
"ku pikir, merelakan, dan melepaskan mu, adalah hal yang paling berat. namun, mengetahui, bahwa engkau tak akan pernah kembali, adalah ke sakitan terberat dalam hidup ku"
💔💔💔
Bima POV
saat manusia telah sampai pada sebuah titik kehilangan, barulah akan menyadari arti sebuah kehadiran,kasih sayang,dan kesetiaan.
mungkin, kita bisa menulis beribu kata perpisahan,namun hanya tetap satu yang terasa,yaitu kehilangan.
begitu banyak hal,yang pernah kita rangkai, dan rakit, bersama.kepingan kenangan manis, saat kita bersama,seakan sengaja menjelma,dan hadir dimana-mana. betapa bodohnya aku,ingin rasanya mata ini terpejam dengan lama,namun saat ku membuka mata,aku ingin kau hadir di sisiku.dunia ku terasa bagai surga saat bersama mu,namun kini tak ada lagi dunia ku.bagai hujan panas,tanpa pelangi,tak akan pernah ku rasakan ke indahan SE usai ini.
tubuh ini terasa lunglai,di balik dinding kamar, yang pernah kau kunjungi.hanya kau,meski aku selalu di kelilingi begitu banyak macam wanita,namun hanya kau,yang benar-benar ada saat ku terluka.hanya dirimu,yang pernah hadir disini,di bilik kamar kecil ini,saat kau dengan lembut mengobati kesakitan ku,bahkan suaramu saat merayu ku, kini seolah kembali terdengar oleh telinga ini,saat dimana kau merayu ku untuk hanya sekedar memasuk SE sendok demi sendok makan nan agar perut ku terisi dan segera pulih kembali.
iya,disini.di bawah figura foto kita berdua, kau bercerita ria.menghibur ku yang tengah terbaring sakit. ku raih dengan sedikit gemetar ponsel warna merah ku, ku adukan segala tentang diriku pada mu wanita terindah ku.
"sayang,hari ini aku sakit teramat sangat.seluruh tubuh ku terasa sakit,seolah tak lagi memiliki tulang.aku tidak kedinginan,tapi aku menggigil,aku juga tidak berdarah,tapi air mata ku terus mengalir,aku tidak begadang semalam man,tapi mata ku terasa berat.sayang,siapa yang akan menggoda ku?siapa yang akan menghibur ku?,siapa yang akan memeluk ku? kalau kau benar-benar akan pergi,tolong bawa juga segala kenangan ini,aku tak sanggup sendiri,
sayang,................
bagaimana ini?aku tidak bisa menghentikan nya sendiri?aku tak bisa,apa yang harus ku laku kan sekarang?,tubuh ku sudah benar-benar lunglai,tulang-tulang di tubuh ku terasa menghilang begitu saja.
sayang,..................
aku sendirian,aku kesakitan,bisa kau hentikan?aku tidak sedang berada di ketinggian,tapi terasa seperti terjatuh di kedalaman,bagaimana harus aku menghadapi ini sendirian?
__ADS_1
sayang,..............
kau tak dengar aku?,mengapa kau begitu lama?,aku sudah seperti meregang nyawa,
sayang,,.........
katakan!kau akan pergi berapa lama? berapa lama aku harus menunggu?aku harus menyambut mu dengan apa?apa kah kesukaan mu akan berubah setelah ini? oh jangan,jangan berubah!aku akan benar-benar sendirian kalau kau
berubah.
sayang............
sakit ku bertambah,dada ku terasa sesak,aku tidak pernah punya riwayat asma,kau tahu itu.tapi ini sungguh menyakitkan.nafas ku tak bisa ku kondisikan.
jawab sayang!!!
bagaimana aku mengakhiri ini?
berapa lama ini akan terjadi?
aku mohon,secepatnya kau kembali!jangan tinggalkan aku sendiri,aku selalu sepi kau tahu itu.bagaimana harus ku mencari,jika kau, bagian yang terbaik dari diriku,menjauh dan pergi.
kau selalu di hati,dan tak akan terganti."
ku kirimkan,semua rasa ku padanya,sebelum kemudian sesuatu seperti berputar mengelilingi tubuh ku,dan aku tak ingat apapun setelah itu.
__ADS_1
*****
Nisa sedang menonton Drakor kesukaan nya,sambil berguling di dalam kamar nya,namun ada chat masuk,dan terlihat sangat panjang,penasaran Nisa menghentikan aksi menonton nya,dan mencoba bangkit lalu bersandar pada ranjang nya.
nomor tidak di kenal,"siapa nih,ngirim chat panjang bener"batin Nisa.
kemudian Nisa membaca isi chat tersebut,tentu saja dia terkejut.kenapa dia tak jadi memblok nomor bima waktu itu,harus nya sudah benar yang dia lakukan saat itu,memblokir nya. namun Nisa hanya menghapus nya saja dari kontak nya,karena ia yakin,bima tak akan menghubungi nya lagi,setelah waktu itu.
Nisa membaca bait, demi bait, kalimat yang bima kirim,tentu saja hati nya juga merasa sakit.
"bukan hanya kamu yang merasa kan sakit,bahkan aku sudah lebih dahulu luka,jauh sebelum kamu menyadari, bahwa kamu sendirilah,yang telah menggali lubang luka itu.
dunia,dan segala cerita cinta,yang pernah kita rangkai,harus terurai begitu saja. sekarang sudah terlambat, apa pun itu, tak akan membuat kisah kita yang belum lengkap menjadi sempurna. segala hal indah memang harus kita buang jauh dari lubuk hati terdalam.
apa pun yang terjadi setelah ini,dan apa pun usaha yang di lakukan, tak akan mampu melengkapi, kisah kita yang belum lengkap,namun telah usai.
bukan tak ingin menepati segala janji,aku hanya terlalu takut,untuk sekedar menoleh kembali.
segala nya telah ku tinggalkan,kesedihan ku, kehampaan ku,keterpurukan ku,dan kesakitan ku.
rasa nya,ingin ku tinggal kan segala nya, namun aku masih harus tetap hidup, tapi bukan untuk melanjutkan kisah kita.tapi merajut cinta yang lain,dan dengan dengan cinta yang lain.sebenar nya aku lelah,kau tahu aku tidak sesabar itu,namun ke adaan memaksa ku,untuk selalu siap, dan sedia, walau sesungguh nya, aku rapuh."
air mata nya,tak terasa mengalir begitu saja.hati nya juga sakit,hati nya masih merindukan nya,segalanya bisa ia tahan,namun jika tentang hati,tak dapat di bohongi. bahwa saat ini,hati nya sungguh-sungguh merindukan nya.hati nya juga terasa sakit,dan perih,sama seperti dirinya.
tak ingin menahan nya,Nisa mem biarkan saja,air mata nya mengalir dengan deras. jika di tahan akan membuat nya semakin sakit, sebenarnya dia merasa lelah,terus menerus menangisi kisah nya yang tak akan pernah lengkap. ia juga sudah berusaha,untuk menjauh, dan menghindar, namun untuk saat ini, biar lah ia menikmati kesakitan untuk yang terakhir kali nya,iya terakhir.nisa benar benar berharap ini adalah terakhir kali nya menangis untuk segala hal tentang dia,dan segala masa lalu yang terasa menyakiti hati nya terus menerus.
__ADS_1
Nisa tak membalas sama sekali,ia biar kan begitu saja,mengingat nya saja sudah membuat nya menangis.
setelah beberapa saat, Nisa merasa sudah cukup untuk air mata nya.ia menyeka air mata di pipi gembul nya, dan membersihkan nya dengan tisu yang ada di atas meja rias nya.dia memang tak pandai merias wajah,namun ia memiliki paket komplit untuk berhias,semua itu adalah pemberian ibu nya,karena ibu nya ingin Nisa seperti gadis-gadis lain,namun kenyataan nya,malah tidak sama sekali.