Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
teror mantan


__ADS_3

"mendamba dan mencinta, jaraknya hanya se benang saja ketika obsesi menjadi juaranya."


🌻🌻🌻


Suara jangkrik terdengar seperti merengek jam sudah menunjukan pukul 10 malam. matanya masih enggan terpejam, hanya berguling ke kanan dan ke kiri, sedetik kemudian meraih ponselnya membuka layar nya kemudian ia matikan lalu ia hidupkan lagi ada yang di tunggunya namun sepertinya akan sia-sia.


ia menghela napas nya yang berat, kantuk sudah menyerangnya, namun ada kegelisahan di sudut hatinya, tak merasa tenang entah perasaan apa yang sedang dirasanya.


kembali ia hidupkan layar ponselnya. kali ini ada chat namun bukan dari seseorang yang di harap nya sejak lalu.


lagi, lagi, dan lagi, Bima masih saja menerornya dengan berbagai gombal lan murah meriahnya.


"sayang ......"tulisnya.


tak ia hiraukan Nisa hanya berdesis saja " kenapa lagi manusia ini " batin nya.


"gak di balas sih"


"syg"


"hai"


"i love you"


"sayang"


"mis you"


Beberapa kali Bima mengirimnya chat berulang ulang entah mengapa "ya ampun kenapa baru sekarang sih " batin Nisa lagi.


iya merasa sebal, namun di sisinya yang lain, ada seperti setitik rasa bahagia mendapat chat sebanyak itu dari Bima, " aku ini kenapa sih?, harus bisa konsisten dong masa gini doang meleleh." batin Nisa memberi penjelasan pada dirinya sendiri.


"aku telpon yaa"


"boleh"


" habis kamu gak bales dari tadi"


chat nya lagi.


Nisa diam saja dia membalasnya dalam hati.


setiap chat yang bima kirim, dia baca dan membalas nya dalam hati. membuat Bima tak sabaran, akhirnya bima menelponnya. Nisa hanya membiarkan saja layar nya berkedip berkali kali, sebab deringnya sudah ia bisu kan.


"angkat dong syg "


"mau ngomong penting"

__ADS_1


chatnya lagi.


lagi-lagi hanya Nisa baca saja.


ponselnya berdering lagi, akhirnya Nisa mengangkatnya karena penasaran hal penting apa yang dimaksud oleh Bima.


"iya kenapa ?"tanya Nisa to the point.


"kenapa gak di bales sih chatnya?" tanya Bima.


"males ,lagi males!" jawab Nisa lagi.


"gitu banget , aku kangen tauk" ucap Bima lagi.


"terserah!" jawab Nisa cuek.


namun tiba tiba Layar ponsel Nisa berkedip lagi, panggilan "my dream"


spontan saja Nisa mematikan panggilannya dengan Bima, dan mengangkat telpon dari my dream nya itu.


"hai lagi apa?"tanya nya.


"hai lagi main hp aja " jawab Nisa.


"ini sudah malam loh kenapa belum tidur?"tanya nya.


"kan mas telpon " jawab Nisa.


"kok bisa masuk ke SOP sih mas? kemarin kopi besok apa lagi ?"tanya Nisa sambil tertawa


"tadinya lagi di charger nah di sampingnya itu tadi pas lagi makan ada ular kobra masuk kerumah, jadi nasi yang belum abis di tarok di sebelah ponsel nya, eh si kucing gak tahu kenapa lari-lari nangkap cicak atau apa, di situlah terjadi. makan yang belum selesai tadi kemasukan ponsel yang lagi di charger dari atas tambah parah deh" jelas nya


"oooohhh gitu aneh-aneh saja kamu ini mas " jawab Nisa.


"ya sudah tidur lah ini sudah larut malam loh " tuturnya.


"iya mas baik" jawabnya sambil tertawa.


kemudian terputuslah sambungan telpon keduanya.


"15 panggilan tak terjawab"


tertulis di layar ponselnya


"ohhh astaga Bima" keluh Nisa


"kok di matiin"

__ADS_1


"loh kok malah telponan sama yang lain"


"nelpon siapa sih"


"hey"


"nelpon siapa syg......"


tak Nisa hiraukan hanya Nisa baca saja "terserah saja lah "


batin Nisa.


Namun beberapa saat kemudian, ponsel nya berkedip kedip lagi. panggilan dari Bima " ya ampun anak ini" batin Nisa.


ia biarkan saja ponsel nya, sampai akhirnya ponselnya sudah tak ada tanda tanda berkedip lagi. kemudian Nisa menekan tombolnya dengan lama, sedetik kemudian matilah ponsel itu dan Nisa berjalan keluar kamar menuju lemari.kemudian ia meletak kan ponsel nya sambil mencharger nya.


waktu sudah malam, namun Nisa teringat belum sholat isya kemudian Nisa bergegas mengambil air wudhu kemudian sholat isya. namun setelah selesai matanya kembali terasa segar,sebab tadi ia membersihkan wajahnya dan juga berwudhu alhasil matanya yang tadinya sudah mengantuk kini kembali terasa segar. ketika hendak mengambil ponselnya, Nisa teringat Bima "kalau nanti ponselnya ku hidupkan, pasti banyak kali notifikasi dari Bima sebaiknya besok saja" batin Nisa.


karena belum mengantuk, Nisa memutuskan untuk menghidupkan tv-nya. ia memutuskan untuk menonton tv saja, sembari menunggu matanya kembali mengantuk.


"sudah jam berapa ini ndok kok malah nonton tv?" tanya ibu Nisa terdengar dari dalam kamar.


"belum mengantuk Buu, nanti kalau sudah mengantuk pasti Nisa matikan " jawab Nisa.


"mbok yo di pelan kan sedikit itu to suaranya,ini kan sudah malam" ucap ibu Nisa lagi.


"iya Bu baik" jawab Nisa kemudian sembari mengecilkan volume pada tv nya.


Acara tv pada malam hari biasanya kebanyakan menayangkan film-film dari luar. namun masih ada beberapa juga yang masih menayangkan acara Indonesia Nisa lebih suka menonton laga, atau film-film luar yang menurutnya lebih membuatnya penasaran karena endingnya yang tak bisa di tebak.


malam semakin larut, namun matanya masih saja belum ada tanda-tanda mengantuk. bahkan setelah ia buat menonton dua jam lebih, film-film barat sudah mulai habis tak ada tayangan lagi dengan dipaksakan, Nisa mematikan tv dan berjalan menuju ke kamarnya. kemudian mencoba menidurkan tubuhnya ia paksa kan matanya untuk terpejam, namun tetap saja, ia tak bisa larut dalam tidurnya,ia merubah posisi ke kanan, kemudian ke kiri, dan masih sama saja matanya masih tak ingin berlalu.


"ya ampun bismillah allah Huma ini di paksa paksain " batin Nisa dalam hati.


kemudian ia pejamkan matanya dengan paksa. walaupun belum terlelap, namun tetap ia paksa. ia tak ingin membuka matanya sampai ia benar-benar tertidur dan benar saja setelah beberapa saat kesulitan untuk tidur akhirnya ia terlelap.


Dan sampai akhirnya terdengar ketukan dari luar kamarnya


"bangun ndok sudah adzan" kata ayan Nisa.


mata Nisa masih terpejam, namun telinganya sudah dapat mendengar dengan jelas, dengan suara berat Nisa menjawab "iya ayah sebentar lagi" jawabnya. masih melanjutkan tidurnya.


rasa kantuknya masih menempel pada tubuhnya, seperti baru lima menit yang lalu ia memejamkan matanya, karena sejak semalam ia kesulitan untuk tidur.


"ndok bangun lah nanti bukan sholat subuh malah sholat duha loh" ucap ibu Nisa sambil mengetuk pintu.


dengan mata masih sedikit terpejam, Nisa berjalan keluar kamar "iya-iya Nisa bangun nih" jawab Nisa sambil berjalan kekamar mandi membawa handuk. sebab, jika tidak mandi terlebih dahulu ia ragu apakah dia akan sholat atau hanya berpindah tempat tidur saja.

__ADS_1


"makanya, kalau sudah malam itu Yo mbok yo gak usah nonton tv. kan jadi berat mau bangun subuh saja " omel ibu Nisa.


"iya-iya Bu Nisa dengar " jawab Nisa kemudian dari dalam kamar mandi.


__ADS_2