
Sesampainya di kampus tempat sang istri menimba ilmu, Zaky mulai memarkirkan mobilnya di parkiran kampus, ia pun mulai keluar dari mobil sambil melihat situasi kampus di siang hari itu,
Ada banyak mata yang mengarah kepadanya, dengan wajah yang tampan dan tubuh tegap nya membuat para mahasiswi di Univ tersebut salah tingkah dan mengandai-andai jika itu adalah calon imam mereka,
Seketika Zaky mulai merasa risih dengan pandangan setiap wanita yang ada di kampus Windu, dan beberapa bulir keringat jagung mulai keluar dari setiap pori-pori kulitnya, sungguh tak di sangka penyakit Zaky mulai kambuh di situasi yang di rasa tidak tepat, sehingga dengan sedikit berlari membuat ia harus kembali masuk kedalam mobilnya kembali,
"Kenapa penyakit ini datang lagi," tiba-tiba jantung Zaky mulai berdetak lebih kencang dan kecemasan luar biasa yang pernah ia rasakan sebelumnya kembali merasukinya,
Dia mencoba mencari botol obat yang selalu menjadi andalannya di saat situasi seperti ini, namun Zaky lupa di mana ia menaruh obat itu terakhir kalinya, karena sudah beberapa bulan ini ia mulai menghentikan mengkonsumsi obat itu di saat di rasa ia tak pernah kambuh lagi sejak bertemu Windu,
Bahkan dulu waktu ia menjadi mahasiswa di luar negri, Zaky harus mengkonsumsi obat-obtannya setiap hari ia juga harus memakai sebuah kaca mata hitam saat berada di lingkungan kampus, untuk menyamarkan wajah setiap wanita yang dia temui di sana,
"Aku gak boleh pingsan di sini," Zaky merasakan tiba-tiba seluruh tubuhnya mulai bergetar hebat, sampai saat ini ia terus mencoba untuk tetap dalam mode sadar,
Dari kejauhan Windu yang baru keluar dari ruang kelasnya berjalan beriringan bersama Luka, siang ini mereka berencana untuk makan siang bersama di cafe yang terletak tidak jauh dari kampus mereka,
Namun saat sesampai di parkiran tanpa sengaja mata Windu langsung mengarah ke sebuah mobil yang tak asing untuknya,
"Bukanya itu mobil kak Zaky? tapi untuk apa kak Zaky di sini, pasti aku salah lihat"
Akhirnya Windu memutuskan untuk tidak memperdulikan mobil yang ia rasa milik suaminya itu, dengan menaiki mobil milik Luka meraka pergi menuju cafe yang di tuju sembari menunggu kelas terakhir yang akan di mulai pada pukul 14:30 siang,
Tak berapa lama Windu dan Luka telah Kembali dari makan siang Mereka, dan Luka pun memarkirkan mobilnya tepat di sebelah mobil milik Zaky karena di rasa lebih dekat dengan kelas mereka, Windu yang melihat mobil berwarna silver milik Zaky masih di sana merasa penasaran,
"Hmm..gue gak salah kok ini memang benaran mobil milik kak Zaky, ngapain dia ke sini ya?"
Dengan rasa penasaran akhirnya Windu meminta Luka untuk duluan masuk ke dalam kelas, sedangkan dia masih berdiri di parkiran itu,
__ADS_1
"Aku gak bakal cari keberadaan kak Zaky, cuma aku mau mastiin aja ini benaran mobilnya apa enggak, Kalau platnya benaran milik kak Zaky sih, " Akhirnya Windu mulai lebih mendekat ke kaca mobil milik Zaky, dan tiba-tiba dia kaget melihat seseorang yang tertidur di belakang setir kemudi,
"H..kak Zaky!"
Windu langsung mencoba membuka pintu mobil yang ternyata tidak terkunci, Windu merasa kaget melihat Zaky yang tidak bergerak sedikit pun sambil memeluk stir kemudinya, dengan perasaan was-was Windu langsung meraih tubuh Zaky, ia pun dapat merasakan tubuh Zaky sudah basah dengan keringat,
"Kak..kak Zaky bangun, kak..bangun.." beberapa kali Windu mencoba untuk
menggoyang-goyangkan tubuh suaminya itu namun sama sekali tidak ada respon dari Zaky,
"Ya Allah, kenapa wajah kak Zaky pucat sekali" Karena khawatir akhirnya Windu menghubungi Beno dan memberi tahukan keadaan Zaky pada saat ini,
Dan tak menunggu waktu yang lama Beno yang masih berada di dalam kelas, langsung meminta izin kepada dosen yang sedang mengajarnya siang itu dan langsung meluncur ke parkiran sambil berlari,
Sesampainya di parkiran dengan nafas yang masih terengah-engah Zaky langsung mencari letak mobil sang kakak. Dari jarak yang lumayan jauh akhirnya ia bisa melihat mobil Zaky yang sudah menyala,
"Ndu? kenapa dengan kak Zaky ?"Windu yang terlihat sangat khawatir hanya menggelengkan kepalanya, Beno pun memutuskan untuk memindahkan Zaky ke kursi bagian belakang, dengan di ikuti oleh Windu yang menjadikan pahanya sebagi batal untuk Zaky yang masih belum sadarkan diri,
Beno pun langsung mengendari mobil sang kakak ke RS terdekat untuk segera mendapatkan pertolongan pertama, Beno yang worry dengan keadaan Zaky mengendari mobil Zaky dengan kecepatan tinggi, hingga tak menunggu waktu yang lama mereka akhirnya telah sampai di RS,
Setelah sampai di depan UGD Zaky langsung di bawa masuk ke ruangan pemeriksaan di bantu 2 orang perawat di sana. Kurang lebih 30 menit lamanya akhirnya seorang dokter umum yang usai memeriksa Zaky mulai keluar dari ruangan pemeriksaan itu,
"Bagaiman keadaan kak Zaky dok?" Windu yang merasakan kekhawatiran akan suaminya itu langsung bangkit dari duduknya,
"Maaf apakah pasien pernah mengalami pingsan tiba-tiba sebelumnya?"
"Setahu saya tidak pernah dok, tapi saya tidak tahu pasti. Memang apa yang sebenarnya terjadi sama kak Zaky dok?"
__ADS_1
"Dari hasil pemeriksaan kondisi tubuh pasien tidak ada yang mengkhawatirkan, apa pasien memiliki sebuah riwayat penyakit sikis?"
Seketika Windu merasa kaget dengan pernyataan sang dokter, sedangkan Beno yang saat ini berada di samping Windu langsung mengiyakan pertanyaan dokter muda itu,
"Saya rasa pasien tadi mengalami panic attack yang membuat penyakit sikis nya kambuh, sehingga membuat ia hilang kesadaran. Saya sudah mempersiapkan vitamin untuk menambah energinya kembali. Sebaiknya seta
elah ini pasien kembali di bawa ke dokter yang menangani penyakit pasien sebelumnya untuk berkonsultasi lebih lanjut."
"Terimaksih dok," Setelah memberikan penjelasan tentang kondisi Zaky akhirnya dokter muda itu pun pergi meninggalkan Windu dan Beno.
"Ben! ada yang kamu sembunyiin dari aku? kenapa aku gak tahu kak Zaky punya penyakit sikis?" Tampak wajah kekecewaan dari wajah cantik Windu, ia terus memburu Beno dengan berbagai macam pertanyaan yang menderanya.
Melihat Windu yang terus menyudutkan nya akhirnya Beno mengajak Windu untuk duduk kembali di ruang tunggu, di sana ia mulai menceritakan kejadian yang pernah dialami Zaky beberapa tahun silam sehingga membuat Zaky mengalami depresi hingga saat ini, ia juga menceritakan tentang kekecewaan Zaky terhadap Air sang mantan Zaky yang membuat Zaky patah hati hingga semakin memperburuk penyakit sikis nya,
Windu merasa shok saat mendengar semua cerita masa lalu zaky yang kelam, tak terasa air mata mulai mengalir di wajahnya, Windu sama sekali tidak mengira Zaky pernah mendapatkan pelecehan dari seorang wanita saat dia kecil bahkan dia juga harus di selingkuhi oleh satu-satunya wanita yang ia percaya saat itu,
"Jadi ini yang membuat kak Zaky bersifat dingin seperti saat ini?"
Beno hanya menganggukan kepalanya, sembari menundukkan wajahnya.
"Kenap gak cerita dari awal Ben! kamu gak seharusnya menutupi hal ini dari aku," Windu pun memilih pergi meninggalkan Beno sendiri ia ingin segera melihat keadaan Zaky saat ini,
"Tapi ada yang gak Lo tahu Ndu! kak Zaky ke kota M untuk menjemput mantan nya dulu"
Beno berteriak cukup kuat agar Windu dapat mendengar ucapannya, dan Windu pun langsung berbalik menghadap ke belakang,
Bersambung....🤓
__ADS_1