
"bagaimana cara ku mengakhiri nya ketika setiap detiknya rasa ini semakin bertambah dan rindu semakin ingin berlabuh dengan segera"
💮💮💮💮
Beberapa hari ini Ken sangat sibuk dengan bisnis nya dan membuatnya tidak pulang selama beberapa hari. ia sudah sangat merindukan masakan bik Siti yang biasa ia makan setiap hari. iya meskipun ia adalah pengusaha yang terbilang sukses di usia muda, ia tak memiliki hobi makan di luar dan lebih suka memakan makanan rumah yang biasanya akan di siapkan bik Siti. wanita yang sudah ia anggap seperti ibu nya sendiri karena selama ini selalu menemani nya dan selalu memperhatikan makanan nya. karena ia tidak suka dengan makanan di luar karena menurutnya tidak dapat di percaya kebersihannya meskipun di hotel bintang lima sekalipun.
Sesampainya ia dirumah dimana ia tinggal ia segera membersihkan diri, kemudian mencari sumber bau sedap yang sudah membuat perutnya berdemo sejak beberapa saat yang lalu. dan segera duduk di meja seperti seorang anak yang menunggu makan nya siap di hadapan nya, sementara bik Siti belum menyadari kehadirannya masih sibuk menggoyang jari-jari tangan nya yang terlihat begitu cekatan kesana-kemari.
"aku harus menunggu berapa lama lagi bik untuk menunggu makan ku?aku sudah sangat kelaparan?"ucap Ken dengan memasang wajah memelas dan terlihat sangat cute sekali.
"astaga Aden! mengagetkan saja sejak kapan Aden datang kebetulan sekali hari ini memasak pindang kerang kesukaan Aden."ucap bik Siti.
"nah siap den, sebentar ya bibi panggil non Fara"ucap nya kemudian berlalu dari hadapannya. sementara Fara sudah melihat keduanya bercakap sejak beberapa menit yang lalu karena Fara berniat membantu bik Siti di dapur namun saat melihat kakak nya datang ia ragu kemudian hanya melihat nya dari celah. melihat bik Siti akan menghampirinya, dengan sengaja Fara menghampiri nya.
"mau kemana bik?"tanya nya.
"ah non Fara, kebetulan bibi Memeng hendak memanggil non Fara makan malam sudah siap, dan den Ken juga sudah datang"ucap bik Siti kemudian berlalu. Fara berjalan dengan pelan menghampiri Ken yang menunggu nya untuk makan, biasanya Ken makan di temani bik Siti karena saat ini ada Fara bik Siti memanfaatkan agar keduanya lebih dekat, karena hanya dengan melihat keduanya bik Siti dapat mengerti keduanya sedang tidak baik-baik saja. dan Ken juga pernah beberapa kali bercerita tentang Fara kepada nya, karena keadaan nya Ken terpaksa berbuat demikian kepada Fara agar rasa yang salah tak terbalaskan. bik Siti memahami kondisi Ken yang saat ini sedang sulit ia hanya bisa berharap keduanya membaik tanpa ada yang terluka karena keduanya.
"hei gimana kuliahnya lancar? sudah sehat? apakah bik Siti mengurus mu dengan baik?"tanya Ken, saat melihat Fara menghampiri dan mengulurkan jarinya untuk bersalaman dengan kakak semata wayang nya, sudah hampir seminggu ini tidak pulang kerumah.
"aku baik kak, seperti yang kakak lihat dan sudah pasti bik Siti sangat mengurus ku dengan baik.ucapnya dengan datar. namun masih dengan pikiran nya "apakah saat perjalanan pulang kak Ken menabrak sesuatu? sehingga membuat nya bisa berkata semanis ini dan tidak seperti biasanya memperhatikannya. rasanya, ia kembali di ingatkan beberapa tahun yang lalu saat kakaknya menyayanginya dengan baik. iya seperti ini." batin nya, sambil memakan makanan nya.
*****
__ADS_1
flashback
Jasmin mengetuk pintu ruang Ken yang memanggilnya namun tak ada suara karena takut di marah oleh nya jika terlambat dengan segera memasuki ruangan itu. namun ia tak menemukan nya di sana. sesekali ia memanggil nama Ken namun masih tak ada jawaban tanpa sengaja tangan nya menyentuh sebuah box berwarna hitam dan tumpah lah segala isi nya karena tersentuh olehnya, dengan segera ia memunguti nya dengan sesekali melihat nya. terdapat beberapa gambar wanita dan salah satunya gadis kecil yang manis sedang memeluk seorang pria yang lebih tinggi dari nya, "sepertinya ini foto Ken dengan adiknya"batinnya namun ia juga menemukan foto lainnya dan foto itu Fara yang sudah beranjak dewasa saat hendak memasukan kedalam box terjatuh dan terbalik terlihatlah beberapa tulisan yang mulai luntur "aku masih menyayangimu dan mencintaimu sampai kapan pun namun aku takut rasa ini semakin bertambah setiap detiknya,pantas saja kurasakan ada yang salah kupikir aku yang sudah gila mencintai adik ku sendiri.kenyataan ini menampar ku berkali-kali bahkan aku sudah hancur berkeping-keping jauh sebelum ku menyadari ke aneh an ini ternyata memang benar kita bukan saudara kandung. aku terpaksa menyakiti mu agar engkau membenci ku meski aku sangat sakit dan juga patah sebelum berbuat itu." Jasmin reflek menutup bibirnya tak menyangka. kini ia tahu tatapan kesakitan yang selama ini terlihat oleh mata nya. itu juga alasannya mengapa Ken selalu saja menggoda nya untuk menjadikan ia sebagai istrinya.
"hai jas ada yang ingin ku tanyakan padamu sedikit penting sih."
"iya pak katakan saja saya tak keberatan"
"kau yakin? jika benar aku berharap kau benar-benar tak akan keberatan dengan ucapan ku"
"apa? membuat ku takut dan juga penasaran saja pak"
"menikahlah dengan ku! ajari aku jatuh cinta tanpa menyakiti seperti dirimu"
Saat sedang membereskan nya, sepasang mata sedang menatapnya dari daun pintu dan Jasmin tak menyadari nya. ia tak ingin lancang dengan segera membereskan nya dan tak ingin melanjutkan rasa ingin tahu nya, yang sebenarnya sangat penasaran. saat akan meletakkan nya kembali mata nya melihat sosok itu sudah bersandar di dekatnya membuatnya terkejut setengah mati.
"sudah selesai membaca nya ya?"tanya Ken datar.
"maaf pak saya tidak sengaja,tadi saya buru-buru dan tidak menem+"belum selesai ia berbicara sudah di tahan oleh Ken.
"aku tak ingin mendengar celoteh mu hari ini, jadi bagaimana? kalau kau tidak mau aku akan mencari wanita di luar sana saja."ucap Ken dengan membuang nafas nya kasar.
"mencari wanita lain? bagaimana kalau dia bertemu wanita matre yang hanya memanfaatkan harta nya saja, dia akan semakin tersiksa aku harus bagaimana? atau kucoba dulu saja?"batin Jasmin bimbang.
__ADS_1
"iya pak baik lah, beri aku waktu satu bulan untuk membuat bapak jatuh cinta kepada ku, jika dalam sebulan bapak tidak bisa mencintai ku biarkan aku pergi."ucapnya dengan sedikit gugup setidak nya setelah ini dia bisa mendapatkan kejelasan.
"oke baik lah, harap perbanyak sabar mu dan jangan biarkan ini di ketahui orang lain, tolong kau bakar saja foto ini."ucap Ken dengan memberikan foto Fara yang tertulis kalimat nya.
*****
Hubungan Ken dan Jasmin semakin hari semaki. membaik, namun Jasmin tak ingin hubungan keduanya di ketahui orang lain jika dalam sebulan ia tak bisa meluluhkan hati nya ia akan sangat malu kepada karyawan yang lain, dan Ken menyetujui permintaan nya.
Jasmin selalu memberi perhatian nya dengan full kepada Ken, ia berusaha membuat Ken terbiasa dengan hadir nya meski hanya melalui chat biasa di tambah keduanya bepergian keluar kota bersama beberapa hari membuatnya keduanya semakin dekat. Jasmin juga mengetahui jika Ken tak suka makan nan luar ia dengan senang hati memasak untuk Ken dan juga menyiapkan bekal untuk nya.
"jika aku tak memiliki harapan katakan ya? jangan membuatku kecewa terlalu dalam"ucap Jasmin tepat di hari sebelum kepulangan keduanya.
"tak perlu berpikir aku meninggalkan mu, mulai detik ini aku mencintaimu dengan sepenuh hati ku, terimakasih sudah sabar menunggu dan memberi ku cinta dengan tulus dan yang paling penting m, terimakasih karena sudah menjemput kawarasan ku yang hampir punah di tepi jalan kosong"ucap Ken, kemudian memeluk Jasmin dengan pelan. Jasmin sangat tak percaya rasa yang ia simpan bertahun-tahun membuahkan hasil yang manis ia sangat bahagia.
"mulai sekarang,kamu harus sedikit berubah kini giliran mu membasuh luka Fara yang sudah bertahun-tahun di pendamnya seorang diri, kasian dia terlalu manis untuk sakit aku tidak sabar ingin bertemu dengan nya boleh?"ucap Jasmin yang menatap Ken dengan serius.
"tentu saja boleh,kapan-kapan akan ku ajak kerumah saat Fara sedang di rumah"ucapnya.
*****
flashback off
"maaf ya menyakiti beberapa tahun ini,kakak tahu itu salah tapi saat itu kakak tak bisa berpikir dengan jernih mengetahui kenyataan yang pahit sekaligus. menyadari perasaan kakak yang salah kepadamu dan juga mengetahui bahwa kita bukan saudara kandung itu adalah hal yang sangat menyakitkan pertama kali dalam hidup kakak. dan saat kakak benar-benar butuh tempat untuk berbagi kakak juga mengetahui bahwa ayah kembali bertemu dengan wanita yang membuat ibu terluka yang tidak lain adalah ibu kandung kakak. saat melihat ibu menangis hatiku juga sangat sakit berkali-kali karena ternyata orang yang menyakiti ibu seseorang yang dengan senang hati menyambut ku dengan cinta yang besar tanpa perduli siapa diriku Bahkan hanya membayangkan nya saja aku tak sanggup. dan orang yang menyebabkan kesakitan seumur hidup ibu adalah ibu kandungku. membayangkan bagaimana jika ibu tahu bahwa aku adalah anak dari wanita yang telah merebut ayah dari nya aku tak sanggup. kesakitan nya pasti akan semakin dalam aku tak sanggup jika harus melihat ibu membenci ku, bahkan hanya menatap matamu dan mata ibu aku sudah tak berani sejak saat itu. aku tahu aku bersalah karena salah mengartikan segala nya. tapi yang harus kamu tahu kakak selalu menyayangi mu meski dari kejauhan. saat melihat mu harus tinggal seorang diri dan harus pergi sendiri setiap pagi membuatku tertampar. aku adalah kakak yang tidak berguna, tak bisa melindungi bahkan saat kalian membutuhkan tempat untuk sekedar bersandar. kakak meminta maaf sekali lagi untuk semua yang telah terjadi, terutama atas nama ibu ku meminta maaf karena sudah membuat ibu terluka berkali-kali." ucap Ken dengan menahan air matanya sementara Fara sudah menangis dan air matanya sudah mengalir dengan deras, karena sejujurnya ia sudah menahan nya saat pertama kali melihat Ken datang. Ken mendekati Fara dan memeluknya dengan erat keduanya menangis dengan tersendu. sedangkan Bim Siti yang menatap dari kejauhan juga menangis dan terharu melihat keduanya kini kembali bersama setelah bertahun-tahun. bahkan tangis nya lebih kencang dari keduanya membuat Ken dan Fara secara reflek menoleh dan saat menyadari keduanya menatapnya dengan bingung, bik Siti segera berlari menghampiri keduanya dan ber hambur memeluk keduanya, akhirnya mereka menangis terharu bersama.
__ADS_1