SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Bimbang


__ADS_3

"Ting"


Pintu lift pun mulai terbuka, Windu yang masih berada di dalam pelukan Zaky berusaha untuk melepaskan dirinya dari kedua tangan kokoh sang suami.


"Ndu aku mohon jangan tinggalkan aku lagi! tolong maafin aku Ndu, aku gak pernah bermaksud berkata kasar sama kamu Ndu---"


"Lepas, ini sudah sampai"


Zaky langsung melepaskan pelukannya dari tubuh sang istri. Tangannya pun beralih menggenggam tangan kanan Windu,


"Astaga, kenapa aku tak bisa menolak setiap sentuhan dari pria kejam ini"


Windu pun akhirnya pasrah saat Zaky menggenggam tangannya dengan erat, mereka pun berjalan menuju kamar milik Windu.


"Sebaiknya aku harus sabar sejenak, kalau aku menyuruhnya pergi sekarang pasti di sini akan terjadi keributan besar"


Dari samping Zaky melihatperut Windu sudah mulai membesar, ingin sekali ia menyentuh perut sang istri dan merasa detak jantung sang anak yang tengah di kandung Windu.


Tak lama Windu dan Zaky pun telah sampai di depan pintu kamar, Windu kembali melepaskan tangannya dari genggaman Zaky namun Zaky tampak enggan melepaskan pegangan tangannya.


Windu langsung mencari kunci di saku bajunya dan memberikan kunci tersebut kepada Zaky.


Zaky yang mengerti dengan maksud sang istri langsung mengambil kunci tersebut tanpa melepaskan genggamannya, dan dengan tangan kirinya Zaky langsung memutar 2 kali, dan ia pun langsung membuka ganggang pintu hotel tersebut.


Windu pun mulai masuk kedalam kamar sambil di ikuti Zaky dari belakang.


Setelah pintu tertutup dengan cepat Windu kembali menarik tangannya cukup kuat hingga genggaman tangan mereka pun mulai terlepas.

__ADS_1


"Gak usah basa basi kak! untuk apa Kaka ada di sini!"


"Ndu aku mohon maaf kan aku Ndu, aku tidak pernah bermaksud untuk menyakiti kamu waktu itu. Maafkan atas kebodohan aku Ndu"


Zaky kembali ingin menyentuh tangan Windu, namun dengan cepat Windu langsung menarik tangannya dan berjalan sedikit menjauh dari Zaky.


"Maaf?" Windu memiringkan bibirnya sambil tersenyum mengejek ke arah zaky,


"Kamu mau minta maaf sama aku kak?"


"Iya Ndu, maaf kan aku. Kamu boleh pukul aku Ndu, kamu boleh maki-maki aku. Atau bahkan jika kamu mau kamu bisa tusuk aku dengan pisau yang tajam. Tapi tolong maaf kan aku"


"Apa kak Zaky bisa memegang janji kak Zaky? jika aku memaafkan kak Zaky kak Zaky bisa menuruti permintaan aku?


"Tentu Ndu, apapun yang kamu minta pasti akan kakak kabulkan, tapi tolong maafkan aku"


"Benarkah Ndu?" Zaky langsung berjalan mendekat ke arah Windu dan langsung memeluk tubuh sang istri, namun saat Zaky belum sempat untuk memeluk dengan cepat Windu langsung menjauh kembali,


Dengan raut kesedihan Zaky mengerutkan pandangannya sembari melihat mata milik sang istri.


"Memang aku telah memaafkan kak Zaky, tapi kita tidak bisa kembali seperti dulu lagi kak. Setelah aku melahirkan maka lebih baik kita segera mengurus perpisahan kita kak"


"Enggak--enggak Ndu! kamu bilang udah maafin aku, tapi kenapa kamu tetap ingin pisah?"


"Maaf kak, Windu memang sudah memaafkan kak Zaky, namun perlakuan kak Zaky tempo itu tak bisa menghapus rasa sakit di sini kak"


Windu menunjuk ke dadanya, dan tak lama air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya luruh juga.

__ADS_1


"Ndu aku mohon terima aku kembali, jangan minta aku untuk meninggalkan kamu Ndu! karena sampai kapan pun aku tidak akan sanggup. Apa kamu gak kasihan sama anak kita jika kelak melihat kedua orang tuanya berpisah ?"


"Hehe--- anak? apa kak Zaky yakin ini anak kak Zaky? bukannya dulu kak Zaky berkata ini bukan anak kak Zaky! apa kak Zaky lupa ?"


Zaky terus menggeleng-gelengkan kepalanya tanda tak menyetujui semua ucapan Windu,


"Ndu, aku memang bodoh saat itu telah meragukan anak yang kamu kandung! namun itu hanya emosi sesaat ku saja. Tapi jauh di dalam lubuk hatiku, aku tak pernah meragukan anak kita sayang"


"Emosi sesaat? gampang ya kak Zaky ngomong kaya gitu! apa kak Zaky tahu penderitaan yang aku alami akibat tindakan kak Zaky itu? apa kak Zaky tahu apa yang terjadi pada aku malam itu! apa kak Zaky tahu gimana kondisi aku mulai saat itu hingga hari ini!"


Sambil terisak Windu pun terjatuh di atas lantai, ia terduduk di bawah sambil terus sesegukan.


Terlihat Zaky kembali ingin mendekat dan membatu sang istri,


"Stop! kak Zaky gak boleh mendekat"


Zaky akhirnya berhenti dan ia pun ikut duduk di lantai yang berjarak 2 meter dari posisi Windu saat ini.


"Ndu, aku mohon jangan seperti ini, aku gak sanggup melihat kamu kaya gini Ndu, biarkan aku memeluk kamu."


Windu masih diam membisu, sama sekali ia tidak menanggapi perkataan Zaky,


" Tolong maafkan aku yang tak tahu diri ini. Sebenarnya malam itu aku juga berusaha untuk mencari keberadaan kamu Ndu, bahkan aku terus mencari keberadaan kamu hingga pagi menjelang, namun aku tidak menemukan kamu. Hingga hari ini pun aku tak berhenti mencari keberadaan kamu Ndu, apa kamu tahu aku juga mencari kamu di kampung orang tua kamu. Tapi aku terlambat karena kamu sudah pergi dari tempat itu. Aku mohon Ndu maafkan aku, aku gak sanggup jika harus berpisah lagi dengan kamu---"


Mata Zaky pun mulai memerah, dan air mata pria dewasa itu pun mulai mengalir membasahi rahang nya yang tegas.


Dan tanpa dapat berucap Windu malah tambah sesegukan ia melihat jelas kesedihan yang sama di rasakan oleh Zaky, ia tidak menyangka jika Zaky ternyata juga mencari keberadaan dirinya selama ini. Namun ia merasa bimbang apa keputusan yang harus ia ambil saat ini, di satu pihak ia masih mengingat jelas perlakuan Zaky kepada dirinya, namun di lain pihak pula ia dapat merasakan penyesalan mendalam yang Zaky rasakan, bahkan ia tidak bisa membohongi betapa ia sangat merindukan sang suami yang masih ia cintai itu.

__ADS_1


Bersambung...😭😭


__ADS_2