
"jangan ajarkan diriku perihal setia.sebab,aku sudah pernah,tertatih merindu seorang diri,di tepian luka, karena tergores sakitnya penghianatan."
🍀🍀🍀🍀
Nisa merasa bingung,senang karena khawatirnya menghilang,sebab Ibra ia bawa pulang kerumah. ia merasa tak nyaman,karena ayah,dan ibu nya,pergi kerumah bulek nya,harus nya memang begitu sih,karena memang belum genap empat puluh hari,pak lek nya meninggal.
apa lagi ibu nya kakak semata wayang nya,sebenarnya ada beberapa saudara lagi sih,namun mereka berdomisili jauh,dan belum tentu setahun sekali bisa berjumpa.dan saat meninggalnya pak lek,hanya ibu seorang,keluarga kandung yang dimiliki,meskipun keluarga pak lek terhitung banyak,namun tetap saja,ibu tidak tega meninggalkan nya.
karena selama ini,mereka selalu hidup bersama,dan selalu berbagi apapun cerita mereka. Nisa yang bingung,akhirnya melempar tubuhnya duduk di sofa sambil menonton tv,menurutnya Ibra sudah tertidur,karena tadi ia memberinya obat penurun panas,dan memintanya untuk segera istirahat.Nisa berniat menonton tv, hingga nanti ayahnya pulang.
"kalau ibu tidak pulang tidak papa lah,yang penting ayah pulang,bisa mati gegara senam jantung sendiri aku,kalau harus berdua sama Ibra"batin Nisa dalam hati nya.
setelah beberapa waktu lalu,Nisa merasa sangat malu,dan juga salah tingkah, saat hanya berdua dengan ibra.pikiran nya menjadi was-was, dan juga memikirkan yang tidak-tidak.
itu karena salahnya sendiri,karena berani nya menggoda.sebenarnya bukan seperti itu sih,ia juga tidak pernah melakukan hal apa pun,selama berpacaran dengan bima,ataupun dengan Reza."apakah mas Ibra terbiasa seperti itu ya saat bersama kekasih nya dulu?jelas saja,dia terlihat seperti ahli,dan tidak gugup seperti diriku,yang tak pernah sama sekali"tiba-tiba saja pikiran nya kemana-mana.
"ah ya ampun Nisa! bisa tidak otak mu ini waras sedikit"batin nya sambil memegangi dada nya,yang sepertinya sedang berdetak dengan cepat.
"uhuk.....uhu...."
saat dirinya sedang perang dengan otak nya sendiri,suara batuk Ibra membuyarkan pikiran nya,dengan cepat Nisa memasuki kamar nya,dan memeriksa Ibra dengan seksama.
"mas kenapa?mau minum?"tanya nya sambil duduk di kursi sebelah Ibra.
Ibra hanya mengangguk,sebelum batuk nya terdengar lagi.nisa meraih air minum di gelas,yang tadi ia letak kan di meja kamarnya,kemudian memberikannya kepada Ibra.
"gimana mas?,sekarang sudah mendingan apa belum?"tanya Nisa lagi.
"sudah lebih baik sayang,terimakasih,
kemari lah,jangan jauh-jauh."pinta nya sambil menepuk tempat tidur di sebelah nya.Nisa secara reflek mengikuti saja.
__ADS_1
"ayah,dan ibu,ke tempat bulek?
"iya mas,kasihan bulek kalau gak di temani,hanya ibu satu-satu nya saudara kandung,yang dimiliki oleh bulek"ucap nya lagi.
"ah iya,"ucap Ibra,kemudian memeluk pinggang Nisa,dan membaringkan tubuhnya,kepala nya terasa sedikit memutar kembali, saat di buat nya duduk, meski masih bersandar pada ranjang milik Nisa.
"kenapa?masih pusing ya mas?"tanya Nisa, saat melihat Ibra kembali berbaring.
"em iya sayang"jawabnya,dengan mata terpejam,dan masih memeluk Nisa.
"mas istirahatlah,Nisa mau nonton tv sambil tunggu ayah pulang,"ucap Nisa sambil melepaskan diri dari Ibra.
"tidak,di sini saja,sebentar."ucap Ibra masih dengan mata terpejam.
"ah ya ampun!jantung ku rasa nya seperti akan keluar,semoga saja mas Ibra tidak mendengar detak jantung ku yang berdebar,memalukan." batin Nisa,memaki dirinya sendiri.
akhirnya,ia tidak jadi beranjak dari tempat tidurnya,menemani Ibra, dan memijit pelan kepala Ibra,sesekali kembali memeriksa suhu tubuh Ibra. setelah beberapa saat,ia menghentikan tangan nya,melirik pada Ibra yang sudah tertidur,kemudian dia meraih ponsel nya di meja,"oh iya,ponsel mas Ibra pasti sudah penuh"batin nya,yang teringat bahwa saat membawa Ibra kerumah nya,ia sempat melihat ponsel Ibra di atas meja,kemudian meraihnya,dan memasuk kan nya kedalam sweater milik nya.
"ayah pulang sendiri?"tanya Nisa,saat melihat ayah nya datang.
"iya,biarlah ibu mu yang menemani bulek,ada banyak juga keluarga pak lek,yang menemani,ayah tidak bisa,jika tidur di tempat lain,Nisa kan tahu,"jawab ayah nya,kemudian duduk bersama Nisa di depan tv.
"nak Ibra bagaimana?sudah tidur ya?"tanya ayah Nisa lagi.
"iya ayah,kata nya sih,tadi masih pusing,masih demam juga tadi,"jawab Nisa sambil memainkan ponsel nya.
tak lama kemudian,ayah Nisa masuk ke kamar,Nisa melirik jam dinding menunjukan jam 10:55 malam.
pantas saja,mata nya sudah terasa berat,dan ayah nya juga sudah akan tidur. Nisa kembali ke kamar,setelah mematikan lampu,dan juga tv,di lihat nya Ibra yang seperti tidak nyaman.
"kenapa mas? panas ya?"tanya Nisa melihat tubuh Ibra berkeringat, Nisa segera membantu nya melepaskan jaket tebalnya,yang sempat Nisa pakai kan saat akan membawanya pulang. kemudian, Nisa menempelkan telapak tangannya pada dahi Ibra,dan benar saja, panas nya sudah turun,karena itu lah Ibra berkeringat dengan banyak.
__ADS_1
"mas ingin ke kamar mandi sebentar sayang."ucap Ibra,saat bangkit dari ranjang,kemudian berjalan keluar kamar. Nisa hanya mengangguk saja,sambil membereskan tempat tidur nya,Nisa menggantung jaket Ibra di balik pintu kamar nya,kemudian menghidup kan AC dengan suhu sedang,karena Ibra sedang tidak sehat.
"ayah sudah pulang?"tanya Ibra saat kembali dari kamar mandi,kemudian menutup pintu kamar Nisa,meraih minum di meja, dan meminum nya sambil duduk,pada kursi rias kecil milik Nisa.
"sudah mas,dan sudah tidur sejak tadi."jawab Nisa sambil meletak kan remote AC di atas lemari.
"sudah mendingan atau belum?"tanya Nisa.
"sudah jauh lebih baik."jawab nya sambil meletak kan kembali gelas nya di meja.
"ini sudah malam sayang,istirahatlah!"ucap Ibra,kemudian kembali keranjang dan memeluk Nisa.sedangkan Nisa hanya diam saja.
"ah ya ampun,apa aku bisa tidur?semoga saja besok aku masih hidup,tidak terkena serangan jantung,karena sepertinya, jantungku akan bekerja terlalu keras malam ini."batin Nisa pada diri nya sendiri. dengan susah payah,Nisa mengontrol diri nya,dan mencoba untuk terlelap dalam tidur nya.
"kenapa?ada yang di pikir kan? dari tadi mas perhatikan gelisah?"tanya Ibra akhirnya,karena pergerakan Nisa.
"mas belum tidur ya?"tanya Nisa berbalik menghadap Ibra.
"tadi mas sudah tidur,sekarang tidak mengantuk sama sekali,giliran mu untuk tidur,apa ada sesuatu?"tanya Ibra,sambil mengusap dengan lembut rambut Nisa yang terurai dengan manis.
"tidak ada apa pun,jangan khawatir"jawab Nisa sambil tersenyum.
"cantik,dan manis sekali,"ucap Ibra saat melihat Nisa tersenyum.
"iya lah,Nisa sudah tahu"jawab Nisa sebenar nya menahan malu,dia tidak bisa jika harus bertingkah jaim.
"cepat tidur,sini biar ku peluk,"ucap Ibra sambil meraih Nisa ke pelukan nya.
"iya-iya,mas juga tidur,supaya lekas sehat."jawab Nisa tak mau kalah.
"mas sudah sehat,lihat lah!"ucap Ibra sambil menatap Nisa dengan senyum.
__ADS_1
"ah ya sudah lah,terserah"jawab Nisa,kemudian memejamkan mata nya,Ibra melanjutkan memeluk Nisa kemudian mengecup singkat ujung kepala nya,dan mengusap lembut rambut Nisa. tak lama kemudian,Nisa terlelap.ibra masih asik memandangi Nisa, yang tengah tertidur di pelukan nya.