Sepotong Sayap Patah

Sepotong Sayap Patah
Awal dari kisah yang sempurna


__ADS_3

"aku tak perduli dengan siapapun yang pernah menyentuhmu memberimu rasa nyaman memberimu tempat bersandar yang ku tahu mulai saat ini kau adalah milik ku hanya milik ku."


🌻🌻🌻🌻


Tiba sudah saat nya hari di mana di nantikan dan juga hati bersejarah untuk segala awal kisah baru di hidup nya.


Nisa terlihat cantik dengan baju pengantin berwarna putih dan juga terlihat sangat manis, namun kedua sahabat nya tidak dapat menemani nya saat ini kedua nya tengah mengikuti ujian semester. dan hanya dapat melakukan Videocall saat acara akad berlangsung. kedua sahabatnya merasa terharu Nisa benar-benar menikah dan akan menjadi seorang istri.


"kamu cantik banget Nisa aku bener-bener terharu hiks."ucap Mici.


"ah aku tidak menyangka tomboy mu benar-benar tertutup dengan sempurna bahkan nyaris tidak ada kau manis sekali."ucap Fara lagi.


"kalian sejak tadi hanya mengumpat ku, tidak mendoakan kebaikan untuk ku ? huh menyebalkan!."ucap Nisa kemudian.


"apapun itu pasti kita doakan yang terbaik untuk mu Nisa we are always love you." ucap Fara kemudian.


"kau sehat-sehat ya saat kami kembali nanti perutmu sudah harus membesar yaaa aku sudah tidak sabar ingin mengusap nya dengan lembut."ucap Mici kemudian, dan sontak saja Nisa melongo.


"kau ini tidak bisa bicara lebih sopan sedikit disini banyak orang tauk."ucap Nisa yang merasa kesal dengan kedua sahabat nya itu.


*****


Tak lama kemudian kedua keluarga tersebut sudah melakukan sambutan beberapa dan kini tiba saat nya akad, Nisa merasa benar-benar gugup saat ini.


ayah nya sudah siap berada di sebelah nya,

__ADS_1


"langsung saja kita mulai pak silahkan!"ucap pak penghulu. pak Hasan mengangguk dengan segera mengulurkan tangan dan di sambut segera oleh Ibra.


"saya nikah dan kawin kan engkau Ibra Maulana binti Ibrahim dengan putri saya Anisa Assyifa bin Hasan dengan mas kawin cincin dan seperangkat alat sholat di bayar tunai."


"saya terima nikah dan kawin nya dengan mas kawin nya tersebut."


"bagaimana saksi sah?"


"sah...."


"barokalloh hu"


Akad berjalan dengan lancar dan suasana menjadi tangis haru seketika, Nisa menjadi bingung sendiri hampir seluruh manusia yang berada di dekatnya saat ini menangis. ia menjadi bingung harus berekspresi apa dia juga jadi menangis melihat semua orang menangis namun ia tidak mengerti mengapa semua orang menangis, rupanya mereka semua merasa sangat terharu karena Ibra sudah tidak memiliki orang tua lagi dan merupakan yatim piatu kini sudah memiliki istri setelah beberapa tahun lalu pernah gagal.


Sedangkan Nisa yang memang dasar nya wanita konyol tidak tahu dan hanya mengikuti alur saja saat ini Nisa sudah duduk berdua dengan Ibra di pelaminan, sebenarnya Nisa sangat lelah ternyata menjadi pengantin sangat membosankan.


"iya kak?" jawab Nisa dan coba melihat, dan benar saja, ucapan nya tapi bagaimana ia bisa tersenyum sendiri sementara semua orang menatap keduanya dengan menangis, ya walaupun mereka sebenarnya menangis bahagia sih, tapi yang jelas semua orang yang berada di sini menangis bahkan para bapak-bapak juga. mas iya Nisa harus tersenyum seorang diri.


Nisa yang sedang duduk terkejut saat memandang seseorang yang tengah duduk di meja tamu, yang ternyata sejak tadi memperhatikan nya."ah iya itu benar-benar Bima, dia sungguh datang hari ini, hai aku hari ini benar;benar sudah menjadi milik orang lain."batin Nisa dalam hati.


Nisa dan Bima tidak bisa berjabat tangan atau apapun karena saat ini Nisa sedang melangsungkan sesi adat Jawa yang cukup panjang dan juga melelahkan, dan saat acara dari adat Jawa itu selesai Bima sudah menghilang dan berlalu dari hadapan nya.


Acara berlangsung hingga malam hari dan semua teman sekolah Nisa dan juga Ibra ramai berdatangan, mengucapkan selamat kepada kedua nya. dan selesai juga segala sesi foto bersama, Nisa sudah sangat lelah kepala nya terasa sangat pusing dan ia juga merasa sangat lapar.


*****

__ADS_1


"mas aku lelah sekali mata ku tak bisa terbuka lagi tapi perut ku lapar hiks."ucap Nisa saat ini yang sudah berganti gaun dan hanya memakai manset baju biru panjang dan rok hitam panjang.


"makan dulu sayang nanti malah gak bisa tidur, kamu kan gak bisa tidur kalau lapar."ucap Ibra yang sedang Menganti pakaian nya dan kemudian ia memakai kemeja panjang dan celana panjang dan berniat keluar untuk menemui beberapa teman nya di luar, dilirik nya Nisa yang saat ini sudah tertidur dengan meringkuk di pinggir ranjang. Ibra hanya menggelengkan kepala nya saat melihat kelakuan Nisa yang sudah tidak asing lagi bagi nya.


"hei pengantin kenapa malah keluar."


"iya sudah masuk saja sana tidak usah pedulikan kami"


Ucap beberapa teman nya, saat Ibra menghampiri mereka dan ia cuek saja. teman memang begitu tidak bisa jika ada kesempatan mengolok di biarkan begitu saja. beberapa jam kemudian semua telah sepi dan mulai pergi meninggalkan acara Ibra segera memasuki kamar Nisa dan ia juga sangat lelah saat ini. namun saat memasuki kamar, ia tak menemukan Nisa dan ia mencari kebelakang dan benar saja Nisa di sana, sudah seperti seekor kucing mencari mangsa.


Dengan rambut cebol nya membawa sepiring makan nya dengan duduk berjongkok memakan dengan santai, saat melihat kehadiran Ibra membuatnya terkejut.


"mas ingin makan juga?."tanya nya, belum menjawab Nisa sudah meletak kan makan nya dan mengambil makan untuk Ibra kemudian memberikannya di meja makan dan menyuruhnya untuk duduk, sedangkan dia kembali melanjutkan makan nya sambil berjongkok. setelah selesai ia segera mencuci tangan nya dan juga membasuh bersih wajah nya yang seharian ini full make up.


Ibra yan mg sudah selesai dengan makan nya juga bergegas membersihkan diri, dan segera menyusul Nisa, sedangkan keluarga Nisa sudah mulai tertidur di ruang keluarga ayah dan ibu nya juga tidak terlihat.


Nisa sudah tertidur dengan memeluk guling kesayangan nya, sedangkan Ibra menyusul di sampingnya ia juga merasa sangat lelah dan juga kantuk menyerangnya. segera ia merebahkan tubuhnya dan memeluk Nisa kemudian mendaratkan kecupan di dahi nya beberapa kali.


"mass. ...."rengek nya dengan mata terpejam, Ibra yang hampir tertidur segera membuka mata nya dan mendongak.


"kenapa sayang?" tanya nya.


"kami Nisa pegal semua."rengek nya dengan menggoyangkan kaki nya beberapa kali.


"sama mas juga."jawab nya, kemudian Ibra bangkit dan memijit kaki Nisa beberapa saat dan di lihat nya Nisa benar-benar tertidur. ia segera mencubit hidungnya membuat Nisa terbangun dan berdecak.

__ADS_1


"masss aku mengantuk, capek besok saja ya aku akan membayar pijitan mu kembali."ucapnya stelah itu ia benar-benar tertidur lagi.


__ADS_2