
Matahari mulai mengintip dari balik jendela kamar sepasang suami istri itu, Zaky yang tiba-tiba merasa ingin buang air kecil langsung terbangun dari tidur tidurnya, tanpa sehelai benang di tubuhnya ia pun beranjak dari kasur sambil berlari kecil.
Dan setelah menunaikan hajatnya, ia kembali mendekat ke arah ranjang sambil memakai celana pendek yang ia ambil dari dalam lemari.
Zaky mulai duduk di tepi kasur tempat Windu masih terlelap, dengan seksama pemuda tampan itu tak hentinya memandang sang istri yang masih tertidur lelap. Seketika sebuah senyum tersembur dari bibir merah nya saat melihat ada banyak tanda yang ia tinggalkan hampir di setiap bagian atas istri kecilnya itu.
"Kamu tambah cantik kalau dalam keadaan seperti ini" Seketika Zaky duduk lebih dekat di samping sang istri, dan tangannya pun mulai merapikan rambut Windu yang masih menutupi sebagain wajahnya,
"Jangan tinggalkan kakak lagu Ndu! kakak janji akan mencoba untuk menjadi suami yang baik untuk kamu. Jangan minta pisah lagi! karena kakak bisa tambah gila kalau kamu sampai benar-benar pisah sama kakak."
Zaky langsung memberikan sebuah kecupan di dahi Windu, ia pun langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan Windu yang masih tertidur.
Dan tak berapa lama kemudian Windu mulai menggeliat kan badannya yang terasa pegal, sambil mengucek-ngucek matanya Windu mulai berusaha membuka kedua matanya yang masih terasa berat.
Matanya pun mulai memantau setiap sudut yang ada di kamar itu,
"Aku kira semalam hanya mimpi! ternyata ini nyata "
Ia pun mencoba untuk bangkit dari tidurnya, namun ia merasakan sedikit nyeri pada bagian bawahnya, serta setiap sendi tubuhnya terasa pegal, bahkan tenggorokan nya saat ini terasa kering akibat belum meminum air sejak tadi malam.
"Huft..dasar beruang kutub! sifat nya dingin kaya di kutub tapi kelakuannya beuh!!..enggak bisa kalau lihat daging Pasti langsung di makan."
"Gimana cara nya aku pulang ya? aku enggak mau kembali sama pria yang bisa nya nyakitin aku terus! katanya mau berubah! bulshit!.
Sikap nya masih egois kaya gini, apanya yang berubah."
Windu terus mengumpat tentang Zaky. Ia pun mulai bangkit dari kasur sambil melilitkan selimut di tubuhnya, Windu berjalan menuju kamar mandi yang terdapat di kamar itu.
Tak menunggu waktu lama akhirnya Windu pun telah menyelesaikan kegiatannya ia mulai memungut pakaiannya yang semalam ia pakai, namun baju nan indah itu telah rusak pada bagian zippernya dan semua under wear nya pun sudah tak berbentuk akibat ulah Zaky semalam,
Akhirnya mau tidak mau Windu memutuskan untuk mencari sebuah baju yang ada di dalam lemari Zaky, ia pun pergi menuju sebuah lemari yang berukuran lumayan besar yang ada di kamar itu, saat dibuka di dalamnya terdapat banyak kemeja pria milik Zaky, dan beberapa kaos oblong serta celana panjang dan pendek milik suaminya itu.
"Terpaksa aku pakai baju tuan monster sementara! dari pada gak pakai apa-apa"
Akhirnya Windu menetapkan pilihannya pada sebuah kaos oblong putih yang berukuran cukup besar untuk tubuhnya yang ramping. Tak lupa ia juga mencoba beberapa celana panjang dan pendek milik Zaky yang kebesaran di bagian pinggangnya,
__ADS_1
"Aduh ini celana apa karung sih? besar banget!"
Windu akhirnya hanya memakai kaos besar milik Zaky. Kaos itu tampak panjang dan lebar, hampir menyentuh lutut Windu saat ia memakainya.
Karena tidak terbiasa tanpa dalaman Windu pun memakai bawahan milik Zaky, namun tanpa atasan. Sehingga ia melingkarkan sebuah handuk yang tadi ia kenakan, untuk menutupi bagian atas nya yang tanpa dalaman.
"Gini amat ya hidup! punya suami tapi gak care sama istrinya! baju dia banyak banget di dalam lemari..tapi sama sekali dia gak nyiapin satu baju pun untuk aku!"
Setelah selesai berpakaian, Windu berniat untuk melihat sekitar rumah, dan sekalian mencari keberadaan Zaky. Dia berniat untuk membujuk Zaky agar mau mengantarkannya pulang ke rumah, karena ia tidak mau ketinggalan pelajaran akibat bolos kuliah.
Namun saat kakinya mulai melangkah keluar pintu Zaky tiba-tiba sudah berada di hadapannya sambil membawa sebuah nampan di tangannya,
"Huft..kak Zaky bikin kaget aja!"
Zaky hanya terdiam sambil membawa nampan yang ia bawa masuk kedalam kamar Meraka.
Ia pun meletakan sebuah nampan yang berisikan dua mangkok bubur ayam dan 2 gelas susu di atasnya,
"Hayo makan!"
"Siapa yang masak buburnya kak?"
"Udah makan aja! nanti keburu dingin!"
"Ehemm..aku pasti makan kak, karena perut aku udah laper banget"
Windu langsung mengikuti langkah Zaky, ia juga mulai menyendok bubur ayam lezat itu masuk kedalam mulutnya.
"Kakak pesan ya bubur nya? enak banget"
Windu kembali bertanya masalah bubur kepada Zaky yang tengah menyantap buburnya,
Namun laki-laki dingin itu masih diam dan tak menjawab pertanyaan istri kecilnya itu,
"Huft .. kaya ngobrol sama tembok! " Windu yang merasa kesal langsung mencurahkan isi hatinya,
__ADS_1
"Sebaiknya makan dulu baru nanti kita ngobrol"
Akhirnya Windu memilih diam dan tak berniat lagi untuk mengobrol dengan suami dinginnya itu.
Saat jarum jam sudah menunjukan pukul 10 tepat, Zaky pun sudah selesai dengan sarapan nya yang telat dari biasanya. Begitu pun Windu, karena rasa lapar yang ia rasakan hanya dalam hitungan menit bubur ayam itu telah ludes habis masuk kedalam perutnya.
"Eggh..." Setelah menghabiskan segelas susu nya tanpa sadar Windu pun bersendawa cukup kuat di hadapan Zaky,
"Jorok!!jadi anak perempuan itu gak boleh jorok!" Zaky menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Windu yang ia rasa tidak bagus.
"Maaf kak!"
Kembali Zaky tidak merespon jawaban istri nya, ia hanya diam sembari melihat layar ponselnya.
"Kak, aku mau pulang..?"
Zaky yang tengah melihat email melalui layar handphone nya langsung menatap Windu dengan pandangan tajam.
"Jangan pernah mengucapkan kata pulang! ini rumah kita, dan kita akan tinggal selamanya di sini!" Zaky berbicara dengan tegas dan sedikit berteriak ke arah Windu,
Air mata pun mulai mengalir dari sudut mata Windu, ia merasa tertekan akan sikap Zaky yang tak pernah berubah.
Seketika Zaky pun kaget melihat reaksi Windu yang tiba-tiba menangis, ia pun langsung memeluk tubuh sang istri dengan lembut,
"Maaf?"
Tubuh tegap itu pun tiba-tiba bergetar hebat dan matanya mulai terlihat memerah serta berkaca-kaca. Zaky langsung mencium kedua mata sang istri, dan ia tak henti terus mengatakan kata maaf kepada Windu.
Sedangkan Windu yang melihat sikap Zaky malah tambah menangis ia tidak menyangka reaksi sang suami saat ini di luar nalarnya,
Ia merasa sangat bimbang dengan keadaan yang sedang ia alami saat ini, mau marah tapi tidak bisa mau benci juga tidak bisa. Ia tak menyangka sakit yang di derita Zaky membuat ia menjadi orang yang labil.
"Seserius ini kah penyakit mu kak? sehingga aku tidak bisa melihat siapa dirimu yang sebenarnya!"
Bersambung...✍️✍️
__ADS_1