Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
kehilangan selamanya


__ADS_3

"bisa kah aku bermimpi saja? ini terlalu sakit bahkan di antara hamparan luka lain nya ini terlihat lebih menganga."


🍃🍃🍃🍃


Sudah sekitar lima jam berlalu dari operasi pembuangan janin yang berada di dalam kandungan Nisa dan saat ini Nisa sudah tersadar dan berada tepat di samping Ibra yang tengah terbaring, seharusnya dia tidak di perbolehkan berada di dalam namun Ibra terus saja menyebut nama nya meski keadaan nya kritis, bibir nya terus saja menyebut nya tanpa henti membuat semua orang meneteskan air mata begitu pun dengan perawat yang berada di sana. menyaksikan sepasang kekasih yang saling menggenggam dan tak ingin meninggalkan satu sama lain namun seperti nya hal yang paling menakut kan membuat keduanya berpisah bahkan untuk selamanya.


"Nisa....."


"Nisa...."


"Nisa..."


"Nisa ..."


"iya mas aku di sini."ucap nya dengan menangis dengan deras.


"aku di sini di samping mu jangan takut kamu gak sendirian mas aku bersama mu."


Nisa semakin menangis, dan Ibra tetap memanggil nama nya dalam setiap kalimat yang terucap tidak ada yang lain hanya nama nya lah yang di sebut.

__ADS_1


Hingga beberapa saat kedua mata itu terbuka dan dengan deras mengalir air mata.


"sayang...."


"mas .....aku tahu kamu pasti kuat."ucap Nisa yang tak sanggup lagi berkata dan memeluk nya dengan segera mengecup seluruh wajah nya, akhirnya kedua mata itu kembali terbuka setelah berapa lama. sedangkan mereka yang hanya menatap dari luar kaca merasa terharu dan juga bahagia.


"maaf ya membuat mu takut."ucap nya dengan mencoba meraih Nisa yang masih menangis dengan deras,di raih nya kedua tangan yang sudah mulai mengering dan kurus lalu di kecup oleh Nisa seraya menggelengkan kepala nya bertanda bahwa dia tak mampu lagi berkata.


"maaf ya sayang mas belum bisa menjadi suami yang baik,belum bisa menjadi ayah yang baik untuk anak kita dan belum bisa membuat kalian bahagia."ucap nya dengan tersenyum.


"terimakasih untuk segala waktu yang pernah ada dan yang pernah terjadi terimakasih sudah membuat ku merasa bahagia dan memiliki keluarga yang sempurna tolong jangan biarkan bahagia kalian hilang bersama dengan ke pergian ku." ucapnya lagi dengan mengedipkan mata nya beberapa kali.


"mas bicara apa? kita akan sama-sama membuat kisah kita dengan sempurna dan juga indah aku tak akan bisa jika hanya sendiri tanpa mu mas harus sehat ada Abi yang selalu menunggu kita untuk kembali." ucap Nisa dengan menangis bahkan semakin deras mengalir di kedua bola mata nya.


Nisa panik dan belum bisa mencerna apa yang baru saja di katakan oleh Ibra semakin histeris melihat Ibra menggenggam dengan erat jari nya bahkan terasa sakit. dan bebrapa saat dia tersadar dan segera mengerti dengan ucapan Ibra.


"asshadualla Illa haillalloh wa asshadu Anna Muhammadar rosululloh" ucap Nisa pelan dan juga di ikuti oleh Ibra dengan sabar dan juga sambil berurai air mata Nisa terus menuntun nya bahkan Nisa mengusap wajah nya dengan kasar saat kedua air mata nya semakin deras mengalir. terus Nisa terus menuntun nya tanpa berhenti dan masih dengan menggenggam dengan erat jari jemari nya, semakin deras pula air mata itu mengalir hingga sampai pada di mana suara itu tak lagi terdengar dan juga seketika detak jantung nya berhenti menandakan bahwa Nisa benar-benar kehilangan untuk selamanya.


Seluruh tubuh nya luruh bagai tak bertulang dan tak bertenaga, air mata nya mengalir tanpa ingin berakhir di peluk nya dengan erat dan tak lama kemudian seluruh dunia nya benar-benar gelap hingga tak terlihat apa pun.

__ADS_1


****


"pasien harus di rawat dulu tapi buk."ucap seorang dokter.


"jika dia tahu suaminya akan di makan kan dia akan lebih dari ini dokter, izin kan kamu membawa nya dahulu bersama kami dengan pengawasan dokter setelah itu lusa jika memang harus di rawat kami akan membawa nya kemari lagi."ucap nya.


"baik lah jika tetap memaksa namun harus dalam pengawasan kami akan membawa seorang bersama kalian."ucap dokter.


"terimakasih dokter untuk pengertian nya."ucap nya lagi.


Dengan tangan yang masih terpasang infus dan juga masih belum stabil Nisa terpaksa di bawa pulang bersama dengan jenazah Ibra suami nya mereka di hantar oleh ambulance dan Nisa berbaring bersama Albi menuju kerumah mereka, saudara mereka sudah di beritahu oleh kakak Ibra yang juga bersama mereka saat ini di dalam mobil ambulance.


Rumah kediaman Ibra dan Nisa juga sudah sangat ramai orang bertakziah dan juga ayah dan ibu Nisa bersama dengan Abi menunggu dengan raut sedih tak tergambar kan sementara Abi menatap bingung kakek dan juga nenek nya,"kakek kenapa rumah Abi banyak orang-orang datang? kenapa nenek menangis terus sejak tadi? nenek terluka ? mana yang sakit nek? Abi obati ya?" oceh anak kecil yang baru saja bersekolah dan belum mengerti kehilangan.


Semua orang yang melihat nya menjadi sangat terharu dan juga menangis melihat tingkah cerdas nya Abi yang belum menyadari bahwa dia telah kehilangan ayah nya selamanya.


"nenek tidak papa sayang, nenek tidak sakit kan Abi selalu jaga in nenek."ucap ibu Nisa dengan memeluk nya bahkan tangis nya semakin pecah ketika menatap cucu semata wayang nya itu yang belum mengerti apa pun bahkan terlalu dini untuk kehilangan.


"nenek lihat semua orang jadi menangis melihat nenek. senyum ya mereka semua jadi sedih lihat lah!"ucap Abi lagi sambil melihat sekeliling nya yang memang menatap nya dengan menangis bahkan suasana benar-benar terlihat suka saat ini dan langit seakan menyaksikan dengan cuaca yang mendung namun tidak hujan dan juga terasa teduh meski di awan terlihat mendung yang mengumpul.

__ADS_1


"iya sayang, nenek gak akan nangis lagi, tapi Abi janji ya harus jadi anak hebat harus buat ayah dan ibu bangga ya sayang?"ucap nya lagi.


"oke nenek, Abi siap jadi anak hebat."ucap nya dengan tersenyum bahagia dan tersenyum lebar sementara semua orang menangis tersendu menatap nya bahkan ada yang tak sanggup melihat nya.


__ADS_2