Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
luka aku sudah tak apa


__ADS_3

"jika saja luka ku tak ku biarkan terlalu menganga mungkin aku akan kembali dengan mudah namun semua yang terjadi membuat semakin terasa perih dan juga sakit."


tujuh tahun berlalu............................


🌻🌻🌻🌻


"ibu..... hari ini aku dapat PR dari Bu guru untuk menghias bersama ibu dan ayah."ucap seorang anak kecil yang terlihat menggemaskan.


"oh iya? coba lihat ?"ucap nya menyabut ukuran tangan nya.


"ini Bu, bagus tidak aku suka warna merah Bu kata Bu guru merah itu pemberani, putih itu suci , seperti bendera merah putih."ucap nya lagi.


"ah kau manis sekali sayang."ucap nya dengan gemas.


Saat sedang berbincang dengan nya, terdengar suara ketukan dari luar dan juga salam.


"assalamualaikum"ucap nya dengan pelan.


"wa'alaikum salam, ayah ...hore ayah sudah datang..."ucap nya dengan girang dan berlari memeluk ayah nya.


"Abi, ayah masih kotor sayang biar kan ayah mandi dulu nanti kita tunggu ayah di ruang tengah oke?"ucap nya.


"okey Bu."jawab nya sambil berlari.


sepasang mata yang memperhatikan ibu dan anak itu hanya tersenyum saja dan menunggu tindakan dari nya, "sini mas biar ku bantu, mas mandi saja dulu akan ku siap kan makan malam mu."ucap nya.


"terimakasih sayang,"ucap nya dengan lembut dan mengecup sekilas ujung rambut istrinya.


Waktu begitu cepat berlalu dan juga tanpa terasa Nisa dan juga Ibra sudah berganti peran menjadi sepasang ayah dan ibu untuk anak mereka Abidzar Maulana. yang kini sudah mulai tumbuh dengan aktif dan juga sedang masa pertumbuhan sehingga selalu bertanya banyak hal kepada ayah dan ibu nya.


Nisa sangat merasa bahagia, dia bisa mendapat kan malaikat kecil untuk penyejuk dan sekaligus penghangat untuk keluarga kecil nya, Abidzar sangat aktif bahkan terlalu aktif untuk anak seusianya, pandai bergaul dengan teman sebaya nya dan suka bercerita dengan ria membuat rasa lelah yang dirasakan oleh Ibra dan juga Nisa hilang seketika begitu melihat tingkah dan juga berbagai aktifitas nya.


Bahkan saat ini Abidzar sudah di masuk kan ke sekolah grup oleh Nisa karena menurutnya dia sangat aktif dan suka sekali mengeksplor dunia luar selain tempat tinggal di sekitarnya, tak terasa tujuh tahun sudah pernikahan nya dengan Ibra yang jika di ingat masih terasa baru beberapa bulan kemarin, namun ternyata sudah tujuh tahun saja.


Setelah menyiap kan air hangat dan juga makan malam untuk Ibra, Nisa segera memasuki kamar Abidzar, dan ternyata saat di lihat nya anak yang menggemaskan itu sudah tertidur di atas meja belajar nya, dia menatap nya dengan tersenyum di lihat nya ternyata dia sedang menggambar kartun kesayangan nya, entah apa nama nya Nisa tak tahu memang saat sedang memainkan iPad nya Abi selalu bercerita kepada nya namun ia hanya mengangguk dan mengiyakan saja selagi itu tidak berbahaya untuk usia nya.

__ADS_1


Setelah memindah kan Abi kedalam ranjang nya, Nisa segera membereskan mainan yang terlihat berantakan dan juga bertebaran tadinya dia berniat mengajak Abi membereskan nya terlebih dahulu, namun ternyata malah sudah tertidur ia memahami karena tadi siang Memnag tidak tidur siang, sehingga masih jam tujuh malam Abi sudah tertidur dengan pulas Bahakan tanpa sentuhan dari kedua tangan nya. padahal biasanya Abi akan merasa kesulitan jika tidak tidak ada dirinya saat akan tidur karena sudah terlalu lelah dan juga mengantuk mungkin itu lah Abi bisa tertidur sambil memegang alat tulis nya.


Setelah membereskan kamar Abi Nisa segera menemui Ibra yang sedang mandi di kamar dan segera menyiap kan baju ganti untuk nya, tak lama kemudian Ibra keluar dari kamar mandi dan sudah terlihat lebih segar.


"sudah mandi nya?"ucap Nisa sambil menutup pintu lemari.


"sudah sayang,"ucap nya dengan memeluk Nisa dari belakang.


"pakai baju mu kita makan ya, aku tunggu di meja makan."ucap Nisa dengan menoel hidung nya yang panjang dan beranjak pergi, namun Ibra menahan nya."apa hum?"tanya Nisa akhirnya.


"bagaimana jika aku ingin memakan mu lebih dulu?"ucap nya dengan menarik nya dan terduduk di atas pangkuan nya.


"mas sudah mandi dan baru semalam, mas sudah ingin lagi?"ucap Nisa dengan mengibas kan rambut Ibra yang masih basah.


"tak masalah, nanti bisa mandi lagi malah aku ingin di mandikan oleh mu sayang."ucap nya dengan sudah mengecup leher jenjang nya.


"nanti perut mu sakit maaaas ah- jika tida aak makan dulu ahhhh..."ucap nya, mulai tidak teratur karena Ibra sudah memainkan milik nya dengan lambat namun membuat nya seketika merasa seperti tersengat aliran listrik.


Bahkan kedua dada nya sudah terlihat dengan jelas dan entah sudah di lempar kemana bra nya,"aku sangat suka saat melihat mu memakai ini sayang, sangat menggoda dan juga sexy"ucap nya dengan melepas kimono yang di pakai nya, Nisa tadi nya sedang mandi namun Abi berteriak membuat nya terkejut sehingga dia hanya memakai kimono dan dililit Kanya dengan segera ke tubuh nya. oh iya Nisa baru teringat jika dia memang belum sempat memakai dalam an nya, karena mendengar teriakan Abi tadi saat dia sedang mandi pantas saja Ibra dengan mudah menyentuh bagian sensitif nya.


"ahhhhh jangan di gigit masss ih perih ahhhhhh" mendengar nya Ibra justru tersenyum,"maaf sayang,"ucap nya dengan menarik dagu nya dan di kecup kembali bibir yang terus membuat nya menggila.


"ssssssshhhhhttt ahhhhhh massss pelan."ucap nya saat Ibra mulai bergerak di atas nya dengan pelan awal nya namun semakin lama semakin cepat, membuat nya benar-benar melayang Bahkan bibir nya tak berhenti dan menyesap kedua pa*u**ra dengan keras membuat nya tak berhenti melenguh, Ibra terus menyesap dengan rakus dan juga sesekali menekan ujung nya dengan lidah nya membuat nya semakin tidak karuan.


kedua jari-jemarinya sudah meremas rambut Ibra karena merasakan sensasi yang telah Ibra laku kan, dan tak lama kemudian Ibra berhenti dan melepas bibir nya, "plop" terlepas lah pa**dara nya dari dalam mulut nya.


"di atas sayang."ucap nya, dengan parau dan tak sabaran. segera saja Nisa beranjak dan mengikuti perintah Ibra, dengan segera ia memposisikan milik nya dengan benar,"ahhhhhhhhhhhhhhh" erang kedua nya saat milik nya kembali beradu.


"bergerak lah sayang ahhhhhh"ucap Ibra dengan meremas kedua pa**dara Nisa dengan bergantian,sementara Nisa menikmati dengan bergerak pelan dan teratur namun Ibra tak sabaran"ahhhhhh cepat sedikit sayang"membuat Nisa tersenyum seketika,"aku sangat suka melihat ekspresi mu saat ini mas ahhhhh"ucap Nisa dengan semakin cepat bergerak di atas nya.


"aaaaaahhhhh masssss,"


"jangan di gigit sayang, bis patahhhh ahhhh"ucap Ibra saat milik nya terasa di gigit dengan kuat di bawah sana.


"ahhhhh masssss aku sudah ...hampir sam....ahhhhh,"ucap Nisa tak Sampai,

__ADS_1


"bersama sayang,"


"ahhhhhhhhhhhhhhh" ucap kedua nya setelah sama-sama Sampai pada kenikmatan nya masing-masing.


Ibra mengecup ujung kepala Nisa berkali-kali dan membawa nya dalam dekapan nya kemudian menutup tubuh nya dan juga tubuh Nisa dengan selimut tebal, dan melirik suhu AC milik nya yang terasa panas namun ternyata sudah di suhu yang biasa di pakai kedua nya.


"kenapa milik mu semakin menggigit sayang hum? aku jadi terus menginginkan mu."ucap Ibra seketika membuat Nisa menghadap nya dengan heran,"mas ah, aku tidak tahu itu."ucap nya dengan kembali menyembunyikan wajah nya dalam ketiak nya.


"kenapa malu hum? mas serius semakin kesini semakin pintar ya? belajar dari mana hum?"tanya nya dengan senyum menggoda.


"mas ah kau ini, aku harus jawab apa? aku juga tidak belajar aku hanya menuruti naluri saja, itu kan kata mu?"ucap nya dengan mengecup singkat bibir Ibra agar segera berhenti bertanya yang membuat nya malu seketika.


"kemana?"tanya saat Nisa beranjak dari dekapan nya.


"mandi, aku juga lapar."ucap nya dengan cemberut,"kamu selalu saja membuat ku kelaparan mas bahkan saat ini."ucap nya dengan wajah mengemas kan menurut Ibra.


"maaf sayang,,,, aku tidak bermaksud begitu, tapi kau suka kan hum?"jawab nya dengan menyusul dan menghampiri Nisa serta mengecup nya beberapa kali lagi kemudian di benarkan nya anak rambut yang menutupi kedua mata nya.


"mas........."panggil nya dan lebih terdengar merengek ,"iyaaaa sayang...."jawab nya dengan memasang wajah menyebal kan untuk Nisa.


"Ais terserah ah aku makan saja."ucap nya dengan berlalu.


"loh gak jadi mandi?"ucap nya dengan menahan tawa nya. kemudian menyusul mengekor di belakang nya, entah mengapa Ibra sangat suka sekali menggoda Nisa, semakin Nisa kesal semakin terlihat manis wajah nya, itu yang Ibra suka "maaf sayang..... jangan marah dong."ucap nya dengan memeluk nya dari belakang, sedang kan Nisa sibuk mengambil nasi dan menaruh nya kedalam piring.


"aku tidak akan kenyang hanya dengan mendengar godaan mu itu mas,"ucap nya dengan berbalik menyuapi Ibra dan Ibra selalu suka meski sedang marah sekalipun Nisa tetap saja selalu manis dalam setiap tindakan nya.


"sayang?"


"hum apa lagi mas?"


"sekali lagi yok?"


"apa?"


"

__ADS_1


__ADS_2