
"Siapa dia??"
Dengan rasa penasaran yang besar akhirnya, Windu turun dari kamarnya dan pergi menemui Beno di kolam berenang, namun belum sampai Windu menuju kolam renang, tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seseorang di depannya,
"Awwww...." Seketika tubuh Windu terhuyung ke lantai, dan membuat kepalanya bengkak karena terkena tembok,
Beberapa kali gadis itu mengusap kepalanya yang sedikit benjol dan memerah,
"Kalau jalan pakai mata!!!"
"Yeeee...jalan tu pakai kaki kali!!"
Windu kembali berdiri sambil mulai memperhatikan orang yang tadi dia tabrak,
"Haaaaaaaaaaaaaa.....kak Zaky???"
"Buset...ganteng banget makhluk ciptaan Tuhan, tapi sayang...belok..."
"Hmm..ngapain lihat-lihat...lain kali kalau jalan itu lihat ke depan jangan Meleng...!!"
"Hmmm..iya kak gue...hmmm..maksud nya aku gak sengaja kak,"
Zaky tidak memperdulikan perkataan Windu langsung kembali melanjutkan langkah nya naik ke lantai atas menuju kamarnya, tubuhnya terasa sangat lelah karena perjalanan dari negara A yang memakan waktu hampir 18 jam,
"Huh...awas aja ya entar kalau Lo udah jadi anak gue!! bakal gue bejek-bejek Lo ..."
Windu bergumam dengan pelan, namun di tengah tangga Zaky langsung membalikan badannya, dan menatap ke arah Windu dengan tajam,
"Hehe...aku gak ngatain kakak kok, ciyus!!"
karena takut dengan pandangan sang singa jantan, akhirnya Windu langsung ngacir meninggalkan tempat itu.
"Hu..hu..hu..capek banget gue!! huft ternyata itu kak Zaky, memang dia udah selesai kuliah? hmm ...bakalan un happy gue kalau kak Zaky udah balik ke rumah ini, aduh..tu cowok kan benci banget dengan yang namanya wanita, apa lagi wanita cantik kaya gue!!"
Tiba-tiba dari arah belakang Beno datang dan memukul pundak Windu yang sedang melamun,
"Hayyyy... "
"Aaaaaaaaaa...gak kak, gue..eh aku gak .....??"
Seketika Windu langsung melihat ke belakang, di sana ia melihat Beno tertawa lepas.
"plak.."
Satu pukulan telak tepat mengenai kepala Beno,
"Aduh....kasar banget sih Lo Ndu!!"
"Abis nya ngapain Lo ngagetin gue!! udah tahu gue tu mudah jantungan gini"
"Hahah...banyak gaya Lo.... lagian ngapain Lo di sini??? entar kesambet baru tahu rasa,"
"amit..amit...jauh-jauh deh Jurig... datang aja ke Beno ya.."
"Eh buset..gak enak banget doanya Ndu!!"
"Hmm...eh gue mau tanya sama Lo, itu kak Zaky udah selesai S2?"
"Yoi...dia udah siap terjun di kantor papa, Lo udah jumpa kak Zaky?"
__ADS_1
"Lo gak lihat ni jidat gue?? "
"Hahahah...lah kenapa tu jidat...bengkak kemerahan, ??"
"Yah siapa lagi kalau gak karena kakak Lo yang belok itu"
"Hus...asal banget Lo ngomong Ndu, dia tuh normal tahu,"
"Hmm..tapi gak pernah gue lihat dia dekat sama cewek, waktu gue gak sengaja sentuh dia aja, lah dia langsung cuci tu tangan pakai tanah...lah..memang gue najis Mughallazah!!"
"Wkwkkwk....baru sadar Lo!!"
"Asem Lo..."
Beno langsung berlari melihat Windu yang bersiap-siap ingin memukulnya kembali.
"Jangan lari Lo Ben!!!"
Windu langsung berlari kencang mengejar sahabatnya itu, Zaky yang sedang melihat keluar jendela langsung menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Windu dan Beno,
"Hmm... semoga kamu gak berjodoh dengan cewek jadi-jadian itu Ben, ...gak pernah kebayang kalau aku dapat adik ipar kaya cewe setengah matang kaya gitu!!"
Zaky langsung menutup jendela kaca kamarnya dan mulai membaringkan tubuhnya di kasur,
Hari demi hari telah berganti, tak terasa hari ini Windu telah kembali masuk sekolah, ia merasa sangat amat bahagia karena selam liburannya kemarin dia bisa selalu dekat dengan Om Tama, walau ada Zaky di sana yang selalu bicara ketus kepadanya,
Pagi ini dia telah bersiap-siap untuk berangkat sekolah dengan di antar oleh Tante kesayangannya yang sudah 2 hari pulang dari luar kota,
Hari ini benar-benar hari yang menyenangkan buat Windu, karena semalam ia mendapatkan sebuah jam tangan dari Om Tama, walau pun Beno juga dapat jam tangan yang sama tapi beda warna, namun dengan hadiah itu Windu merasa Om Tama memilki perasaan yang lebih dengan dirinya,
Sambil menunggu sang Tante di meja makan, tak lepas senyum Windu senantiasa menghiasi bibirnya yang berwarna merah alami,
"Hehe...gak ngapa-ngapain kok Tan, Windu udah gak sabar menjadi siswa kelas XII,"
"Ya udah..ayu cepat kita berangkat biar gak telat,"
Windu pun mulai mengikuti langkah sang Tante dari belakang,
Sesampai di parkiran ia melihat kedatangan Beno yang sedang berboncengan dengan Mela,
"Waahhh..kaya nya udah ada kemajuan ni Beno and Mela!!"
Seketika Windu langsung berlari ke arah parkiran di mana Beno dan Mela berada,
"Pagi Beno...Mela..."
Seketika Beno dan Mela merasa kaget mendengar suara Windu di belakang mereka,
Mela yang tampak malu langsung menjawab sarapan Windu dan mohon izin untuk ke kelas duluan karena harus piket,
Tinggal lah Beno dan Windu di sana, setelah kepergian Mela, Beno langsung tersenyum senang dan memeluk tubuh sahabatnya itu.
"Gue udah jadian Ndu...gue udah punya pacar Ndu..."
"Yee..lepas Ben...engap gue!!" Seketika Beno langsung melepas pelukannya,
"Tapi..beneran?? Lo udah punya cewe Ben??"
"Iya Ndu Mela sekarang pacar gue"
__ADS_1
"Wahha...makan-makan gratis dunk ...."
"Pasti...tapi besok ya ..karena nanti siang gue mau pergi sama Mela,"
"Hmmm....yang lagi jatuh cinta....bucin akut Lo.."
"Hhahhah...haha...happy gue Ndu..."
"Iya..iya selamat deh .. tapi gue minta Lo jodohin juga gue sama bokap Lo!!! biar kita impas..."
Seketika Beno langsung terdiam, wajahnya yang tadi penuh dengan semangat berubah menjadi sendu kembali.
"Ndu..memang Lo gak bisa move on gitu?? kan banyak cowok yang tampan dan mapan lebih muda dari bokap gue??"
Seketika wajah Windu langsung berubah merah dan marah,
"Maksud Lo apa?? Lo mau ingkar janji sama gue?? ini balasan Lo untuk bantuan gue selama ini??"
Seketika Windu langsung pergi meninggalkan Beno sendiri, tampak kekecewaan yang mendalam dari wajah gadis tomboy itu,
"Maaf kan gue Ndu...tapi sekarang kita udah dewasa, gue gak mau Lo tetap dengan khayalan masa kecil Lo!!"
Beno pun akhirnya mulai mengikuti langkah Windu, dan seiring langkahnya bel tanda masuk sekolah pun berbunyi,
Sesampainya di dalam kelas, sama sekali Beno tidak melihat kehadiran Windu di sana, hingga jam pelajaran pertama hampir usai, windu tetap tidak tampak hadir di dalam kelas
Dengan perasaan khawatir, Beno langsung keluar kelas sebelum guru mapel kedua masuk,
Dia mulai mencoba menghubungi dan mengirim pesan untuk Windu, namun sama sekali hp itu tidak di angkat ataupun di balas, ia mulai mencari Windu di kantin, ruang UKS, taman dan lapangan namun ia tidak menemui sosok yang di cari,
Dengan perasaan bersalah akhirnya ia menuju tempat terakhir yang belum ia lihat, yaitu rooftop sekolah,
Dan benar saja di sana ia menemui Windu yang sedang berdiri di bibir gedung,
"Nduuuu...apa yang Lo lakuin?? bahaya Ndu..!! turun Ndu....gue mohon Ndu...kita bisa bicara baik-baik Ndu!!!"
Windu hanya melihat sekilas kearah Beno tanpa mengeluarkan sebuah kata,
"Ndu..Lo pingin nikah sama bokap gue kan? kalau Lo ngelakuin hal gila kaya gini ...gimana bokap gue bisa nikahi Lo Ndu..pasti dia bakal sedih Ndu!!"
Windu langsung melihat lagi ke arah Beno,
"Gue mau turun..tapi...Lo harus janji dulu!!"
"Okeh..gue janji"
"Lo harus janji buat jodohin gue sama Om Tama, ...Lo tahu kan udah sewindu(8 tahun) gue nunggu hal ini...pokoknya tamat sekolah gue mau Om Tama nikahin gue!!!hiks..hiks...dan Lo harus bantuin gue Ben..hiks..hisk.."
Beno merasa sedih dan amat bersalah melihat sahabatnya itu, untuk seumur hidupnya baru pertama kali ia melihat windu menangis sampai sesegukan seperti itu,
"Iya Ndu, gue janji...sekarang Lo turun ya..gua janji bakal buat Lo jadi keluarga gue yang sebenarnya-benarnya"
"Ya udah gue turun, tapi bantu gue!! karena halangan gue tembus, gue gak tahu hari ini gue dapet"
"Ya udah gue antr Lo pulang, gue akan minta izin ke guru, dan entar kita balik ke sekolah lagi"
Windu pun turun di dengan di bantu oleh Beno, mereka pun langsung pergi menuruni anak tangga, dan Windu langsung menuju ke parkiran, sedangkan Beno pergi ke guru piket untuk meminta izin,
Dan hari itu menjadi hari yang mengharukan untuk Windu.
__ADS_1
Bersambung.....✍️✍️