
Jam sudah menunjukkan pukul 19:00 malam, Zaky yang baru pulang dari kantor langsung memasuki kamarnya,
Sesampainya di dalam kamar mata Zaky langsung tertuju ke arah sofa di mana tempat Windu menghabiskan waktu saat berada di dalam kamar mereka, namun malam ini Zaky tidak menemukan istrinya itu di sana,
"Hmmm...di mana anak kecil itu??"
Zaky yang awalnya sok cool saat masuk ke dalam kamar akhirnya mulai penasaran tentang di mana keberadaan istri kecilnya itu, ia mulai mencari kedalam kamar mandi dan ruang wardrobe yang ada di kamarnya, namun ia tidak juga menemukan Windu,
Zaky pun memutuskan untuk segera mandi sebelum turun ke bawah untuk mencari keberadaan sang istri, hingga kurang lebih 45 menit lamanya Zaky telah siap memakai pakaian santainya,
Dengan gaya arogannya Zaky mulai menuruni setiap anak tangga, hingga ia akhirnya sampai di tempat tujuannya yaitu meja makan, terlihat sudah di sana Beno dan sang papa yang sedang menikmati makan malamnya,
"Malam pa??"
"Eh Zak!! ayo kita makan malam,"
Zaky menganggukan kepalanya sembari menarik salah satu kursi yang ada di ruang makan tersebut, dengan perasaan sedikit kecewa Zaky duduk di kursi yang berhadapan dengan Beno sang adik,
"Kok dia gak ada di sini ya?? apa gue tanya sama Beno aja ya??" Tak hentinya Zaky bermonolog sendiri, ia merasa tidak sabar untuk mengetahui di mana sebenarnya istri kecilnya itu berada,
"Ben!!" Akhirmya Zaky yang sudah sangat penasaran dengan keberadaan sang istri terpancing untuk bertanya kepada Beno, namun sesaat kemudian ia langsung tersadar akan pikiran gilanya,
"Kenapa kak?? ada yang mau lo tanya??"
"Apaan sih Zak?? ingat kamu itu terpaksa buat nikahin dia , kamu jangan mau jatuh di lubang yang sama akibat mencintai wanita Zaky!! buang pikiran itu jauhh-jauhhh...!!"
"Gak..kakak cuma mau tanya....hmmm...hmm.
itu kamu kan bentar lagi tamat SMA rencana mau lanjut kuliah di mana??"
__ADS_1
"Ya elah...kirain !!"
"Maksudnya ??"
"Ya Beno kirain kakak mau tanya tentang Windu,"
"Uhuk ....uhuk..uhuk..."
Melihat Zaky terbatuk papa Tama pun langsung memberikan segelas air putih untuk Zaky,
Zaky pun menerima gelas yang di sodorkan sang papa dan langsung meminumnya,
"Hati-hati makannya Zak!! pelan-pelan,"
"Iya pa makasih..." Zaky langsung meletakan kembali gelas nya yang telah kosong di atas meja,
"Hmmm... iya ... sebenarnya Zaky tadi udah makan di jalan pa, dan saat ini perut Zaky masih terasa kenyang, hmmmm....kalau gitu Zaky masuk kamar dulu pa,"
"Owh..iya sudah..."
Akhirnya Zaky memutuskan untuk kembali masuk ke kamarnya, terlebih dengan kejahilan Beno membuat ia merasa takut ketahuan bahwa ia sedang mengkhawatirkan istrinya itu, namun sebelum iya jauh menaiki tangga sang papa kembali memanggil namanya,
"Zak..tunggu dulu ada yang mau papa Sampai kan"
Zaky yang mendengar panggilan sang papa langsung menghentikan langkahnya, dan berbalik menatap ke arah papa Tama,
"Ada apa pa??"
"Windu tadi minta papa untuk menyampaikan izin kepada kamu, bahwa selama ujian Windu akan menginap di rumah Tante via, papa harap kamu gak keberatan??"
__ADS_1
"Dasar istri gak ada akhlak, masa ninggalin suami sendiri!!! terus kenapa harus minta izin nya ke papa!! bukan ke aku langsung!!"
Seketika Zaky langsung tersulut emosi saat mengetahui sang istri tidur di rumah Tante Via untuk beberapa waktu kedepan, tanpa meminta izin kepadanya secara langsung,
"Zaky?? kamu gak keberatan kan?" papa Tama kembali mengulang pertanyaan nya saat tidak melihat respon dari anak sulungnya itu,
"Hmmm...iya pa!!" Zaky yang masih merasa kesal langsung berbalik dan kembali melanjutkan langkah nya menuju kamar sambil mengepalkan kedua belah tangannya,
Sesampai nya di kamar Zaky yang tak siap di tinggal langsung membanting pintunya lumayan kuat, sehingga terdengar sampai ke meja makan,
"Apa sih mau mau nya tu anak!! kenapa aku sebagai suami sama sekali gak di hargai??"
Zaky langsung membaringkan tubuhnya di sofa di mana tempat Windu biasanya melepas lelah,
"Hmmm...wangi..!!"
Zaky pun mulai menghirup lebih dalam aroma wangi yang Windu tinggalkan,
"Sofanya wangi, apa bibi yang memberikan parfum ya??" Zaky sama sekali tak menyadari bahwa aroma wangi yang ia cium adalah aroma handbody yang biasanya Windu pakai sebelum tidur,
Rasa amarah serta kesal yang tadinya Zaky rasakan perlahan menghilang dan terganti kan dengan rasa nyaman dan ketenangan,
Dan tak lama kemudian aroma Windu itu mampu membawa Zaky ke alam mimpinya, dan pada akhirnya malam itu Zaky memilih sofa untuk tempat ia melepas penatnya,
Tak dapat berjumpa di alam nyata namun berjumpa di alam mimpi, sepanjang tidur nya tampak Zaky tersenyum-senyum sendiri, sambil memeluk erat guling milik sang istri kecil.
I Miss u so much...
Bersambung.....🤓🤓
__ADS_1