Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
yang lalu biarlah berlalu


__ADS_3

"sedetik saja tak kan ku lupa, rasanya ingin lagi berjumpa, tak kan habis rasa rindu ini meski nantinya termakan waktu dan usia"


🌻🌻🌻


"Nisa....Nisa... Nisa..." panggil ibu Husna dari luar kamar Nisa.


"ayah dan ibu hari ini ada acara sampai sore sepertinya, tolong nanti siang berikan bebek ibu makan ya ndok. jangan lupa nanti bisa mati semua ibu sudah susah-susah merawatnya." jelas Bu Husna dari balik pintu.


"iyaaa buuu baikkkkk. " jawab Nisa masih setengah sadar.


"ayo Buu bergegas sudah hampir lambat ini, pak Harun sudah menunggu kita ini loh." ucap ayah Nisa tak sabaran.


"iya iya ini loh lagi titip pesen sama Nisa kalau gak di bilangin bisa mati semua bebek ibu kan sayang sudah capek-capek ibu pelihara dari kecil Lo." jelas Bu Husna.


Ayah dan ibu Nisa ada acara mengantar pengantin, lumayan jauh namun Nisa menolak untuk ikut .selain tak kenal, ia juga merasa tak ada teman yang cocok. ia tak ingin seperti orang hilang di tengah keramaian.


"4 panggilan tak terjawab."


"my dream"


sejak semalam Nisa tak menyentuh ponselnya. karena setelah bertemu dengan Bima Nisa benar-benar merasakan kantuk yang luar biasa, pagi ini saat dirinya terbangun baru menyadarinya.


"mas Ibra menelpon ah sayang sekali tak terjawab." batin Nisa.


"pagi sayang"


"sedang apa?"


"😘"


beberapa chat dari Bima di pagi hari ini.


"Ais dia ini menyebalkan sekali" batin Nisa.


tak ia hiraukan ,hanya dia buka saja chat dari Bima sejujurnya jauh di lubuk hatinya, Nisa ingin membalas chat Bima namun pikirannya yang masih waras berusaha menahannya. "jangan, jangan, jangan, Nisa ini berbahaya jika kamu lakukan." gumamnya.


Nisa segera bangun dari ranjangnya ,menghadap cermin sebentar memastikan matanya yang ternyata sedikit membengkak karena menangis semalam "untung saja ayah dan ibu pergi" batin Nisa.


kemudian ia segera membersihkan diri membersihkan rumahnya sebentar, karena sepertinya ibunya telah berbenah sebelum bepergian. Nisa hanya menyapu bagian teras sedikit dan halaman rumahnya yang hanya terdapat dedaunan pohon mangga yang berjatuhan.


Cuaca hari ini sedikit berkabut, dan matahari belum terlihat akan menampak kan diri meski sudah jam 8 pagi pantas saja tadi ayah dan ibunya pergi tergesa-gesa.

__ADS_1


mengingat itu Nisa teringat pesan ibunya ia bergegas ke halaman belakang rumahnya, melihat bebek kesayangan ibunya itu Nisa memberinya minum karena sepertinya sudah di beri makan sebelum ibunya pergi.


Ponselnya berdering tampak terlihat pada layar ponselnya Fara dan mici sedang melakukan Videocall "hai kalian apa kabar?"


tanya Nisa kegirangan mendapat telpon dari sahabatnya itu. walaupun mereka selalu menggodanya, namun nyatanya ia merindukan juga saat berjauhan.


"aku baik Lo gimana nis?" tanya Fara.


"aku juga baik."jawab mici.


"kalian gak kuliah hari ini?" tanya Nisa.


"gue hari ini cuma ada satu kelas satunya kosong jadi nanti deh jam 2 mungkin baru otw." jawab Fara.


"eh nis gimana dirumah aja seru gak ? kata KK gue dirumah seru tiap hari di apelin sama cowok-cowok πŸ˜‚πŸ˜‚"ledek mici.


"wih iya kah nis Lo udah dapet gebetan dong pasti yah gue gak ada temen jomblo dong nih." tambah Fara lagi.


"is is is kebiasaan lu ya sembarangan, di apelin di apelin itu sih versi KK lu gue mah enggak yaa." jawab Nisa melakukan pembelaan.


"masih jomblo dong yes gak jadi sendiri gueπŸ˜‚" jawab Fara sambil tertawa.


"ih mici emang lu paling seneng deh ya doa in temennya yang jelek-jelek pake doain gue jomblo seumur hidup lagi ogah kali."jawab Fara sebal.


"emang iya Ra, di kota pasti banyak tuh cowok-cowok kece parah masa iya lu gak tertarik satupun di antara sekian banyak nya itu?" tanya Nisa terheran.


"iya nis beneran, gimana mau dapat cowok coba, kalau dia itu juteknya setengah mati udah kek lagi mengintrogasi pelaku pembunuhan aja dia kalau di tanya cowok"πŸ˜‚πŸ˜‚ jawab mici sambil tertawa.


"emang iya RaπŸ˜‚πŸ˜‚" tanya Nisa ikut tertawa mendengar penjelasan mici.


"enak aja ,jangan percaya omongan dia nis, masa iya aku yang manis ini kek gitu." ucap Fara membela dirinya.


"btw Lo sama Rama aman kan mici." tanya Nisa


"ooooo aman dong udah pasti."jawab mici.


"awas yaa satu kampus tiap hari jangan aneh-aneh yaa ku geprek nanti kalau sampai kudengar berita yang tidak-tidak."ancam Nisa pada mici.


"asiaaap dong" jawab mici lagi.


"Ra awasi tuh 2 bocah ya sekali-kali kalau macem-macem kita geprek bareng-barengπŸ˜‚πŸ˜‚"ucap Nisa sambil tertawa

__ADS_1


"ohhh iya dong dengan senang hati. "jawab Fara juga ikut tertawa


setelah berbincang-bincang cukup lama, Nisa dan teman-teman akhirnya mengakhiri panggilan nya.


Nisa kembali masuk kedalam rumahnya, menonton kartun kesukaannya ponselnya ia letakan di sebelah tv sambil mengisi baterainya .sebab dari semalam belum iya charger sama sekali, ditambah tadi ia menelpon cukup lama bersama teman-temanya tadi.


Dan benar saja hujan turun setelah sejak semalam mendung di langit dan awan nya hilang begitu saja kini hujan datang dengan derasnya Nisa menelpon ibunya.


"ibu dirumah hujan deras ibu dan ayah pulang atau tidak?"tanya Nisa .


"disini tidak hujan nak insyaallah ayah dan ibu nanti pulang."jawab Bu husna.


"ya sudah Bu hati-hati saja ya." ucap Nisa


kemudian Nisa mengakhiri telponnya.


ponselnya berdering lagi dan itu panggilan dari Bima. hampir saja Nisa mengangkatnya Nisa mematikan ponselnya ,kemudian melanjutkan menonton kartun favoritnya. Nisa tak ingin berbicara dengan Bima meski hatinya ingin namun ia tahan.


Beberapa jam berlalu Nisa menghidupkan ponselnya yang sedari tadi ia matikan . dan baterai di ponselnya sepertinya sudah terisi dengan full. baru saja ia menghidupkan layarnya tiba-tiba panggilan dari Bima sudah ada lagi karena terkejut Nisa justru malah mengangkat nya.


"hai be kenapa baru di angkat sih?." tanya nya.


"tadi baterai nya habis sejak semalam aku belum mencharger nya." jawab Nisa.


"oooohh gitu lagi apa?" tanya nya lagi.


"mau bersih-bersih sudah dulu." jawab Nisa


"eh nanti dulu dong belum juga ada lima menit sudah mau di matikan lagi." ucap Bima memelas.


"apa lagi sih kan aku udah bilang mau bersih bersih dulu." jawab Nisa.


"lima menit lagi deh boleh yaa?" ucapnya lagi


"apa mau bicara apa lagi?" tanya Nisa


"katanya kita akan tetep jadi teman yang baik kenapa malah jutek begini?." jawab bima lagi


"jadi teman yang baik bukan berarti harus teleponan chat an setiap hari kan?" jawab Nisa lagi penuh penekanan.


"sudah lah nanti lagi ini sudah sore aku belum selesai apa-apa. " jawab Nisa kemudian mematikan panggilannya secara sepihak.

__ADS_1


__ADS_2