
"aku bertahan dengan segala sisa rasa kehancuran hati dan juga patah nya percaya akan cinta, aku masih menunggu dan hingga kini aku masih bisa berperan cantik dengan dunia ku."
💮💮💮💮
Bagaimana rasa perasaan mu saat hidup mu sudah menjadi milik orang lain, buka hidup melainkan sebagian dari hidup mu saat ini untuk orang lain yang sama sekali tak pernah ada dalam catatan harian novel cinta mu. saat segala yang terjadi sama sekali tidak sejalan dengan impian dan juga harapan namun dengan pasrah dan juga mencoba ikhlas karena tak ada yang lebih baik selain menerima saat ini.
Dunia yang pernah kau desain dengan indah nan manja bersama sang pemilik nama di dalam hati mu, bahkan bukan hanya hitungan hari kalian merajutnya, namun berakhir dalam hitungan detik saja.
Segala nya saat terasa begitu indah dan juga enggan berlalu bahkan melupakan dengan tiba-tiba harus berganti pemilik dan juga berganti masa secara terpaksa harus kau terima dengan tangan terbuka, ah bukan terpaksa lebih tepat nya dipaksa untuk bisa, karena pada kenyataan nya drama manis yang selalu terlihat bukan berarti tidak akan berakhir sadis di suatu hari kemudian.
Saat butiran hingga kepingan dari cerita bahagia yang pernah terukir dengan indah pada puncak aksara novel cinta mu, namun harus dengan cepat kau tepis dan juga harus kau hempaskan dengan keras, hingga jatuh tak tersisa dalam kenangan duka lara yang tak mesti ada.
Bagaimana cara ketika kita harus dengan cantik menciptakan ilusi dari definisi bahagia versi jutaan kaum manusia? sedangkan bahagia versi kita sendiri sudah tak tersisa sejak lama, bahkan sisa-sisa butiran debu darinya saja sudah hilang terbawa arus tak perduli.
Sesak nya masih terasa luka nya masih sama perih nya juga tetap ada sakit nya juga masih terasa hanya satu yang berbeda yaitu tak ada lagi air mata yang mengalir di sana. bukan tak ingin melupakan rasa nya terlalu naif untuk tak mengakui bahwa sisa nya memang masih tersisa dan juga masih enggan beranjak pergi.
****
"sayang kemana semua barang yang ada di sini?"tanya Ibra sambil mengingat, seingat nya dia tak pernah memindah kan apa pun dari sana karena memang itu tempat biasa nya menyimpan.
"apa? mas cari apa?"tanya nya dengan menghentikan kegiatan nya menyapu.
"pokok nya semua yang ada di sini, kemana mereka pindah?"tanya nya dengan menunjuk sebuah dipan.
"em coba lihat di atas nya, kalau gak ada berarti sudah terbuang bersama seabrek sampah yang ku buang di belakang."ucap nya dengan santai.
__ADS_1
"astaga, kenapa bisa di buang sih itu susah tau cari nya mana cuma tinggal semata wayang."ucap nya dengan lemas.
"maaf mas, aku sengaja tapi tak tahu ku pikir itu hanya sebuah benda tak berharga yang harus di buang pada tempat nya."ucap nya dengan mengambil sekop lalu membuang sampah nya kedalam tempat sampah.
"curhat nih cerita nya."ucap Ibra dengan berlalu meninggalkan nya sendiri sesaat kemudian menyadarkan nya,"ha?apa kata nya curhat? siapa yang curhat?"ucap nya dengan tidak mengerti.
Lalu melanjutkan kegiatan nya sudah seminggu ini Nisa dan Ibra tinggal berdua. Ibra yang sudah memiliki rumah segera membawa Nisa kerumah nya setelah mereka resmi menikah dan menjadi sepasang suami istri. dan Nisa baru saja menyadari ternyata menjadi istri bukan hal yang mudah malah terkesan lelah untuk dia yang selama ini hanya bermanja dengan ayah dan ibu nya. hingga rasa nya seperti tak ada habis nya kerjaan yang harus di kerjakan nya, hingga rasa nya ingin menangis.
"sayang berhenti lah, dari pagi ku perhatikan jari mu itu tak berhenti bergoyang sama sekali."ucap Ibra menghentikan nya yang saat ini sedang melipat baju di ruang tengah.
Nisa hanya diam saja, dia bingung harus menjawab apa perkataan Ibra.
"sudah lah nanti saja, sekarang mandi dan setelah itu kita makan aku sudah lapar."ucap nya dengan memberi handuk.
"ah rasa nya, akhirnya bisa lurus juga punggung ku ini."ucap nya dengan menggerak kan tubuh nya ke kanan dan ke kiri.
"kau ini, kan mas sudah bilang untuk berhenti nanti saja dan segera mandi aku lapar."ucap nya dengan menoel hidung nya yang tidak terlalu mancung.
"sebentar mas satu menit saja, rasa nya aku seperti anak yang baru belajar jalan yang sedang kecapekan saat ini, pegal semua mas tolongin dong!"ucap nya lagi.
"dengan senang hati sayang ku."ucap nya dengan tersenyum, lalu menggendong tubuh nya dan beranjak membuat Nisa terkejut seketika.
"loh mau di bawa ke mana ini?"ucap nya panik.
"ke kamar mandi, memandikan mu sayang , kau ingin aku membantu mu kan?"tanya nya dengan tersenyum jahil.
__ADS_1
"ah tidak! tidak jadi mas aku mandi sendiri saja."ucap nya dengan cepat lalu melepas kan diri dengan cepat dan berlari ke kamar mandi dengan segera mengunci pintu nya.
Ibra yang melihat nya seketika tertawa, dan malah semakin semangat menggoda nya.
"loh kenapa malah di kunci pintu nya sayang? memang nya sudah membawa handuk? aku baru saja membawa handuk untuk mu ya sudah kalau tak mau."ucap Ibra menahan tawa nya namun posisi nya justru tepat di depan pintu, dan tanpa membawa apa pun. seketika Nisa membuka pintu itu dan terkejut karena langsung menatap nya.
"mana handuk nya berikan!"ucap nya, saat melihat nya tanpa membawa handuk Nisa sangat terkejut,"mas Ibra..............."ucap nya merengek dengan lemas dan keluar dari kamar mandi, "ah wajah ku pasti sudah seperti kepiting rebus ini memalukan!"batin nya.
"hahaha maaf sayang aku hanya menggoda mu, sebab dari lagi tadi wajah mu itu jelek sekali."ucap Ibra kemudian dan menarik nya kemudian mencubit kedua pipi nya dengan gemas.
"Hua.......... sakit mas........"ucap nya dengan benar-benar menangis, karena sebenar nya dia sudah ingin menangis sejak tadi di tambah Ibra menggoda nya dan membuat nya merasa kesal akhirnya tangis nya benar-benar tumpah.
"loh kamu kok nangis beneran sih sayang,? ya ampun sakit banget ya? maaf-maaf gak sengaja sayang."ucap Ibra dengan panik dan lekas membawa nya dalam dekap nya.
setelah beberapa saat kemudian tangis nya terdengar mereda dan sudah sedikit tenang, barulah Ibra bertanya kepada nya.
"ada apa hum? gak mungkin kan beneran nangis gara-gara aku cubit pipi mu tadi?" tanya Ibra memastikan.
"aku sebenernya beneran mau nangis dari tadi, rasa nya capek banget badan ku pegel semua aku juga ngantuk tapi mau tidur kerjaan nya belum selesai pokok nya capek mas Hua..........."ucap nya panjang lebar dan menangis lagi.
"hei sudah-sudah jangan nangis, nanti di kira orang-orang aku aniaya kamu lagi siang-siang bolong begini nangis, kan tadi mas udah bilang sudah biar kan saj dulu besok lagi, dan segera mandi habis itu kita makan iya kan?"ucap Ibra dan membawa nya dalam dekap nya sekali lagi, ia memahami ini benar-benar perdana untuk nya, bangun pagi memasak bersih-bersih dan lain-lain, pasti dia sangat terkejut karena biasanya bangun tidur bisa langsung meminum air hangat bersama ayahnya, dan hanya menyapu dan mengepel sisa nya ibu nya yang mengerjakan.
"mandi setelah itu kita makan ya? atau masih tertarik ku mandikan? "ucap Ibra lagi.
"maaaaas."ucap nya dengan malas dan segera beranjak.
__ADS_1