
"saat segala rasa percaya yang kita beri,terbalas dengan satu saja kebohongan.percayalah,untuk selamanya rasa itu tak lagi memiliki arti"
🌻🌻🌻
Fara Pov
setelah kejadian, yang telah menimpa ibu dan ayah nya.
Fara merasa penasaran,selama ini keluarga mereka tidak pernah terjadi pertengkaran sehebat itu.di tambah dengan menghilang nya kakak nya,walau tak pernah perduli kepada nya,akan tetapi kakak nya akan menjadi orang pertama yang melindungi ibu nya.
Fara merasa bingung,dan harus pada siapa sekarang dia bertanya.keluarganya telah terpecah belah, entah sebab apa dirinya sendiri merasa sangat bingung.karena ayah dan ibu nya kini tinggal pisah rumah,Fara memutuskan untuk mengikuti ibu nya,karena saat itu ibunya belum sembuh, dan baru saja pulang dari rumah sakit.
"ayah apa kabar ya? kasihan,pasti ayah merasa kesepian. apapun alasannya, aku tidak boleh membenci ayah,karena aku tidak tahu apa yang membuat ayah semarah itu pada ibu"ucap Fara.akhirnya, Fara memutuskan untuk mengunjungi ayahnya,Minggu ini ia izin dari mapel kuliah nya. Fara memutuskan untuk pulang sebentar, karena perasaan nya terasa kacau.
dan sampai lah ia pada rumah yang di tempati ayahnya,dan ini pertama kali nya ia berkunjung.sebab, ia juga tidak tahu jika ayah nya ternyata memiliki rumah di luar kota,dan ternyata, jaraknya tidak terlalu jauh dari tempatnya berkuliah. Fara mengetahui alamat ayah nya dengan tidak sengaja,saat ingin kekantor ayah nya untuk menemui ayahnya,dia bertanya pada staf yang sedang merekap ulang data pegawai.dan ia membaca alamat rumah ayahnya,kemudian secara diam diam mencatat nya.
sesampainya di rumah tersebut,Fara tertegun sebab rumah itu terlihat sangat asri,dengan cat yang berwarna kuning terang,dan ada banyak sekali bunga bunga bermekaran."ayah tidak pernah memberitahuku memiliki rumah sebesar ini"batin Fara.
sesaat kemudian,Fara melangkah kan kaki nya dengan perlahan,sambil melihat pemandangan sekitar,nampak bersih,dan sangat terawat.
saat hendak mengetuk pintu,Fara melihat kakak,dan ayah nya didalam dan terlihat sedang berbicara."ayah,dan kakak,mereka disini?berarti hanya aku dan ibu yang tak tahu perihal rumah ini"batin Fara kecewa.
melihat itu,Fara mengurungkan niat nya untuk mengetuk pintu,dan samar samar mendengar percakapan mereka,khawatir tidak jelas Fara inisiatif merekam.
"seharusnya,tak perlu sampai melukai ibu kan. ibu tidak bersalah,dan tidak tahu apapun"ucap Kenzo kakak Fara.
"ayah tidak bermaksud Ken,ayah kehilangan kendali saat dia dengan jelas menyebut ibu mu j*l*Ng."jawab ayah nya dengan sedikit marah.
"memang itu faktanya, kenapa harus marah?
"apa maksud mu?"
__ADS_1
"kalian berdua berhubungan di luar pernikahan.seharusnya, katakan saja dengan jujur pada ibu, kalau memang ayah mencintai wanita lain,jangan jadi pecundang dengan memilih kedua nya."
"kau tidak tahu apa apa Ken,jangan sembarangan menyimpulkan!"
"aku tahu segalanya! bukan kah aku benar? hanya karena ibu di nyatakan memiliki lemah kandungan,dan akan sulit, bahkan hampir mustahil memiliki anak,ayah dengan sengaja bermain dengan wanita itu"
"stop Ken!wanita itu punya nama,Rania,dan dia ibu mu,yang melahirkan mu."
"sudah,tak perlu berteriak,aku tahu,dan aku hanya memiliki satu ibu,Larasati. istri dari Hendra Kusumo."
"dulu saat kau masih kecil,aku memahami Ken,tapi kini kau sudah dewasa.dan harus nya tak perlu ku ajari lagi bagaimana seharusnya kau menghormati ibu mu!"
"tidak perlu,aku juga tak ingin di ajari oleh pria yang tidak pernah bisa menghargai,dan menghormati,seorang wanita."
"sudah hentikan,aku tak ingin berdebat dengan mu"
"Fara bagaimana? bagaimana cara mu menjelaskan pada nya?dia sudah bukan anak kecil, yang dengan mudah lupa dengan memberikan nya ice cream kesukaannya."
"sebaiknya,lebih cepat.semakin menunda semakin kehilangan kesempatan kau mendapat maaf darinya,kecuali kau ingin di benci oleh anak mu sendiri"
"Fara tidak tempramen seperti mu!"
"tentu saja,dia dilahirkan dari wanita baik baik.seandainya aku bisa memilih,aku tak Sudi dilahirkan oleh dia"
"sudah lah Ken,apapun itu sudah berlalu.tak bisakah kau menganggapnya sebagai ibu kandung mu?dan hilangkan kebencian mu itu!"
"tidak bisa!karena dosa kalian berdua,aku merasa jijik.dan tak pernah berani menatap mata sendu ibu,dan juga tak pernah berani menatap mata Fara,adik tiri ku yang selalu ingin di manja,dan di sayang, oleh kakaknya."
Fara yang mendengar semua itu,mendadak lemas.tubuhnya luruh pada dinding rumah itu.
jadi ini lah, jawaban dari segala pertanyaan yang selama ini, berkeliaran di dalam otaknya."aku dan kakak bukan saudara kandung,berarti ayah memiliki wanita lain selain ibu,yaitu ibu kak Ken,dan mengapa kak Ken,membenci ibunya?"
__ADS_1
dengan mengusap air matanya,Fara segera masuk kedalam dan membuat mereka berdua terkejut setengah mati.
"siapa di antara kalian,yang akan memberikan penjelasan pada ku?ayah?atau kau kak Kenzo kakak tiri ku?"ucap Fara dengan penekan nan.
"kau tanya saja padanya"jawab Kenzo dengan bangkit dari duduknya dan beranjak pergi keluar rumah itu.
"berhenti! aku ingin mendengar jelas dari kalian berdua!"ucap Fara dengan melempar tubuhnya di sofa yang tampak mewah itu.
"waw,ternyata rumah ini lebih nyaman,dan juga lebih mewah.sofa ini terasa lembut,dan tanpa debu sebutir pun luar biasa!"ucap Fara seraya mencoba meneliti bak detektif.
"30 menit,dari sekarang!"ucap Fara lagi.
seketika ayah dan kakak nya saling pandang,tak menyangka Fara bisa SE menyeramkan itu.
"jauh sebelum ayah di jodohkan dengan ibumu,ayah sudah memiliki wanita yang ayah cintai,dan kami berjanji untuk saling mencintai dan akan menikah.kami sudah membeli rumah, dengan uang yang kami tabung setiap bulan nya,dari gaji yang kami sisihkan.dan iya,ini adalah rumah kami berdua.namun eyang mu,ibu ku tidak menerimanya. karena dia tidak jelas dari keluarga mana,sedangkan ibumu dari golongan orang yang di segani.dan saat kakek mu menghembuskan nafas terakhirnya,dia meminta ku untuk menikahi ibumu, karena menurutnya ibumu yang terbaik.kami hancur! dan dia pergi entah kemana.sampai suatu hari,saat ibumu di nyatakan mustahil dapat memiliki anak.aku kembali bertemu dengannya.dan kami bersama kembali dirumah ini .dan lahir lah Kenzo,karena saat itu aku sedang bersama ibu mu jadi dia kehilangan banyak darah, karena tidak segera mendapat pertolongan medis. sehingga,aku harus memilih satu diantara keduanya.dan dia memutuskan untuk mengorbankan dirinya, dan memilih Ken untuk tetap hidup.dan dia meninggalkan ku untuk selamanya. aku menitipkan nya pada perawat untuk mempersiapkan segala keperluan nya.dan aku membawa Ken pulang kerumah.tanpa bertanya, ibumu tentu sangat bahagia menyambutnya,sebab dia memang mendamba seorang bayi hadir di antara kami.ibumu membesarkan Ken tanpa pernah bertanya, dari mana aku membawa nya.ibu mu menjaga, dan merawatnya, penuh kasih sayang,dan sampai hadir lah dirimu sebagai pelengkap.dengan hadirnya dirimu,tidak pernah mengurangi rasa sayangnya terhadap Ken, yang sama sekali tidak dia ketahui dari mana aku membawa nya.
namun beberapa bulan terakhir,aku seperti melihat rania.aku berfikir bahwa itu tidak mungkin.karena penasaran dan terus kepikiran.akhirnya aku memastikan kerumah sakit dimana dulu Ken dilahirkan.dan ternyata,Rania selamat.dan sampai akhirnya aku menemukannya disini.ternyata dia tinggal disini,dan membuatnya menjadi senyaman ini,namun saat aku membawa Ken untuk menemuinya terlambat,dia menderita tumor otak yang ganas dan meninggal.namun beruntung dia masih bisa memeluk Ken,setidaknya dia pergi dengan bahagia."jelas ayah Fara panjang lebar,dan meneteskan air matanya berkali kali.
Ken,segera bangkit dan masuk kedalam kamar yang ada dirumah itu,dia sebenarnya sudah tahu sejak lama,jika dia bukan anak kandung dari ibu Laras. beberapa tetangga terkadang membicarakannya.dan saat pergi kerumah kakeknya, kedua orang tua ibu laras juga tidak setuju,jika sebagian saham perusahan nya, diberikan kepada nya,karena dia bukan anak sah kedua nya.semenjak saat itu,Ken berusaha mencari segala sumber tentang dirinya,namun tentu saja dia mencurigai ayahnya.jika dia adalah anak dari wanita lain.karena tidak mungkin, dia dibawa kerumah, jika tidak ada hal lain.dengan sabar, dan teliti, akhirnya dirinya menemukan ibunya, sebelum ayahnya.dan dia mendengar segalanya dari ibu yang telah melahirkannya.ken sudah lima tahun mengenal ibu kandungnya,namun ia diam saja.karena sadar, ayahnya pasti akan mengulangi kesalahan yang sama jika mengetahuinya.
"begitu besar cintamu padanya ayah? sampai menceritakan tentang nya saja membuat mu meneteskan air mata berkali kali,dan ibu,ayah sampai hati membuat ibu terluka.apakah sedikit sekali rasa yang ayah punya untuk ibu?"
"ayah berharap,kau tidak akan membenci ayah setelah mendengar ini"
"aku sudah mendapat apa yang ingin ku dengar,aku pulang."
dengan cepat, Fara meninggalkan rumah itu dengan menahan sesak."pantas saja ibu menangis,ternyata rasanya sesakit ini,tidak kah ada rasa lain selain sakit jika di khianati ?"batin Nisa sambil terus berjalan keluar area rumah itu.
Dan setelah Kenzo mengetahui kenyataan yang ada, dia mulai berubah. karena itu, dia merasa sangat bersalah kepada ibu Laras ,dan juga Fara,dua wanita yang sangat di sayangi nya.karena ibu nya telah merusak kebahagian ibu lain.menurutnya,itu tidak akan terjadi jika ibu nya memiliki harga diri yang tinggi,karena wanita simpanan itu bukanlah prestasi.dan dari situlah segala nya berawal.dia membenci ayah dan juga ibunya Rania.
saat saat terakhir Rania,Ken sempat berkata jujur bahwa dia adalah anak nya.sebelum ayah nya datang dan memperkenalkannya pada Rania,dan setelah nya Rania di nyatakan benar benar meninggal.
__ADS_1