferdi yang tidak di kuncir dan benar saja masih terlihat di ranjangnya dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal. Fara segera mengeluarkan sarapan yang tadi telah di buat nya dan meletakkan tepat di atas meja Ferdi dan segera menyingkap selimut yang di gunakan Ferdi. dengan perlahan Ferdi menggeliat dan membuka kedua mata nya secara berlahan Fara segera melipat selimut itu dan membuka jendela kamar Ferdi kemudian mematikan lampu yang masih menyala di luar.


Ferdi yang menyadari kehadirannya segera bangkit dari tidur nya,"hai sudah dari tadi ya? masuk dari mana tadi?"ucapnya masih dengan menatap punggung Fara yang sedang menyiapkan sarapan tanpa menjawab Fara segera memeriksa suhu Ferdi dan benar saja suhu tubuhnya masih panas. dengan segera ia berjalan ke dapur ingin memasak air. melihat Fara beranjak tanpa menghiraukannya segera ia bangkit,"hei kenapa tidak menjawab sih? jam berapa ini sudah di sini ?"ucapnya dengan menatap Fara yang sedang menyilangkan kedua tangannya tepat di dadanya.


"sudah bicara nya? aku ingin memasak air panas untuk mu kau demam dan tidak memberitahu ku, bagaimana kalau terjadi sesuatu padamu?"ucapnya sambil membuang nafasnya kasar dan berniat melanjutkan niatnya, namun dengan cepat Ferdi kembali menarik nya,"apa lagi sih?"ucap Fara.


"aku gak papa, sudah duduk lah aku akan kekamar mandi sebentar."ucapnya kemudian meninggalkan Fara yang mematung. namun kemudian Fara melanjutkan niatnya memasak air panas membuatkan teh untuknya dan juga membuat air hangat untuk mengompres Ferdi kemudian mengisi termos kecil milik nya yang berwarna pink yang tak sengaja tertinggal waktu itu dengan sisa air panas yang di masaknya tadi.


Setelah beberapa saat Ferdi keluar dengan wajah yang basah dan segera mengusap nya dengan handuk mandi nya. Fara yang menatap nya hanya terdiam saja Ferdi melihat nya meja nya sudah penuh dengan segera menyusul Fara yang tengah menantinya dengan duduk di kursi kecil miliknya.


"aku tidak papa,kenapa masih ngeyel juga sih"ucapnya dengan menarik hidung Fara yang mancung.


"is sakit tauk! cepat lah jam sembilan nanti kan ada kelas dan aku sengaja banget datang kesini pagi-pagi begini, aku ngerti kalau kamu marah dan wajar banget aku paham, tapi aku gak bisa kalau kamu cuekin lama-lama kan udah janji, sampai demam begini lagi kemana teman mu itu aku baru menyadarinya kalau dia tidak ada? ayo sarapan setelah itu aku akan mengompres mu."ucap Fara panjang lebar. dan Ferdi hanya diam saja dia sedang malas berdebat saat ini, lagian dengan memandang Fara yang berada di dekatnya saat ini sudah membuatnya merasa senang karena Fara masih perduli dengan dirinya.

__ADS_1


"hari ini izin saja ya, tubuhmu masih lemas kan nanti biar ku sampaikan kepada dosen."ucap Fara.


"tidak, aku akan tetap masuk lagian aku sudah tidak apa-apa kok ini sudah sehat setelah di rawat oleh mu iya kan, nah ini sudah lebih baik sering-sering saja ya kesini setiap pagi aku pasti akan bersemangat."ucapnya sambil tersenyum lebar kemudian memeluknya beberapa saat, ia merindukan nya beberapa hari ini keduanya sama-sama sedang tidak baik membuat kedua nya sedikit menjauh. Fara hanya diam saja di dalam dekap nya, ia merasa lega saat ini setidak nya hubungan nya membaik saat ini. walau sebenarnya ia masih bingung dengan rasa nya apakah benar-benar mencintai Ferdi atau sekedar menghargainya karena selama ini selalu berusaha dengan keras dan selalu di sampingnya tanpa diminta olehnya.


__ADS_2