Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
beruntung nya aku


__ADS_3

"aku sudah pernah kehilangan,bahkan berkali-kali.kali ini saja,tolong izinkan dia singgah dengan indah.di hati,dan juga di hidupku,selamanya."


🌻🌻🌻


Ibra mengerjakan pekerjaan nya dengan cepat,ia ingin segalanya selesai tepat waktu,pernikahannya akan segera di laksanakan,ia mulai merenovasi rumah nya,dan mengisi beberapa furnitur rumah .ia ingin dalam sebulan ini segala nya selesai dengan sempurna,karena beberapa keluarga nya juga akan hadir,dan berkunjung kerumahnya.tentu saja ia tak ingin terlihat menyedihkan bukan.meski sempat drop beberapa hari yang lalu,kali ini meski bekerja ekstra,ia tetap mengkonsumsi vitamin dengan teratur.


Ia beberapa kali mengecek layar ponsel nya,tak ada apapun selain beberapa email dari kantor nya."baru berapa hari tidak melihat mu ck aku sudah merindukanmu"gumam nya,melihat beberapa gambar Nisa di layar ponsel nya,kemudian ia mencoba menghubungi nya,sembari beristirahat sejenak,ia meninggalkan pekerjaan nya dan beralih kekamar nya,merebahkan tubuhnya yang terasa sedikit kaku,dan kemudian menghubungi Nisa.


"hai sayang,sedang apak?"tanya Ibra saat panggilan nya tersambung,"hei kemana wajah cantik mu? kenapa aku malah melihat dinding tembok?"ucap Ibra saat tak melihat wajah kekasihnya.


"iya mas,aku baru saja terbangun,wajahku sangat sangat berantakan,hehe"ucap nya


"aku merindukan nya,aku sudah biasa melihat wajahmu sebelum bahkan setelah bangun tidur kan ? jadi apa masalah nya?"tanya nya lagi.


"masalahnya,mas kenapa tak menjawab panggilan ku berkali-kali?tidak membalas chat ku juga,kan aku jadi sebal,oh iya ini sudah larut,apa yang sedang mas lakukan?"tanya Nisa akhirnya.


"kapan aku tidak menjawab panggilan mu sayang?tidak ada,chat juga."jawab nya,sambil mengingat baru saja dia mengecek ponsel nya tidak ada apapun,oleh karena itu dia menghubungi nya,kemudian ia kembali memeriksa dan benar saja ternyata ada beberapa panggilan dan juga chat dari nya,yang belum di balas oleh nya."oh iya,ini baru saja ku lihat,maaf sayang,tadi tidak memperhatikan."jawab nya akhirnya.


"hum,ya sudah baik lah."Jawab Nisa sambil menarik nafasnya.


"mas"


"iya sayang ada apa?mana wajahmu,aku ingin melihat nya sebentar saja."ucap Ibra lagi.


akhirnya Nisa mengubah panggilan videonya,menghadap dirinya dan terlihat dengan jelas wajahnya yang sudah kusut bangun tidur.namun kemudian,ia kembali menghilang dan hanya tampang langit-langit kamar nya yang berwarna biru cerah,dengan beberapa corak laut.


"kenapa sebentar sekali,mas kesitu saja sekarang kalau begitu ya.?"ucap nya.


"sudah malam mas."jawab nya.


"biarkan saja,mas bisa lewat jendela kamar mu,kan tidak terlalu tinggi."ucapnya,spontan saja Nisa menoleh pada jendela kamarnya,dan benar saja jendela kamarnya tidak tinggi,dia baru menyadarinya.


"is apa an sih mas, mas belum menjawab ku, apa yang sedang mas lakukan malam-malam begini?"ucap Nisa lagi.


"menelpon kekasih ku apa lagi?,aku merindukan nya,tapi malah hanya bisa melihat plafond kamar nya"ucap nya,kemudian melihat jam di layar ponsel nya benar saja,ini sudah jam satu dini hari,kenapa dia baru menyadari dan tidak melihat nya lebih dulu sebelum menghubungi kekasihnya.


"mas,Nisa mengantuk."ucap nya mengubah panggilan itu menampak kan wajahnya,ia menutup sebagian wajahnya dengan guling kesayangan nya itu.


"sayang,singkirkan saja guling mu itu,aku tak bisa melihat wajahmu dengan jelas"ucap nya lagi.

__ADS_1


namun tak berapa lama,Nisa kembali terlihat terpejam. Ibra yang melihatnya dari sebrang panggilan hanya tersenyum"ah guling sialan itu menggangu"batin nya,sambil melihat Nisa yang tertidur lagi.tak lama kemudian ia juga menyusul tidur di ranjang kamar nya dengan tetap membiarkan panggilan itu berlangsung.


****


"kita tunda dulu saja sebulan gak papa,gak enak juga sama bulek kasian kalau kita tidak mundur pas empat puluh hari nya loh."terdengar suara ayah Nisa yang sedang berbicara dengan ibu Nisa di ruang tengah.


"terserah ayah saja baik nya bagaimana,ibu menurut saja"ucap ibu Nisa,sambil mengupas buah naga ke sukaan ayah Nisa.


"ayah di garasi itu mobil siapa?atau ayah beli?"tanya Nisa sambil duduk di sebelah ibu nya,dan memakan buah naga yang telah di kupas oleh ibu nya.


"eh eh,ini buat ayah kalau mau ambil sendiri dong,kan masih ada di belakang!"ucap ibu Nisa .


"ya ampun Bu,sama anak sendiri perhitungan banget sih,kan cuma coba dikit aja nih"ucap Nisa sambil membuka mulut nya yang telah terisi buah naga.


"ih Nisa ah,jorok banget,bukan nya pelit,kalau mau kan bisa ambil di belakang sendiri gak harus yang ibu bawa kan?"ucap ibu nya lagi.


"iya punya ayah,sebelum ibu mu sakit,ayah sudah membayar lunas mobil itu rencana kalau kamu mau lanjut sekolah keluar kota,nanti kan ayah Nisa antar jemput,jadi gak khawatir.tapi apa boleh buat,tiba-tiba ibu mu sakit,dan biaya nya lumayan banyak,jadi ayah minta kembali uang yang sudah ayah bayar kan,dengan jaminan mobil itu,kalau nanti ayah sudah ada uang,akan ayah tebus lagi begitu,nah berhubung kamu gak jadi kuliah,alias menikah ya sudah,ayah kembalikan uang yang pernah ayah minta,dan sekarang mobilnya di berikan dengan bagus."ucap ayah Nisa panjang lebar.


sedangkan Nisa hanya mengangguk saja,"ah iya motor Nisa malah belum pulang,mas Ibra pasti gak sempet mau kesini"ucap nya.


"iya,dia sudah telpon ayah dan minta maaf belum bisa anter motor nya,ia sedang ada urusan keluar kota beberapa hari katanya "ucap ayah nya lagi.


"hum nanti berangkat jam sembilan kata nya,kamu cepet mandi sana siap-siap,nanti kelamaan nunggu kamu malah."ucap ayah Nisa lagi.


"kok aku yang di suru siap-siap sih yah?"tanya Nisa masih tak mengerti,dan kembali me nyomot buah naga.


"sudah sini Bu,ayah gak jadi makan ini nanti malah di habisin ,iya sana cepat siap-siap kamu mau ikut gak?,tadi nak Ibra sudah bilang sama ayah sekalian mau ajak kamu jalan-jalan"ucap ayah lagi,sambil memakan buah naga yang hampir di habis kan oleh Nisa.


"ah yang bener yah?baiklah Nisa segera bersiap"jawab nya kegirangan.


Tak lama kemudian,terdengar suara seseorang mengetuk pintu,ayah Nisa berjalan keluar untuk melihat nya."oh nak Ibra sudah siap,duduk lah dahulu, sudah sarapan belum?ini masih pagi katanya jam sembilan?"tanya ayah Nisa.


"iya ayah,cuaca nya tidak cerah khawatir nanti malah hujan,kalau hujan sudah di jalan Raya kan tidak terlalu susah jalan nya"ucap Ibra.


"oh iya-iya,Nisa.....sudah belum nak Ibra sudah datang ini."panggil ayah Nisa.


"iya ayah."jawab Nisa sambil keluar kamar,melihat Nisa sudah siap Ibra segera bangkit,dan berpamitan.


"kami berangkat dulu ayah"ucap Ibra sambil bersalaman.

__ADS_1


"iya ,hati-hati kalian."jawab ayah Nisa.


Nisa terkejut saat keluar rumah melihat mobil hitam di depan rumah nya,dan Ibra dengan santai masuk kedalam nya,"ayo sayang,kenapa malah diam?"ucap Ibra,mengejutkan Nisa dan segera Nisa masuk kedalam,tak lama kemudian mobil yang di kendarai keduanya telah berlalu dari halaman rumah Nisa,dan mulai menyusuri jalan yang sedikit bergelombang.


"mas?"


"hum,iya sayang kenapa?"


"mas gak bilang semalam,kalau akan mengajak ku pergi."


"mas belum sempat bilang,kamu sudah tidur sayang."jawab Ibra sambil mencubit sedikit pipi Nisa yang gemoy.


"mas telpon ayah kapan?


"tadi pagi."


"kita mau kemana mas?"


"kemana saja asal membuat mu senang"


"ah kalau Nisa kemana aja yes,asal mas bersama ku"jawab Nisa tak mau kalah.


Ibra hanya tersenyum kemudian kembali mencubit pipi Nisa yang terasa sangat menggemaskan untuk nya.merasa sebal Nisa menahan tangan Ibra yang terus saja menggoda nya,kemudian ia menggenggam nya dengan erat.nisa tampak senang ini perdana untuk nya pergi ke kota bersama Ibra kekasih nya,sangat ramai,dan juga panas"Nisa tidak tahu mas pandai menyetir,dan juga memiliki mobil."ucap Nisa sambil melihat kiri-kanan jalan.


"hum"


"berapa lama lagi mas?Nisa merasa mengantuk.hoaam"ucap Nisa lagi.


"sebentar lagi sayang,kita akan Sampai"


tak lama kemudian mobil nya berbelok dan memasuki parkiran gedung tinggi,setelah itu Ibra keluar dan membuka pintu Nisa.


"selamat pagi pak"sapa beberapa karyawan.


"pagi,sehat semua hari ini?"jawab Ibra antusias.


"sehat pak"jawab mereka dengan sedikit membungkuk.sedangkan Nisa hanya diam saja dan tersenyum tipis,kemudian Ibra membawa Nisa kedalam lift tak lama kemudian sampai di lantai atas,dan segera membuka ruangan nya. Ibra membawa Nisa kedalam ruangan yang ternyata di lengkapi dengan kamar tidur yang tidak terlalu besar."sayang kau tunggu di sini sebentar yaa,em dua puluh menit lagi aku kembali,kata nya tadi mengantuk kan,istirahat lah"kemudian Ibra membuka lemari dan berganti baju,tepat di hadapan Nisa dengan santai,terakhir Ibra memakai jas biru Dongker dengan dasi senada yang membuat nya terlihat sangat tampan,Nisa masih tidak habis pikir,sampai akhirnya Ibra akan meninggalkan nya baru ia tersadar."mas Nisa takut sendirian."ucap Nisa memegang tangan Ibra.spontan saja Ibra menoleh dan mengecup singkat bibir Nisa,dapat di rasakan tangan Nisa sangat dingin,setelah beberapa saat Ibra melepas kecapan nya."tidak ada apa-apa,hanya dua puluh menit sayang."jawab Ibra meyakinkan nisa.sampai akhirnya Nisa mengangguk setuju.


Nisa masih seperti sedang bermimpi,melihat Ibra sangat tampan "apakah ini semua milik nya?atau milik boss nya,ah mungkin saja."batin Nisa sambil membaringkan tubuhnya,ranjang yang berukuran tidak terlalu besar,namun tidak kecil juga.ia melihat sekeliling dan melihat ada lukisan wajah nya ,tepat di depan mata nya saat ia berbaring di kasur itu.

__ADS_1


"ah mungkin di masa lalu aku pernah berbuat kebaikan yang banyak,sehingga takdir membalas ku dengan begitu baik dan juga begitu indah."gumam nya dan tak terasa matanya kembali tertidur meringkuk di atas kasur tersebut.


__ADS_2