Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
tawar menawar hati


__ADS_3

"biarkan saja rasamu berakhir dengan sendirinya.tak perlu orang lain mengerti .meski tak akan hilang, setidaknya biarkan ia pergi menjauh di ujung tepi hati yang mati"


🌻🌻🌻


meski terkadang terkesan egois,ternyata memaksa kadang memang dibutuhkan.coba saja,andaikan kamu tak memaksa hatimu untuk berpaling. padanya yang telah mematahkan hatimu,mungkin kamu tak akan pernah bisa merasa. setidaknya, sedikit merasa dicintai, dan di rindukan.


pada kenyataannya, dicintai memanglah sangat manis,berbeda sekali jika mencintai tanpa dicintai.jadi sebaiknya bagaimana? ooh seandainya saja,kita mampu merangkai, dan menjelma menjadi segala mimpi mimpi kita. mungkin akan berasa seperti negeri dongeng kan?, namun kenyataanya, kita hanya mampu berencana, dan tuhan lah yang menentukan.


pernahkah merasa patah, seperti tak akan lagi mampu tumbuh?,


untuk sekedar menarik nafas saja,terasa sesak dan menyayat.


bukan lebay,lembek ,atau apalah namanya.


namun,pada kenyataannya, terkadang kita memang harus sampai pada titik tercapek,letih,lesu,lunglai,putus asa,hilang semangat, apa lagi? ya itulah kira kira.


padahal jika kita cermati, sebenarnya saat itulah, ujian yang sejati,untuk menilai seberapa mampu diri kita dalam mengambil,menyikapi, agar segala sesuatu tidak kita telan dengan bulat bulat.


terkadang, proses itulah yang membuat kita menjadi lebih dewasa, dalam segala hal. iya kan?,kadang diri kita lah yang justru belum bisa bersyukur.


belajar nyatanya tidak hanya tentang pendidikan.


melupakan,merelakan,mengikhlaskan juga termasuk bagiannya.


karena pada kenyataannya, hati tak mampu merelakan,melupakan,mengikhlaskan, begitu saja. butuh waktu, dan lama, beberapa orang bisa sampai sisa umur hidupnya.


itulah mengapa ,terkadang memaksakan hati sangat di perlukan.


ketika tentang hati, memang begitu sulit, ah entahlah harus bagaimana lagi menggambarkannya.


Nisa, dia anak semata wayang, yang artinya hanya dia lah satu satunya anak yang di miliki oleh ayah dan ibunya.


bukan tak ingin memiliki anak lagi,namun fisik ibunya yang tak disarankan untuk kembali memiliki anak lagi. entah penyakit apa, Nisa tak tahu. yang dia ingin coba lakukan, tak ingin mengecewakan kedua orang tuanya, yang sangat menyayanginya.


tentangnya dan Ibra, Nisa memanglah pengemar rahasia Ibra sedari dulu. namun, untuk cintanya hingga kini belum dapat melebihi rasa yang pernah ada di hatinya. hatinya masih dimiliki penghuni lama,meski begitu,Nisa tak ingin membiarkannya berlama lama. itu tak akan baik untuknya dan Ibra kan?,dan tentang Ibra, dia sosok pria dewasa yang sudah mapan dalam segala hal.itu menurut Nisa, selain umurnya yang sudah terbilang banyak,dari ekonomi sudah menengah.itulah mengapa ayah dan ibunya sangat mendukung dan menyayang kan jika Nisa menolaknya. bukan perihal materi, orang tua mana yang tak ingin hidup anaknya terjamin kan?,setelah banyak pertimbangan, Nisa memutuskan untuk menurut saja pada takdir, dan kedua orang tuanya, sebab ia sudah tak memiliki alasan apapun untuk mempertahankan rasa cinta di hatinya.meski hatinya masih milik orang lain, Nisa akan sebisa mungkin, meminimalis kemungkinan yang akan terjadi di kemudian.


Ibra pria penyabar,pendiam,dan pekerja keras,itu yang Nisa lihat.

__ADS_1


selera Nisa tak banyak,setia,jujur,dan taqwa. mungkin di tambah humoris dan romantis. sepertinya, hanya kurang humoris, dan romantis, bagian dari Ibra yang tak terlihat menurut Nisa,


sejauh ini, obrolan nya dengan Ibra masih cocok cocok saja, dan nyaman.


sedangkan jantungnya suatu hubungan itu adalah komunikasi kan?,kalau komunikasi terjalin dengan baik, maka bisa di pastikan hubungannya akan baik baik saja.


Nisa masih merasa bagai mimpi, saat ini ia sudah menjadi tunangan Ibra, sedangan beberapa hari yang lalu, ia masih menangisi bima, sungguh , terkadang hidup begitu sulit untuk sekedar menebak. hari ini bersedih, hari esok bahagia, begitu pula sebaliknya.


Nisa hanya sekedar pengagum Ibra dari kejauhan. selama ini tak pernah, bertatap muka,mengobrol,atau apapun.


bertemu saja biasanya juga dari kejauhan, Nisa selalu melihat Ibra ,sedangkan Nisa Dimata Ibra hanya gadis kecil di kejauhan.


"hai nis , Lu lagi ngapain?" tulis mici dalam chatnya.


"gak ngapa ngapa in.kenapa?,"jawab Nisa kemudian.


"gue mau curhat nih,sibuk gak?" tanya mici.


"boleh,enggak lagi mau bobok syantik" jawab Nisa lagi.


"iya kenapa lagi?"tanya Nisa.


"lu tahu gak,kemarin gue dapet surah cinta" cerita mici antusias.


"hmmm terus,?"tanya Nisa lagi.


"lu inget gak Bagas anak kelas 11 yang waktu itu pernah nolongin gue ?"tanya mici.


"aha iya, kenapa lagi dia?"tanya Nisa.


" dia yang ngirimin gue surat, kaget dong gue.katanya dia udah dari dulu naksir gue, ooo ya ampun andaikan saja aku jomblo pasti Sudah ku terima cintanya"cerita mici panjang lebar.


"dasar sinting lu, berani berani nya mikir begituan.sudah punya satu itu pelihara lah dengan baik,nanti dia nge lirik wanita lain emosi lu, giliran lu yang di bikin baper bentar an doang udah kemana mana " jawab Nisa mengingatkan.


"ya kan gue bilang tadi kalau gue jomblo nis, gimana sih lu dari tadi dengerin gue gak?"tanya mici lagi.


"lah emang dari tadi gue ngapain?,mimpi indah?,udah jelas jelas dari tadi dengerin lu ngoceh begitu masih ditanyain"jawab Nisa lagi.

__ADS_1


"lu lagi dapat jadwal bulanan ye,sangar bener gue denger nada lu dari tadi".tebak mici akhirnya.


"iya sih, baru tadi pagi , dan emang lagi kacau kek nya mood gue hari ini."jawab Nisa kemudian.


"tumben lu, biasnya kita barengan paling lama beda seminggu , gue aja udah kelar tiga Minggu ya lalu."ucap mici lagi.


"iya bener sih Lu, makanya berasa kek di aduk aduk jadi satu begini deh ."jawab Nisa malas.


"lu banyak mikir pasti,lu mikir apaan orang yang ujian semester gue yang mikir sampai stress malah elu"ucap mici lagi.


"ujian gue lebih banyak, berjilid jilid ,jangan kan tiap hari , hampir tiap detik ada aja"jawab Nisa lagi.


"ya ealah nis, biasnya juga yang beginian tetep lu yang paling senior "ucap mici lagi.


"eh ngomong ngomong Fara apa kabar? lu gak ketemu sama dia?"tanya Nisa .


"baik deh kayaknya, kemarin gue liat dia sama Ferdi sih, tapi gak tahu kemana."jawab mici .


"lu gak coba hubungin dia?"tanya Nisa lagi.


"ya ealah males kali nis ah."jawab mici malas.


"jangan gitu dong, kalau dia sampai beneran liar, kasian. yang bisa bantu dia cuma lu."jawab Nisa memberi pengertian.


"lah dia ada chat gue aja enggak,masa iya gue duluan gengsi ah."jawab mici masih enggan.


"ya terus mau nunggu sampai kapan?nunggu dia di injeksi sama orang duluan?"tanya Nisa.


"ya itu mah terserah dia, gue bener bener males banget deh nis sumpah!",jawab mici masih kekeh dengan ucapannya.


"pokok nya gak mau denger alasan ya, apapun cara nya. lu bantu dia, jangan biarkan dia berlarut larut,sebelum terlambat cuma lu yang bisa tolong dia. gue tahu sebenernya dia butuh kita, tapi dia gak punya keberanian setelah kejadian itu,


kita udah dari orok , bahkan sekolah dua belas tahun, bareng terus Lu inget. semarah apapun lu sama dia, tapi mengingatkan, dan merangkul, itu kebaikan yang harus kita tanam. karena suatu saat bukan hanya kita yang memetik,tapi bisa sampai anak,cucu,kita nanti.


udah lah hilangin dulu gengsi lu,cepet kabari dia gue tunggu info terbaiknya " jelas Nisa panjang lebar.


setelah itu Nisa menutup panggilannya.

__ADS_1


__ADS_2