Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
kau terluka lagi?


__ADS_3

"saat aku mulai merasa letih,kau hadir dengan membawa rasa nyaman.tolong jangan pernah berubah,apa lagi pergi dan menghilang."


🍀🍀🍀🍀


malam telah tiba,ibu Nisa sudah berada di tempat bulek nya.karena tadi sudah berpesan pada Nisa bahwa ibunya akan langsung mampir ke rumah bulek nya selepas mengikuti rutin nan majelis taklim.


"Nisa, ayah mau pergi sebentar",ucap ayah Nisa.


mendengar nama nya di panggil Nisa segera mengecilkan volume tv nya, dan berjalan keluar."kemana ayah?,Nisa di tinggal sendirian?"tanya Nisa


"cuma sebentar,nanti ayah balik lagi,sebelum kerumah bulek"jawab ayah Nisa.


"ya sudah,terserah ayah saja"jawab Nisa sambil menutup pintunya kembali,dan melanjutkan menonton tv nya.


tak selang berapa lama,terdengar suara pintu di ketuk dari luar,"loh kok ayah balik lagi,eh tapi kalau itu ayah gak mungkin ketok pintu kan pintunya gak ku kunci"batin Nisa. akhirnya Nisa mengangkat lagi tubuhnya yang baru saja ia rebahkan di depan tv,dan berjalan keluar mencari tahu siapa yang sedang mengetuk pintu.


"mas,"ucap Nisa sambil membuka pintu,dan memiringkan tubuhnya tanda mempersilahkan nya masuk.


"Hem,udah sepi ayah sama ibu udah pergi?"


"ibu sudah tadi sore sekalian mampir,ayah gak tahu kemana tadi,katanya sih nanti balik lagi mau jemput"


"ya sudah kita menyusul saja,dari pada ayah bolak balik"


"tunggu ayah dulu saja,nanti ayah nyariin,mana gak bawa ponsel ayah tadi"


"Hem ya sudah kalau begitu"


terdengar suara sepeda motor datang, dan berhenti, nisa menengok."nah itu ayah".


"ya sudah,kamu sama nak Ibra saja,ayah langsung pergi."ucap ayah Nisa yang melihat sepeda motor milik Ibra sudah terparkir di depan rumahnya.


"iya"jawab Nisa malas.


dengan malas,Nisa berjalan kedalam rumah ,mematikan tv nya, dan beberapa lampu, kemudian kembali menghampiri Ibra.


"kenapa muka nya sebel begitu dari tadi hem?"tanya Ibra yang sejak tadi memperhatikannya.


"malas mas,Nisa gak mau kemana mana,mau dirumah aja tapi gak mau sendirian"


"ke tempat pak lek dulu sebentar,setelah itu pulang" ucap Ibra ,sambil mengulurkan tangannya.akjirnya Nisa menurut saja.


sesampainya di rumah pak lek,sudah terlihat ramai sanak saudara,juga tetangga dekat.


"bulek, pak lek gimana ke adaan nya sekarang?"tanya Nisa setelah masuk kedalam rumah.


"sudah bisa istirahat,itu sedang istirahat di kamar."jawab bulek.


benar saja tebak kan Nisa,dirinya hanya bisa toleh Kanan kiri.beberapa bapak bapak, dan juga ibu ibu sedang ngobrol.bulek juga sedang menceritakan pak lek, yang sepertinya kembali kerasukan bakda magrib tadi. satu jam lebih Nisa hanya memain kan game di ponselnya,sampai akhirnya dia merasa benar benar tidak nyaman.dan benar saja bahwa sesuatu telah tembus dan membuatnya tidak nyaman.


"ibu,ibu,sini"panggil Nisa pada ibunya.


"ada apa Nisa?

__ADS_1


"Nisa mau pulang,lihat Nisa sudah tembus kemana mana ini"ucap Nisa sambil menunjukan celana panjangnya dari belakang.


"ya sudah sana, panggil ayahmu"


"tadi Nisa Sama mas Ibra buk."


"ya sudah terserah mu saja"ucap ibu Nisa sambil berlalu mengambil teh panas.dan Nisa berjalan keluar kemudian melambai pada Ibra dari balik jendela.


"ada apa"tanya Ibra


"ayo pulang"jawab Nisa sambil menarik tangan Ibra menuju sepeda motornya,dan Ibra menurut saja.


sesampainya dirumah,Ibra melihat Nisa berjalan menuju rumah, melihat ada noda seperti darah pada celana panjang Nisa, Ibra terkejut,Nisa juga menggunakan piyama biru cerah,wajar saja jika terlihat jelas."sayang, tunggu!"


spontan saja Nisa berhenti,


"coba lihat,kamu terluka atau kenapa ? mengapa ada darah pada celana mu"ucap Ibra memutar badan Nisa,dengan spontan Nisa kembali berbalik dan berjalan dengan cepat masuk rumah."hei kenapa?" Ibra panik,karena Nisa tidak menjawabnya namun malah segera masuk kedalam rumah.


"mas ,Nisa tidak apa apa,mas duduk di situ dan tunggu"ucap nya sebelum masuk kekamar dan membawa piyama ganti yang lain.


Ibra menurut saja,dan menghidup kan tv.serelah selesai Nisa kembali, sambil membawa kopi hitam dan beberapa camilan,dan duduk di samping Ibra.


"sudah?"


"iya,"


"tadi itu apa?kenapa? atau lagi halangan?"


"iya" jawab Nisa sambil,memakan camilan yang ia bawa.


"mas,ah sakit"


"habis nya ditanya jawabnya iya iya aja dari tadi"


"iya mas Ibra tersayang,cintaku,kasih ku"ucap Nisa masih dengan memakan camilannya.


"gak gitu juga kali"protes Ibra lagi.


"mas"


"Hem"


"udah makan belum?"


"belum,kenapa ? mau nyuap in?"


"ah males deh,gak jadi"


"loh kenapa?"


"tadinya emang mau nyuap in,karena mas udah ngomong dulu an gak jadi deh"


"Hem,jadi nyesel deh"

__ADS_1


"mas"


"apa lagi?"


"mas siang tadi telpon Nisa kan?"tiba tiba Nisa teringat Ibra yang siang tadi menghubunginya,namun ia sedang badmood gegara bima.


"iya,nah iya kenapa tadi siang nangis?"


"sebenernya gak penting sih mas,karena aku lagi dapet aja nih,jadi sensitif banget.mood nya gak jelas sumpah".


"iya,pasti ada sebabnya kan kenapa mood nya jadi lebih sensitif sampai nangis gitu"


"aku harus cerita apa?,dari mana ngomong nya"batin Nisa menghentikan mengunyah makan nya dan menutup toples.


"coba sini lebih dekat,"ucap Ibra sambil menepuk nepuk pahanya.


Nisa menurut saja,dan dengan sengaja meletak kan kepala nya pada paha Ibra.


"kata kan saja,tapi jika tak ingin bercerita tidak apa gak usah di paksa"ucap Ibra,sambil mengusap lembut rambut Nisa,dan matanya menonton siaran voli di tv.


"Nisa masih diam saja,dan memeluk pinggang Ibra,menyembunyikan wajahnya pada perut ibra.lama tak terdengar suara sama sekali Ibra menunduk "sayang sudah tidur?"tidak ada jawaban,Nisa benar benar terlelap.ibra melanjutkan nonton namun melihat ponsel Nisa berkedip berkali kali membuatnya penasaran.akhirnya ia meraihnya dan melihat ada banyak sekali chat dan panggilan tak terjawab."bima biang kerok"


"astaga,anak siapa dia sebut biang kerok ini,"batin Ibra sambil menggelengkan kepalanya.ibra membuka chatnya dan tahulah dia sekarang,mengapa Nisa menangis,mungkin beberapa chat dari bima ini yang menggangu nya.


"mas"


"iya,kok bangun? kirain udah tidur"


"tangan mas berhenti sih,aku jadi bangun"ucap Nisa kemudian menjauhkan tubuhnya dari Ibra dan duduk sejajar dan bersandar pada kursi kayu.


"maaf,tadi ponsel mu berkedip terus mas jadi penasaran "


"oh ya,pasti si biang kerok itu lagi"desis Nisa.


"jadi ada yang masih galau,gara gara mantan nih ceritanya?"goda Ibra,


"gak gitu mas,ih ...sebel"


"udah move on belum?kok masih galau"


"ih kok tanya nya gitu sih"ucap Nisa akhirnya kembali memeluk Ibra.


"kenapa?apa ada kata kata nya yang melukai?"tanya ibra. Nisa justru malah kembali ingin menangis.ia tak mengerti bagaimana menggambarkan perasaannya saat ini,dan bagaimana menjelaskannya pada ibra.nisa berusaha menahan tangisnya yang hampir tumpah,meng gigit bibir dengan kuat.melihat baju Nisa naik turun Ibra mengerti,dan segera meletak kan ponsel itu.kemudian menangkup wajah Nisa.


"hei ada apa sayang?


Nisa hanya menggeleng,dan menggigit bibir nya lebih kuat lagi, agar tangis nya tidak benar benar luruh saat ini.


"tidak ingin cerita tidak papa,tapi jangan menangis "ucap Ibra lagi.


melihat bibir Nisa semakin di gigit dengan kuat, membuat Ibra khawatir jika nanti nya akan berdarah.dengan cepat Ibra ******* bibir Nisa dan tangannya menarik tengkuk Nisa agar semakin menempel spontan saja Nisa melepas gigitan nya karena terkejut.


"emmmmmmmhhh mmaas lepas"ucap Nisa yang terkejut

__ADS_1


"maaf sayang,bibir mu bisa berdarah kalau kau gigit kuat seperti tadi"


__ADS_2