
"biarkan saja menganga, jangan coba paksa pulih terlalu dini. mungkin suatu hari akan terasa, betapa luar biasa merindui yang telah melukai"
💮💮💮
Rintikan air seperti masih enggan berlalu, hawa dingin masih terasa seperti menusuk, hingga membuat bergidik berkali kali.
masih enggan terbangun dari ranjangnya, yang terasa sangat begitu longgar, karena ia masih sendirian.
mencoba melirik jam dinding di tepi kamar,sudah pukul delapan pagi, perutnya pun sudah berkali kali bersuara minta di isi.
akhirnya dengan malas, Ibra menyibakkan selimut yang menempel pada tubuhnya. kemudian berjalan keluar kamar, mematikan lampu di didepan teras,menyibakkan tirai jendelanya,kemudian dilanjutkan mencuci wajahnya.
setelahnya, ia menghidupkan kompor apinya,memasak sedikit air, karena hujan masih belum Juga reda, ia membuat secangkir kopi hitam, dan mengambil sehelai roti selai di lemari dapurnya.
karena perutnya sudah berdemo sedari tadi, cuaca di luar masih hujan, dengan menikmati secangkir kopi hitam,ia menekan tombol on pada remote tv nya.
Ibra Maulana, itu lah namanya.
pria dewasa, yang hidup sebatang kara, dirumah peninggalan orang tua nya.
sudah lima tahun lamanya, ia hidup seorang diri, kedua orang tuanya, sudah meninggal lama. dia tiga bersaudara, sedangkan kakak dan adiknya, sudah menikah. keduanya ikut bersama suami mereka masing masing.
itulah mengapa ia seorang diri, dulu sebelum ibunya meninggal,ia hidup berdua bersama ibunya tercinta. ayah nya meninggal terlebih dulu karena sakit. dan setelah lima tahun berlalu, ternyata ibunya menyusul ayah nya, pergi meninggalkan nya untuk selamanya.
hingga saat ini, tak terasa sudah lima tahun berlalu, ia hidup seorang diri.
__ADS_1
mengapa tak mencari pendamping?,bukan tak ingin mencari, ia sudah pernah memiliki tambatan hati, namun pada saat detik detik pernikahan nya, kekasihnya memutus tali kasih keduanya. entah karena apa, kekasih nya itu memutuskan hubungan dengannya, dan menikah dengan pria lain yang ternyata adalah mantan kekasihnya yang dahulu.
beberapa orang pernah berkata "jangan pernah mencoba memulai suatu hubungan,dengan wanita yang belum selesai dengan masa lalunya", mungkin, ini salah satunya. menurutku tidak hanya wanita,lelaki juga harus mengakhiri masa lalunya jika ia ingin memulai dengan wanita lain iya kan ?, apa beda nya keduanya?, Sama sama memiliki hati yang tak ingin tersakiti kan?,pada intinya.
ya,dua tahun lalu tepatnya, saat tiba tiba orang tua dari kekasihnya menemuinya,memintanya untuk mempercepat tanggal pernikahannya. ia terkejut sekaligus bingung saat itu, namun ia menyetujuinya. akan tetapi, beberapa hari setelahnya, seminggu kemudian tepatnya, kedua orang tua kekasihnya datang kembali, bukan ingin membicarakan perihal pernikahannya, ternyata ia ingin mengembalikan cincin pertunangan mereka. betapa hancur nya ia saat itu. iya tak mengerti apa yang telah ia lakukan, hingga membuatnya di tinggalkan. padahal,ia sudah berbahagia saat itu, karena tak lama lagi, akan ada yang menemani nya setiap hari. namun secara tiba tiba, berita menyakitkan itu disampaikan langsung oleh orang tua kekasihnya. yang membuatnya terdiam seketika.
namun, ia mencoba tetap tegar.karena ia tak memiliki siapa siapa lagi,kalau bukan dirinya sendiri ,siapa lagi yang akan menguat kan nya.
padahal , saat itu Ibra baru saja pulang dari rumah sakit, karena ia baru saja menjalani operasi kecil pada lehernya, terdapat benjolan pada lehernya, yang menurut dokter harus segera di buang, jika tidak akan beresiko menjadi tumor. alih alih menjenguk,kekasihnya justru mengirim orang tuanya untuk mengakhiri hubungannya.
lengkap sudah sakit nya, padahal ia tak pernah memaksa kekasihnya untuk menerima dirinya,ia sendiri yang memastikan,bahwa kekasihnya bersedia menjadi pendamping hidupnya.tapi ternyata takdir berencana lain,membuatnya kehilangan sekali lagi.
lamban laun, ia melupakan semua tentang luka di hatinya. beberapa wanita sempat menjalin kasih dengan nya, namun dari beberapa itu, belum ada yang ingin dipinang secara serius olehnya.
Ibra mengingatnya, siapa ya? karena menggunakan masker dan juga kaca mata, ia masih belum mengenalinya. saat sudah sampai dirumahnya Ibra teringat, bahwa remaja SMA tadi adalah anak kecil yang dulu selalu memanggil manggil namanya, saat dirinya melintas di jalan atau dimanapun.
"sudah remaja ternyata"batin nya.
dan akhirnya, dari situlah ia dan Nisa mulai berkomunikasi.
awalnya, Ibra hanya iseng saja, namun setelah beberapa lama, ia merasa nyaman bersamanya.
dimatanya, Nisa sosok yang ceria,ramah,humoris dan tomboy sekali. dirinya sendiri menyaksikan bagaimana Nisa berkendara menggunakan motornya. tidak terlihat anggun nan santai,malah sebaliknya.
kelihatannya Nisa juga enerjik tapi pemalu dimatanya.
__ADS_1
ia juga beberapa kali, bertemu dengan Nisa bersama seorang pria disebelahnya. mungkin itu kekasihnya.
dan sampai lah hubungannya dengan Nisa, pada tahap ini.
ia hanya berharap, kali ini tak akan kecewa lagi. karena dia menyadari, bahwa dia bukan lagi pria ABG, yang hanya sekedar memacari wanitanya saja.
sejauh ini,ia tak melihat ada nya tanda tanda akan kepergiannya, ia juga berusaha meyakinkan Nisa tentang kesungguhannya. karena menurutnya , Nisa tipikal wanita yang posesif perihal hati . terlihat juga kedewasaan pada dirinya, yang membuat Ibra merasa semakin yakin,untuk melanjutkan hubungannya ketahap yang lebih serius.
namun menurutnya, Nisa adalah wanita yang tak bisa di tebak, tidak punya pendirian yang kuat . karena mood nya yang tadinya manis,bisa tiba tiba berubah seribu persen.
namun, ia menyadari di usianya yang masih muda, hal seperti itu sangat wajar dan lumrah terjadi. ia menanggapinya dengan enteng saja. sayangnya, ia bukan tipe pria yang pandai berkata .untuk sekedar merayu saja, ia tak memiliki keberanian.
padahal, wanita akan sangat bahagia,dan bangga kan, ketika sedang dirayu oleh pria nya?,
tak ingin kehilangan lagi, sebisa mungkin Ibra menjaga, dan berusaha sebisanya.
nyatanya,dia hanyalah pria dewasa,yang tak berpengalaman perihal cinta,kadang kadang, ia merasa lucu dan kikuk, ketika harus mengimbangi Nisa yang masih suka bermain manja, dan hanya sekedar mengungkapkan rasa cintanya. ya ia berharap, Nisa mencintainya dengan tulus, tak ingin terluka lagi, dan tak ingin gagal lagi.
ia ingin Nisa lah, wanita terakhir di sisa hidupnya, dan menemaninya hingga tua nanti, bahkan setelah keabadian.
sejauh ini, hatinya kembali berdesir ,setelah sekian lama. Nisa mampu membuatnya kembali merasa, bahkan dengan kekonyolan nya saja , terkadang bisa membuatnya salah tingkah seketika. ia merasa bahagia, setidaknya untuk saat ini, ada tujuan dan arah kemana dia harus pergi dan kembali.
ia merasa, seperti setengah dari hidupnya yang pernah hilang, seolah olah kembali melengkapi hari harinya saat ini,
"semoga ini selamanya, hingga nanti saatnya telah tiba" batin nya dalam hati. ketika teringat tentang gadis kecilnya Nisa.
__ADS_1