
"tidak semua hal harus berwarna. sebab, segala hal punya wadah dan porsi yang berbeda."
🌻🌻🌻
tiada angin, tiada hujan, apa lagi badai. namun secara tiba tiba, patahan luka dihatinya kembali menganga. puing puing yang sudah susah payah ia rapikan, kini secara tiba tiba porak poranda mendobrak pintu hatinya, yang kembali tersayat ke egois an cintanya.
" maaf, sepertinya kita harus berakhir disini. tak bisa di lanjutkan lagi sebab aku ingin fokus dalam ujian kali ini. "
itu terlihat sangat sederhana, namun mampu menembus ke hatinya.
lagi lagi, Nisa harus merasa kehilangan rasa bahagia yang baru saja ia rasakan. kini, ia kembali harus merasa sakitnya kehilangan.
"kenapa baru sekarang? kemarin kemarin tidak apa apa.lagian, aku kan tidak pernah menganggu waktu belajarmu, aku juga tidak pernah mengusik mu aku selalu menunggu kan ?" balas Nisa.
"maaf kali ini gak bisa !" balas Reza lagi.
Nisa masih tidak bisa mencerna apa yang baru saja ia baca .
namun ia tak ingin beradu, toh percuma Reza sangat keras kepala. Nisa berusaha menerima saja apa yang Reza pilih adalah mengakhiri hubungan nya. maka ya sudah lah, mungkin memang ini akhirnya, walaupun terasa tak adil bagi Nisa .
tapi ya sudah lah, kadang kadang menerima adalah pilihan terbaik. mengelak juga percuma, yang selalu Nisa tanamkan dalam hatinya adalah " berbuat baik dimanapun, dengan siapapun, sebab, nasib tidak ada yang tahu. yang menanam kebaikan saja, kadang masih bisa di perlakukan buruk, apa lagi jika berbuat buruk, orang yang baik pasti akan di pertemukan dengan orang yang baik, segalanya hanya masalah waktu."
beberapa teman Nisa hari ini bermain bersama. setelah banyak kegiatan, mereka yang lumayan panjang akhirnya mici Fara dan beberapa teman yang lain di nyatakan lulus seleksi. jadi mereka bisa melanjutkan ke perguruan tinggi selanjutnya.
"nis Lo putus sama Reza ?" tanya Fara.
"tahu dari mana Lo?"
"si Reza nih yang bilang " jawab Fara.
" ooo dia bilang sendiri, iya udah dari bulan lalu. " jawab Nisa.
"dih yang bener aja, kok gue gak tahu sih. "jawab Fara terkejut.
"ya ealah, di putusin pacar bukan prestasi kali Ra, harus di umum in segala" jawab Nisa kesel .
"yaa setidaknya Lo cerita dong nis sama kita " tambah mici
" santai aja kali " jawab Nisa.
"GWS kata Reza jangan lupa minum obat " ucap Fara menyampaikan.
"dih ....Lo kasih tau yaaa?" tanya Nisa.
__ADS_1
"lah dia nanya Lo LG ngapain ya gue jawab nih lagi demam, makanya gue sama mici kesini " jelas Fara.
Nisa beberapa hari ini memang demam penyakit kurang gizinya kambuh lagi, kurang darah tensi nya cuma 80 per 90 wajar saja jika Nisa sampai mengikat kepalanya menggunakan dasi sekolahnya.
Fara dan teman teman Nisa sudah pulang. Nisa sudah merasa lebih baik, sebab sudah 3 hari dia berdiam diri saja di kamarnya, memainkan ponselnya yang tak banyak aplikasi nya.
ia menghapus nomor Reza, ia tak ingin menyimpan nya. sebab, beberapa kali ia mencoba menelpon nya, tidak di angkatnya dan chat nya pun tak ada yang di balasnya. Reza benar benar ingin melupakannya, jadi ia menghapus nomor reza di ponselnya.
baru saja Nisa meletak kan ponsel nya, namun berdering lagi.
pesan masuk dari nomor baru sebab tidak tertulis nama nya
"hai apa kabar ? "
"iya , baik dengan siapa ya ? " balas Nisa
"nomor ku gak di simpan yaa?" tanya nya.
"kalau di simpan gak tanya dong🙂" jawab Nisa lagi.
"bima" jawabnya singkat.
"huufh dia lagi, hidup lagi apes apes nya kenapa malah datang lagi udah macam jelangkung" keluh Nisa.
"aku ganggu kamu yaa"
"maaf😔"
"🥺"
"🥺"
"ooo ya ampun apa lagi ini😴"
"iya apaan sih " balas Nisa kemudian.
"kangen"
"dih orang ini makin di ladenin makin gila' gue "batin Nisa.
kemudian Nisa mengaktifkan mode senyap di ponselnya lalu meletak kannya di atas meja nya.
setelahnya, Nisa keluar kamar dan duduk di teras rumahnya bersama ibu ayah dan beberapa saudara yang kebetulan sedang mengunjungi rumahnya.
__ADS_1
"wes lah cah ayu Ndak usah kemana mana dirumah wae sambil bantu bantu ngajar di TPA aja , wong kamu Lo Ndak pernah pergi jauh jauh nanti malah gak betah gimana " tutur Simbah putri.
"iya Lo nis, kamu Lo naik mobil aja mabok kok mau keluar kota Ndak bahaya ta? " tambah bulek.
"yah kan pengennya cari pengalaman gitu Lo bulek, sama seperti temen temen Nisa, lulus sekolah walaupun gak kuliah itu minimal kerjanya di luar gitu loh gak dirumah aja" jawab Nisa.
"di luar sana itu gak seperti di sini Lo nis, orang orangnya juga gak sama nanti kalau kamu gak betah malah ibumu itu kepikiran, kayak Ndak tau ibumu aja, dikit dikit banyak pikiran malah nanti siapa yang susah?" ucap nya mencoba memberi Nisa pengertian.
" hhhhmmmm ya lah bulek nanti Nisa pikir pikir lagi " jawab Nisa, kemudian berlalu memasuki rumahnya.
merasa sedikit kesal, sebab orang orang di sekitarnya sama sekali tidak ada yang memberi dukungan atau mengizinkan nya pergi entah bekerja atau melanjutkan pendidikannya .
Nisa malas sekali berdebat, sebab sudah pasti dia kalah. karena tidak ada yang setuju dengan keinginannya, kadang kadang Nisa juga merasa bingung, sebenarnya mereka menyayanginya atau apa kenapa selalu apa yang ia ingin harus ke tunda bahkan bisa tidak sama sekali. kadang kadang juga Nisa merasa bersyukur, walau bagaimanapun mereka selalu respon tentang dirinya. karena beberapa temannya ada yang hampir tak mendapatkan perhatian dari keluarganya sehingga cenderung ke arah negatif.
setelah dipikir pikir, menurut Nisa ada baiknya dia dirumah saja tidak pergi kemanapun. karena ayahnya tak mengizinkannya. selain itu ibunya juga beberapa kali sakit, yang menurutnya sembuhnya lama Nisa tak tahu ibunya sakit apa. tapi Nisa tak ingin menyesal dengan nekat memilih melanjutkan keinginannya keluar kota.
"nisa gak papa ya gak lanjut sekolah ayah juga belum ada biaya dalam waktu dekat ini, Nisa kan tahu ayah baru saja masuk rumah sakit dan ayah belum bisa kerja maksimal " jelas ayah Nisa.
" iya yah gak papa Nisa ngerti kok, Nisa juga sudah memutuskan gak akan melanjutkan ke keinginan Nisa untuk pergi keluar kota kok yah, Nisa dirumah saja bantu ibu dan ayah☺️☺️☺️" jawab Nisa.
"makasih yaa nak sudah mengerti kondisi kita kali ini. "ucap pak Hasan .
" ayah ini apa apa an sih , kok bilang makasih, yang bilang makasih itu seharusnya kan Nisa. karena ayah selalu sayang, dan perhatian, plus pengertian sama Nisa , ayah yang lain belum tentu ada yang seperti ayah Lo😁😁" jawab Nisa sambil cengengesan.
" kamu ini bisa saja ya☺️"
"Nisa ibu minta tolong nak" terdengar suara dari arah dapur .
"iya Buu sebentar "
Nisa kemudian berjalan ke arah dapur .
"ada apa Bu?" tanya nya.
" tolong yaa belikan asam di warung sebentar,ayah mu ingin pindang tadi perasaan ibu sudah membeli asam, mungkin buk Windi lupa tak memasuk Kanya ke kantong plastik."jelas Bu Hasna sambil mengeluarkan belanjaan nya dari kantong plastiknya.
"okey buk siap" jawab Nisa.
Nisa mengolah ponselnya, memainkan sosial media nya mencari akun Reza namun tak ada postingan apa pun. terakhir, hanya tempat singgah bersamanya itupun Nisa sendiri yang meng-upload nya.
secara tiba tiba kenangan bersama nya muncul di benaknya, saat dia bermain sepeda motor bersama Reza, ia berharap ada pesan, atau telpon dari Reza saat ini. karena jujur saja, Nisa merindukan Reza sudah lama sekali mereka tidak berkomunikasi semenjak Reza memutuskannya.
" emang nasib gue apes bener deh kayaknya lagi sayang sayangnya eh ditinggalin gitu aja hmmm Kasihan sekali dirimu Nisa nisa" keluh Nisa pada dirinya sendiri.
__ADS_1