
"boleh tidak semua ini hanya mimpi? apa aku terlalu bahagia ya? hingga merasa tak berdaya?"
🥀🥀🥀🥀
Saat ku buka kembali kedua mata ku yang masih terasa berat dan enggan untuk terbuka namun dengan paksa ku coba hingga beberapa kali kedua mata ku berkedip pelan sesekali, Hinga akhirnya benar-benar terbuka dengan sempurna.
Ku pandangi sekeliling ku hanya ada nuansa cream yang seperti baru kemarin aku di sini, dan ya ternyata aku kembali lagi kesini. bisakah kau juga kembali membawa nya ke sisiku wahai waktu? bisakah kau kembalikan dia kepada ku seperti kemarin?
Entah apa yang terjadi aku hanya ingat jika aku merasa pusing yang berat dan seketika gelap dan selepas itu aku tak teringat lagi dan saat aku terbangun sudah berada di kamar yang menjadi saksi hilang nya seluruh rasa ku yang dengan susah payah ku rajut dengan apik.
Aku kembali kehilangan dan untuk selamanya bahkan dalam satu waktu aku harus kehilangan tiga nyawa sekaligus, entah apa yang akan terjadi karena kepergian nya membuat ku seperti tak bernyawa juga, hanya sepi bahkan saat raga ku juga tak bertenaga namun rupanya rapuh di jiwa ku lebih ketara dan terlihat nyata.
__ADS_1
Wajar saja kan aku demikian? siapa yang tak akan bersedih ketika separuh hidup nya pergi bahkan untuk selamanya, iya dia sudah seperti malaikat untuk ku bahkan aku sudah terbiasa dengan nya, dan mulai sekarang aku harus berusaha lagi untuk terbiasa tanpa dirinya.
"sudah lebih baik Bu?"tanya suster yang membuyar kan lamunan ku.
"sudah sus"jawab ku dengan lemah.
"turut berduka cita ya Bu, semangat ada anak ibu yang hingga kini masih menunggu kepulangan anda dengan sehat di rumah."ucap nya dengan lembut dan sesekali membetuk kan selang infus yang sedang terhubung ke tubuh ku yang mulai membaik dengan pelan.
"terimakasih suster"ucap ku lagi, karena aku masih enggan bicara sebenar nya.
"tunggu kondisi anda membaik dan stabil Bu, setelah itu anda bisa pulang tanpa kembali lagi kesini."jawab nya dengan tersenyum.
__ADS_1
"ayo di minum dulu obat nya supaya ibu cepat pulih dan cepat sehat bisa cepat pulang juga."ucap nya lagi. dan aku hanya mengangguk saja.
"nisaaaaaaa........"ucap kedua sahabat ku yang seketika memeluk ku dengan menangis, tak lama setelah itu suster pergi dan kedua sahabat ku menepi tepat di sebelah kana dan juga kiri ranjang rumah sakit yang saat ini sedang ku temani. aku hanya diam saja karena rasa nya mata ku masih berat dan juga masih belum ingin berbicara terlalu banyak, sedangkan aku tahu kedua sahabat ku itu mana bisa diam sejenak.
"Lo harus semangat nis, ingat ya ada Abi yang setia nungguin kepulangan Lo!"ucap Fara.
"Its oke! Lo kuat kok, kan udah biasa udah dari dulu di tinggal in kan? jadi anggap aja dia sedang pergi jauh yaaa?ucap mici lagi.
Dan hanya di balas anggukan oleh Nisa saja dan kemudian, dia beranjak ingin membenar kan tubuh nya yang terasa pegal beberapa jam yang lalu. mici membantu nya dan setelah berhasil dia kembali ketempat nya, kakak mengantar Ku bersama ayah sedangkan yang lain nya menyiapkan acara tahlil bersama dan juga menjaga Abi di rumah karena Abi tak bisa di bawa kerumah sakit.
"hai nis jangan melamun."ucap Fara dengan mengusap pelan pipi nya.
__ADS_1
"ini mimpi gak sih? boleh gak kalau mimpi saja?"tanya Nisa kemudian.
segera mici dan Fara memeluk nya dengan erat, mereka tahu ini tak mudah untuk Nisa yang lagi-lagi harus kehilangan.