
"terkadang,diam bukan karena pasrah,dan menyerah, tapi karena suatu hal, yang tidak penting bagi kita, justru bagian dari setengah jiwa orang lain".
🍀🍀🍀
Fara yang panik, dan ketakutan, hanya bisa menangis,dan mengunci pintu kamarnya,karena khawatir ayahnya akan menyusulnya.
bima yang penasaran, mendengar Fara menangis histeris dalam telponnya, segera mengendarai motornya, dan melaju dengan cepat menuju rumah Fara.
namun, ia begitu terkejut,karena rumah Fara sangat ramai,dan beberapa warga sebagian mulai berjalan kembali kerumah masing masing."permisi pak , ini ada apa ya kenapa ramai ramai,?"tanya bima pada salah seorang warga.
"ini Lo mas,tadi terjadi keributan, ayah dan ibu nya nak Fara bertengkar,sampai tak sadarkan diri,dan bersimbah darah,tapi sudah langsung di bawa kerumah sakit tadi" jelas salah satu warga.
"astaga,lalu Fara dimana pak sekarang?" tanya bima lagi.
"itu dia mas,sepertinya nak Fara sangat tertekan saat ini, dari tadi menangis terus didalam kamarnya, namun tak mau membuka pintunya, mau di dobrak takutnya nak Fara nya ada di depan pintu" jelas nya lagi.
dengan sedikit berlari, bima langsung masuk kedalam, dan mencari sumber suara tangisan Fara.
"Fara Lo gak papa? ini gue bima, buka pintunya ya "teriak bima dari luar, sambil mengetuk pintu kamar Fara.
masih belum ada respon,dan masih terdengar suara tangis Fara sesenggukan.
"fara ini gue bima, Lo denger gue kan dari dalam, Fara ayo buka pintunya!" teriak bima lagi.
mendengar teriakan bima, Fara segera membuka pintu nya.
"Lo gak papa? ya ampun Fara kening lo mengalir darah begitu, ayo cepat kesini, dimana kotak obat lo?" ucap bima sambil menarik tangan Fara keluar kamar, dan mencari cari kotak obat, namun tidak ketemu. sedangkan Fara masih belum bisa berbicara, masih sesenggukan, kemudian datang tetangga Fara membawa kotak obat." astaga Fara, kamu berdarah, sini biar bude obati,"ucapnya. bima menggeser duduknya, dan membiarkan Fara di obati,bima berjalan keluar,dan masih terdengar beberapa warga yang berbincang, mereka ingin melihat Fara namun sepertinya di tahan oleh pak RT."biarkan dulu saja buk ibu,sepertinya nak Fara sangat tertekan, tadi saja tidak berani membuka pintunya,dan hanya mas ini yang dia dengarkan tadi". ucapnya memberi pengertian kepada warganya.
"lalu ayah Fara pergi kemana ini pak? apakah ikut mengantar ibu Fara kerumah sakit?"tanya bima kemudian.
"tidak mas,tadi ayah Fara masih sangat emosi dan seperti kesetanan,saya saja sangat terkejut, tidak pernah melihatnya seperti itu, padahal, beliau terkenal sangat ramah, dan dermawan disini" jelas pak RT.
"bima tolong antar aku kerumah sakit sekarang ya?" tiba tiba Fara berlari dari dalam, dan masih dengan sesenggukan dan menangis.
"iya ayo ku antar"jawab bima sambil memasang helm nya.
"ini pakai helm saya saja nak Fara,tadinya saya mau menyusul, karena nak Fara sudah sedikit tenang sekarang, nak Fara saja yang pergi"ucap pak RT.
__ADS_1
"terimakasih ya pak, saya titip rumah ya pak, kalau kalau kakak saya nanti pulang" ucap Fara sambil memberikan kunci rumahnya.
"baik nak Fara, hari hari dijalan"ucap pak RT.
kemudian, bima dan Fara melaju dengan kecepatan sedang, Fara masih saja menangis,dan tidak bisa berhenti menangis. mengingat ibunya, entah sudah di apakan oleh ayahnya.
bima yang mendengar, menjadi khawatir,sebab bisa saja nanti Fara terjatuh, jika terus saja menangis, karena tidak fokus dan berpegangan padanya.
akhirnya,bima menghentikan motornya, dan menepi kemudian membuka helm nya.
"Fara coba tenangkan dirimu dahulu,kalau terus menangis begini,bisa bahaya nanti"ucap bima pada Fara.
Fara yang masih duduk di atas motor bima, hanya mengangguk, dan mencoba mendengarkan bima, namun dada nya justru terasa sakit.
"gue tahu, Lo khawatir sama ibu Lo, tapi kalau ko terus terus an begini nanti kita berdua juga bisa celaka, bisa bisa nanti gue dikira bawa kabur anak orang lagi"ucap bima lagi.
Fara mencoba memahami, benar apa yang bima katakan.ia harus tenang, dan harus bisa mengendalikan dirinya. kakaknya sedang pergi, kalau dirinya seperti ini, nanti siapa yang akan menjaga ibunya.
bima membiarkan Fara meredakan tangisnya, dan tanpa mereka sadari sepasang mata sedang menatap nya dari kejauhan.
dan tak lama kemudian, Fara dan bima sudah Samapi dirumah sakit terdekat, tempat ibu Fara di rawat. Fara melihat Bu RT di koridor, pasti sedang menunggu ibunya. Fara dengan cepat berlari menghampirinya.
"buk bagaimana keadaan ibu saya?" tanya Fara dengan menangis.
"sedang di tangani sayang, sabar ya ibu mu pasti baik baik saja" jawab buk RT dengan memeluk Fara,dan mencoba menenangkannya.
"kita duduk dulu yuk" ucap Bu RT sambil menarik lengan Fara untuk duduk bersamanya.
bima yang masih belum mengerti, dengan apa yang sebenarnya terjadi,mencoba bertanya, Fara terlihat lebih baik sekarang, dibandingkan saat pertama bima melihatnya tadi.
"sebenarnya apa yang terjadi Ra?" tanya bima di tengah tengah keheningan.
"gue gak paham betul Bim, sebenernya, apa yang bikin ayah dan ibu bertengkar sehebat ini.tapi,dari kemarin waktu gue pulang, mereka udah ribut ribut. tapi gue pura pura gak tau aja, dan tadi , terjadi dengan begitu cepat, kakak gak dirumah, dan aku bener bener panik, dan takut,seumur umur gue gak pernah lihat ayah gue semarah itu sama ibu, dan gue paham betul Bim, ayah gue bukan tipe yang gampang main tangan gitu aja. pasti ada hal yang gue lewatin, dan pastinya itu bukan hal yang kecil, sampai bikin emosi ayah bener bener di atas rata rata"jelas Fara sambil menyeka air matanya.
"iya mas,yang di katakan nak Fara memang betul,kami saja benar benar terkejut tadi. ayahnya Fara ini terkenal baik,dan tak pernah berbuat hal hal yang negatif selama ini,kami saja merasa masih tak percaya dengan kejadian yang baru saja terjadi" tambah Bu RT.
"terus kakak lu dimana, udah lu kabarin belum?" tanya bima lagi.
__ADS_1
"ponsel ku hancur,saat mencoba menenangkan ayah tadi,makanya gue pakai ponsel lama, dan untung saja pesan yang dulu lo kirim buat Nisa, masih belum ke delete. jadi hanya ada nomor Lo seorang,dan parahnya itu kartu gak ada pulsa nya sama sekali, jadi,aku juga belum bisa kasih kabar ke kakak." jawab Fara menjelaskan.
tak lama kemudian,dokter keluar dari UGD, spontan saja Fara menghampiri."bagaimana dokter ibu saya?" tanya Fara cemas.
"dia sudah sadar,dan baik baik saja, dan luka nya sudah di bersihkan. dan sementara ini harus di rawat, sambil menunggu hasil lep nya ya" jelas dokter.
"baik dokter, terimakasih.ibu saya di kamar berapa ya dokter?"tanya Fara lagi.
"suster,tolong antar ke ruang pasien yang baru saja dari UGD !"perintah dokter pada seorang perawat.
"baik dok, mari ikuti saya" jawabnya.
Fara dan Bu RT mengikuti suster dari belakang. sedangkan bima menunggu di luar, sebab Pasian tak boleh di jenguk oleh banyak orang.sesampainya dikamar tempat ibunya di rawat Fara melihat kondisi ibunya, yang terlihat sedikit pucat, dan ada banyak perban di bagian tubuhnya, terutama lengan dan kaki nya.
"ibu, bagaimana keadaan ibu sekarang?"tanya Fara dengan hati hati.
"ibu baik baik saja sayang,"jawab nya sambil tersenyum,melihat wanita di sebelah Fara "terimakasih Bu RT sudah mengantar saya dan menolong saya,tidak tahu bagaimana jadinya kalau ibu dan warga tidak menolong saya tadi"ucap ibu Fara.
"tidak papa Bu, sudah tugas kami, dan sesama harus saling membantu kan"jawab Bu RT.
"oh iya Bu, saya sekalian mau pamit dulu ya, nak Fara sudah ada disini, ibu cepat sehat ya"
"Bu ,Fara antar Bu RT sebentar ya, sekalian mau ucapin makasih ke bima, masih nunggu di depan sepertinya"ucap Fara .dan ibu nya hanya mengangguk saja.
Fara dan Bu RT berjalan keluar,dan terlihat bima masih duduk di kursi tunggu.
"bima,thanks ya Lo udah mau gue repot in. gue bener bener gak tahu gimana jadinya tadi kalau gak ada Lo yang nolong in gue"ucap Fara ."udah gak papa,sama sama gimana ibu Lo udah baikan?tanya bima lagi.
"udah kok, tapi masih harus dirawat, sambi nunggu hasil yang lain"
"ya udah kalau gitu,gue pamit dulu ya, salam buat ibu Lo semoga cepat pulih,oh iya ibu mau pulang bareng saya sekalian?" tanya bima.
"oh iya boleh boleh, kalau nunggu bapak kelamaan deh kayaknya"jawab Bu RT.
"ya udah kita pulang dulu ya nak Fara, salam buat ibu mu semoga lekas sehat dan pulih"ucap Bu RT.
"baik Bu terimakasih, bay Bim"ucap Fara , kemudian bima dan Bu RT berlalu dan Fara kembali ke ruangan ibunya.
__ADS_1