Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
semua nya telah berakhir


__ADS_3

"sudah ku coba bahkan di tiap menit nya, namun tetap tak mampu ku meraihnya. sesuatu yang sudah ku hilangkan kini aku merindukan nya dan benar-benar akan hilang dari hidup ku."


Bima POV


🥀🥀🥀🥀


Saat ku langkah kan kedua kaki ku dengan perlahan ku temukan kesedihan ku, ku peluk dengan erat terasa berat langkah kaki ini mendengar suara yang terdengar cukup dengan keras alunan musik khas Jawa.


Kedua mata ku terus menatap dimana aku dulu pernah duduk bersandar berdua dengan nya kini sudah terhias dengan janur yang mengelilingi dan juga berhias beraneka macam bunga yang terlihat begitu indah. ku lirik tempat dimana kami pernah bersama dan sekarang tengah di duduki oleh rombongan Hadroh yang sangat anggun dan bersuara merdu pastinya.


Saat suara musik berganti seluruh mata tertuju pada arah yang sama, ku angkat dengan berat bahu ku dan langsung tertuju pada nya. wanita yang telah menawan hati ku selama beberapa tahun ini terlihat begitu cantik dan sangat manis sungguh aku sangat terpesona melihat nya, yang saat ini tengah berada di kedua bahu dua orang pria yang sudah pasti itu keluarga terdekatnya.


Seluruh mata tertuju pada nya, dan tak lama kemudian dari arah lain muncul juga segerombolan manusia dengan seorang yang memakai baju senada dengan wanita yang saat ini masih ku cintai dan jelas aku merindukan nya namun tak mampu aku menggapai nya. "ah jadi dialah pemenang nya," saat ku melihat nya dia tampan dan juga manis."ah benar yang di ucapkan ya waktu itu bahwa dia memang nyaris sempurna." kedua nya sedang menjalankan adat khusus saat ini. sudah ku tebak pasti ia tak menyadari kehadiran ku di sini.

__ADS_1


Rasa nya air mata ku ingin luruh seketika namun dengan sekuat tenaga ku coba tahan, dan Jo teman ku sekaligus teman Nisa malah sedang asik memotret Nisa dengan pria itu, iya pria yang sudah beruntung mendapat kan Milik ku yang pernah ku hilangkan dengan sengaja.


aku sudah tak tahan melihat nya, aku segera mengajak Jo untuk pergi sebelum itu, kedua orangtua Nisa menghampiri ku dan Jo aku malu setengah mati."pasti ibu sudah melihat muka merah dan mata ku yang sudah hampir tumpah." batin ku, aku tak ingin berlama lagi segera beranjak dan juga berlalu Jo mengajak ku untuk mampir di beberapa tempat namun aku menolak.


"ayo dong lu harus ikhlas, ini memang sudah takdir kalian berdua."ucapnya dengan memegang bahu ku. aku hanya diam saja dan memasuki kamar ku dengan segera saat telah sampai di kediaman ku, aku membiarkan dia di luar mengobrol bersama Najwa.


"cie yang habis liat mantan sah sama orang lain itu muka apa jemuran kusut bener."ucap nya meledek ku dan aku masih diam saja. aku merasa sangat lesu untuk apa pun.


****


"Rasa nya sangat sesak sekali aku ingin menangis dengan keras saat ini juga tapi aku juga menyadari segala nya memang terjadi karena ulah ku sendiri.


kenapa aku tak pernah bisa berpikir sebelum bertindak seperti yang selalu Nisa ucapkan kepadaku aku emang sebodoh itu!

__ADS_1


membayangkan nya di sentuh orang lain benar-benar membuat dada ku terasa sangat sesak. kedua bola mata nya yang indah senyum di kedua pipinya yang mengembang bibir nya yang mungil dan segala ke indahan tentang nya, yang aku sendiri tak pernah bisa menyentuh nya mulai hari ini akan di miliki orang lain, atau bahkan saat ini sedang di sentuh oleh nya? ah sial!.


dan hati yang dulu hanya milik ku, ya hanya milik ku mulai hari ini akan berganti pemilik selamanya bahkan sudah tak ada lagi yang tersisa untuk pecundang seperti ku.


bahkan saat terakhir kali nya, aku tak bisa melihat senyum terindah nya untuk ku, yang masih merindukan nya, ah sakit sekali rasa nya mungkin seperti ini sakit yang dulu dirasakan oleh nya. dan aku kini membayarnya lagi bahkan aku harus kehilangan nya selama sisa hidup ku. manusia bodoh ? itulah aku! karena sudah menghilangkan sesuatu yang paling berharga di hidupku sendiri.


senyum nya yang tergaris di kedua pipi nya yang pernah terukir saat menunggu kedatangan ku dan menyambut ku dengan penuh rindu dan kasih kini tak akan pernah ada lagi. dan akan benar-benar hilang selamanya bersama segala kenangan yang pernah ada di antara kita.


kedua bola mata yang sanggup memanah hingga menusuk jantung hati ku saat menatap ku dengan penuh tanya dan juga selalu memohon untuk sekedar lima menit lebih lama bersamanya kini juga tak akan ada lagi, dan juga berakhir dengan segala kenangan manis dan juga pasti akan menjadi genangan rindu di sudut hati ku terdalam.


rasa nya ingin sekali ku tatap kedua bola mata indah itu sekali lagi, untuk memastikan bahwa aku benar-benar telah tergantikan oleh sosoknya, namun aku justru sudah tumbang sebelum sempat melihat nya lebih dekat dengan ku, untuk menyentuh kedua tangan nya saja kini aku serasa tak sanggup."


Lamunan ku menghilang sejenak saat ponsel ku berdering beberapa kali, sejak tadi ku biarkan saja aku sudah tahu siapa yang menghubungi ku di sebrang sana sejak tadi. pasti kekasih ku. ya aku bukan tipe pria yang bisa berlama-lama sendiri aku suka di perhatikan,dan suka sekali di manja. pasti ia sudah khawatir karena aku tak menggubrisnya sejak pagi tadi, tapi mood ku saat ini sedang buruk aku tak ingin nanti hanya membuatnya malah merasa kesal dan marah ke padaku, ku biarkan saja dan akan ku hubungi kembali esok dengan beralasan bahwa aku sedang tidak sehat. karena memang fakta nya aku sedang tidak baik-baik saja saat ini.

__ADS_1


Hatiku masih terasa sakit dan juga perih saat melihat mantan kekasihku bersanding dengan orang lain. aku memang egois setidak nya aku tak ingin di ganggu malam ini. karena aku benar-benar ingin menikmati kesakitan ku untuk yang terakhir kali.


padahal kami sudah sepakat untuk sama-sama saling mendoakan, namun ternyata masih sama saja aku masih belum rela dan belum bisa menerima dengan hati terbuka saat melihatnya bersama dengan bahagia dan bersama orang lain bukan diriku. yang selama ini pernah merajut masa depan bersama namun memang aku lah dari awal yang merobek rajutan yang dengan susah di rajut bersama, namun aku malah membakar nya dengan dusta seketika.


__ADS_2