Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
sama sama melangkah tapi bukan melangkah bersama


__ADS_3

"aku tak pernah benar-benar hilang,aku masih tetap di sini.kau pikir aku sekejam itu?,berbahagia di atas ke luka an mu,kau tahu itu,aku tak sesadis itu."


🌻🌻🌻🌻


deras hujan di pagi hari,membuat enggan meninggalkan tebal nya selimut.masih asik berselancar di dunia Maya nya. Nisa yang hendak beranjak dari ranjang nya,seketika menghentikan niat nya,melihat beberapa unggahan Bima.


"ah,kenapa juga aku harus perduli?,kan memang sudah ku tebak, dia mana bisa tahan menjomblo terlalu lama"batin nya.


kemudian,Nisa segera menarik tubuh nya,dan beranjak keluar dari kamar nya,"hum......wangi nya,ibu masak apa? eh-eh,tapi ini sedikit bau horor deh,"ucap Nisa sambil mengingat sesuatu."ah kamu ini ndok, mbok yo jangan gampang baper,dikit-dikit horor,sebentar-sebentar horor,yang susah kamu sendiri loh."jawab ibu nya,sambil terus mengaduk kuah kolak yang tengah di masak oleh nya.


"cie,ibu udah tambah kosa kata baru aja,nginep di rumah bulek sehari"ucap Nisa cengengesan.


"halah kamu ini" jawab ibu Nisa lagi.


"beneran loh Bu,kenapa harus di kasih ini sih,apa ya nama nya lupa"ucap Nisa lagi sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"daun pandan Nisa. begini aja gak tahu,bagaimana nanti kalau kamu sudah menikah,anak orang bisa kena busung lapar."ucap ibu nya lagi.


"ah ibu,tidak begitu,Nisa sudah jujur kok,kalau memang gak bisa masak."jawab nya lagi cengengesan.


"begini saja,mulai besok Nisa yang memasak,ya hitung-hitung latihan jadi istri idaman,eh gak usah,kejauhan.jadi istri yang baik saja sudah jadilah."ucap ibu nya lagi, sambil mencicipi kolak, yang sedang di buat oleh nya.


"ibu.........kenapa begitu?,"ucap Nisa memelas."oh iya, daun pandan kan juga di pakai waktu pak lek meninggal kemarin,kenapa malah di buat makan nan juga?"tanya Nisa lagi.


"karena daun pandan itu wangi,dan tidak di harus kan juga.kalau ibu sih suka saja,karena lebih sedap,dan kalau buat orang meninggal,karena wangi itu saja, itu saja sih setahu ibu,"jawab ibu Nisa lagi.


"ooooooooooo.....kalau tidak di kasih,tidak papa dong berarti,"ucap Nisa lagi.


"terserah,sesuai selera,"jawab ibu Nisa lagi,sambil mengambil mangkuk,dan menuangkan kolak kedalam mangku itu,lalu memberikan nya kepada Nisa,"berikan pada ayah mu di depan,mumpung masih panas!"ucap ibu nya. Nisa mengambil mangkok itu,dan berjalan menuju ayah nya.


"ayah,pesan nan sudah datang!"ucap Nisa sambil duduk di sebelah ayah nya.


"wah,kelihatan nya sangat lezat,"jawab ayahnya.


"entah,ayah coba saja,Nisa tadi nya pengen coba,tapi setelah lihat ada daun pandan nya,gak jadi deh".ucap Nisa.


"loh kenapa?,lagian itu hanya pengharum alami,tidak berbahaya"ucap ayahnya lagi .


"hum walau pun begitu,"ucap Nisa lagi.

__ADS_1


*****


saat sedang mengobrol dengan ayah nya,ponsel Nisa berdering. Nisa berjalan menuju kamar nya,dan mencoba melihat ponsel nya,"nomor baru?,siapa?"batin nya.


"iya,hallo?"jawab Nisa.


"hai,apa kabar?"tanya suara di sebrang.


"ah dia lagi,"batin Nisa.


"kabar baik,kenapa? "pasti mau pamer pacar baru,dih males banget"batin Nisa.


"ayah,dan ibu,apa kabar?"tanya nya lagi.


"baik kok,baik semua,"jawab Nisa.


"kamu gak tanya gimana kabar ku?"tanya nya lagi.


"untuk apa?aku sudah tahu,kau sedang baik,dan sebentar lagi pasti akan memamerkan sesuatu pada ku"ucap Nisa lagi.


"apa?apa yang akan ku pamer kan?"tanya nya lagi.


"hum,masih saja marah,padahal aku memang berniat tanya tentang kabar mu,"ucap nya lagi.


"iya,baiklah."jawab Nisa lagi akhirnya.


"jadi kapan,kalian akan menikah?"


"hum,,,sepertinya beberapa bulan lagi,aku belum tahu sih,belum bertanya pada ayah."jawab Nisa.


"semoga lancar ya,semoga selalu bahagia,hum doa terbaik pokok nya"ucap nya lagi.


"terimakasih,semoga doa baik kembali kepada mu,sudah ruqyah kemana?"tanya Nisa lagi.


"ha?apa?ruqyah?maksudnya?"tanya nya tak mengerti.


"hihi,beda saja,selama aku mengenalmu,ini kali pertama kau mendoakan ku"ucap Nisa lagi.


"kata siapa?,memang nya harus ku buat kan laporan setiap aku men doa kan mu?"tanya nya lagi.

__ADS_1


"dih,kebiasaan,"ucap nya lagi.


"apa?"


"ah,mulai deh,"


"iya,oke,sorry!"ucap nya lagi.


"hmmmmmm"


"tadi nya,aku hanya ingin kita sama-sama melepaskan.tak saling melukai,dan sama-sama melanjutkan hidup masing-masing,meski kita tak bersama lagi,namun aku ingin kita tetap menjadi teman,apa lagi,kau terbaik untuk ku selamanya.aku tak berniat mengganti mu di hati ku,tapi aku juga tak bisa terus-menerus seperti itu kan?,akhirnya,aku mencoba untuk melangkah lagi dengan Lambat.aku masih sulit,melepas mu dengan secepat ini,masih tak rela,tapi aku juga harus tetap melanjutkan hidup ku,jadi aku harus mencari yang lain"


"sebelum aku pergi pun,kau sudah mencari yang lain.apa-apa an ini,dia bertingkah seolah-olah dia paling tersakiti disini,dasar tidak waras"batin Nisa sambil menarik nafas nya kuat-kuat.


"hum .....iya,,,aku yes ...."jawab Nisa.


"jangan cuek dong,kau kan biasanya banyak bicara."ucap nya lagi.


"iya,baik lah,aku sudah paham dengan maksud mu.okey aku minta maaf,selama ini belum bisa jadi yang terbaik,em yang baik saja,terbaik terlalu tinggi.semoga,kedepan nya kita sama-sama lebih baik,lebih dewasa,lebih bisa bersikap bijak,dan yang pasti lebih bahagia,bersama pasangan kita masing-masing,apapun yang pernah terjadi diantara kita,jadikan sebagai pelajaran kita saja,yang baik,di pertahankan,dan yang buruk buang saja jauh-jauh,aku berharap,saat nanti kita bertemu satu sam lain,kita bisa sama-sama tersenyum,dan berjabat tangan dengan wajah bahagia."ucap Nisa panjang lebar.


"sama-sama ya,aku pasti banyak banget salah sama kamu.maafkan segala nya ya,entah berapa banyak,aku sendiri sampai lupa,yang pasti,aku menyesal,dan mohon maafkan aku."ucap nya lagi.


"iya,sudah ku maaf kan.jangan lagi ulangi kesalahan yang lalu,tak ada yang mau tersakiti,melupakan,dan memaafkan,tak se mudah membalik telapak tangan,"ucap Nisa lagi.


"iya-iya,aku sudah berubah kok"ucap nya lagi.


"jangan kau pikir aku tak tahu,tak ada yang berubah dari mu sama sekali,aku tak sejahat itu,setidak nya aku masih sesekali,melihatmu dari kejauhan,dan yang ku tahu ,hanya tambah gak waras saja,sisa nya tak ada,"ucap Nisa lagi tertawa.


"gak waras juga gara-gara kamu,"ucap nya lagi.


"sembarangan,kalau memang aku penyebab nya,akan ku buat binasa sekalian,tanggung bener,di buat gak waras,malah bikin susah"jawab Nisa lagi.


"astaga,tega sekali"


"kalau tidak bisa dibina, kan lebih baik dibinasakan."jawab Nisa.


"sudah ya,baik-baik,jaga diri,jangan lagi berulah,kalau sedikit saja,terbesit di benakmu ingatlah"akan ku binasakan!" jadi,baik-baik lah"


setelah itu,Nisa mematikan sambungan telepon nya.

__ADS_1


__ADS_2