Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
biarkan aku jatuh cinta


__ADS_3

"aku mungkin bukan cinta pertamamu,tapi aku ingin hanya aku yang menjadi terakhir untukmu."


🍀🍀🍀


sesampainya dirumah, Nisa membuka pintu dan langsung menuju kamar mandi,matanya terasa berat ia mencuci wajahnya kemudian membuka kamar ayah dan ibu nya.


"tidak ada siapapun,berarti ayah dan ibu memang belum pulang"batin Nisa.


"mencari apa?"tanya Ibra yang duduk di ruang tamu.


"ayah sama ibu belum pulang mas!"jawab Nisa.


"oh ya,apa mau kita menyusul kesana?"tanya nya lagi.


"ah tapi aku mengantuk,"jawab Nisa malas,kemudian duduk di samping Ibra.


"mau kemana lagi?"tanya Ibra yang terheran, melihat Nisa bangkit lagi dari duduknya, setelah melihatnya kesana kemari sejak tadi.


"ke belakang ampil piring sama minum,mas beli sate itu buat apa kalau gak dimakan."jawabnya dengan tidak menoleh.


"mas beli sebanyak ini, ayah dan ibu kan tidak ada.kalau di makan besok mana enak ini biasanya, aku tidak pernah menolak sate,walau pun sudah habis makan,walau tiga porsi akan tetap ku makan,tapi saat ini aku sedang tidak beruntung,antara mata,perut,dan kepalaku,tidak bisa bersahabat.perut ku ingin memakan sate itu,tapi mata ku berat sekali,dan kepala ku juga terasa berat sebelah.aih aku tertular virus emak emak anak tiga dari mana ini"oceh nya berkepanjangan,sambil menyiapkan sate yang telah di beli Ibra tadi,dan juga mengeluarkan beberapa buah ia memisahkannya beberapa.


Ibra yang melihat tingkah Nisa hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya sesekali.


"sudah selesai mengomelnya?coba sini ku periksa,kenapa bisa sampai sakit kepala,dan ya apa tadi katamu tertular virus emak emak anak tiga?memang nya virus apa?tanya Ibra sambil menarik Nisa lebih mendekat padanya,kemudian memeriksa dahinya,dan memijit pelan kepalanya sesekali.


"ya ini mas,mata ngantuk,perut lapar,Kepala pusing,itu adalah virus emak emak anak tiga"jawab Nisa menoleh pada Ibra kemudian nyengir kuda.


"kamu ini,bisa saja. emangnya hanya emak emak anak tiga saja yang punya keluhan begitu?"ucap Ibra lagi sambil sedikit menjitak dahi Nisa.


"AW sakit mas,"ucap Nisa sambil menggosok dahinya.


"mas makanlah,pasti belum makan kan?mas tadi masak apa dirumah?"tanya Nisa lagi.

__ADS_1


"masa mas makan sendiri,kamu juga makan dong,em tadi dirumah gak masak,soalnya seharian gak dirumah,dan memang malam mau pergi kan, jadi gak masak,ini kenapa buah nya di pisah pisah begini?"jawab Ibra,sambil memakan satenya.


"ini buat mas bawa pulang lah,buah sebanyak ini gak habis juga,paling paling juga cuma aku yang makan.mas yang harus banyak banyak makan buah biar sehat."ucap Nisa lagi.


Ibra sudah selesai makan,Nisa segera membereskannya.di lihatnya masih pukul 20;40 wib pantas saja ibunya belum pulang.


"mas"


"iya,kenapa?"


"aku mengantuk,tapi ayah sama ibu belum pulang,mas jangan pulang dulu ya".


"iya,kenapa kita gak nyusul kesana saja?"tanya Ibra.


"mas,kan Nisa sudah bilang,mengantukkkkkkk aku serius nih gak bohong,boleh aku tidur disini?"ucap Nisa sambil menunjuk paha Ibra.


"hem ya sudah,boleh sini."ucap Ibra menyambut kepala Nisa.


"mas main ponsel saja,biar gak bosan,nanti kalau ayah dan ibu sudah pulang mas bangun ni Nisa ya"ucap Nisa.


Ibra tidak terlalu menyukai bermain ponsel,ia juga biasa saja meski tak memiliki ponsel sekalipun.ibra melihat lihat gambar Nisa pada galeri ponsel Nisa, dia tersenyum kenapa bisa ada gambarnya di ponsel Nisa,dan gambar itu sudah lama sekali bahkan dia sendiri tidak memiliknya lagi.dan beberapa gambar Nisa bersama beberapa temannya saat masih sekolah."kalau melihat Nisa memakai seragam sekolah seperti ini, aku merasa seperti pedofil"batin Ibra dengan tersenyum.tidak ada gambar yang aneh aneh,selebihnya hanya gambar Nisa yang berpose di tempat tempat tertentu.sampailah pada slide terakhir,ia menemukan gambar bertuliskan seperti di atas pasir"biarkan saja rasaku dan rasamu sendu,meski raga tak lagi dapat memiliki biarkan hati yang memilikinya.bima Nisa"


gambar itu secara tidak sengaja langsung menggangu pikiran nya."apakah Nisa masih memiliki kekasih atau semacamnya? apakah dia menerimaku karena terpaksa?kenapa tak kutanyakan padanya dahulu"batin Ibra bergejolak,dan mendadak hati nya menjadi risau.ia memandangi wajah Nisa yang tertidur yang menjadikan pahanya sebagai bantal.dan jari jarinya masih mengusapnya pelan meski Nisa sudah tertidur.


ada sedikit ketakutan di hatinya,ia memang tidak pernah merasa jatuh cinta selama ini.biasanya, dan yang dahulu sebelum bersama Nisa, dia terbiasa seperti itu.entah apa namanya, tapi kalau ia merasa nyaman,dia akan segera meminangnya.tak pernah menembak atau semacamnya,mungkin itulah sebabnya,dia tidak romantis karena dia memang tidak memahami hal hal seperti itu dan sejenisnya.tapi kali ini,perasaan takut kehilangan secara tiba tiba hadir dan mengusik hatinya,membuatnya merasa tak tenang.


apakah seperti ini rasa jatuh cinta? takut kehilangan seseorang? apakah keduanya memiliki makna sama?


ia meletak kan kembali ponsel Nisa,tak ingin semakin penasaran.perasaan gelisah nya membuat Nisa terganggu,kemudian bangkit dan duduk, sambil menggosok matanya,dan melihat jam dinding sudah menunjukan pukul 12:10.


"mas,ayah dan ibu belum pulang juga?"tanya Nisa masih mengucek matanya.namun tiba tiba lampu listrik padam.


"belum,loh mati lampu"jawab Ibra.

__ADS_1


"yah mas,kok malah mati lampu sih."ucap Nisa kembali mendekati Ibra.


"coba lihat,banyak kilat di luar,anginnya juga kencang,sepertinya sebagian sudah hujan,makanya lampu padam"


"ayah sama ibu belum pulang pulang lagi, mas jangan pulang, aku sendirian"ucap Nisa lagi.


"iya iya enggak,disini Kok temenin nisa.mas mau tanya boleh?"ucap Ibra sambil kembali menarik Nisa kembali tidur di pangkuan nya.


"tanya saja kalau Nisa bisa jawab"


"Nisa punya pacar atau semacamnya saat mas melamar?"


"iya ada,"jawab Nisa dengan mata terpejam.


"kenapa mau menerima,kalau memang sudah ada?mas juga kenapa gak tanya Nisa dulu waktu itu?"


"gak tahu,mau aja"jawab Nisa masih mencoba memejamkan matanya.


"masih ada rasa?kalau perasaan Nisa sama mas bagaimana?"


"mas ingin Nisa jawab apa?"


"kenapa malah balik bertanya Nisa?akhirnya Ibra menyentil kepala Nisa dan Nisa membangun kan tubuhnya,lalu memegang kepalanya dengan kedua tangannya dan menariknya hingga terdengar bunyi"kretek"


"haduh mas,bagaimana ni gak bisa balik lagi"ucap Nisa panik.


"hah kamu ini,ngapain sih ada ada saja"Ibra spontan memeriksa kepala Nisa,namun Nisa malah tertawa,"hehe maaf mas Nisa bercanda" dengan sebal Ibra menarik hidung Nisa yang seperti jambu air itu dengan agak keras.


"mas kau ini,belum apa apa sudah KDRT begini bagaimana hiks"rengek nya.


"habisnya,bercanda mu tidak lucu sayang" ucap Ibra.


"ohh aku meleleh,"ucap Nisa berdecak manja.

__ADS_1


"hah?"Ibra tak paham.


"perdana mas,memanggil ku sayang"ucap Nisa sambil tersenyum.


__ADS_2