SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)

SEWINDU..(Om Nikahi Aku Donk)
Kehilangan


__ADS_3

"Kak Zaky mau nya punya anak perempuan atau anak laki-laki?"


Sambil tiduran di bahu sang suami Windu yang belum mengantuk berusaha untuk mengajak Zaky mengobrol, kebalikan dari Windu Zaky sudah mulai mengantuk terlihat sedari tadi pria klimis itu sudah beberapa kali menguap,


"Hmm-- kalau mau kedua nya boleh gak?"


"Ih, kok kedua nya? ya mana bisa lah kak. Harus pilih salah satu"


"Kakak mau kedua nya Ndu, gak bisa pilih salah satu "


"Ih, gak boleh kak, karena yang aku kandung cuma satu, jadi kak Zaky harus pilih satu"


"Ya udah apapun yang Allah titip kan untuk kita dengan senang hati kak Zaky akan menerimanya sayang. karena laki-laki atau perempuan jika itu lahir dari rahim kamu kak Zaky mau"


Sambil malu-malu Windu tersenyum bahagia mendengar jawaban tulus yang keluar dari bibir Zaky.


"Ih, kak Zaky ngomong nya sweet banget, dulu aja apa-apa pasti ngomong nya lugas dan tegas, sekarang...uuuu"


Seketika Zaky tersenyum melihat wajah sang istri yang sudah memerah seperti tomat.


"I Love U sayang"


"Ini benaran suami aku kan? kok sweet gini sih"


"I Love you to my husband"


Zaky langsung mendekap erat tubuh Windu ia pun mengecup pelan dahi Windu dengan penuh cinta.


"Ya udah sekarang kamu tidur ya, udah malam kasihan baby nya di ajak begadang"


Windu mengganggukkan kepalanya sembari mencari posisi tidur yang nyaman untuk diri nya.


Sebelum memejamkan matanya, Windu menatap Zaky dengan intens, dengan fokus matanya terus memandangi setiap inci wajah Zaky,


"Jangan berubah ya kak, terus jadi suami yang kaya gini, karena aku mau kak Zaky kaya gini terus, gak kaya yang dulu-dulu"


Zaky menganggukan kepalanya sambil menjawil hidung sang istri yang berada tepat di depan wajahnya,

__ADS_1


"Maafin sikap kakak yang dulu ya Ndu, mulai detik ini kak Zaky janji akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk kamu dan calon bayi kita"


"Aku jadi gak bisa tidur kalau mikirin kak Zaky yang so sweet kaya gini"


"Sayang jangan gitu, ayo tidur ini udah terlalu malam untuk wanita hamil seperti kamu" Zaky langsung bangkit dari ranjang rawat inap Windu, ia pun mulai menyusun guling di sekitar Windu dan merapat kan selimut di sebagain tubuh sang istri,


"Lah kok kak Zaky turun? aku kan jadi gak bisa tidur kalau gak di peluk"


"Hehe, manja banget, kemarin-kemarin gak ada kak Zaky kamu nya tetap bisa tidur"


"Kak Zaky benaran deh aku gak bisa tidur kalau gak di peluk, " dengan wajah yang cemberut Windu mencoba membujuk sang suami untuk tetap berbaring menemaninya di atas bangsal RS yang berukuran lumayan sempit.


"Tapi nanti kamu nya sempit Ndu kalau kak Zaky tidur di atas"


"Enggak kak, aku malah suka sempit-sempitan sama kak Zaky"


"Ya kan dek?" Windu mencoba mengajak sang bayi yang masih berukuran kecil di perutnya untuk berkomunikasi, dengan memasang wajah yang memelas Windu menatap ke arah Zaky yang kini juga tengah menatap dirinya.


Sambil menggeser bantal yang tadi telah ia susun, Zaky kembali naik ke posisinya semula,


"Aduh kamu sekarang udah pandai ya nge rayu kaya gitu, kalau sedang lagi gak hamil aja! udah habis kamu sama kakak"


"Hmmm, I love you sayang" Zaky mencium setiap inci wajah sang istri dengan penuh kelembutan,yang membuat Windu merasa lebih nyaman dan senang.


Akhirnya setelah hampir 30 menit Zaky menina bobokan Windu, Sang istri yang tengah mengandung anaknya itu pun mulai memejamkan matanya, dan di susul oleh Zaky yang sudah mengantuk berat setelahnya. Malam itu kedua insan berbeda usia itu pun tertidur dengan damai.


*


*


"Jangan pergi kak----"


Dengan keringat yang mengucur deras di wajahnya,Windu terbangun sambil memanggil nama Zaky.


"Kak-- kak Zaky? " Benar saja pagi ini Windu tak melihat lagi keberadaan sang suami di sampingnya. Dengan perasaan cemas dan khawatir Windu memutuskan untuk segera mencari keberadaan Zaky, sambil menarik botol infus yang tergantung di sebuah besi, Windu mulai mematikan laju cairan infus yang masih menancap di tangan kanannya.


"Sesuai mimpi aku, kak Zaky kembali pergi meninggalkan aku, kenapa kak? hiks----" Dengan rambut yang masih acak-acakan dan seragam RS yang ia pakai Windu pun keluar dari rawat inap untuk mencari keberadaan Zaky,

__ADS_1


"Maaf Bu, anda mau kemana dengan membawa infus? mari saya bantu kembali ke ruangan nya"


Seorang perawat yang sedang melintas di koridor RS itu langsung menghentikan langkah Windu yang hampir sampai di depan sebuah lift.


" Tidak saya ingin mencari suami saya sus, saya harus cepat mengejar nya, kalau tidak saya akan kehilangan jejak nya sus"


Windu berniat untuk kembali melangkahkan kakinya, namun beberapa orang satpam yang melihat kejadian itu langsung mendekat dan menghentikan langkah Windu.


"Tolong lepaskan saya! lepaskan----"


Dengan sedikit pemaksaan akhirnya Windu memilih pasrah untuk kembali masuk ke dalam ruanganya,


Sesaat sampai di dalam kamar rawat inap nya Windu dikejutkan dengan pria yang sedari tadi ia cari kini telah berdiri tepat di hadapannya.


"Sayang? kamu kenapa yang--- tolong lepaskan istri saya"Dengan tatapan yang mengerikan dari Zaky membuat kedua satpam yang tengah memegang tangan Windu langsung melepaskan tangannya.


"Kak Zaky---jangan pergi--" Windu langsung berlari ke arah Zaky dan memeluk tubuh sang suami dengan erat, terdengar jelas detak jantung nya yang tak beraturan serta nafasnya yang ngos-ngosan saat Windu telah berada di pelukan Zaky.


"Kakak di sini yang, maaf kak Zaky tidak izin sama kamu waktu keluar, kak Zaky membeli ini untuk sarapan"


Zaky langsung mengangkat kantung kresek yang ada di tangannya.


"Aku gak mau kak Zaky pergi lagi, tolong jangan pernah menghilang dari pandangan aku lagi kak"


"Maaf kan kakak ya" Dengan lembut Zaky mengecup pelan dahi sang istri, Zaky pun membimbing Windu untuk kembali masuk ke dalam kamarnya.


Saat sampai di kamar dengan hati-hati Zaky mulai memapah tubuh Windu kembali naik ke atas ranjang, tak lupa ia melarikan botol infus itu ketempat semula, dan seorang perawat yang sedari tadi mengikuti langkah mereka langsung kembali membuka laju infus tersebut.


"Maaf pak sebaiknya anda harus menyiapkan seorang penjaga lagi untuk menjaga istri anda jika anda keluar kamar, karena hal tadi sangat membahayakan kondisi pasien. Atau sebelum anda pergi anda bisa meminta salah satu perawat untuk menjaga istri anda di dalam kamar"


"Baik sus, terima kasih telah membantu istri saya"


"Sama-sama pak, kalau begitu kami undur diri dulu"


Zaky hanya mengangukan kepalanya dan dua orang perawat dan satpam itupun berlalu dari ruang rawat inap Windu.


"Kak Zaky kalau mau beli sarapan ajak aku kak, jangan tinggalkan aku sendiri lagi di sini" Dengan manja Windu melingkarkan kedua tangannya di lengan Zaky yang tengah berdiri di sampingnya.

__ADS_1


"Maafin kak Zaky ya Ndu? kak Zaky janji tidak akan meninggalkan kamu lagi" Zaky mengecup lembut dahi sang istri yang masih terlihat basah oleh keringat.


Bersambung...✍️✍️


__ADS_2