SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Marshal Gumilang Bramantyo (Arshal)


__ADS_3

Terlihat beberapa perawat pria membopong tubuh Zaky masuk ke dalam ruangan UGD, di sana seorang dokter umum langsung memeriksa keadaan Zaky yang sebenernya, dan dari pemeriksaan, hasilnya bagus dan tidak ada yang perlu di khawatirkan.


Dokter pun mendiagnosa Zaky hanya kelelahan dan sedikit stress akibat melihat proses kelahiran sang istri.


Dan tak berapa lama, Zaky pun akhirnya terbangun dari pingsannya, di sana ia mulai melihat sekelilingnya. Ia merasa kaget saat tersadar dirinya sudah berada di atas ranjang RS dengan sebuah infus masih terpasang rintangan kanannya.


"Windu---"


Zaky berteriak cukup keras memanggil nama sang istri yang tidak dapat ia lihat di sana.


Sehingga membuat beberapa orang perawat yang mendengar teriakan Zaky masuk ke dalam ruang pemeriksaan tersebut.


"Maaf pak, anda sudah sadar? "


"Kenapa saya bisa ada di sini? mana anak dan istri saya?"


"Anak dan istri bapak sudah di pindahkan ke ruangan perawatan, tadi bapak pingsan saat berada di ruang persalinan"


Tak berapa lama, papa Tama dan Beno pun masuk kedalam ruang UGD tersebut untuk melihat kondisi Zaky.


"Zaky!"


"Papa? tolong bawa aku ke Windu pa?"


"Tenang nak, kata dokter setelah cairan infus kamu habis maka kamu sudah bisa kembali melihat istri dan anak kamu nak"


"Tapi itu pasti lama pa, saat ini Zaky sudah baik-baik saja pa, tolong pa lepaskan infus ini agar Zaky bisa segara melihat Windu dan anak kami"


"Kak Zaky sabar saja, lagian kenapa kak Zaky bisa pingsan kaya tadi? masa saat anak lahir kak Zaky bisa pingsan gitu?"


Zaky yang merasa sedikit malu hanya menggaruk rambutnya yang tak gatal, sesungguhnya sedari awal dirinya memang merasa tidak sanggup untuk melihat proses kelahiran sang anak, namun rasa cinta nya kepada Windu mengalahkan segala nya.


Tapi selama proses kelahiran Zaky sudah merasakan kepanikan luar biasa pada dirinya, di tambah suara teriakan kesakitan dari mulut Windu membuat parno nya semakin parah, hingga puncaknya saat ia mendengar suara sang bayi yang telah terlahir ke dunia, Zaky yang telah mencoba bertahan lama akhirnya tumbang di dalam ruang bersalin tersebut.


"Ya sudah kalau kamu tunggu sebentar lagi sampai cairan infusnya habis, nanti kita akan langsung nemui Windu dan anak kamu di dalam"


"Ehem" Dengan semangat Zaky menganggukkan kepalanya, sesungguhnya ia sudah tidak sabar untuk sesegera mungkin melihat keadaan sang istri dan bayi kecil mereka.


Selang beberapa jam kemudian, akhirnya selang infus yang terpasang di lengan kiri Zaky pun sudah dilepas, dengan tenaga yang terkumpul penuh Zaky pun memilih untuk segera pergi mendatangai kamar rawat inap di mana Windu berada,


"Ceklek"


Tanpa mengetuk pintu kamar tersebut Zaky akhirnya telah berdiri tepat di depan pintu kamar milik Windu,


"Kak Zaky?" Air mata mulai mengalir deras di mata Windu,


Zaky yang merasa sangat mengkhawatirkan keadaan istri nya itu pun langsung beranjak untuk memeluk tubuh Windu yang masih terbaring lemah di ranjang RS itu.


"Sayang? kamu baik-baik saja?"


"Iya kak, Windu baik-baik saja, kak Zaky gimana? apa yang sakit"


Sambil sesgukan Windu beralih memeriksa setiap inci tubuh Zaky,


"Kak Zaky baik-baik aja Ndu" Dengan lembut Zaky mencium dahi Windu cukup lama, ia merasa sangat bersyukur akan keadaan Windu yang sudah terlihat pulih dari sebelumnya.


Tak berapa lama pintu kamar Windu pun mulai di ketuk dari luar, dan saat pintu terbuka terlihat seorang perawat tengah menggendong bayi Zaky dan Windu masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Maaf Ibu Windu, sepertinya bayi nya haus, ayo kita mulai untuk memberi asi lagi"


Zaky yang melihat ke arah sang perawat mulai beranjak pelan dari ranjang sang istri,


"Baik sus, biar saya melakukannya sendiri, karena suami saya sudah di sini sus"


"Baik Bu Windu, kalau nanti ada kesulitan silakan panggil saya"


"Baik sus"

__ADS_1


Perawat itu pun langsung memasukan bayi mereka kedalam sebuah box bayi yang telah disiapkan dikamar itu, dan perawat itu pun langsung beranjak keluar dari kamar.


"Ndu, apa itu anak kita?"


Sambil tersenyum Windu pun menganggukan kepalanya,


Melihat anggukan dari Windu akhirnya untuk yang pertama kalinya Zaky yang sudah tidak sabar melihat sang buah hati langsung berjalan mendekat kearah box bayi tersebut,



Tampak bayi tampan dengan balutan bedong berwarna biru itu tengah tertidur lelap,


"Dia sangat tampan sayang"


Tak terasa mata pria tegap itu mulai berkaca-kaca, dengan perlahan Zaky memberanikan diri untuk menggendong sang buah hati yang terlihat begitu mirip dengan dirinya itu.


"Pa, lihat ini cucu papa" Zaky mengarahkan bayi mungil itu di hadapan sang papa dan Beno yang turut menatap haru sang putra yang akhirnya tak mampu menahan air mata nya untuk jatuh, sambil sesegukan Zaky akhirnya meng-adzankan sang bayi laki-laki itu.


"Selamat ya kak, akhirnya Lo jadi bapak juga, bayi Lo ganteng kak"


Beno juga ikut terharu melihat sang kakak yang tampak menangis seperti anak kecil,


"Ma-kasih Ben, ak--u udah jadi papa"


"Hikssss"


Ketiga pria melankolis itu pun menangis secara bersamaan sambil saling berpelukan.


*


*


*


Hari ini tepat sudah 1 bulan umur sang bayi, dan pada hari ini Zaky membopong Windu dan putra mereka ke rumah baru yang sengaja Zaky siap kan untuk keluarga kecilnya.


Dan pada hari ini pula di rumah baru nya Zaky melakukan akikah untuk sang buah hati, dengan mengundang beberapa anak yatim piatu dan fakir miskin.


"Tidak kak, kak Zaky lah yang sudah memberikan kebahagian untuk aku, maksih ya kak"


"Kalau begitu kita berdua yang saling memberikan kebahagian sayang. Ibarat amplop kamu amplop nya aku perangkonya"


"Hahaha, terus Arshal, apa nya?"


"Arshal itu lem nya Ndu, dia yang merekat kan antara kakak dan kamu"


"Benar ya kak, tapi aku masih belum bisa tenang kak---".


"Tunggu hari ini hari bahagia, jadi kak Zaky gak mau melihat kamu bersedih, dan satu lagi kak Zaky punya satu kejutan yang terakhir"


"Kejutan? apa ?"


"Udah kamu kasih Arshal ke bibi dulu"


Windu pun langsung memberikan sang bayi kepada baby sitter nya,


"Apa sih kak kekuatannya?"


"Sudah sayang kamu ikut aja, tapi kak Zaky tutup dulu mata kamu"


"Enggak mau"


"Ya udah kalau gitu batal deh kejutannya"


"Ihhh, kaya bocah deh kak"


"Udah, kamu nurut dulu ya, cuma sebentar kok"

__ADS_1


Akhirnya Windu pun memilih pasrah dan membiarkan Zaky menutup kedua matanya dengan sebuah sapu tangan.


Dengan perlahan Zaky membimbing Windu menuju taman yang terletak di bagian belakang rumah baru mereka.


"Masih jauh kak?"


"Sssttt, jangan ngomong, nikmati aja yang"


Zaky kembali membimbing tangan sang istri menuju tempat yang telah ia sediakan untuk kejutan berikutnya.


Dan saat sampai di tempat tujuan, Zaky pun mulai membuka ikatan yang menutup kedua mata Windu,


"Gak boleh langsung di buka ya matanya, "


"Ehem,"


"Satu-dua-tiga, buka matanya"


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh suka cita


Sehingga siapa pun insan Tuhan


Pasti tahu cinta kita sejati


Lembah yang berwarna


Membentuk melekuk memeluk kita


Dua jiwa yang melebur jadi satu


Dalam kesunyian cinta..


Alunan lagu milik Bcl pun menjadi saksi kebahagian Windu hari itu, Tepat di hadapannya saat ini orang yang paling sangat ia rindukan telah berdiri sambil menatap dirinya.


"Tante---?"


Air mata pun kembali jatuh dari pelupuk matanya, begitupun Tante Via tak mampu menahan laju air matanya,


Dengan setengah berlari Windu pun mendekati sang Tante yang juga berlari ke arahnya.


"Windu, sayang"


Saat pertemuan terjadi sepasang ponakan dan Tante itu akhirnya dapat saling melepas rindu yang sudah tak tertahan. Pelukan penuh kehangatan dari sosok pengganti sang ibu pun mulai kembali bisa Windu rasakan.


"Tante, hiks--- Windu minta maaf Tan"


"Tidak nak, Tante yang egois sama kamu sayang, mulai hari ini Tante janji tidak akan jahat lagu sama kamu"


"Tidak Tan, Windu yang---"


"Sudah sayang, sebaiknya kita lupa kan masa lalu, jangan di ingat-ingat lagi, mulai saat ini dan sampai kapanpun kita harus bahagia Ndu, gak boleh mewek lagi kata gini"


"He-- em, Tan "


"Udahan nangisnya, Tante mau lihat cucu Tante"


Dan Windu pun membawa sang Tante untuk menemui bayi mereka.


Dan hari itu menjadi hari yang paling membahagiakan untuk Windu, setelah banyak ujian dan cobaan yang menghampirinya akhirnya kebagian datang menyapanya bertubi-tubi.


Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian


Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian,


Makasih untuk semua readers yang selama ini udah mendukung Windu dan Zaky, salam sayang dari ibun..🙏🙏😁😁🥰🥰🥰

__ADS_1


Jangan lupa ya mampir di dunia halu ibun yang berjudul istri cadangan...


...TAMAT...


__ADS_2