
tak pernah terpikir oleh ku
tak sedikit pun ku bayangkan
kau akan pergi tinggalkan ku sendiri
begitu sulit ku bayangkan begitu sakit kurasakan
kau akan pergi tinggalkan ku sendiri
dibawah batu Nisan kini kau telah sandarkan kasih sayang kamu begitu dalam
sungguh ku tak sanggup ini terjadi karena ku sangat cinta
inilah saat terakhirku melihat kamu jatuh air mataku menangis pilu hanya mampu ucapkan selamat jalan kasih
satu jam saja kau telah bisa cintai kamu kamu kamu di hati ku namun bagiku melupakan mu butuh waktu ku seumur hidup
satu jam saja kau telah bisa sayangi kamu di hati ku namun bagiku melupakan mu butuh waktu ku seumur hidup
dinanti ku.................
__ADS_1
šµšµšµ
šµšµšµ
šµšµšµ
Dengan tangan yang masih terpasang dengan selang infus, Nisa menatap sekaligus melihat untuk yang terakhir kali nya di peluk nya dengan erat dan mengecup nya beberapa kali seorang yang telah memberi nya banyak hal selama kurang lebih 2.222 hari bersama menemani setiap lembar kisah nya.
Sosok yang berhasil membuat nya merasa sempurna tanpa berubah menjadi siapa pun dan selalu menjadi diri sendiri, tak pernah meminta sesuatu yang tidak bisa di miliki oleh nya, bahkan dengan sadar untuk meminta nya tak perlu memikirkan hal buruk apa pun.
Hanya bahagia, dia hanya meminta dirinya tetap berbahagia meski setelah ke pergian nya untuk selamanya. bagaimana bisa dia tetap merasa sempurna saat sosok yang selalu membuat nya sempurna telah tiada bahkan untuk selama sisa hidup nya, bahkan kepergian nya bersama dengan ke inginkan yang selama ini di impikan oleh nya, "setidak nya kamu pergi dengan membawa mimpi mu bersama mu aku berharap di keabadian kelak kita kembali bersatu, tak mengapa meski sakit nya berlipat bahkan aku belum bisa merasakan kehadiran nya mereka lebih dulu pergi bersama mu ada Abi di sini yang akan selalu menemani ku kau jangan khawatir." batin Nisa dengan masih memeluk suami nya yang saat ini sudah siap untuk di kebumikan.
Air mata nya tak lagi mengalir kali ini, dengan berlari Abi yang dengan sengaja sempat di ajak bermain oleh tetangga nya menghampiri nya,"ibu kenapa? tangan ibu kenapa ada seperti ini ? ayah Abi mau di bawa kemana Bu? kenapa ayah di gendong di atas seperti itu? ayah nanti gak bisa nafas Bu kasian kalau di tutup rapat begitu."ucap nya masih belum ingin berhenti namun dengan segera Nisa meraih nya, dan mengecup kening nya dengan lembut di bawa nya dalam dekap nya sebelum akhirnya jenazah Ibra benar-benar di kebumikan.
Dia sedikit histeris saat ayah nya di bawa oleh beberapa orang dan dia memaksa ingin membuka dengan dalih kasian ayah gak bisa nafas nanti,ayah Abi mau di bawa kemana? nenek tolong in ayah! ibu ayah Abi di bawa orang tolongin! ucap nya dengan menangis, ini pertama kali nya Nisa melihat putra nya begitu hancur seperti saat ini, Bahakan suara tangisnya mampu membuat sekita ikut tersendu dan menangis pilu seketika suasana semakin sendu.
Perut nya terasa sangat keram, namun Nisa mencoba menahan dan juga tetap berdiri dengan sigap saat kaki nya terasa sangat lemas dan tak bertenaga,"ini yang terakhir tahan Nisa."batin nya dengan sedih dengan susah payah dia juga menahan agar air mata nya tak segera tumpah saat ini juga, kedua janin nya juga bersama-bersama di tempat kan di tempat yang sama membuat nya semakin pilu.
****
#flashback
__ADS_1
"sayang"
"iya mas"
"lepas saja implan di tangan mu ini?"
"kenapa mas? Abi masih kecil loh."
"gak papa aku ingin malaikat kecil yang kembar berada di sini."ucap nya dengan mengelus perut nya yang datar.
"lihat lah ini dua bidadari cantik sangat manis aku ingin memiliki nya sayang, yaaaa jangan lama-lama kata orang tua tidak baik."ucap nya lagi.
"nanti akan ku pikir kan"ucap nya dengan tersenyum.
flashback off
Itulah kepingan kenangan nya saat Ibra meminta nya melepas implan nya, tepat nya sekitar lima bulan yang lalu karena menurut dokter janin nya sudah berusia sekitar empat bulan. namun karena tidak hati-hati Nisa yang bahkan ke bilangan nafsu makan nya tak memikir kan kehadiran mereka sama sekali.
Di tambah kandungan nya yang ke dua ini sedikit rentan dan dia justru kehilangan vitamin dan nutrisi tubuh nya saat-saat terakhir nya, hingga membuat nya merasa kehilangan dua kali sekaligus.
Dengan masih terpaku pada Nisan Ibra Nisa terduduk di sana dan beberapa orang sudah berjalan pulang ke rumah masing-masing kepala nya yang terasa berputar membuat nya segera di papah menuju ke rumah nya lagi.
__ADS_1
sedangkan di sana sudah datang perawat yang akan membawa nya kembali kerumah sakit, karena memang dia membutuhkan perawat.