SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Misi merubah sang beruang kutub menjadi kucing yang manis


__ADS_3

Zaky datang dengan membawa sebuah rantangan yang berisi makanan, tak lupa ia juga membawa satu kantong plastik buah jeruk ditangannya.


"Wah cepat banget siapnya kak? btw makanan ini semua nya dari mana? sarapannya juga tadi kak Zaky belum jawab."


Windu langsung memburu Zaky dengan berbagai pertanyaan. Hal ini sungguh wajar menurut Windu yang memiliki jiwa kepo luar biasa, namun Zaky yang notabene nya seorang yang dingin dan cuek, selalu tidak perduli dengan lingkungan sekitar.


Sehingga di saat Windu bertanya tentang pertanyaan yang ia anggap tidak penting maka ia tidak akan menanggapinya.


"Kamu lapar kan? ya udah makan, yang jelas ini halal, sehat dan bersih"


Windu yang melihat reaksi sang suami hanya mampu mengurut dada.


"Sabar..sabar Windu! ingat dunia belum berakhir!" Ia Kembali menghirup nafas panjang sembari bermonolog di dalam hati" huft...kamu harus bisa menaklukan beruang kutub ini! jadi kan lah dia seekor kucing Windu!ingat kucing..!"


Dengan tanpa rasa bersalah pria dingin itu langsung membuka rantang itu satu persatu, ia akhirnya mengambil piring yang ada dikamar itu dan mulai menyendok nasi serta lauk untuk dirinya sendiri.


Tanpa menunggu atau berbasa-basi kepada sang istri Zaky memulai makan siang nya duluan.


Windu yang melihat gerak gerik sang suami yang mulai makan hanya bisa menelan ludahnya.


Karena sudah sangat lapar, Windu pun langsung memulai makan siangnya, ia mulai mangambil piring dan mulai menyendok nasi ke dalam piringnya, serta lauk ayam kecap dan sayur bening favoritnya.


"Mari makan,"


Sambil mengangkat kedua tangannya, Windu pun menyemangati dirinya sendiri. Kalau tidak sedang lapar mungkin is akan meninggalkan makanan yang Zaky bawa.


"Huft.. gini banget ya punya suami dingin, hidupnya datar banget..lapar langsung makan, kalau ditanya gak pernah jawab, basa basi pun nggak ada! tapi kalau giliran di tinggal langsung bilang cinta sayang..pret.."


Dengan memasang wajah masam Windu pun mulai menyuap makanannya dengan lahap.


Zaky memakan makanannya dengan khidmat, tak terlihat sedikit pun nasi yang tumpah dari piringnya, bahkan ia mengunyah makanan itu cukup lama di mulutnya. Hal itu yang membuat ia terlihat lebih berkharisma sebagi seorang pria mapan.


Setelah menghabiskan makananya di atas piring, Zaky langsung membawa piring bekas makannya ke dapur dan langsung mencuci piring itu sendiri.


Tak berapa lama akhirnya Windu pun menyusul ia akhirnya telah menyelesaikan makan siangnya, kemudian Ia langsung mengambil air putih yang ada di hadapannya, dan langsung meminumnya hingga habis, setelahnya ia kembali menuang air putih itu ke dalam gelasnya, untuk mencuci tangannya yang tadi di pakai untuk makan.


Saat selesai Windu pun mulai duduk manja di atas sofa sembari menunggu Zaky yang berjanji akan memijit tubuhnya yang pegal.


"Kok jorok gitu sih! lihat bekas makan kamu semua berantakan, piringnya juga kenapa gak dibawa ke belakang? "


Zaky yang sedari tadi melihat kegiatan Windu langsung berbicara dengan sedikit tegas dan ngegas, yang membuat Windu serasa mati kutu.


"Aduh Hyung...aku lagi sakit kan kak ceritanya! terus kenapa kamu enggak bantuan istri kamu? Kamu yang udah buat sakit kak? aku kecapekan kaya gini kan juga karena kamu! sensi dikit Napa.."

__ADS_1


Windu hanya mampu berbicara di dalam hati, seandainya ia tidak mengingat penyakit yang Zaky miliki, mungkin di ruangan itu akan kembali terjadi ledakan bom dahsyat melebihi bom hirosima dan Nagasaki.


Dengan berbesar hati Windu akhirnya membawa piring kotor nya ke dapur, ia juga mencuci piring serta gelas yang tadi ia gunakan untuk makan.


"Ingat Ndu..rubah dia menjadi kucing jantan yang manis"


Ia pun memasang sebuah mindside di dalam otaknya bahwa ia harus bersabar untuk merubah Zaky menjadi seseorang yang lebih sehat dan bisa menciptakan pikiran-pikiran positif pada sang suami.


"Ndu..Ndu..."


Windu yang mendengar panggilan Zaky langsung berlari menuju tempat Zaky berada.


"Kenapa kak?"


Sambil menyeka keringat yang ada di dahinya, Windu mulai berjalan lebih dekat ke arah Zaky.


"Katanya mau aku pijit ayo sini.."


Zaky menepuk-nepuk kasur kosong tepat di sampingnya.


"Akhirnya dia bisa romantis juga..." Dengan perasaan tak sabar dan senyum yang merekah Windu langsung naik ke atas kasur, ia pun langsung tidur menelungkup, dan bersiap-siap mendapatkan pijitan dari Zaky, rencananya saat di urut ia akan mencoba untuk tidur sembari mendapatkan treatment dari suaminya yang mulai terlihat romantis di matanya.


Zaky langsung mengeluarkan sebuah botol minyak urut dari dalam kantungnya.Terlihat sebuah gambar dari botol berwarna coklat gelap itu seekor hewan berbisa berkepala dua.


"Baju kamu di buka! gimana aku mau urut kalau pakainnya lengkap"


Mendengar perintah sang tukang pijit, Windu langsung membuka bajunya dan hanya menutup bagian depannya dengan baju.


Setelah melihat Windu yang siap untuk di pijit, Zaky memulai aksinya, dengan pelan ia mulai membalur minyak kusuk itu di seluruh bagian punggung Windu,


Dan atraksi pijit pun di mulai Zaky mulai dari bagian punggung Windu yang sudah terbuka.


Zaky yang belum memiliki pengalaman memijat sebelumnya melakukan pijitan dengan tenaga yang lumayan kuat, ia mulai mengurut Windu dengan kedua tangannya yang besar dan lebar.


"Auuuuuuuuuu...."


Seketika suara Windu menggema di seluruh ruang kamar yang berukuran tidak terlalu besar itu.


"Ampun kak! ini sakit banget!"


Windu pun mencoba untuk bangkit dari pembaringannya,


"Maaf! aku gak tahu cara nya Ndu!"

__ADS_1


"Punggung aku tambah sakit kak! kok kakak gak bilang kalau gak bisa urut"


"Ya kamu nya yang minta! kakak cuma mau kamu senang aja! tapi aku belum pernah sebelumnya!"


Seketika Windu merasa bingung harus berbuat apa dalam mengahadapi suami dinginnya itu.


"Huft..punggung gue sakit banget... lah tapi lihat wajahnya lemes gitu jadi gak tega"


"Gitu ya! ya udah gak papa, aku gak minta urut lagi sama kakak!"


Zaky yang merasa bersalah masih setia duduk di samping Windu. Namun tak berapa lama Windu merasakan sensasi berbeda pada bagian punggungnya, minyak yang tadi ia rasa hangat saat ini terasa lebih panas, dan semakin lama minyak itu terasa semakin panas.


"Kak kaya nya punggung aku kebakar deh!"


Air mata Windu mulai jatuh dari pelupuk matanya, ia menangis meraung-raung menahan panas pada punggungnya.


"Kebakar gimana Ndu? "


Zaky langsung melihat pada Bagain punggung sang istri. ia pun merasa kaget saat melihat punggung Windu yang sudah memerah seperti tomat. Zaky pun kembali panik dan ia yakin itu pasti akibat minyak urut yang tadi ia balurkan.


"Kita ke RS...ayo!" Zaky langsung menggendong tubuh Windu yang masih belum berpakaian,


"Kak..Kak...Zaky ! stop kak! kita jangan ke RS, bawa aja aku ke kamar mandi ok! nanti aku cuma minta tolong kakak buat belikan aku salep! "


Windu kembali mencari perhatian suaminya sambil menatap manik mata Zaky dalam, dan mengusap pipi pria tampan itu,


"Kamar mandi? kamu yakin ?"


Windu langsung menganggukan kepalanya, sembari mengatakan isi hatinya,


"Memang kakak mau bawa aku dengan penampilan seperti ini?"


Seketika Zaky tersadar dengan penampilan Windu yang hanya berbalut baju yang menempel di bagian depannya saja.


"Gak mau kan tubuh aku di lihat orang?"


Zaky langsung menggelengkan kepalanya cepat, Dan dengan setengah berlari ia langsung membawa tubuh sang istri masuk kedalam kamar mandi.


"Sabar..sabar....Kamu harus sabar Ndu..! aduh panas banget ni punggung..tapi aku harus tahan! aku gak boleh buat beruang kutub kembali panik, kalau enggak dia pasti gak pakai mikir langsung gotong aku ke RS!"


Sambari menahan rasa panas di punggungnya akhirnya Windu berhasil untuk merilekskan kembali pikiran Zaky yang tadi sempat panik.


Bersambung...🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2