Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
suara laknat?


__ADS_3

"sederhana saja meski masih dilema nyata nya dicintai memang terasa begitu indah. saat ku tatap wajah nya yang terlelap, dan akan menemani setiap lembar kisah ku."


🍀🍀🍀🍀


Mata ku terbuka dengan perlahan karena merasa tidak nyaman, saat sudah sadar sepenuh nya aku sedikit terkejut menatap wajahnya yang tengah terlelap dengan deru nafasnya yang teratur. seketika teringat tentang diri nya semalam yang sukses membuat kedua pipi ku merekah saat ini.


"sayang baru selesai makan kok langsung tidur?".


"aku mengantuk mas, tulang ku seperti akan terlepas sendiri."


Dengan segera ia meraih kedua kaki ku dan di pijit nya dengan lembut, aku merasa heran sebenarnya dia kenapa mendadak menjadi pria PEKA malam ini.


namun ternyata lama kelamaan dia sengaja menggoda, bukan lagi memijit tapi lebih tepat nya meraba dan juga menggelitik karena itu aku segera bangkit dan menghadap nya.


Namun saat aku akan berbicara bahkan belum, ia segera mengecup bibir ku. aku yang terkejut hanya terdiam setelah beberapa saat aku menikmati nya dengan tidak sadar.


Kedua tangan nya tidak lagi berdiam diri, sudah menjelajah kemana saja, jujur saja aku sangat gugup dan juga takut. disini sangat banyak orang dan keluarga kami berkumpul sedangkan kamar ku tidak kedap suara, bagaimana jika mereka semua mendengar suara laknat dari bibir ku.


saat aku sedang sibuk memikirkan nya, lagi-lagi ia membuatku tersentak dengan reflek tubuhku meninggi dan kedua tangan ku sudah meremas rambut nya dan juga menekan kepalanya untuk lebih dalam lagi menghisap nya ia benar-benar menghabisi kedua dada ku. bahkan dapat kulihat tanda kemerahan di sana. aku takut dia akan kecewa hari ini, karena memang aku tidak bisa dan sebenarnya aku sudah mengatakannya. namun entahlah mungkin dia lupa.


"ssshhhh massss hen-tiiikkaan"ucap ku tak tahan.


"nikmati saja sayang."jawab nya masih dengan aktifitas nya dan membuat ku hampir gila karena ini, Ku tepis jari-jari nakal nya yang sudah mulai turun kebawah.


"mas aku kan datang bulan"ucap ku dengan cepat, dan juga terdengar seperti peringatan.

__ADS_1


seketika ia terdiam dan memandangku sebentar kemudian dapat ku lihat wajahnya memerah seketika.


"kenapa gak bilang dari tadi sih Nisa sayangggggg......"ucap nya dengan gemas dan melempar tubuhnya di ranjang. aku yang melihat nya hanya cengengesan saja.


"aku sudah mengatakan nya, mas gak dengerin sih tadi."ucap ku menahan tawa, dapat kulihat milik nya sudah berubah dengan sempurna, saat dia melihat ku menatap miliknya, dia segera meringis dan memiringkan tubuhnya meringkuk.


"maaf sayang, aku juga tidak tahu kenapa dia sangat tidak tepat, eh tapi sebenarnya kita yang memang tidak tepat, karena memang ini sudah siklus ku"ucap ku sambil mengingat.


"lalu aku bagaimana ini?"tanya nya lagi


"nah itu aku tidak tahu"jawab ku dengan menahan tawa.


Aku kembali tersenyum ketika mengingat nya, hari ini seluruh keluarga nya akan segera kembali kerumah mereka masing-masing dan pagi-pagi sekali kami harus segera kerumah nya untuk salam perpisahan, sebenar nya ia masih belum rela karena belum puas untuk bertemu lebih lama dengan kakak-kakak nya namu bagaimana lagi, mereka harus kembali bekerja karena cuti mereka sudah habis. rasanya aku masih setengah tidak percaya bahwa hari ini benar-benar terjadi aku adalah seorang istri saat ini, dan aku akan bebas menatap nya yang berada di sisiku selama yang ku mau. saat sedang asik memandangi nya tiba-tiba saja pipinya mengembang dan sisi sebelah tangan nya meraih ku yang sudah duduk di tepi ranjang."kenapa hanya memandangi wajah tampan ku saja hum?" ucap nya sambil mengecup ujung kepala ku beberapa kali, dan aku sudah berada di dekapan nya saat ini benar-benar merasa bahwa jantung ku akan keluar sendiri.


"mas..."ucap ku akhirnya,


"iya sayang...kenapa?" tanya nya, menghadap ke wajahku dan tidak melepas dekapan nya, aku merasakan milik nya mengembang di bawah sana aku sangat risih dan juga takut. "aku ingin ke kamar mandi bisa lepaskan aku dulu?"tanya ku lagi.


"nanti saja sayang,aku masih ingin bersama mu."jawabnya lagi dan aku hanya menurut diam saja.


Setelah berapa lama aku mendengar nafas nya yang menderu sedikit lebih keras dari tadi,dan reflek aku berbalik menatap nya."mas aku mau ke kamar mandi dulu sebentar, nanti aku kembali lagi oke?"ucap ku, kemudian barulah dia melepas ku.


****


Kami sudah berada di rumah mas Ibra dan seluruh keluarganya sudah bersiap dengan masing-masing keperluan mereka.

__ADS_1


"wah pengantin baru pagi-pagi sudah kesini, sudah belah duren belum om?" tanya seseorang yang ku tahu itu adalah kakak perempuan nya.


aku yang mendengar nya saja merasa geli, aku sibuk bermain dengan keponakan kami yang menggemaskan. "hei sudah belum di tanya malah cuma di jawab senyum hei kamu ini."ucapnya lagi.


"belum kak."jawabnya jujur, dengan duduk di sebelah nya.


"kenapa? lagi bulanan ya?"tanya nya lagi.


"iya."jawab nya.


"hahaha senasib kita om."jawab kakak nya kemudian, setelah beberapa saat kami akhirnya mengobrol santai bersama sambil menunggu yang lain bersiap, dan tak lama kemudian semuanya sudah siap dan memasuki mobil mereka masing-masing dan akhirnya rumah mas Ibra benar-benar tidak berpenghuni lagi alias sepi, aku segera beberes dan mas Ibra Kembali masuk dan meminta sapu yang sedang ku pegang , dan aku hanya melongo saja.


"sudah nanti saja sayang, kemari!."ucap nya setelah meletak kan sapu itu di belakang pintu dan duduk di sofa.aku menurut saja dan duduk di sebelah nya,"bukan, disini sayang" ucap nya menepuk kedua lutut nya dan sebelah tangan nya meraih ku.


"mas kau ini, aku berat ah tidak mau"ucap ku.


namun tetap saja dia membawa ku kepangkuan nya, menghirup aroma ku membuat ku merinding seketika.


"sudah selesai kan? rambut mu sudah basah ini."ucapnya yang sudah masuk kedalam ceruk leher ku. aku hanya diam saja, dan seolah tak mendengar nya aku paham kemana arah pembicaraannya, aku yang kemarin-kemarin sempat berpikir mesum pada nya hari ini ketakutan sendiri, dan aku menertawakan diriku sendiri saat ini.


"ini siang hari loh mas."ucap ku.


"memang nya kenapa?"tanya nya,"benar juga memangnya kenapa?"batin ku. ah aku mendadak menjadi bisu semenjak menikah dengan nya kemarin. aku menggerutu pada diri ku sendiri. namun aku kemudian berpikir, "disini mungkin akan lebih aman karena selain kedap suara rumah mas Ibra tidak ada penghuni lain jadi tak ada yang bisa mendengar suara laknat ku itu."batin ku, sedangkan mas Ibra sudah asik bermain dengan milik ku dan aku sudah mulai tergoda pada nya.


"sayangggg ......."ucap nya terdengar parau dan terkesan berbisik.

__ADS_1


__ADS_2