
"selamat istirahat semoga mimpi indah jangan lupa untuk meminum vitamin yang sudah ku simpan di tas kerja mu, dan letak kan di laci kamar mu ku lihat tubuh mu terlalu lelah beberapa hari ini, jangan sakit ada aku yang selalu menunggu ucapan manis dari mu setiap pagi di ruang ini."
Seketika sudut bibir ku tersenyum membaca isi pesan nya, dan segera ku buka tas kerja ku benar saja ada beberapa vitamin yang tersimpan di dalam nya.
🍀🍀🍀🍀
Segera ku raih benda pipih yang berbaris rapi dengan segera ku telan kemudian ku letakan di atas meja, ku lirik jam di dinding yang menunjukan pukul sembilan malam rasanya aku ingin segera melempar tubuh ku yang memang terasa berat sejak kemarin. namun sebelum memutuskan untuk tertidur aku ingin memastikan apakah pintu rumah sudah terkunci dengan benar, karena bik Siti berpamitan besok tak akan datang karena ada acara keluarga selama satu Minggu. tentu saja aku merasa tidak rela itu artinya aku akan lama tidak memakan masakan nya.
Dengan malas ku paksakan kaki ku untuk berjalan namun mata ku tertarik pada kamar Fara yang terbuka sedikit aku ingin memastikan apakah ia sudah tertidur, saat ku raih pintu itu ternyata ia masih terjaga dan tampak termenung dengan memegang ponsel di tangan nya, yang terlihat sekali raut wajahnya sulit di artikan. kami memang bersaudara tapi sebelum aku meninggalkan nya setelah itu kami berpisah cukup lama, karena aku tak tahu sama sekali apa ke biasanya dan sedang apa dirinya saat ini. dengan penasaran ku hampiri dia yang sedang termenung sendiri.
"hai kenapa ada yang menggangu pikiran mu? kenapa terlihat begitu murung?"
"ah kak Ken, aku gak papa kak hanya merasa beberapa Minggu ini banyak sekali tugas ku sampai terasa pusing kepala ku."ucap nya sambil memainkan kedua bola mata nya yang seperti menahan sesuatu.
"baik lah katakan saja jika butuh apapun, dan jangan terbiasa merenung seorang diri istirahatlah, aku akan keluar bik Siti besok tidak datang sudah izin selama seminggu."
"apa seminggu?" tanya nya terkejut.
"iya, kenapa?" aku lebih heran lagi.
"yah,aku sedang sibuk sekali padahal, ya sudah lah, tolong kak Ken tutup pintu kamar ku sekalian ya" ucapnya dan hanya ku anggukan kepala ku saja, setelah berlalu dari kamar Fara aku segera memeriksa pintu depan dan juga belakang setelah itu kembali ku rebahkan tubuhku.
Ku pegang kembali dada ku yang berdetak tidak beraturan saat berhadapan dengan Fara tadi, dan aku menyadari rasa ku belum berakhir begitu saja. "ah ayo lah aku sudah memutuskan untuk memilih Jasmin kenapa hatiku tetap saja bereaksi lain saat dengan Fara, ayolah Ken dia adalah adikmu kau harus bisa membuang perasaan gila ini pada nya, ah iya saat aku mengatakan aku memiliki rasa kepada nya sepertinya dia tampak biasa saja. bahkan tak ada rasa terkejut atau apa pun, wajah nya tetap datar dan tak ada apapun namun dapat ku ku lihat dia menyembunyikan sesuatu di sudut mata nya, terlihat sesekali dia tertegun sebelum kembali tersadar. oh ayolah Ken, dia adikmu jangan semakin penasaran dengan pribadinya biarkan dia memiliki bahagia lain sama seperti manusia lain di luar sana."
__ADS_1
Kemudian ku putuskan untuk segera memejamkan mata ku yang sudah terasa berat dan sangat mengantuk.
****
Fara yang terkejut dengan kedatangan Ken ke kamarnya dan menanyakan keadaannya, membuatnya sedikit gugup namun ia mencoba merespon dengan biasa saja. namun dengan beralih nya mode Ken kepada nya membuatnya justru merasa asing. apa lagi saat dengan terus terang dia mengatakan bahwa ia sempat memiliki rasa kepada nya, namun sudah ia lupakan dan sudah memiliki wanita lain.
"siapa wanita itu? teman nya atau staf kantornya? ah, siapapun itu harusnya aku bahagia kan sekarang? setidak nya kakak ku telah kembali setelah sekian lama, namun mengapa aku justru merasa hilang dalam diriku?" saat sedang asik dengan pikirannya sendiri ponselnya bergetar dan ternyata panggilan dari Ferdi.
"iya halo, kenapa hum?"tanya Fara.
"maaf baru sempat baca chat mu aku baru saja pulang dari kerja ku pikir kau sudah tidur jadi aku coba untuk telpon."jawab Ferdi.
"ah iya, aku baru saja akan tidur memang sudah mandi belum?"tanya Fara yang seperti enggan mengakhiri panggilannya.
"sudah baru saja, ini juga aku baru saja akan istirahat."jawab Ferdi.
"ah iya sudah, em aku ingin bertanya sesuatu."
"apa? tanyakan saja?"
"apa benar kamu juga memiliki rasa dengan ku? kau juga mencintaiku?"
"aku tidak tahu, tapi aku merasa nyaman saat bersama mu kau kan tahu aku tidak pernah bersama pria lain selain dirimu."
__ADS_1
ada rasa kecewa di hari Ferdi mendengar jawaban Fara, namun ia mencoba memahami kondisi Fara yang memang seperti tertutup dengan pria lain dan memang benar yang di katakan nya hanya dia pria yang biasa bersama nya. bahkan beberapa teman kampus mereka mengira keduanya memang berpacaran sejak lama.
"Ah iya aku mengerti, istirahat lah besok ada kelas pagi aku juga akan berisitirahat."ucap Ferdi sebelum mengakhiri panggilan nya.
"Ferdi?"
"iya kenapa?"
"maaf ya, pasti kamu kecewa lagi. makasih masih menunggu dan selalu menemani ku bahkan saat aku tak tahu harus kemana aku bersandar."ucapnya yang mulai terdengar parau, perasaan nya memang sedang tidak baik-baik saja semenjak kepulangan kakak nya beberapa jam yang lalu.
"tak masalah, apa pun untuk mu jangan menangis aku tidak sedang di samping mu, kau boleh menangis sepuas mu saat bersama ku."
"ah iya, ya sudah istirahat lah aku juga akan istirahat." tak lama kemudian panggilan keduanya berakhir.
"ada apa dengan perasaan ku? mengapa terasa begitu sesak?" pikiran Fara sama sekali tidak tenang saat ini, biasanya Ferdi yang dengan senang hati mendengarnya namun setelah mendengar jawaban nya ia menyadari, Ferdi sedang lelah, dan tepatnya sedang kecewa dengan dirinya. lagi-lagi dia membuatnya
kecewa setelah beberapa kali namun hingga kini belum bisa memantapkan perasannya. bahkan saat ini ia bingung, setelah beberapa waktu lalu yakin bahwa dia mencintai Ferdi, dan mengapa seolah kini ia kembali ragu dengan dirinya sendiri. bahkan saat dengan jelas Ken mengatakan kepada nya bahwa ia memiliki kekasih, harusnya dia merasa bahagia tetapi sekarang perasaanya malah terasa semakin kacau. ia seolah tak menerima jika Ken memiliki kekasih dan kini tengah belajar melupakan nya.
Rasanya ia ingin sekali menelpon Nisa saat ini juga, hanya dia yang bisa memberinya solusi saat ini. ia juga bersahabat dengan Mici, namun untuk hal semacam ini Nisa lebih bisa bersikap sebagai manusia paling dewasa di antara ke tiga nya. bahkan di antara ketiga nya Nisa lah yang paling muda usianya, namun segala sikap dan kedewasaan nya di miliki olehnya. bahkan Mici juga merasa seperti itu, oleh karena itu saat salah satu dari keduanya menghubungi Nisa tanpa ada salah satu di antara keduanya tidak marah dan memahami. memang Nisa lah yang bisa membuat mereka tetap utuh hingga saat ini. Mici lebih terlihat bar-bar di antara ke tiga nya, dan ia lebih sedikit bicara dan Nisa pelengkap keduanya. bisa bar-bar bisa juga menjadi pendiam dan pendengar yang terbaik.
Mata nya masih enggan terlelap, meski sudah berkaki-kali ia mencoba memaksa nya
"kak Ken sudah tidur belum ya?"batin nya, kemudian ia berjalan keluar kamar dan menuju dapur kemudian mengambil segelas air minum dan duduk di meja, setelah menghabiskan minum nya ia kembali berjalan ke kamar saat melewati kamar Ken ia berhenti sebentar dan membuka pintu kemudian masuk, ternyata Ken sudah terlelap Fara kemudian duduk di pinggir ranjang Ken, dan tiba-tiba ia teringat kenangan masa kecilnya. biasanya saat dia tidak bisa atau kesulitan untuk tidur Ken akan menemani dan membacakan dongeng untuknya. Fara tersenyum saat mengingatnya, masa kecilnya begitu sempurna, saat bergerak Ken menyentuh tubuh Fara yang kini sedang duduk di sisi ranjangnya, dengan terkejut ia terbangun."Fara? ada apa? terjadi sesuatu?"tanya nya panik.
__ADS_1
"tidak kak, tidak terjadi apa pun aku hanya tidak bisa tidur, boleh aku tidur di sini bersama kak Ken?"ucap Fara.
Ken yang masih belum bisa mencerna hanya mengangguk, kemudian menyadari "baiklah kemari!"ucap nya sambil bergeser dan Fara kemudian beranjak dan berbaring di sebelahnya. sementara Ken berusaha setengah mungkin,"bagaimana bisa aku tidur seranjang dengan mu Fara?" batin nya. sedangkan Fara juga ingin memastikan"apakah benar kak Ken sudah benar-benar menghilangkan rasanya"batin Fara.