
"kucoba melawan rasa yang sia, sebab ku tahu pedihnya kecewa.
kucoba mengikuti naluri akal sehat,sebab hati, dan jiwa ku, sudah tak baik baik saja, semenjak saat itu".
🌻🌻🌻
ketika masih tersimpan bayanganmu, sebisa mungkin ingin ku hempaskan, jauh tinggi di atas angkasa.
serasa percuma,namun tetap aku mencoba,lagi,lagi,dan lagi.
walau ku disini,dan engkau di sana, mengapa ku tak dapat berlalu, dari benalu yang selalu mengganggu,juga merayu ku untuk selalu teringat dirimu.
aku memang pernah bermimpi, untuk dapat bersanding dengan mu selama sisa hidupku.
aku juga telah berjanji,pada diri ini akan selalu mencinta walau apa sebabnya.
jadi hari ini apa? sebuah harapan yang terwujud? atau sebuah kutukan terburuk?
hai kau yang di sana, tiba tiba merindukan seseorang yang membuat kita jatuh cinta sekaligus terluka itu sakit ya?
apa yang dirindu,juga akan mengingatkan tentang luka nya kan?
kau tahu tidak?
Sebenarnya aku sudah sedikit bisa melupakanmu,
ternyata benar,bersama orang baru bisa membuat sedikit terlupa tentang luka, pantas saja kau selalu melupakan ku, saat bersama orang baru.
aku juga begitu, saat bersamanya hari hari ku menyenangkan. dia bisa buat tertawa ku tak beraturan, alias dia bisa membuat jiwa yang asli dalam diriku keluar dengan tanpa sadar. aku bisa tertawa lepas,dan jiwa preman yang sering kau katakan itu,keluar dengan sendirinya.
aku bahagia,dia memahami ku, tidak pernah meminta sisi terbaik ku,dia bangga dengan sisi gelap ku.
em gak yakin sepenuhnya sih,tapi dia tidak pernah meminta ku bersikap baik sih, atau mungkin belum saja? aku tak tahu, setidak untuk saat ini, aku happy saja lah karena dia menerima ku dengan baik.
__ADS_1
harusnya ini sudah cukupkan, sudah banyak waktu yang tersita, segalanya hanya tentang dirimu.
aku sendiri merasa bosan,oleh karena itu,sebenarnya mengingat tentang dirimu, membuat ku merasa marah.
sebenarnya segila itu kan dirimu? Ais aku benar benar muak, segala hal tentang dirimu ingin segera ku lupakan selalu.
tapi masih saja, kau selalu saja hadir dimana aku meninggalkan tentang mu.
kau kan sudah bahagia, bisakah kau biarkan aku tak lagi mengingat tentang mu?
lagi lagi,tentang dirimu. ohhhh hati kecil ku tersayang, mengapa enggan sekali kau melupakan. kau tahu dan paham dengan betul, mengapa kau masih saja setia. setia pada orang yang salah itu tak akan baik, ohh hati ku sayang, jangan buang buang waktu mu untuk orang yang sama sekali tak memelukmu dengan indah.
ayolah! kita bisa, kita akan hadapi dunia baru kita bersama sama. tapi tolong dong,jangan kau ingat ingat tentang dia telah mengkhianati,berlalu pergi,dan menyakiti.
melupakan itu tak akan bisa,kalau hanya raga ini saja,kau hati juga harus bekerja, cintailah penghuni baru mu, bantulah ia sedang berusaha keras meluluh kan kamu.
coba untuk kali ini saja, jangan lagi kau mengingatnya,buang dia jauh jauh dari dasar mu,hempaskan biarkan dia menghilang.
Nisa menulis dengan penuh emosi,setelahnya ia gulung kertas diary nya, ia masukan kedalam botol plastik.
ia ingin membuang nya jauh jauh, berharap setelah ini tak ada lagi ingatannya tentang dia yang melukainya.
Nisa kemudian memasukan botol itu kedalam Hoodie panjangnya,
kemudian ia mengendarai motornya, keluar halaman rumah dan pergi dengan santai, sesekali menikmati sore nya, sampailah ia dimana tempat yang ia tuju.
Nisa mematikan motornya, kemudian berjalan menuju jembatan panjang yang sepi, dengan berpegangan pada tiang jembatan itu, Nisa mengeluarkan botol yang ia kemas dari rumahnya. dengan menarik napas nya dalam dalam ,dan memejamkan matanya, Nisa melempar botol dairy nya dengan sangat kuat. sesaat kemudian, matanya terbuka, dan melihat botol itu nampak terombang ambing air di dasaran. ia memandang langit yang mulai menguning jingga, sesekali berharap, meski hanya tampak seperti bintang di langit, tak apa, setidaknya ia masih berusaha, untuk dirinya sendiri saat ini.
hatinya merasa puas kali ini. sambil tersenyum, ia berharap tak akan lagi ada drama air mata setelah ini. hati nya harus siap, merelakan yang telah pergi. dan harus kembali menata ruang di hatinya, sebab, kehidupan masih tetap berjalan, dan harapan, dan impian, sudah menanti di depan mata kita.
tak ada alasan untuk tetap menanti,setia itu baik.namun beberapa hal,terkadang mengharuskan untuk berpindah dan berlalu.
setelah beberapa saat, Nisa kembali mengendarai sepeda motornya, sambil bersiul siul kecil, mengikuti kicauan burung yang sepertinya akan pulang kerumah mereka.
__ADS_1
senja sudah terlihat dengan apik, kilauan oranye terlihat sangat terang di ufuk barat sana.
dengan bergegas, Nisa melajukan sepeda motornya, karena senja semakin menurun, bertanda sebentar lagi terdengar kumandang adzan magrib.
setalah beberapa saat, Nisa Samapi kembali kerumahnya.
"loh kamu dari mana ndok?" tanya ayah Nisa.
"jalan jalan sore ya, mumpung sepi, gak ada debu."jawab Nisa sambil nyengir . kemudian melanjutkan memasuk kan sepeda motornya kedalam bagasinya.
"walah tumben,ada angin apa ? biasanya juga cuma disuruh beli apa ke warung aja gak mau"ucap ayah lagi .
"hehe kan tadi udah bilang, ayah ku yang baik hati dan tidak sombong. kalau hari ini, cuaca sedang bagus,tidak ada mobil, dan hanya beberapa sepeda motor saja, yang berlalu lalang sore an ini, jadi Nisa tertarik untuk sekedar jalan jalan saja, sambil menjepret senja." jawab Nisa sambil memasuk i rumahnya,kemudian menutup beberapa jendela yang masih terbuka.
"ya sudah lah terserah kau saja, asal jangan macam macam saja" jawab ayah kemudian.
"eh eh emang anakmu yang baik hati ini, pernah berbuat macam macam apa?"protes Nisa pada ayahnya tak terima.
"mana ayah tahu, ayah kan hanya mengingatkan dan berjaga jaga saja."jawab ayah kemudian menutup pintu dan berjalan kebelakang .
Nisa hanya manyun saja mendengar ucapannya ayahnya, kemudian mengikuti ayahnya berjalan dibelakang nya .
tak lama kemudian,suara adzan terdengar, Nisa ingin masuk kekamar nya.
"magrib magrib mbok Yo duduk disini to ndok, sambil dengerin adzan itu, magrib magrib kok malah masuk kamar." ucap ibu Nisa kemudian.
"iya Bu sebentar, Nisa mau ambil ikat rambut doang kok. tali rambut Nisa patah nih, nanti malah basah kedepan semua kalau buat wudhu", jelas Nisa pada ibunya.
"oooooo ya sudah baik lah",jawab ibu Nisa kemudian.
setelah adzan selesai, ayah berdiri lebih dulu mengambil air wudhu, di lanjutkan ibu menyusul, dan di ikuti dengan Nisa.
ketiganya melaksanakan ibadah bersama sama.
__ADS_1