Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
tak ingin melukai namun aku terpenjara


__ADS_3

"jika saja bisa ku pahami lebih dini mungkin penyesalan tak akan pernah hadir disini di lubuk hati ku yang paling dalam."


🌻🌻🌻🌻


Semua hal bisa saja berubah dengan seiring berjalan nya waktu bisa termakan usia atau pudar karena terlalu lama berdiam, bukan juga tak ingin memulai namun pada kenyataanya menikmati spasi yang tercipta setelah terlalu lama bersama sedikit merasa berbeda, meski pada kenyataan nya justru membuat tercipta nya lebih banyak spasi yang membuat nya tak kunjung bertemu dengan titik atau tanda seru.


Entahlah semakin kesini hambar di hati dan juga perasaan ku semakin terlihat dengan jelas hingga dapat terasa oleh ragaku yang tak pernah lagi bersama atau sekedar melepas rindu seperti di kala itu, Namun pada kebiasaanya meski aku tak perduli dia akan datang dengan sendiri hingga sering kali membuat ku merasa tak enak hati dan itulah alasan ku untuk tetap bersama mempertahan kan hingga sejauh ini, karena merasa terlalu lama aku sendiri memutuskan untuk menghampiri nya yang akhir-akhir ini sama sekali tak menghubungi meski hanya sekedar caption di ponsel nya.


Dengan perlahan ku putar mobil Ku jalan raya menyusuri jalan yang terasa panas dan juga bising di siang hari, aku sengaja tak memberitahu kak Ken, karena jika tahu dia hanya akan merepotkan ku dengan segala drama nya, aku hanya izin pada ibu karena jika tidak sudah pasti meneror ku dengan segala panggilan nya di ponsel ku.


Cukup jauh perjalan ku oleh karena itu aku memilih bepergian hari ini karena esok aku libur, sehingga aku bisa sedikit santai tidak terlalu terburu-buru aku juga merindukan kebisingan kota yang selama beberapa tahun ini ku lewati setiap hari, aku selalu menyusuri nya bersama nya, ya karena dia memang terbaik di hidupku meski aku tak pernah berbuat baik kepadanya. entah lah terkadang perasaan itu lah yang membuat ku bertahan sehingga memaksa ego ku untuk tidak mementingkan isi hati ku yang terdalam bahwa sebenarnya rasa ku untuk nya hanya sebatas itu tidak lebih, dan sering juga aku berusaha menyakinkan diriku sendiri bahwa aku bisa menikmati momen ini hingga nanti saat dia benar-benar mengisi ruang di hati ku selamanya.


namun pada kenyataan nya adalah hatiku tetap tidak bisa berpaling, malah semakin bertambah setiap hari nya karena dia selalu mampu membuat ku merasa tidak berdaya saat berada di sampingnya, hatiku menolak keras namun raga ku tak bisa lepas aku benci diriku sendiri saat keadaan ini benar-benar terjadi dimana aku menikmati sangat menikmati ketika momen bersama nya datang, walau seharusnya aku tak boleh terlena apa lagi hanyut dalam dekap nya.


hampir dua jam lebih aku menyusuri jalan seorang diri hingga akhirnya aku sampai dimana biasa dia tinggal dan juga bekerja disini, namun aku tak melihat nya motor kesayangan nya juga tak terlihat dengan segera ku rogoh saku jeans ku dan ku tekan nama nya di sana, tak lama kemudian tersambung.

__ADS_1


"iya halo Ra, ada apa sayang?"jawab nya.


"di mana?"tanya ku datar.


"baru selesai bekerja akan pulang kenapa?"tanya nya lagi.


"share Lok sekarang!"ucap ku dengan datar kemudian aku mematikan panggilan sepihak.


tak lama kemudian pesan nya muncul dan terlihat di layar ponsel ku, dengan segera ku tekan dan terlihat di sana dengan segera ku lakukan mobil ku menyusuri jalan tepat dimana arah ponsel menuntun ku, tak lama kemudian aku sudah sampai pada titik itu dan segera turun dari mobil ku.


"perusahaan kak Ken, sedang apa dia di sini?"batin Fara heran, sejak tadi dia tak menyadari nya bahwa arah mobil nya menuju perusahaan milik kakak nya yang beberapa kali dia pernah datang, meski tak sering namun mengingat arah nya tak terlalu sulit dengan pelan dia segera bergegas dan menyusuri gps yang berada di ponsel nya namun saat hendak melangkah lebih lanjut seseorang menegur nya."Fara? kamu Fara kan?"tanya nya.


"kamu adik nya pak Ken kan? yang pernah kemari bersama dengan beliau?"tanya nya lagi.


"iya saya pernah beberapa kali datang sih."ucap Fara dengan tersenyum kecil.

__ADS_1


"kamu mau kemana? di sini sudah bukan ruangan pak Ken lagi di sini ruangan pak direk baru, ruang pak Ken naik satu lantai lagi."ucap nya menjelas kan.


"saya tak ingin bertemu kak Ken kok, saya sedang mencari seseorang permisi dulu ya."ucap Fara dengan berlalu dan mengikuti GPS ponsel nya lagi dan berhenti di depan pintu dengan ragu dia mengetuk.


tok .... tok.....


"silahkan masuk."ucap seseorang dari dalam, dan seketika Fara melangkah kan kaki nya dan masuk kedalam kedua mata nya segera menemukan Ferdi yang sedang mencoba mencari sesuatu entah apa, saat menyadari kedatangan nya Ferdi segera menoleh ke arah nya."hai sudah sampai? ku pikir orang lain tadi."ucap nya dengan menghampiri Fara kemudian memeluknya dan mengecup ujung kepala nya beberapa kali.


sedangkan Fara masih terdiam belum bisa mencerna kenapa dia berada di sini di ruangan Ken kakak nya.


"hei kenapa diam saja? aku tahu pasti ada banyak sekali pertanyaan di kepala mu itu kan?"ucap nya dengan tersenyum kecil dan jangan lupa senyum manis nya tercetak jelas di sudut bibir nya, membuat Fara gemas seketika "ah dia baik sekali bagaimana aku bisa melepaskan orang sebaik ini"batin nya dengan membisu mengedipkan banyak sekali kedua mata nya.


"kemari aku akan menjawab semua pertanyaan yang membuat mu merasa bingung itu."ucap Ferdi akhirnya, membawa Fara duduk di sofa bersama nya.


"kenapa diam saja? capek ya? oke deh akan ku pesan kan ice cream kesukaan mu wait lima menit."ucap Ferdi dengan meraih ponsel di saku nya dan tak lama kemudian meletakan kembali di meja sebelah nya. melihat Ferdi yang begitu baik dan perhatian kepada nya membuat hati nya merasa iba seketika bagaimana cara mengatakan kepada nya bahwa dia sebenar nya ingin mengakhiri hubungan kedua nya karena merasa tidak nyaman meski sudah bertahun-tahun di paksa. hingga tanpa di rasa air mata nya mengalir seketika membuat Ferdi panik karena nya."hei ada apa?" tanya nya dengan pelan, seketika Ferdi membawa nya dalam dekap nya dan mengusap pelan ujung kepalanya membuat nya semakin terisak.

__ADS_1


"its oke semua akan baik-baik saja tak ada hal buruk yang akan terjadi percayalah."ucap Ferdi mencoba menenangkan. sedangkan Fara merasa semakin bersalah bagaimana bisa semua baik-baik saja sementara dirinya sendirilah yang berbuat buruk dengan mematahkan hati nya saat mengatakan kejujuran nya. lagi-lagi dia meragukan niat nya untuk berkata jujur kepada Ferdi, namun setelah ini apa lagi yang harus di tunggu? semakin lama bukan kah akan semakin sakit? dia merasa sangat bingung apa yang harus di lakukan nya sekarang ini.


"bagaimana cara agar aku tidak menyakiti pria baik bahkan berhati lembut seperti mu? kau terlalu baik bahkan hatimu terlalu lembut untuk ku patahkan aku harus apa sekarang? apa kah aku harus berbohong lagi dengan perasaan ku saat ini? bagaimana agar aku bisa segera terlepas dari belenggu rasa yang tak pernah ku miliki namun kehadiran nya membuat seseorang merasa berarti? sedangkan hatiku sendiri masih berada di tempat lain saat hari lain menemani ku saat ini." batin Fara terus meronta dan juga bermonolog dalam tangis nya.


__ADS_2