
"mencoba untuk tidak memiliki seseorang yang kita cintai,ternyata lebih menyakitkan. dan memaksa hatimu merelakan nya bersama yang lain, membuatmu merasa terjatuh dalam kehampaan."
🍀🍀🍀
hari kian berganti, komunikasi bima dan Nisa semakin membaik.
iya,karena Nisa sudah meng iyakan permintaan bima.
setidaknya,dengan ini keduanya bisa berusaha merelakan secara berlahan kan?, dan yang pasti, Nisa tak ingin berakhir dengan dendam kebencian di kemudian.
mereka bersama tidak sebentar,dan masing masing memahami keduanya.
namun manusia tidak ada yang sempurna,pasti ada keliru dalam setiap prosesnya. namun demikian, meski tak pernah luput dari salah yang pernah kita perbuat, dan mungkin waktu tak akan pernah bisa mengembalikan keadaan.setidaknya, kita masih dapat menyadari, dan berusaha untuk memperbaiki, meski tak lagi sempurna, setidaknya tak membuatnya semakin hancur dan terluka.
sejujurnya, Nisa sendiri masih berusaha, dan mencoba menerima,meski ia telah mengaguminya sejak lama,namun ia sama sekali tidak pernah berpikir, akan hidup bersama dengan Ibra yang kini menjadi tunangan ya.
dan bima, barulah menyadari rasa cinta dan sayangnya, setelah Nisa benar benar pergi dari hidupnya.
dia benar benar merasa kehilangan, dan seperti ada yang ilang dalam dirinya. kini ia harus terbiasa menunggu.
iya, biasanya,Nisa yang akan dengan senang hati, memberinya ucapan selamat pagi, atau sekedar chat yang tak penting menurutnya,"hari ini sarapan apa?, atau sekedar "makan makan" malah kadang lebih ngelantur "bab harus di siram bersih wey!"
kalau di pikir, bagaimana bisa Nisa terpikir kan untuk menulis chat konyol seperti itu pada nya.
namun, kini keadaan berbalik. bima yang harus terlebih dahulu memberinya ucapan, atau sekedar chat basa basi.
namun ternyata, bima masih menyimpan beberapa chat dari Nisa tersebut,dan sukses membuatnya tertawa, mengingat kekonyolan yang pernah Nisa berikan padanya.
dan ya, tak lama lagi ia akan benar benar kehilangan gadis konyolnya itu.
"ternyata menunggu benar benar membosankan,dan bikin penasaran" keluh bima sambil menarik ulur layar ponselnya.
"maaf sayang, selama ini aku sudah membuatmu terlalu lama menunggu,dan kini aku membayarnya".batin bima.
tak lama kemudian ponsel nya berbunyi.
Ting.....
"iya, lagi santai saja.kamu?"
jawab Nisa.
__ADS_1
dengan tersenyum, bima segera membalasnya.namun ia tak sabar "pasti nanti lama lagi bales nya"batin bima.
kemudian bima menekan tombol panggil pada ponselnya.
terdengar berdering,dan tak lama kemudian, terdengar suara dari balik ponselnya.
"iya, kenapa?"tanya Nisa.
"tidak,lama nunggu bales chat darimu,kau kan tahu aku tak sesabar itu" omel nya pada Nisa.
"dih,siapa juga yang minta di tungguin"balas Nisa lagi.
"ya gak ada sih, lagi ngapain ?"tanya nya lagi.
"lagi gosok baju" jawab Nisa lagi.
"mau kemana?,gosok baju segala."tanya nya lagi.
"ada pergi nanti malam,"jawab Nisa cuek saja.
"kemana? sama siapa?" tanya bima lagi.
"yah,sama aku aja dulu gak pernah mau setiap di ajak nonton, walaupun siang hari, ini malah malam malam mau nonton berdua lagi"ucap bima kesal.
"Yee lain dong, kalau Sama mas Ibra pasti di bolehin sama ayah,beda kalau sama situ.udah pasti gak boleh, apa lagi tampangmu yang bar bar itu, ah sudah pasti tak akan di kasih boleh sama ayah" jawab Nisa lagi.
"loh loh , kenapa gitu? ngatain bar bar, tampang Maco dan manis gini kok di bilang bar bar" ucap bima tak terima dengan ucapan Nisa.
"nye Nye Nye........ terserah kau saja ya, fakta nya memang begitu kan?". ucap Nisa lagi.
"tidak, pokok nya tidak."jawab bima masih tak terima.
"baiklah, terserah kau saja!" jawab Nisa tak ingin berdebat.
"mau nonton apa sih? beneran cuma berdua?"dimana? ikut boleh gak?" tanya bima lagi.
"hei, sembarangan. belum ada ya sejarahnya, ngajakin mantan dan tunangan nonton bareng",jawab. Isa sedikit terkejut.
"nah,mari kita buat sejarahnya hari ini."ucap bima lagi.
"kalau gak waras sendiri aja bisa gak? gak usah ngajak ngajak deh , bener bener sesat,pantes aja"ucap Nisa tak melanjutkan kalimatnya.
__ADS_1
"pantes apa? boleh ya ikut nonton?"tanya bima lagi.
"gak boleh, ganggu orang lagi bikin space sweet aja" jawab Nisa lagi.
"kan sekalian aku mau lihat, dia itu kek mana, sampai bikin kamu berpaling dari aku".ucap bima lagi.
"berpaling ,berpaling. yang suka berpindah hati dan berpaling itu situ loh ya, jangan Ngadi Ngadi deh,udah amnesia? mau di inget in lagi? mau di sebutin lagi siapa ? atau sekalian sebutin alamat rumahnya?" jawab Nisa kesal.
"iya iya maaf,jangan marah marah dong hehe becanda loh" ucap bima lagi cengengesan.
"dia baik ya?,ganteng gak? sama aku ganteng mana? tinggi ?" tanya bima lagi.
"apa maksudnya nih?
yang pasti,dia itu setia,jujur,taqwa,dan tidak merokok. gimana ? tipe aku banget kan ?" jawab Nisa sambil mencoba menahan tawanya.
"yah, udah paket komplit ya? gak mau tambah aku yang romantis ini?"tanya bima lagi.
"dih, dikira lagi makan sate kambing, nambah. sembarangan, lagian kalau nambah model an mu, bukan bikin seneng, malah bisa bisa bikin pening kepala, dan bisa kena darah tinggi tiba tiba,gak lucu aja aku yang gemoy ini mati terkena darah tinggi.
oh iya, emang udah kebiasaan sih ya, jadi gak bisa kan kalau gak bikin susah huh"jawab Nisa lagi dengan kesal.
"emang SE begitu menyebalkan nya aku ya buat kamu?" tanya bima lagi.
"OMG! Kamu nanya? bertanya tanya?" jawab Nisa lagi kesal.
"hehe iya iya maaf. hmm pasti bakal kangen banget nanti sama ocehan gak bermutu mu ini" ucap bima lagi.
"apa ? gak bermutu? ngatain lagi sih!"Nisa benar benar kesal.
"bercanda sayang, bercanda jangan marah marah dong,"ucap bima lagi cengengesan.
"males ah , matiin nih assalamualaikum" ucap Nisa, kemudian mematikan panggilannya, dan setelah itu mematikan ponselnya. jika tidak, si Bima pasti masih akan mengusik nya terus."sabar Nisa, sabar. setidaknya, buat dia menyesal seumur hidup di detik detik terakhir ini" batin. Isa sambil mengusap dada nya beberapa kali.
Nisa sengaja memberi celah kepada bima, namun dengan tekad yang kuat, dia membiarkan bima kembali mengisi hari harinya, di detik detik terakhirnya .sebelum ia benar benar menghilang, dan hidup bersama orang lain. lagian, ponsel Ibra sementara ini masih rusak, jadi ia tidak berkomunikasi dengan nya, akan membosankan bukan, jika tidak ada yang bisa di ajak nya sekedar omong kosong, meski hanya kisah lama, setidaknya, ini bisa membuatnya sedikit merasa puas nantinya.
walau tak bisa dipungkiri,sejujurnya Nisa juga merindukan momen momen ini,mengingat hubungannya dengan bima beberapa terakhir sangat kacau.
biarkan saja, bila nantinya, bima kembali berharap padanya, namun Nisa yakin, bima tipe yang sangat mudah untuk sekedar jatuh cinta, dan pasti tak akan lama lagi, dia akan menunjukan wanita barunya kepada dirinya.
"dengan ke buyan nan dan kesombongan nya, lihat saja.bagaimana dia nanti menunjukan wanita barunya"batin Nisa dengan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1