Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
bukan rumah impian


__ADS_3

"setiap saat ku melihat mu,aku selalu jatuh hati.bahkan hanya di setiap detik nya.cinta mu bagaikan hembusan angin,sedangkan diriku hanya butiran pasir, di tengah tanah gersang."


🌼🌼🌼


fara keluar dari gerbang kampus nya,melirik mobil yang terparkir di pinggir jalan,yang lumayan jauh dari kampus nya, berharap mobil itu tak ada di sana.


dengan malas, akhirnya ia melangkahkan kaki nya menuju mobil itu berada.


"bisa cepat tidak,lamban sekali!"tiba-tiba seru Ken, yang menoleh dari dalam kaca mobil nya.


"iya-iya sabar,gak lihat ini aku juga sudah cepat."jawab nya malas berdebat.


"pakai sabuk pengaman mu!"ucap nya lagi.


lagi-lagi Fara hanya menurut saja, mata nya terasa panas, ujung mata nya sudah penuh dengan air mata nya, yang akan segera tumpah.


ia tak ingin tinggal bersama kakak nya,jauh sebelum ini, dia adalah seorang anak kecil yang manis,yang memiliki seorang kakak laki-laki yang tampan,dan juga penyayang.


"halo adik kakak yang manis,hari ini hebat tidak?nurut gak sama Bu guru di sekolah?kakak punya hadiah nih, kalau hari ini hebat."


"ye ye ye kakak pulang, Fara hebat kak hari ini,lihat lah Fara dapat tiga bintang hari ini"


"coba tunjukan!,wah adik kakak memang hebat,lihat kakak bawa kotak pensil hello Kitty, untuk adik kakak yang hebat".


"wah cantik sekali,Fara suka,terimakasih ya kakak,Fara sayang kakak".


ingatan tentang nya,bersama dengan kakak nya tiba-tiba hadir dalam benak nya,dulu, kak Ken sangat menyayangi nya,selalu menghibur nya,tempat nya berbagi suka,maupun duka. namun semenjak lima tahun lalu,tepat nya saat Ken berulang tahun,Fara yang dengan senang hati membuat kejutan,dan juga membawa kue ulangtahun di hadapan nya,merasa terkejut, dan takut,hingga saat ini.


entah apa yang terjadi,Fara tak tahu apa salah dirinya,mengapa kakak semata wayang nya berubah dengan sedemikian.


ia selalu merindukan nya,walau tidak jarang perhatian yang ia berikan di balas dengan bentakan,yang membuat seluruh hati nya hancur seketika, dan dari situlah,ia berusaha untuk terbiasa tanpamu kakak nya,meski kehadiran nya ada,Fara selalu berusaha menganggap nya tak ada di hadapan nya.


dan segala benak di kepala nya,pertanyaan-pertanyaan, tentang kakak nya,kini sudah mulai terurai,dan terjawab.bahwa kakak nya bukan lah kakak kandungnya,melain kan anak dari wanita lain,yang pernah ayahnya sentuh.


dan keadaan itu,membuatnya semakin ingin menjauh,namun faktanya,ibu nya sama sekali tidak tahu,yang membuatnya semakin dilema,ia juga tidak siap,saat melihat ibu nya kembali terluka,ketika mengetahui kebenaran nya.

__ADS_1


akhirnya,Fara mencoba menahan diri,dan memilih untuk tetap diam,seolah tak mengerti apapun.kakak nya yang dulu sangat penyayang,dan kini berubah menjadi kejam,itulah sebenarnya alasan nya,hingga saat ini menolak semua pria yang mencoba mendekati nya.


ketakutan nya teramat sangat,hanya Ferdi yang bisa lebih dekat dengan nya sejauh ini.sebab,Ferdi selalu menemani, meski Fara selalu meminta nya untuk menjauh pergi,Ferdi dengan setia,memantau dari kejauhan,saat perhatian nya tak di inginkan.


namun saat Fara ingin membuka hati, kenapa kakak nya hadir kembali, mencoba masuk kedalam hidup nya lagi.


Fara tidak membenci,namun entah apa yang ia rasakan,ketakutan yang luar biasa,karena dari Ken lah,Fara selama ini belajar tentang rasa.


kasih sayang,cinta,perhatian,dan yang tak pernah ia lupakan kesakitan.iya,Ken lah orang pertama yang membentak nya dengan keras,hingga membuat nya terkejut setengah mati, ayah,atau ibu nya,tak pernah tahu tentang hal ini.


"kak,mau kemana lagi? kakak kan baru pulang,sudah mau pergi lagi,Fara kan masih belum puas.fara juga ingin bertanya banyak hal,pelajaran ini sangat sulit kak,Fara ikut ya"


"tidak bisa,kamu besok masih harus sekolah,sebentar lagi ujian, dan akan melanjut kan sekolah menengah atas."


"tapi Fara ingin ikut kak,sekali ini saja ya boleh ?ayo lah kak boleh ya,"rengek nya saat itu.


"Fara! dengar gak?aku bilang gak ya enggak!.gak usah manja,udah besar kamu,berhenti merengek seperti anak kecil!aku ini kerja,bukan mau liburan! mengerti?"


Fara mengedipkan mata nya berkali-kali, ke arah kaca jendela,menahan air mata yang sudah hampir terjatuh,dia sama sekali tidak bergeming,ia tak ingin mendengar bentak an itu lagi.


"ambil semua barang mu,dan kembalikan kunci rumah itu ke pemilik nya segera, 30 menit dari sekarang!"ucap nya datar, setelah sampai tepat di depan rumah yang biasa Fara tinggali.


"bisa pelan tidak?kau bisa merusak nya!"oceh Ken dari dalam mobil.


"persetan!aku tak perduli"batin Fara.


segera Fara memasuk kan segala nya kedalam tas nya, dan meninggal kan sepasang baju nya, dan beberapa buku diary nya di bawah meja belajar nya.


kemudian,dia merogoh ponsel nya,dan mengetik."Ferdi,maaf ya hari ini kita gagal pergi bareng,tolong kembali kan kunci rumah ku pada buk Sri ya,tolong kau bawa juga sesuatu yang ku tinggal di bawah meja belajar ku bersama mu,


oh iya,kunci nya ku taruh di bawah keset pintu ya." kemudian mengirimnya,dan setelah terkirim ia menghapus nya.


karena setelah ini,Fara tak bisa menjamin bisa leluasa berkomunikasi dengan Ferdi,pasti kakak nya itu akan terus mengganggu nya,sepanjang hari,bahkan sisa hidup nya.


setelah selesai,Fara segera membuka pintu mobil itu,dan membawa tas nya ke pangkuan nya,"sudah selesai?" tanya Ken.

__ADS_1


"sudah"jawab Fara cuek,sambil melihat ke arah depan,tanpa menoleh sama sekali.


selama di perjalan nan, baik Fara,ataupun Ken,tidak ada yang bersuara satu pun.


Fara memilih memejamkan mata nya,dari pada harus mendengar kata pedas dari mulut kakaknya.


"sudah sampai bangun lah,!"ucap kakak nya.


"kemudian Fara bangun, dan benar saja dugaan nya,Ken membawa nya kerumah,yang sempat ia kagumi beberapa saat,namun setelah mengetahui kebenaran nya, ingin rasanya ia menghancurkan nya dengan segera.


Fara segera keluar,dan memasuk i rumah itu dengan malas,tampak ada seorang perempuan yang sedang melakukan kegiatan nya di dapur,"selamat siang non"ucap nya.


"siang,apakah anda bekerja di sini?"tanya Fara.


"iya non,panggil saja bik Siti"ucap nya.


"baik lah,dimana kamar saya bik Siti?"tanya Fara.


"mari saya antar non"ucap nya berjalan mendahului Fara.


"ini kamar nya non,kalau ada perlu apapun bisa panggil saya,permisi mau melanjutkan memasak"ucapnya sopan.


Fara melihat kamarnya, dan sekeliling,kamar yang bernuansa pink itu,tampak cantik dan rapi.terdapat beberapa foto nya dimasa kecil,dan beberapa gambar hello Kitty kesukaannya.


Fara segera memasuk kan tas nya kedalam lemari,ia belum berniat untuk beberes,ia duduk di meja belajar,yang sudah tersedia dengan cantik,dan juga rapih.


"apakah kakak tinggal sendiri disini?atau ayah juga tinggal disini?


sepertinya iya,usaha ayah yang biasa di kelola nya sekarang di ambil alih oleh kakek,karena kejadian kemarin,bisa jadi ayah melanjutkan hidupnya di sini bersama putra nya"batin Fara.


"apa tujuan kakak nya membawa ku kemari?benarkah karena perduli,dan ingin melindungi?"batin nya lagi.


seandainya,kakaknya tak pernah berubah,meski mereka bukan saudara kandung,ini pasti akan sangat indah,dan juga membahagiakan dirinya.


karena apapun alasan nya,tetap saja Fara merindukan sosok kakak nya, yang pernah selalu ada di samping nya.

__ADS_1


apa lagi rumah ini,memiliki kamar yang bernuansa serba pink,dan hello Kitty, itu memang secuil impian sederhana dari nya.ia sangat suka warna pink.namun rumah nya,yang biasa ia tinggali belum sempat,karena ayah,dan juga kakak,nya jarang pulang kerumah,dan dia belum bisa memenuhi keinginan nya sendiri,karena dia belum bisa menghasilkan uang,dan masih menghabis kan uang hingga saat ini.


melihat ini,kakak nya pasti sangat sukses,karena bisa membeli apapun yang ia mau,tapi kenapa perasaanya tidak enak?dia merasa bimbang,harus bahagia,atau merasa sedih saat ini.


__ADS_2