
"seandainya boleh meminta bisakah bertahan sedikit lagi, lalu ajari aku kuat seperti mu dan melangkah maju tanpa ragu."
🌻🌻🌻🌻
Sinar matahari menyeruak sebuah dinding dengan latar putih polos dan beberapa warna Biru cerah membuat nya menggeliat dan seketika membuka kedua mata nya dengan sesekali terpejam kembali, enggan sekali beranjak entah mengapa rasa nya sangat nyaman rasanya sudah lama sekali tak merasakan nyaman senyaman saat ini hingga enggan terbangun dari tidur nya."apakah aku sedang bermimpi lagi?"ucap nya dengan perlahan.
"kau tidak sedang bermimpi sayang, bangun lah ini sudah siang, aku ingin bangun sejak tadi tapi kau selalu menahan ku kenapa apakah ada sesuatu yang buruk terjadi? kita akan bertemu ayah mu kan hari ini ayo kita bersiap.?" ucap Ferdi lembut dan masih membiarkan Fara memeluk nya dan sesekali ia mengusap ujung rambut nya.
Ferdi merasa Fara tidak sedang baik-baik saja sejak semalam, entah lah meski Fara seperti enggan berkata dan bercerita kepada nya namun ia menyadari dengan benar bahwa Fara memang sedang tidak baik-baik saja. oleh sebab itu ia tak ingin semakin membuat nya gelisah dengan terus bertanya kepada nya perihal masalah nya.
"hoaamm" Fara menguap dengan menggeliat dan tak lama kemudian kedua mata nya terbuka dengan sadar sepenuh nya, saat menatap Ferdi yang tengah sibuk dengan ujung kepala nya dengan sayang lekas ia bangkit dan bersandar pada ranjang.
"hai selamat pagi,"ucap nya dengan tersenyum dan sesekali menguap lagi.
"pagi sayang" jawab nya dengan lembut.
"ayo kita harus bersiap."ucap Ferdi.
"kemana?"tanya nya dengan masih malas.
"loh kan semalam kamu sendiri yang bilang akan mengunjungi ayah mu, kamu gak lupa kan?"tanya nya.
"ah iya, ayah lagi di luar kota jadi kita batal bertemu ayah."ucap nya.
"oooooooooo lalu dari mana kamu tahu ayah tidak ada?"tanya nya lagi.
"kak Ken yang memberi tahu ku semalam, dan kami sedikit bertengkar, dan itu lah mengapa aku memutuskan untuk kesini saja bersama mu."ucap nya lagi.
"oh iya bagaimana cara mu masuk semalam? seingat ku aku sudah mengunci pintu."ucap Ferdi dengan Heran.
__ADS_1
"dengan ini."ucap nya dengan meraih satu kunci dari saku baju nya.
"huh dasar nakal ya! kalau buk Sri tahu kamu bisa di ceramah i nya habis-habis an tahu."ucap Ferdi dengan menoel hidung mancung nya.
"tidak akan, selagi kamu tidak memberitahu nya."ucap nya dengan tersenyum.
"sejak kapan kamu membawa nya? aku jadi merasa takut di dalam rumah sendirian."ucap nya dengan tertawa pelan.
"hihi sejak kemarin, saat buk Sri memberikan kunci ini pada ku, sebelum ku kembalikan aku mengambil nya satu tanpa memberi tahu nya."ucap nya lagi dengan tersenyum.
*****
Sementara Ken yang sudah rapi dan siap akan pergi ke kantor nya, merasa heran kenapa Fara tidak juga keluar dari kamar nya bahkan dia biasanya sudah sibuk membuat sarapan tapi saat ini seperti tidak ada pergerakan sama sekali membuatnya seketi khawatir, dan segera menuju kamar nya, dan memeriksa nya alangkah terkejut nya ketika mendapati tak ada fara di sana. dengan reflek ia menarik ponsel di saku nya dan segera menghubungi Fara namun tidak ada jawaban sama sekali,"ah sial! kemana kamu Fara sejak kapan dia pergi?." batin nya dengan kesal , setelah itu ia mencoba memeriksa cctv di sekita rumah nya dan benar saja ia mendapati Fara tengah keluar rumah tadi malam ."Ais kemana dia malam-malam pergi ?"ucap nya dengan sedikit panik.
"halo sayang kenapa?"ucap Jasmin.
"belum,sepertinya aku harus ini tidak ke kantor dulu aku sedikit tidak enak badan rasanya sakit semua tubuh ku, aku i zin dulu ya sayang."ucap nya terdengar lembut.
"aku akan sampai lima menit lagi."ucap nya dengan menutup panggilan nya.
sedangkan Jasmin bum selesai bicara namun sudah di matikan oleh Ken.
Tak lama kemudian, Ken sampai di apartemen Jasmin dan segera membuka pintu itu tentu saja Ken tahu kode nya karena beberapa kali ia sempat mampir kesana dan juga istirahat di sana.
saat pintu itu sudah terbuka segera ia mencari keberadaan Jasmin yang rupanya masih berselimut tebal di kasur nya.
"sayang kenapa?"tanya Ken dengan memeriksa suhu tubuhnya.
"aku hanya kelelahan, setelah istirahat aku akan membaik tidak apa-apa sayang."ucap Jasmin dengan tersenyum.
__ADS_1
"maaf ya sayang, gara-gara gantiin aku pasti kemarin gak sempet istirahat aku udah mendingan malah gantian kamu yang sakit."ucap Ken dengan rasa bersalah.
"gak papa, itu kan memang sudah tugas ku sayang mengantikan mu jika memang sedang tidak bisa, kan memang sedang gak bisa kemarin ITS oke kok."ucap nya dengan mengusap pelan lengan Ken, agar sedikit tenang.
"ke rumah sakit aja yok? aku gak tenang juga kalau ninggalin kamu sendirian kek gini mana kerjaan numpuk banget kan di kantor?"ucap Ken.
"gak usah gak papa ini cuma demam biasa kok, setalah istirahat dan minum obat nanti juga pulih sayang, kamu segera ke kantor aja gih Memang banyak kerjaan banget dan kantor butuh kamu banget, aku gak papa sungguh "ucap jamin lagi meyakin kan.
"ya sudah kalau begitu kamu istirahat ya, setelah urusan kantor selesai aku segera kesini okey?"ucap Ken lagi.
"oke sayang hari-hati." ucap Jasmin tersenyum.
Kemudian Ken berlalu dan segera ke kantor nya, dan ia teringat Fara yang menghilang entah kemana.
kemudian dia mencoba menghubunginya sekali lagi, dan masih sama tidak ada jawaban dari nya. Ken segera membereskan kerjaan nya dengan cepat ingin sekali segera pulang dan melihat apakah Fara sudah kembali atau belum dan saat ini jasmin juga sedang sakit. "ah kenapa mesti bareng-bareng sih kalian."batin Ken dengan kesal.
****
"ehem"Fara berdehem saat kedua nya terlalu larut dalam diam.
"iya sayang kenapa?"tanya Ken segera menghadap nya.
"makasih ya, sudah mem bersama i selama ini selalu menerima ku apa pun kondisi ku, maaf ya masih suka nyusahin nyakitin juga."ucap nya dengan menunduk ia menyadari kesalahan nya.
"kenapa berbicara begitu? aku gak suka asal selalu ada kamu di sisiku aku akan selalu baik-baik saja tak perlu berterimakasih."ucap Ferdi dengan tersenyum.
"terus seperti ini dan bantu aku untuk bisa terus di sisimu ya?"ucap Fara lagi.
"dengan senang hati sayang."ucap Ferdi lagi dengan tersenyum lebar.
__ADS_1