Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
lagi lagi ku jatuh cinta


__ADS_3

"aku tak mahir perihal cinta,namun saat bersama mu,ku temukan begitu banyak rasa.sekali ini saja,aku tak ingin kembali merasa"


🍃🍃🍃🍃


Ku tatap wajah nya yang polos,tanpa make up. kulit wajah nya yang halus bersih,bibir mungil nya yang berwarna pink,dan rambut panjang nya,yang sedikit berantakan,membuat nya terlihat sangat menggemaskan.


Dia memang tak pandai berdandan,tapi aku suka.entah berapa kali,aku di buat nya jantung cinta berkali-kali.aku sudah terbiasa dengan ocehan nya kini,saat tak mendengar suara milik nya sehari saja,sudah membuat ku merindukan nya.


Perhatian,penuh kasih sayang,dia begitu baik,dan sempurna di mata ku.tak ada bagian dari diri nya, yang tak ku sukai,beruntung nya aku,karena menemukan nya saat sedang terluka,dengan senang hati aku akan mengobati luka nya,hingga membuat nya tak akan lagi ingin mengingat kesakitan nya.saat melihatnya terluka,dan menangis,membuat dada ku terasa sesak juga,apa lagi karena pria lain.


Aku tak memaksanya melupakan,aku ingin dia melupakan dengan sendiri nya,aku ingin membuatnya bahagia,agar tak ada lagi sisa rasa untuk mantan kekasihnya,yang membuatnya terluka.sepertinya,luka nya sangat dalam,dan dapat kulihat bagaimana besarnya,rasa nya untuk mantan kekasihnya itu,dari sudut matanya yang basah,dapat ku mengerti,aku juga pernah di khianati,aku juga pernah terluka sebab cinta,namun ku rasa,tak sedalam yang ia rasakan.karena hanya dengan mengingat nama nya saja,dia sudah berkaca-kaca,dan dapat kulihat bagaimana ia menahan rasa sakitnya.


Meski tak dapat ku pungkiri,aku merasa cemburu saat rasanya,belum sepenuhnya untuk ku,tapi setelah ku dengar kejujurannya,aku bahagia.setidaknya,ia dengan berani mengungkapkan isi hati nya,yang ku tahu tidak mudah untuk nya.dan yang paling penting,saat ini dia milik ku,meski belum sepenuh nya,tapi akan ku pastikan,aku akan memilikinya,hati,jiwa,dan raga nya.


****


Mata ku masih enggan terlelap,meski sudah ku paksakan untuk terlelap.aku merasa gelisah,tubuh ku tak lagi kurasa panas,karena sudah ku minum obat yang di berikan Nisa pada ku.hanya masih terasa sedikit lemas,dan terasa pegal di seluruh tubuh ku.kurasa,aku kelelahan,karena beberapa hari ini,aku bekerja terlalu larut,dan banyak sekali mengurus berkas-berkas untuk keperluan bisnis ku. Nisa tak tahu apapun tentang pekerjaan ku,aku juga tak pernah bercerita,ia juga tak pernah bertanya,aku selalu berkunjung saat malam hari,mungkin dia mengira ku pengangguran.tapi aku bahagia,dia tetap menerima ku dengan senang hati,meski yang ia tahu aku pengangguran.


Nisa beranjak dari pelukan ku,masih ku pandangi wajahnya hingga kini,aku yang terlanjur tak bisa tidur,sepertinya akan terjaga hingga pagi. Nisa beralih memeluk guling kesayangan nya,dan beranjak dari lengan ku,yang ku jadikan bantal nya saat tertidur tadi,dia berkeringat,"apakah dia masih ke panasan?"pikir ku,aku melihatnya meletak kan remote AC di atas lemari,saat akan tidur,aku bangkit dan meraih remote itu,ku naikan sedikit suhu dingin nya,kemudian kembali ku letakkan di atas lemari,dan kembali menghampiri nya.


Nisa berbalik menghadap ku,dapat ku rasakan hembusan nafasnya dengan lembut,dia menggeliat lagi,menutup bibirnya dengan tangan nya,kemudian menguap,dan kemudian mata nya terbuka melihat ku,dengan mengedip kan mata nya beberapa kali."em mas,kenapa terbangun?ingin sesuatu?"tanya nya,akan bangkit dari tidur nya,namun ku tahan.aku hanya menggeleng kan kepala ku,dan masih menatap nya,"atau gak bisa tidur ya?siapa yang mengubah suhu nya?mas kedinginan ya?sebentar akan ku ganti."ucapnya,dan akan bangkit dari ranjangnya,namun ku tahan kembali,tentu saja ia merasa bingung,dan mengerut kan dahinya."tak usah lakukan apapun sayang,di sini saja,kalau aku kedinginan cukup kau hangatkan saja dengan tubuh mu"ucapku dengan tersenyum menggoda nya,dia masih belum sepenuhnya sadar,sedikit bingung dengan ucapan ku. ku tarik lembut tangan nya kedalam pelukan ku,ku kecup bibir nya yang manis sekilas,ia hanya diam saja,namun dapat kurasakan detak jantungnya berdetak dengan cepat,saat tubuhnya menempel dengan tubuhku,seketika milik ku merasa kehadirannya.


Ia tak berani menatap ku,dengan gemas aku kembali menggoda nya,entah mengapa aku sangat suka posisi ini.saat ia berhadapan dengan ku dengan dekat,dapat ku rasakan hembusan nafasnya menerpa hidung ku,ku sentuh dagu nya,dia memejamkan mata nya dengan paksa,dan tak lama lagi bibirnya yang mungil pasti akan digigit olehnya,aku tahu dia sangat gugup saat ini.tiba-tiba saja,aku teringat tentang mantan kekasihnya,"apakah dia pernah menyentuh bibir ini?"batin ku dalam hati,ah dengan cepat ku raup bibirnya cepat,namun berlahan aku tersadar dan melakukan nya dengan lembut,tak ada respon dari nya,namun tak ada juga penolakan.aku juga tak pernah berciuman dengan siapapun,dan dengan Nisa lah aku pertama melakukan nya,aku juga tidak pandai,namun dari reaksinya sepertinya aku juga orang pertama yang menyentuh nya.pikiran ku masih saja kemana-mana,ku pejamkan kedua mata ku,dengan masih Mel*mat bibir nya dengan lembut,hingga dapat ku dengar sendiri suara dari bibir kami yang sedang beradu."mmmmmm-aasssssss,Nisa gak bisa napas,"emmmmmhhh"suara nya terdengar sangat merdu di telinga ku,sampai akhirnya ku lepas bibirnya,dan ku rapat kan kedua dahi kami hingga beradu,dengan nafas yang masih memburu,dan mata masih terpejam.

__ADS_1


setelah sedikit rileks,ku tarik selimut tebal hingga menutup tubuh kami hingga ke dada,namun dia masih sangat terlihat gugup,membuat raut di wajahnya semakin menggemaskan."mas jangan menatap ku seperti itu,aku merasa seperti seorang jala** yang sedang menggoda mu"ucap nya,sambil merosot kebawah menjauh dari pandangan ku.


"tanpa menggoda sekali pun,aku sudah tergoda oleh mu sayang"ucap ku,menariknya kembali menghadap ku.


"sangat cantik"ucap ku,membenahi rambut yang menutupi kedua wajahnya.


"masssss,berhenti menggoda ku"ucapnya seperti merasa sebal karena ulahku,ku sentuh bibirnya,yang terlihat sedikit memerah, dan bengkak,karena ulah ku tadi."oh ya ampun,dia sangat manis saat sedang malu seperti ini"batin ku,tanpa sengaja tangan nya menyentuh milik ku,yang sudah terbangun sejak tadi,dan wajahnya seketika menatap ku,dengan raut wajahnya yang sulit di artikan.


meski bukan pertama kali ia menyentuhnya,namun dapat ku lihat wajah terkejut,dan panik nya.saat akan membuang tangan nya,ku tahan dan kembali ku arah kan untuk menyentuhnya dengan lembut,seketika ku pejamkan mata ku merasakan sentuhannya,"dia merindukan sentuhan mu sayang"ucap ku dengan sedikit berbisik,"emmmmhhhhh lebih cepat sedikit sayang"ucapku menikmatinya,aku segera mel*mat kembali bibirnya,saat melihat nya dengan ekspresi bingung,dapat terdengar dengan jelas kecapan kami yang beradu,kedua tangan ku sudah tak bisa diam,memainkan kedua bukit kembar nya dengan lembut,ku tarik sweater nya ke atas dan dengan berlahan ku angkat bra nya yang berwarna senada dengan sweater nya."ahhhhhhh massss"suara nya tertahan,tangan nya sudah terlepas dari milik ku,beralih memegang kepala ku.tubuhnya menggeliat tak beraturan,saat bibirku menyentuh dan menghisab kuat put**Ng nya,tangan ku yang sebelah tidak tinggal diam,kedua nya kini entah sejak kapan,menjadi favorit ku.ku rem*s dengan pelan,dan lembut,sesekali ku tekan dan ku hisab kuat.membuat nya semakin tidak karuan."masssssss.....ahhhhhhh, heee-nntiiikan."


"plop" aku melepas nya, kemudian menatap nya,yang masih terengah,dengan mata terpejam.


sementara milik ku semakin menegang,ku tatap mata nya saat terbuka."aku bisa kehilangan jantung ku mas,jangan lagi ya please"ucap nya,sambil memasang wajah nice nya.


"maaf ya,aku sudah menahan nya sejak semalam,dan bagaimana aku mengatasinya sekarang?"ucap ku sambil membawa tangan nya,untuk menyentuh milik ku kembali.


"mas boleh bawa motormu pulang?"tanya ku


"boleh,"jawabnya,


"eh,mau pulang sekarang?"


"iya,habis bagaimana?aku tidak bisa terus disini,bisa patah milik ku,tak bisa memuaskan mu nanti,bagaimana?"

__ADS_1


"masssssss,jangan lagi dong"


"serius,"


tiba-tiba saja Nisa menyentuh milik ku dan mengusap nya dengan lembut,aku memejamkan mata ku menikmatinya,tubuhnya merosot kebawah,agar lebih mudah menyentuh milik ku,"apa seperti ini?"tanya nya,dengan masih mengusap dengan perlahan."ahhhhhhhhh iya sayanggggg"


ku lihat jarinya membuka resleting celana milik ku,dengan perlahan tanpa mengentikan sentuhan nya.saat sudah terbuka ia menghentikan kegiatan nya,membuatku spontan melihat ke arah nya"kenapa berhenti?"tanya ku


"mmmassss,tidak jadi,mas boleh pulang sekarang"ucap nya sambil menelan ludah nya beberapa kali,"oh ya ampun kau terlihat sangat sexy dengan wajahmu seperti ini sayang"batin ku dalam hati.


ia segera bangkit,dan duduk,aku menyusulnya dan duduk di sebelahnya menatap wajah nya dengan menahan tawa"kenapa sayang?,kenapa berubah pikiran di saat yang tidak tepat?"tanya ku sedikit memelas.


"massssss,berhenti menggoda ku,mas sudah sehat,dan tidak demam lagi,sekarang boleh pulang."ucapnya lagi


"aku di usir nih,ceritanya kasihan sekali"ucapku.


Nisa diam saja,dan menutup wajahnya dengan kedua tangan nya,aku semakin gemas di buat nya,"iya baiklah,mas pulang sekarang"ucap ku sambil bangkit dari ranjang.


"mass"


"apa kau berubah pikiran lagi sayang?"tanya ku kegirangan.


"tidak,itu...em belum kau betul kan"ucap nya sambil menunjuk milik ku.

__ADS_1


"yah,ku pikir berubah pikiran"ucap ku sambil tersenyum,dan lagi-lagi ia menutup wajah nya.


setelah membenahi resleting,aku beranjak dan keluar,Nisa melempar kotak motornya kepada ku,"Ais tidak sopan"ucap ku sedangkan Nisa, sudah berlari ke kamar nya kembali.melihat tingkahnya,aku hanya tersenyum dengan menggelengkan kepala.


__ADS_2