SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Hidup mandiri


__ADS_3

Kasihan, sedih dan dilema itu yang saat ini Windu rasakan ia tak menyangka harus berada di situasi yang serba salah, awalnya Windu sangat marah dan benci kepada Zaky yang telah menyia-nyiakan dirinya selama ini,


namun itu semua ia rasakan karena tidak mengetahui apa yang sebenarnya membuat Zaky begitu dingin dan kejam terhadapnya, namun saat ini setelah ia mengetahui penyakit yang Zaki derita membuat ia merasa kasihan terhadap suami nya itu, tapi di saat bersamaan ia juga merasa sedih karena mengetahui sebuah fakta bahwa sang suami telah kembali kepada sang mantan,


Windu hanya mampu terdiam di sebuah kursi. Mata nya terus menatap ke arah Zaky yang masih belum sadar dari pingsannya,


"Maaf karena aku harus telat mengetahui tentang penyakit yang kau derita kak. Aku sudah terlanjur sakit hati kepadamu saat ini. Andai dari awal aku tahu kau sedang sakit mungkin aku akan memaklumi semua perlakuan diri mu kepada ku, Bahkan aku akan membantu mu untuk sembuh dari penyakit itu kak."


"Tapi saat aku tahu kau pergi selama 2 bulan ini demi seseorang yang kau cintai.Aku paham kak, cinta tak bisa di paksakan, kau berhak bahagia dengan pilihan mu. Dan saat ini aku menyerah kak, "


"I love you kak" Windu berucap pelan di hadapan Zaky yang masih menutup matanya,


Air mata mulai menetes dari mata hazel gadis cantik itu, dengan sekuat tenaga Windu berusaha tegar mengahadapi semua permasalah yang terjadi di dalam rumahtangga nya yang masih seumur jagung. Tak hentinya ia terus menangis meratapi nasib yang ia alami,


Dengan rasa yang sedang bergejolak di dalam hatinya Windu pun memutuskan untuk segera pulang duluan karena ia merasa tak sanggup jika harus berhadapan dengan suaminya itu jika sudah siuman,


Windu langsung berjalan mendekati ranjang dimana Zaky masih tertidur dengan sebuah selang infus yang tertancap di tangan kirinya,


ia pun mulai mengusap lembut wajah suami tampan nya itu cukup lama, ia merasa mungkin itu terakhir kalinya ia dapat menyentuh wajah sang suami,


"Aku pulang kak. Maaf kan aku!"

__ADS_1


Namun belum sempat Windu melangkahkan kakinya Zaky keburu bangun dari tidur panjangnya, dan langsung memegang tangan Windu dengan erat,


"Jangan pergi Ndu! aku mohon tinggal lah di sini untuk beberapa saat,"


Windu yang melihat tindakan Zaky merasa terkejut dengan perlakuan suaminya itu, ia tidak menyangka Zaky akan terbangun saat ia ingin pergi.


Dengan sekuat tenaga Windu mencoba untuk melepaskan genggaman tangan suaminya itu. Namun Zaky tetap berusaha untuk menggenggam tangan Windu dengan erat,


"Lepaskan tangan ku kak, aku harus pergi,"


"Tidak Ndu, aku mohon jangan tinggalkan aku lagi"


"Maaf kan kakak Ndu! maaf"


Air mata Windu mulai mengalir lebih deras mendengar permintaan maaf yang keluar dari mulut lelaki yang biasanya bersifat dingin itu, dengan sekuat tenaga akhirnya ia menarik tangannya lepas dari genggaman tangan Zaky, Ia pun mulai keluar dan berlari meninggalkan Zaky sendiri.


"Winduuu.."


Zaky berteriak dengan keras hingga mengagetkan Beno yang baru datang dari kantin, akhirnya Beno masuk untuk melihat kondisi sang kakak di dalam kamar, ia pun kembali di kaget kan dengan Zaky yang sudah berada di lantai RS dengan darah segar yang mengalir tepat di bagian tangan nya yang tadi menggunakan selang infus,


"Kak Zaky," Beno langsung menggotong tubuh tegap sang kakak untuk kembali ke atas kasurnya, dengan sigap ia langsung menekan tombol kontak yang langsung tersambung dengan ruangan perawat.

__ADS_1


Tak berapa lama beberapa perawat pria dan seorang dokter jaga langsung masuk kedalam kamar Zaky, mereka langsung memberikan tidakkan terhadap pasiennya itu.


Windu yang saat ini sudah berada di dalam sebuah taxi tak henti nya menangis, ia mengingat kembali bagaimana untuk pertama kalinya Zaky meminta maaf kepadanya dan meminta nya untuk tetap berada di sampingnya.


Namun hal itu tak membuat Windu luluh, karena ia tak mau merasakan sakit hati kembali karena perbuatan Zaky, bukan karena penyakit yang Zaky derita namun lebih karena Zaky yang telah kembali kepada sang mantan kekasih.


Windu terus menangis sepanjang perjalanannya menuju rumah.


2 Minggu kemudian..


Hari ini setelah meminta izin kepada sang Tante akhirnya Windu memutuskan untuk hidup mandiri dengan menyewa sebuah kamar kos yang dekat dengan kampus tempat ia menuntut ilmu.


Windu memilih tinggal di luar karena tidak ingin mendapat gangguan lagi dari Zaky yang beberapa hari ini selalu datang ke rumah Tante Via dan meminta nya untuk pulang. Sehingga tanpa sepengetahuan Beno dan Zaky windu mencari kos-kosan yang nyaman untuk ia tempati.


Saat ini ia memilih untuk menjauh dari kedua kakak beradik itu, karena tanpa ia sadari ternyata selama ini Beno diam-diam telah jatuh hati kepadanya dan ia mengetahui hal ini dari Mela kekasih Beno,


Dengan tekat yang kuat dan bekal sebuah kartu tabungan yang di berikan sang Tante. Warisan dari peninggalan kedua orang tua Windu akhirnya Windu mantap untuk meninggalkan rumah yang selama ini menjadi tempat ia tumbuh.


"Selamat tinggal kak Zaky!!"


Bersambung...🤓

__ADS_1


__ADS_2