SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Belum waktunya


__ADS_3

Dari depan layar handphonenya Zaky yang sudah tidak tahan akan godaan sang istri kecil langsung menggiring telepon genggam yang ia pegang menuju aset berharga miliknya yang sudah terlihat siap berperang.


Benda tumpul yang tersimpan rapi di balik sebuah topeng bermerk buaya itu sudah tampak sangat menginginkan gua milik sang istri.


"Ndu, please kamu lihat? dia sudah berpuasa dua minggu. Apa kamu tega melihat dia bersedih kembali?"


Seketika wajah gadis muda itu berubah merah, ia merasa malu serta kaget saat melihat benda pusaka milik Zaky yang sudah berubah size lebih besar.


"Ih kakak malu tahu, " Windu masih mencoba jaim di hadapan suami dinginnya itu. Padahal di dalam hatinya dia juga sudah tidak sabar untuk kembali merasakan sensasi saat kedua benda pusaka milik mereka bertemu.


"Kenapa kakak harus malu sama kamu! kita kan udah sah! ayo dong yang"


Windu yang mendengarkan rengekan sang suami untuk pertama kalinya merasa sangat terhibur, dia tak menyangka betapa mesumnya sang lelaki dingin yang kini telah manjadi suaminya itu.


Jika ia mengingat kembali bagaimana sikap Zaky kepada dirinya di masa lalu maka ia tidak akan pernah menduga bahwa orang yang di depannya kini adalah Zaky yang ia temui beberapa tahun silam.


"Tentu Windu gak tega dong kak! tapi kan kakak jauh jadi gimana caranya Windu me***askan kakak?" Sambil menggoyang-goyangkan kakinya membuat dua gandulan itu bergoyang mengikuti irama hentakan kaki Windu.


"Open your towel, then show me yours! " Dengan pandangan penuh has**t Zaky tak hentinya membujuk istri kecilnya itu untuk membantunya dalam me----skan bi**hi nya saat ini.

__ADS_1


"Hehehehe..." Akhirnya tawa Windu pun pecah, karena sedari tadi ia terus berusaha untuk menahan tawa yang menggelitik isi perutnya.


"Kakak mau apa sih! Windu kan cuma becanda! udah deh Windu mau ganti baju dulu ya? karena udah dingin banget karena kena AC," Windu mulai bangkit dari tempat tidurnya sambil membawa hp di tangannya.


"Wait! Sayang please! jangan permainan kakak, kakak sudah tidak tahan yang! apa kamu mau kakak cari seseorang yang bisa membantu kakak di sini?" Dengan pandangan licik Zaky yang sudah di mabuk kepayang mencoba untuk mengikuti permainan istri kecilnya itu.


Padahal di dalam hatinya berkata lain, mana mungkin ia bisa melakukan nya dengan wanita lain selain sang istri, walau penyakitnya sudah mulai sedikit sembuh, namun Zaky sama sekali tidak memiliki ketertarikan dengan wanita lain selain kepada Windu.


"Apa? kakak kok ngomong kaya gitu? kakak mau selingkuh?" Senyum di bibir Windu langsung terhenti. Tampak kini matanya sudah mulai berkaca-kaca seakan terlihat hampir menganak sungai.


Seketika Zaky yang melihat reaksi sang istri langsung berubah kasihan, ia tak menyangka istri nya dengan cepat bisa berubah menjadi sedih seperti ini, padahal saat ia hanya berpura-pura.


"Hiks..hiks.." Suara tangis Windu akhirnya pecah, dia yang tadi hanya ingin bermain-main dengan sang suami sama sekali tidak menyangka bahwa dengan mudahnya Zaky ingin mencari pengganti dirinya saat di situasi LDR seperti ini.


Sifat dewasa yang biasanya di perlihatkan Windu selama ini seakan menghilang. Baginya semua perkataan yang keluar dari mulut Zaky adalah sebuah kebenaran, karena ia tahu Zaky bukan lah orang yang suka bercanda.


"Yang, jangan nangis, kamu tahu kan penyakit kakak selama ini? jadi mana mungkin kakak bisa berhubungan dengan wanita lain,"


Windu yang terlanjur salah sangka dengan pernyataan awal yang Zaky ucapakan kepada dirinya, masih tetap menangis.

__ADS_1


"Ndu, jangan nangis lagi! kalau kamu gak percaya besok kakak bakal pulang ke kota P untuk jemput kamu. Jadi kita bisa bersama di sini sampai tugas kakak selesai! "


Mendengar semua perkataan Zaky membuat Windu langsung berhenti menangis, ia sangat ingin tinggal bersama suaminya saat ini, tapi bagaimana dengan kuliahnya jika ia memutuskan ikut Zaky, terlebih dia juga menginginkan ikut serta dalam kegiatan baksos yang akan dilakukan oleh pihak BEM di kampusnya dalam waktu dekat.


"Windu gak nangis lagi kak, Windu mau ikut kak Zaky, tapi kan Windu harus kuliah. Jadi bagaimana kalau kita LDR dulu, Windu cuma mau kakak jangan ngomong kaya tadi lagi ke Windu. " Dengan wajah mengiba akhirnya Windu memilih untuk berdamai dengan Zaky.


"Ok. Tapi kakak masih berharap suatu saat kamu mau Nemani kakak di sini. Jadi kakak gak di bikin pusing kaya gini!"


"Maaf ya kak" Windu yang merasa bersalah mulai kembali galau atas ajakan sang suami terhadap dirinya saat ini.


Dan Zaky pun memilih untuk menahan ha**at nya kembali. Mood nya yang sedari awal menggebu perlahan menurun dan kembali layu, seiring perdebatan yang terjadi di antara mereka.


Dengan LDR yang mereka jalani saat ini membuat Zaky harus belajar lebih banyak bersabar untuk tetap membuat istri kecilnya itu tetap nyaman dan setia kepada dirinya. Mau tak mau ia harus kembali berpuasa hingga hari pembalasan itu tiba.


Dan obrolan suami dan istri itu kembali berlanjut panjang setelah Windu mengganti bajunya, obrolan kerinduan itu, jauh dari obrolan panas yang tadi hampir terjadi di antara mereka berdua.


Hingga tak terasa Windu pun tertidur sambil melihat wajah sang suami yang masih terlihat di layar hp miliknya. Dan Zaky pun akhirnya mengakhiri panggilan vcall tersebut, dan ikut masuk ke dunia mimpi.


Bersambung...😎😎

__ADS_1


__ADS_2