
Setelah bisa bertemu kembali dengan Windu Zaky pun kembali bersemangat untuk mendapatkan cinta Windu kembali. Pagi ini Zaky berencana untuk meluluhkan hati Tante Via agar bersedia memaafkan kesalahan yang telah ia buat kepada Windu sebelumnya.
Rencananya pagi ini ia akan mampir ke sebuah toko bunga dan toko roti yang kemarin sempat ia kunjungi, Namun sebelum mengunjungi Luby Zaky berencana akan ke kantor nya sebentar untuk mengecek beberapa pekerjaan yang belum sempat ia selesaikan kemarin, ia tidak mau di cap buruk lagi oleh sang papa dalam hal pekerjaan, cukup sekali dalam hidupnya membuat kesalahan.
Dengan senyum sumringah Zaky mulai mengendarai mobil kesayangan nya menuju sebuah toko bunga yang dekat dari kawasan perumahannya,
Sesampainya di sana Zaky pun mulai memilih bunga yang akan dia berikan kepada Windu nantinya,
Di depan toko bunga itu tampak seorang pemuda menyambut kedatangan nya,
"Selamat pagi mas, ada yang bisa saya bantu?"
"Saya ingin membeli bunga "
"Mau beli bunga apa mas, karena di sini kita memiliki banyak jenis bunga ?"
"Saya masih bingung, tapi bunga ini ingin saya berikan untuk istri saya, kira-kira bunga apa yang cocok untuk istri saya yang sedang marah ya?"
"Owh, gimana kalau bunga tulip mas,"
Sang penjual bunga pun mulai memperlihatkan sebuah buket bunga tulip berwarna putih, warna yang sesuai kesukaan dari Windu,
"Menurut filosofi nya Bunga tulip berwarna putih ini dilambangkan sebagai permintaan maaf kepada seseorang, dan warna putihnya melambangkan kesucian yang memiliki makna sebagai cinta sejati "
Zaky pun langsung mengambil buket bunga yang di perlihatkan oleh sang penjual, tanpa berfikir panjang ia langsung mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya,
"Saya ambil yang ini" Zaky langsung membayar bunga tulip tersebut dan membawanya masuk ke dalam mobil, tak lupa ia juga mampir ke sebuah toko kue ydan membeli kue dengan toping keju yang dulunya menjadi kue kesukaan Windu.
"Tunggu aku Ndu, setelah menyelesaikan urusan kantor aku akan langsung segera menemui kamu, dan aku akan mencoba untuk meminta maaf kepada Tante Via"
Zaky pun mulai menjalan kan mobil nya menuju kantor nya.
*
*
Hari ini Tante Via dan Windu tengah mengepak barang-barangnya kembali, rencananya Tante Via ingin mempercepat kepulangannya ke kampung orang tuanya.
Hal ini di sebabkan pertemuan tak terduga yang terjadi di antara Windu dan Zaky, Tante Via merasa cemas apabila ia terlalu lama di sini maka Zaky akan kembali datang dan akan memaksa membawa pulang Windu.
__ADS_1
"Ayo Ndu, kita harus segara meninggalkan tempat ini" Tante Via sesungguhnya tidak mau melihat perceraian antara sang ponakan dan suaminya, namun Zaky selalu membuat kesalahan yang sama sehingga membuat Tante Via hilang kesabaran dan tidak lagi bisa menerima perlakuan Zaky tersebut.
"Tapi Tan, kak Zaky sudah mengakui kesalahannya, bahkan Windu dapat melihat kalau kak Zaky sangat menyesal atas perbuatannya yang dulu"
"Sudah Tante bilang Windu, jangan pernah percaya lagi dengan omongannya, kamu kenapa sih mudah sekali percaya dengan omongan Zaky! ingat sudah berapa kali dia membuat kamu kabur dari rumah?"
"Iya Tan, tapi ----"
"Gak ada tapi-tapian Ndu, cepat rapikan semua baju-baju kamu biar nanti mang Rohim yang akan mengangkat ke dalam mobil"
"Baik Tan" Dengan perasaan sedih Windu pun memilih untuk mengikuti perintah sang Tante, karena mengingat begitu banyak pengorbanan yang telah Tante Via lakukan untuk dirinya selama ini.
Kurang lebih 2 jam lamanya mengepak semua perlengkapan mereka akhirnya dengan berat hati Windu dan Tante Via mulai check out dari hotel. Semakin lama ia berjalan meninggalkan hotel, semakin Windu sedih akan takdir yang di Suratkan untuknya.
"Selamat tinggal kak, jika memang kita berjodoh maka suatu saat kita akan di pertemukan kembali kak"
Windu mulai masuk ke dalam mobil milik Tante Via. Mobil matic berwarna hitam itu pun mulai meninggalkan parkiran hotel.
Zaky yang baru saja sampai ke hotel tempat Windu menginap langsung mencari keberadaan sang istri, dengan sebuket bunga di tangan kanannya dan sekotak kue Zaky berjalan melewati lorong panjang di hotel itu.
Namun betapa kagetnya Zaky saat sudah berada di depan kamar milik Windu, ia melihat beberapa orang pegawai hotel tengah membersihkan kamar tersebut.
"Owh orangnya baru saja check out pak"
"Baik terimaksih mas" Zaky tak menyangka secepat itu Tante Via membawa Windu pergi dari dirinya. Sambil berlari Zaky memilih untuk menuruni setiap anak tangga, dan mulai masuk kedalam mobilnya untuk mengejar mobil Tante Via.
"Jangan pergi Ndu, aku mohon jangan lagi ninggalin aku Ndu"
mobil sport berwarna putih itu pun melaju di jalan raya yang cukup lengang siang itu.
Dengan kecepatan di atas rata-rata akhirnya dari kejauhan Zaky dapat melihat mobil Tante Via tengah melaju memasuki jalan tol.
Dengan perlahan Zaky mulai mengikuti mobil matic tersebut dari belakang.
Setelah menempuh jarak kurang lebih 4 jam lamanya Mobil Tante Via pun mulai memasuki kawasan pedesaan keluarga Windu yang masih tampak asri, namun mobil itu tidak mengarah ke rumah milik sang nenek dan kakek Windu, melainkan menuju ke tempat lain yang Zaky belum mengetahuinya.
Hingga tiba di sebuah rumah yang cukup besar berlantai 2 baru lah mobil itu berhenti, Zaky pun mulai menghentikan mobilnya cukup jauh dari posisi mobil tersebut berhenti.
Terlihat dari jarak jauh Windu dan Tante Via tengah memasuki rumah berlantai dua itu,
"Sebaiknya aku meletakan mobil di sini saja, aku akan mencoba untuk menemui Windu tanpa sepengetahuan Tante Via"
__ADS_1
Setelah 1 jam menunggu, Zaky pun memulai aksinya untuk menemui sang istri tercinta, saat hari mulai gelap Zaky pun keluar dari dalam mobilnya dan berjalan menuju kediaman Windu, setelah melihat sekelilingnya yang tampak aman Zaky pun mulai memasuki perkarangan rumah tersebut.
Dari luar Zaky mulai melihat jendela luar setiap kamar yang ada di rumah itu. Rimbunnya pepohonan yang tumbuh hampir di sekeliling rumah itu membuat persembunyian Zaky terasa sempurna.
"Ayo Ndu, kasih kakak petunjuk di mana kamar kamu"
Zaky masih betah menunggu diluar sambil terus mengintai dari bawah, hingga tak berapa lama Zaky dapat melihat Windu yang tengah merapikan jendela kamar miliknya.
"Akhirnya" Dengan perlahan Zaky mulai mencari cara bagaimana untuk bisa naik kekamar Windu, hingga sebuah ide konyol mulai terpikir olehnya.
"I'm coming Ndu" Satu demi satu kaki Zaky mulai mengait di sebatang pohon yang bercabang lebat hingga hampir menyentuh beberapa tembok di rumah itu, di sana Zaky dapat melihat sebuah dahan pohon yang cukup kokoh menjulur panjang hingga tepat di depan jendela di mana Windu berada.
Dengan perlahan Zaky yang sudah berada di depan jendela Windu masih mencoba untuk menahan nafasnya agar dahan tersebut tidak bergoyang.
"Dugh--dugh"Beberapa kali Zaky mulai menggedor pelan jendela milik sang istri,
"Windu buka ini aku Ndu, suami kamu"
Dari dalam kamarnya samar-samar Windu dapat mendengar suara gedoran dari luar jendela kamarnya,
"Kriet" Jendela itu pun terbuka sedikit,
"Kak Zaky? kakak ada di sini"
"Stss, jangan bersuara Ndu, nanti Tante Via dengar"
Sebuah senyuman sumringah sekita muncul di sudut bibir Windu, ia pun mulai membantu Zaky untuk masuk ke dalam kamarnya.
"Huft--- maksih yang" Zaky langsung melingkarkan kedua tangannya di tubuh sang istri,
"Aku kangen banget sama kamu Ndu"
Windu turut membalas pelukan suami yang ia rindukan itu.
"Kak Zaky gimana bisa sampai bisa di sini?"
"Jangan bicara dulu Ndu, biarkan kakak puas memeluk kamu"
Dengan penuh kasih sayang dan perasaan rindu yang cukup besar membuat Zaky enggan melepas pelukannya terhadap Windu.
Bersambung ....✍️✍️
__ADS_1