
"saat keegoisan menjelma dan mencoba mendominasi, apa lagi yang terjadi selain saling melukai, kemudian di ujung masa saling menyesali namun itu tak berarti lagi."
🍀🍀🍀🍀
Deg......
Deg ......
Deg .....
Detak yang seperti akan kehabisan masa, namun tak juga berpindah hanya bertambah udara di sekitar yang terasa dingin, namun justru butiran keringat yang mengalir dengan lambat.
"Sial.......bisa tidak santai saja jangan berlebihan dia adikmu ayolah Ken!"batin nya yang merasa gugup Namun berusaha tenang dan menenangkan.
"apa yang sedang kau pikir kan sampai tak bisa tidur?."tanya Ken membuka suara demi menghindari Fara yang tak lama akan menyadari detak jantung nya yang tidak normal.
__ADS_1
"tak tahu, aku tidak sedang memikir kan apa pun kak tapi memang sejak kemarin aku kesulitan untuk tidur karena kak Ken sudah baik pada ku boleh ya malam ini saja aku tidur disini?"jawab nya, kemudian berbalik menghadap Ken yang spontan terkejut karena mereka berhadapan sangat dekat.
"hei hampir saja menyentuh bibir sexy ku, tidak mungkin tidak ada yang di pikirkan, sampai membuatmu tak bisa tidur atau mau periksa ke dokter?"ucap Ken yang sudah hampir jantungan karena Fara terlalu dekat, kemudian menggeser tubuh nya sedikit menjauh.
"he maaf kak, aku tidak bermaksud. rasa nya tidak perlu ke dokter kak aku hanya perlu lebih banyak istirahat sejak kemarin memang terasa sakit semua seluruh badan ku, tetapi setelah di pijit oleh bi Siti sekarang lebih baik dan setelah tidur aku berharap lebih baik."ucapnya kemudian memejamkan kedua mata nya tanpa dosa.
Sedangkan Ken hanya terdiam saja mendengar penjelasan Fara, karena sebenar nya ia sangat lelah dan mengantuk namun kehadiran nya membuat nya saat ini benar-benar tidak tenang jantungnya saja serasa ingin keluar. akhirnya dengan terpaksa ia membenarkan selimut yang tadi di pakainya dan di bagi oleh nya dengan Fara karena Fara sudang menghadap ke arah nya dengan terpaksa ia mengusap lembut ujung kepalanya, dan tak lama kemudian terlihat kedua bahu Fara bergerak dengan teratur menandakan bahwa ia telah terlelap.
Dan Ken sama sekali tidak bisa terlelap di liriknya jam di dinding kemudian ia menarik ponselnya yang tergeletak di lemari samping ranjangnya. kemudian ia mencoba membalas chat dari Jasmin yang tadi terlupakan oleh nya karena sudah sangat lelah..
Di tatap nya wajah Fara yang tengah tertidur pulas di ranjang nya, terlintas sesekali kenangan nya bersama nya sewaktu mereka bersama dimana Fara memang akan selalu mencari nya secara sembunyi-sembunyi karena tak di izinkan oleh ibu nya jika mereka tidur bersama. kembali terlihat senyum manis nya mengembang di kedua pipi nya, "tidurlah dengan tenang putri kecil ku semoga mimpi indah." ucapnya kemudian ia mengambil bantal dan juga guling nya dan merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang terletak di sudut kamar nya.
Karena tak mungkin ia benar-benar tidur seranjang dengan Fara, yang ada ia tidak tidur melainkan senam jantung semalaman. di tambah ia sedang berusaha keras membuang jauh-jauh rasa yang sudah lama menempati lubuk hati nya. ia juga sudah berjanji kepada Jasmin untuk menerimanya di hati nya, namun bagaimana dengan Fara ia masih tetap biasa saja meski dirinya sudah mengatakan dengan jujur tentang rasanya.
Tak lama kemudian keduanya benar-benar terlelap dengan dunia mimpi nya masing-masing, Ken yang merasa lelah di tambah meminum obat dari Jasmin segera tertidur dengan pulas. begitu pun dengan Fara yang saat ini tengah tertidur dengan pulas ternyata benar saja sentuhan halus dari Ken berhasil membuatnya merasa nyaman dan segera tertidur.
__ADS_1
*****
Masih sunyi dan sepi Fara yang terjaga dari tidur nya mencoba menarik kedua tangan nya, dan meraba sekitar dan tidak di temukan Ken di sebelahnya seketika ia beranjak dan bersandar di ranjang. saat terbangun terlihat Ken tertidur dengan pulas di sofa yang tidak jauh dari ranjang nya.
"kamu berbohong kak perasaan mu belum beranjak sama sekali dan masih dapat ku rasakan dengan jelas detak jantung mu yang tidak beraturan saat aku terlalu dekat dengan mu, apapun yang kau putuskan aku akan mendukungmu kak melihat mu seperti ini saja sudah cukup membuatku bahagia, apalagi bisa kembali bersama dan dapat melihatmu setiap hari itu sudah cukup. aku juga tidak tahu tentang perasaan itu hingga kini aku masih saja merasa bimbang, namun saat mendengar kamu sudah memiliki wanita idaman lain aku seperti tidak terima, harusnya aku bahagia kan? dengan begitu kita benar-benar akan selamanya menjadi kakak dan adik. namun aku juga menyadari sepenuhnya bahwa perihal perasaan tidak bisa di paksakan. buktinya saja Ferdi, kurang baik apa lagi dia kepada ku? selalu ada untuk ku apapun ia lakukan hanya untuk sekedar membuat ku bahagia, meski aku sudah menganjurkan harapan nya berkali-kali dengan sabar ia masih tetap setia menunggu ku, yang aku sendiri tidak tahu hingga kapan ia akan menunggu ku. yang masih merasa bimbang dan juga ragu tentang yang ku rasa kan sendiri." batin Fara kemudian ia beranjak dari ranjang Ken, dan membawa selimut itu untuk menyelimuti Ken yang tengah tertidur pulas di sofa ,sedangkan Fara kembali kekamar nya, di liriknya jam dinding sudah hampir subuh, "ah Nisa sudah bangun belum ya?" batin nya, dia tidak bisa menahan terlalu lama lagi, kemudian mencoba menghubungi Nisa setelah sampai di kamar nya.
****
"iya Ra kenapa? gila lu mau bangunin gue sahur? atau ngajakin tahajud? atau sholat taubat ?"tanya nya masih dengan mengusap beberapa kali. sedangkan Fara yang mendengar pertanyaan Nisa terkekeh seketika, dilihat nya jam di ponsel nya ternyata masih jam tiga dini hari benar saja, sedangkan jam dinding itu ternyata tidak bergerak sama sekali.
"yah sorry ya gue jadi bangunin lu di jam rawan begini hehe kukira tadi sudah hampir subuh Nis, eh ternyata jam nya mati."ucapnya kemudian sambil terkekeh lagi.
"hum,jadi kenapa pasti penting nih sampai bisa salah liat jam,Ais mas tangan mu berat."ucapnya membuat Fara terkejut seketika.
"siapa yang kau sebut mas Nis? hei apa yang sedang kau lakukan? kamu ngapain ? is "tanya Fara tak sabaran, sedangkan Ken yang terbangun terkejut melihat nya berselimut dan Fara tidak ada di kamar nya dengan segera ia membuka kamar Fara tanpa mengetuk.
__ADS_1
Fara yang tadi nya sedang berbincang dengan Nisa terkejut, "kak ! mengejutkan ku saja kenapa tidak pelan-pelan ?"ucapnya, yang secara langsung membuat Nisa yang hendak menjawab pertanyaan nya tadi juga ingin menanyakan hal yang sama.