
"sebenarnya aku merasa muak,harus berpura-pura baik-baik saja. pada kenyataannya,aku sudah hancur sejak lama."
🌻🌻🌻
Fara melemparkan tubuh nya dengan kasar,setelah tiba di rumah. ia memutuskan untuk kembali kerumah yang di sewa nya. niatnya ingin menemui ayahnya, untuk sedikit mengurangi beban pikiran nya, yang terus menerus berkeliaran di otak nya.namun ternyata,kehadirannya justru menambah banyak pikiran nya."bagaimana jika nanti ibu mengetahui, jika kak Ken adalah anak ayah dengan wanita lain?" membayangkan nya saja, sudah membuatnya khawatir.
sedangkan ketika ibu tahu,bahwa ayah memiliki wanita lain di hati nya,ibu sudah SE histeris itu.
Fara memijit-pijit dahinya,yang terasa sakit akhir-akhir ini.
saat mata nya tertuju pada meja, yang bernuansa kembang Fara melihat ada kotak kembung,jelas itu bukan milik nya."apaan nih?,"ucap Fara. kemudian ia membuka dan isi nya beberapa flashdisk,kartu pelajar Ferdi,dan beberapa benda-benda kecil."pasti dia sedang panik,nyariin ini kesana kemari"batin Fara.
dia tertarik pada flashdisk yang terlilit boneka berwarna pink,"punya siapa?masa iya Ferdi punya koleksi warna pink juga,buka deh dari pada penasaran"ucap Fara,sambil berjalan menuju kamarnya,dan mengambil leptop milik nya.
sesaat kemudian,"tidak ada apapun,"batin nya. setelah itu Fara membuka gambar,dan vidio. berapa terkejutnya,semua nya berisi gambar nya,dan vidio itu juga menampilkan dirinya,yang sedang mengobrol bersama beberapa temannya,ada mici juga,"selama ini kah ? kamu menyimpan tentang ku,sampai repot-repot buat flashdisk lain",ucap Fara.
ada beberapa untaian kata yang tersimpan,"dia wanita yang selalu mengisi ruang di hati ku,meski tak bisa memiliki,aku selalu mencintai,menyayangimu,dengan sepenuh hati.meski tak terlihat,aku selalu berdoa untuk mu,semoga senyum di wajah mu selalu berseri,untung saja, setiap detik rindu ini tak di hargai,entah berapa banyak, uang yang harus kau keluarkan, untuk membayar kerinduan ku padamu.tentu saja kau yang harus membayar,karena kau yang membuat ku tak bisa berhenti merindukan mu."
"oooooooh manissssss nya"ucap Fara tertawa.
"ternyata aku tidak terlalu buruk,masih ada yang merindu kan ku hum "ucap Fara.
*****
Ferdi celingukan mencari flashdisk tugas kuliahnya.
ia mengingat-ingat dimana dia menyimpannya,"astaga sepertinya tertinggal di rumah Fara,saat aku mengantar nya kemarin".
Ferdi menyambar jaket tebalnya,kemudian pergi menuju rumah dimana Fara tinggal.
beberapa saat kemudian,Ferdi sampai di depan rumah Fara,pintu itu terbuka."tumben,biasanya Fara selalu menutup pintu,walaupun dia berada dirumah,apakah sedang ada tamu di dalam ?"batin Ferdi.
setelah melepas helm dan juga jaket nya,Ferdi berjalan menuju rumah Fara,Ferdi melihat kedalam, dan melihat Fara berada di depan leptop nya,"tidak ada siapa-siapa selain Fara"batin Ferdi.
berapa terkejutnya Ferdi,ternyata Fara sedang membuka isi dari flashdisk miliknya.
"hum ternyata kamu cukup puitis ya,aku baru tahu"ucap Fara sambil memainkan leptop nya.mendengar itu Ferdi spontan saja menjawab,lagian sudah ketahuan juga oleh Fara,kalau dia menyimpan beberapa hal tentang nya.
"bagian mana kata yang kamu suka?"ucap Ferdi dari arah pintu. tentu saja Fara terkejut dan menoleh."hei,sejak kapan kamu di situ? kenapa tidak masuk saja? mengejutkan ku saja"ucap Fara.
"ku pikir sedang ada tamu,tumben pintu nya terbuka lebar" jawab Ferdi lagi.
"ooooh iya,malah baru sadar aku,kalau pintu nya terbuka,sebentar aku ambil air dingin"ucap Fara sambil berjalan ke arah dapur nya,dan kembali membawa dua botol air mineral dingin."maaf ya gak ada camilan,tadi nya aku berencana pulang,jadi kulkas ku biarkan kosong"ucap Fara lagi.
"ya ealah,santai aja kali,yah jadi ketahuan deh,kenapa kamu buka isi flashdisk ini, kan jadi ketahuan deh"jawab Ferdi sedikit tertawa.
__ADS_1
"habis penasaran,kok kamu bisa punya flashdisk comel begini hhh"jawab Fara lagi.
"sebenernya,aku memang beli itu buat kamu,inget gak waktu kamu bilang ingin cari flashdisk, karena beberapa kali leptop mu eror ?waktu aku pergi ke konter gak sengaja liat itu,langsung aku beli aja buat kamu,eh kamu udah punya dulu an,gak jadi deh"ucap Ferdi lagi.
"Hem payah kamu,pesimis banget"ucap Fara lagi.
"eh kesini memang mau ambil ini ya?"tanya Fara sambil menunjukan kotak kembung itu.
"iya,mau ngerjain tugas,ku cari kemana-mana eh ternyata ketinggalan,pasti waktu aku kesini beberapa hari lalu"ucap Ferdi lagi.
"em bisa jadi"jawab Fara.
"ya sudah aku pulang dulu,mau ngerjain tugas buat besok"ucap Ferdi.
"oh ok, ini mau di bawa gak"ucap Fara sambil menunjuk flashdisk yang sedang terhubung ke leptop nya.
"tidak usah lah,itu kan memang ku beli untuk mu,lagian isi nya memang tentang mu semua"ucap Ferdi dengan tersenyum.
"ok,thanks.hati-hati di jalan"ucap Fara sambil mengantar Ferdi keluar rumah.
*****
sesampainya,Ferdi segera mencari leptop nya,karena memang dia akan mengerjakan tugas untuk besok.
****
saat Fara hendak mematikan leptop nya,ponsel nya berdering.mici yang sedang melakukan panggilan.
"iya,hai "jawab Fara.
"lagi ngapain Ra?jadi pulang kerumah?"tanya mici.
"gak jadi nih,"ucap nya sambil bersandar pada kursinya.
"loh kenapa?lu lagi ngerjain apa?ngadep leptop begitu?"tanya mici lagi.
"gak ngerjain apa-apa,tadi lagi lihat isi flashdisk,yang di kasih sama Ferdi"jawab Fara lagi.
"oooo,apa an isi nya? comel bener warna nya?"ucap mici.
"nih liat!"ucap Fara sambil mengarahkan ponsel nya pada layar leptop, dan menggeser segala isi yang tadi di lihat nya.
"lah itu mah isinya gambar lu semua Ra,"ucap mici.
"emang iya,"
__ADS_1
"udah deh,di coba dulu aja kali Ra,Ferdi beneran sayang sama lu tuh"ucap mici.
"tadi sebenarnya, aku berharap dia bakal mengungkapkan perasaan nya lagi,setelah dengan sengaja gue bilang kenapa isi nya tentang gue semua,tapi dia kek nya gak peka deh"ucap Fara lagi.
"lah lu sendiri gimana?perasaan lu ke dia gimana?"tanya mici lagi.
"gak ngerti si,tapi aku nyaman sama dia,lagian selama ini memang cuma dia yang kemana kemana sama gue,"ucap Fara lagi.
"yah,berati sekarang giliran lu,buat mengungkapkan perasaan yang lu rasain ke dia,siapa tahu setelah itu dia bakal ngajak lu jadian kan?"saran mici.
"duh, gue nggak ngerti mici,harus mengawali nya dari mana,lu kan tahu,gue bukan tipe yang gampang ngomong sayang ke orang"ucap Fara lagi.
"ya ealah, sekali-sekali pasang muka tembok gak papa deh,dari pada kalian berdua gak jelas begitu"ucap mici lagi.
"ada yang lebih gue pikirin,dari pada sekedar memperjelas hubungan gue sama Ferdi" ucap Fara lagi.
"apa lagi?ayah lu berulah lagi?atau ibu lu yang kenapa?tanya mici lagi.
"cerita nya panjang deh,nanti deh kalau kita ketemu gue bakal jelas in,sekarang gak mood banget gue,capek pengen tidur"ucap Fara sambil menguap.
"Halah,memang dasar lu,ya udah terserah,gue tetep standby kapan pun lu butuh,segera telpon!"ucap mici sebelum mengakhiri panggilannya.
baru saja panggilan nya dengan mici berakhir,dan baru saja Fara akan meletak kan ponsel nya,ponsel nya berdering lagi.
"halo?kenapa Fer?"tanya Fara.
"gak papa,kamu lagi apa?"tanya Ferdi kembali.
"aku baru saja,mematikan panggilan ku dengan mici,dan mau mencuci wajah ku,eh gantian kamu"ucap Fara dengan memainkan bibir nya.
"oh ya,maaf deh kalau ganggu,ya sudah cucilah dulu wajah mu,gak usah di matikan".
"nanti aja deh sekalian,biarin deh kusut,dan glowing macam di siram perasan kelapa, jomblo ini.hahahah"ucap Fara tertawa.
"salah sendiri,di jadiin pacar gak mau"jawab Ferdi lagi.
"gak papa gak jadi pacarmu,yang penting seluruh hati mu milik ku"ucap Fara lagi.
"sementara ini iya sih,"jawab Ferdi lagi.
"is kok sementara sih,ngomong-ngomong aku tinggal dulu deh ya,lama lama gak tahan juga,pengen mandi dari tadi"ucap Fara.
"mandi lah,"
akhirnya panggilan berakhir.
__ADS_1