
"sakit ku bertambah,luka ku semakin parah,saat melihat mu terluka karena ulah ku,dan rindu ku semakin mengembang,sebab di paksa tak tersampaikan,karena rindu ku terlarang."
🌼🌼🌼
trap....
trap....
trap...
terdengar langkah kaki dengan cepat, memasuki rumah.
"masak apa bik hari ini"tanya nya.
"ah sudah pulang den, ini buat SOP iga,dan buat perkedel ikan".jawab bik Siti, masih dengan aktifitas nya.
"heem..... harum nya bikin perut ku semakin lapar, oh iya bik, yang datang baru saja itu adik saya, nama nya Fara,mulai hari ini dia akan tinggal bersama kita disini."ucap Ken menjelas kan.
"oooooh iya,allhamdulillah tambah anggota baru,semoga tambah rame, Fara itu,adik kandung,atau adik sepupu,atau saudara jauh nya aden?"ucap bik Siti sambil bertanya lagi.
"adik tiri saya bik,cerita nya panjang,kapang-kapan kalau sempat nanti ku ceritakan bik,sekarang tolong ambil kan,dan siap kan bekal untuk ku ya bik,seperti nya aku akan pulang malam hari ini,harus banyak projek yang harus segera ku selesaikan bik"ucap Ken panjang lebar.
"asssiiiiappppp den,meluncur....."ucap Bik Siti sambil membawa makan untuk Ken.
sementara Fara,yang mendengar percakapan dari luar,merasa penasaran dan mencoba menengok keluar kamar nya,ia melihat kakak nya,yang sedang mengobrol santai dengan bik Siti,yang tampak akrab,dan juga ramah, sesekali terlihat senyum di wajah kakak nya.
__ADS_1
"iya,itu adalah wajah kak Ken,beberapa tahun yang lalu,wajah yang ramah,ceria,dan juga manis. kak Ken sangat sopan,dan ramah,saat bersama bik Siti,mengapa saat bersama nya berubah sangat berbeda? apakah dia membenci ku? tetapi mengapa? apa salah ku?" batin Fara mencoba mencari jawaban di benak nya.
setelah selesai,Ken segera bangkit dan bersiap."mana bekal ku bik? "tanya nya
"ini den,sudah siap."jawab Bik Siti sambil menyerahkan kotak bekal nya.
"oh iya bik,titip Fara ya,jangan lupa ajak dia makan,dia belum terbiasa disini,tolong di bantu ya"ucap Ken,setelah itu berlalu,dan mengendarai mobil nya dengan cepat.
sesampainya di kantor, Ken segera di suguhkan dengan setumpuk berkas-berkas yang harus ia pelajari.
kepala nya terasa sedikit berdenyut,perutnya mulai terasa lapar,dengan segera ia membuka bekal nya,dan melahap nya secara teratur, hingga sampai suap terakhir nya.
terdengar suara pintu di ketuk dari luar, Ken yang baru saja menghabiskan bekal nya,merapikan nya kembali.
tok.....tok....tok.....
"masuk saja,pintunya tidak di kunci,"jawab Ken,kemudian melanjutkan meminum air mineral nya.
"ini pak laporan bulan ini, dan beberapa laporan lain nya"ucap nya dengan sopan.
"terimakasih Jasmin,kau manis sekali"puji Ken.
"wah,terimakasih kembali pak,atas pujian nya"jawab jesika dengan merasa sedikit salah tingkah.
sedangkan Ken, yang melihat tingkah Jasmin yang tersipu mengulum senyum nya.jasmin adalah sekertaris baru nya,yang baru bekerja beberapa bulan terakhir ini,dan Ken,sangat senang sekali menggoda nya.
__ADS_1
sebenar nya,Ken Dimata teman-teman,dan orang di sekitar nya,adalah seseorang yang penyayang,humoris,namun tetap tegas. itu lah mengapa karyawan nya merasa sangat betah,bekerja di tempat nya,dan semakin hari,semakin maju bisnis,dan usaha nya.
sedangkan untuk urusan asmara nya,sampai saat ini,belum ada yang mampu meluluh kan hati nya.padahal Ken tidak pernah membatasi,dan ia dengan senang hati menerima semua perhatian,dan juga kasih sayang,dari wanita manapun.namun jika hati nya tidak merasa cocok,tidak bisa di paksa kan?dia juga sudah sebisa mungkin untuk membalas semua perhatian,yang seseorang berikan terhadap nya.
namun saat bersama Fara,meski hanya berjarak lima meter,ia sudah terlebih dahulu senam jantung .ia tak mengerti,mengapa hal itu bisa terjadi,dia sepenuhnya sadar,Fara adalah adik nya.ia tak boleh memiliki perasaan lain.makanya,ia selalu berusaha membuka hati nya,untuk orang lain. di tambah umur nya yang sudah tak lagi muda,ia ingin sekali segera menikah,dan memiliki keluarga,agar perasaan aneh nya pada Fara tak terus menerus berkepanjangan.
*******
Fara merasa bosan,dia memutuskan untuk berjalan keluar kamar,dan sesekali melihat isi rumah dengan sesekali menyentuh sesuatu yang menurutnya indah.dia melihat sebuah ruang kosong,dan pintu terbuka ,dengan penasaran dia menengok,namun tak ada orang lain,dengan perlahan,ia menelusuri ruangan itu,yang nampak bersih,dan nyaman.terdapat meja belajar seperti milik nya di kamar. terdapat buku berwarna biru,dan bercorak sangat cantik,tanpa ia sadari dia membuka nya dengan penasaran.
"dear pemilik separuh hatiku,
meski tak akan pernah ku utarakan,rindu ku tak akan pernah musnah.saat menatap indah kedua bola mata lentik mu,hati ku terasa bak tersayat ratusan kali pisau tajam,yang mampu merobek perasaan ku,yang tak pernah ingin memudar,meski waktu terus berjalan.saat diri ini tak mampu,bahkan hanya sekedar untuk menatap mu,rasa rindu di dada ku semakin menggebu,tanpa tahu,bahwa diriku tak akan pernah bisa memiliki mu dengan indah.bahkan hati ini bertambah sakit,saat memandang kesedihan yang telah terukir di kedua bola mata indah mu,yang dengan nya mengalir dengan deras,kesakitan,dan kesedihan yang kau rasakan ,dan semua itu,karena diriku.
ingin rasanya ku memeluk mu,mengusap segala air mata,dan juga derita yang menjadi penyebab kau terluka.namun,aku terlalu takut,bahkan hanya dengan memandang mu yang sendu,sudah merubuhkan segenap raga ku,jangan kan menemani,mendapati mu terluka,aku sudah lebih dahulu tersayat.saat kau jauh dariku,hati ini selalu merindu,tanpa bertanya siapa dirimu di hidupku,aku ingin menyerah,tak mau lagi merasa,namun aku tetap tak bisa menghentikannya,rasa ini,hadir dengan sendiri,tanpa pernah ku minta.aku memang seorang yang pecundang,dan juga pengecut,apa lagi namanya,entah lah.aku terlalu takut untuk mengakui,namun tak bisa untuk mengakhiri,rasa ini jelas salah,aku menyadari,aku benar-benar sudah hilang akal,dan juga sudah tidak waras.ingin ku buang sejauh mungkin,bila perlu musnah kan saja,tapi bagaimana?aku tak bisa,aku tak mampu,mungkin dengan membuatnya membenci ku,seiring berjalan nya waktu,aku bisa mengakhiri rasa ini,sesungguhnya aku sangat sakit,saat harus dengan sadar menyakiti nya,membuat air matanya terjatuh, dan sudah pasti melukai perasaan nya.meski aku sadar,kami akan sama-sama terluka,dan tersiksa,setidak nya,dengan dia membenciku,tak ada peluang untuk rasa ku bertambah setiap hari nya.kerinduan ku pada nya semakin membuat ku sakit,kenyataan selalu menyadarkan ku,bahwa dia adalah adik yang harus selalu ku jaga,dan juga ku sayangi,dan ku cinta setiap hembusan nafas ku.namun rasa ini salah,bukan seperti itu,perasaan ini meminta lebih,dan berharap terbalaskan.saat ku benar-benar ingin menjauh,lagi-lagi kenyataan membuatku harus lebih waras lagi,karena dia butuh aku,sebagai pelindung,bukan sebagai kekasih,yang selalu menyayanginya sepanjang waktu.saat rindu ini semakin mengembang,meminta lebih banyak ruang,karena rindu ini tak pernah tersampaikan,bukan tak tersampaikan,melainkan dipaksa tak tersampaikan,karena hingga kini,aku harus tetap waras,aku tak ingin kembali menyakiti,seperti yang sudah di lakukan ayah dahulu.walau hanya bisa membuat luka di hati nya,setidak nya aku masih bisa menahan,dan bertahan dengan kewarasan ku.untuk tidak mengikuti ego ku yang sudah jelas salah,dan juga di luar batas.akan ku pastikan,saat kau bersama ku,aku sudah memiliki cinta lain,agar segera hilang,rindu terlarang ku yang beberapa tahun ini menyiksa kalbu,bahkan di setiap waktu ku bersama mu."
"astaga,ini benar-benar di luar akal sehat ku,aku tak menyangka hal seperti ini benar-benar ada,bahkan kini terjadi di hidup ku" batin Fara ,kemudian menutup kembali buku itu,dan menaruh di tempatnya semula dengan rapi.tak ingin ada jejaknya yang tertinggal.bahkan,karena ingin memastikan dia aman,Fara mencoba mencari,apakah ada cctv di sekitarnya,persis seperti drama yang biasa di tonton oleh nya.sebenar nya ia masih sangat penasaran,dengan halaman berikut nya,namun ia takut,jika tiba-tiba kakak nya kembali,itu akan membuat situasi di antaranya semakin rumit. dengan sedikit tegang,dia menoleh ke arah pintu."kenapa pintu itu tertutup?seingat ku aku tadi tidak menutupnya,"batin nya semakin takut.
padahal,bik Siti lah yang telah menutup pintu,karena bik Siti tadi membersihkan kamar itu,dan saat membuang sampah keluar,Fara masuk kedalam,dan bik Siti juga tidak tahu,dan tidak menyadari,jika Fara telah masuk kedalam kamar itu,makanya dia menutupnya begitu saja,beruntung bik Siti tidak langsung mengunci nya,karena terdengar suara benda terjatuh dari dapur,dan bik Siti segera berlari menuju dapur,ternyata buk Siti lupa menutup lemari tempat nya menyimpan lauk untuk Ken,dan kucing pun beraksi.
setelah keluar,dan merasa aman,Fara menarik nafas nya dalam-dalam.berusaha menetralkan detak jantung nya,yang terasa seperti habis lari maraton.
"non Fara,mari makan terlebih dahulu,sejak siang non belum makan."ucap bik Siti membuyarkan lamunan nya.
"ah iya,bik terimakasih"ucap Fara nampak terkejut.kemudian,dia mengikuti bik Siti yang berjalan di depan nya menuju meja makan.
__ADS_1
"ternyata,bertambah lagi masalah ku,kak Ken,bukan membenci ku,tapi dia mencintai ku,dia berusaha keras agar aku membenci nya,dan berharap aku membenci nya melebihi nya.ah,besok kejutan apa lagi yang akan ku dapat?astaga,hidup ku benar-benar serumit ini"batin Fara sambil memasuk kan makan nan kedalam mulut nya dengan paksa.